
Yadna sudah terlanjur marah dia menarik tangan Nanda dan membawa nya keluar dari kamar nya.
"Pergilah" sahut Yadna yang langsung menutup pintu kamar nya.
Yadna sangat ingin sendirian di sana, namun kakak ipar nya itu sangat menyebalkan sekali sekarang.
"Ya Alloh kenapa dengan Kak Nanda" gumam Yadna.
Namun sekarang Nanda melihat ke arah Nenek Sofi yang baru saja naik ke lantai atas,
"Sedang apa kamu" tanya Sofi menatap pada Nanda yang ada di luar pintu kamar Yadna.
"Aku sedang melihat Yadna tapi dia mengusir aku" ucap Nanda.
"Dasar tidak sopan, tidur lah" titah Sofi.
"Harusnya Nenek yang tidur aku masih muda dan aku bebas" ucap Nanda.
"Terserah" ucap Sofi yang akan masuk ke kamar Yadna karena akan meminta ijin untuk tidur di sana.
Sekarang sudah sangat malam bahkan Luthfi dan Rena juga sudah tertidur.
Sofi berjalan dengan perlahan biasa nya dia memakai kursi roda tapi karena dia menuju ke lantai atas dia mencoba untuk berjalan kaki.
Nanda merasa sangat kesal pada Sofi Nenek dari suaminya itu.
"kalau saja aku berani mungkin aku sudah melenyapkan mu" batin Nanda.
"Tidurlah jangan pura pura diam padahal kamu mencari barang berharga untuk kamu curi kan" tanya Sofi.
"Apa Nenek kau bicara apa? aku mencuri? Hah tak ada barang bagus di sini untuk di curi" ucap Nanda.
Sofi menatap pada Nanda dia menunjuk pada lukisan yang ada di dinding rumah itu.
"lihat itu, lukisan itu harga nya bisa sama dengan mobil, mertua kamu yang membeli nya di luar negeri, lukisan nya sangat langka dan kata mertua mu harganya akan sangat mahal suatu saat nanti, aku gak terlalu yakin tapi Lukisan itu sudah seumur Waffi" ucap Sofi menjelaskan.
"CK aku gak tertarik" ucap Nanda.
"Terserah" ucap Sofi yang langsung masuk ke dalam kamar Yadna yang baru saja Yadna buka kan.
Nanda sangat gi la pada uang dia langsung mendekat pada lukisan itu dan memotret nya, Nanda memajang foto lukisan itu di grup sosialitanya.
{Lukisan itu sangat langka mertua aku punya}
{Hebat kamu punya lukisan itu}
{Harganya bisa sama dengan dua mobil}
{Jual itu Auto kaya}
Balasan balasan dari teman teman sosialita nya, bahkan Nanda tidak tau malu pada teman nya yang banyak sekali mengirim kan pesan pada Nanda karena akan menagih hutang.
Nanda tersenyum dia menatap pada lukisan itu,
"Aku akan kaya jika menjual mu" gumam Nanda.
__ADS_1
Adiba yang sekarang ada di lantai bawah pun langsung heran saat melihat Nanda yang ada di sana, Sejak beberapa hari ini Adiba lebih suka diam di kamar paling dia keluar hanya untuk makan dan membantu orang tuanya masak hingga membereskan rumah.
"Ada apa dengan Kak Nanda, lama sekali menatap lukisan itu" gumam Adiba.
Namun Adiba tidak terlalu memikirkan hal itu sekarang sudah malam dia akan tidur karena besok adalah hari pertama dia kerja bersama dengan Kakak nya yaitu Yadna.
Adiba akan masuk ke dalam kamar nya namun dia masih menatap pada Nanda yang sekarang masih ada di sana, tapi setelah itu Nanda langsung pergi dari sana meninggalkan lukisan itu.
Adiba langsung masuk dan tertidur apa lagi sekarang dia sudah mengantuk.
Pagi ini Rena kedatangan tamu yaitu Gladys dan suaminya, saat ini Gladys datang karena akan menitipkan Mayang pada Rena dan Luthfi.
"Assalamualaikum" ucap Gladys.
"Waalaikum salam" ucap Rena.
"Maaf aku datang sepagi ini" ucap Gladys.
"Tak apa ayo duduk" ucap Rena menyambut Gladys.
"Rena aku sangat menyesal tapi aku harus pulang aku titip mamah bisa gak" ucap Gladys.
"Lalu di mana mamah" tanya Rena.
"Ada di rumah nya dia tidak mau datang kemari, ya karena katanya dia tidak akan nyaman jika bersama dengan banyak orang" ucap Gladys.
"Aku bisa meminta anak anak ku datang ke sana" ucap Rena.
"Terima kasih" ucap Gladys.
"Kamu akan ke mana" tanya Rena.
"Oh baik lah" ucap Rena.
"Ning Rena kami akan pulang secepatnya" ucap Farid.
"Ya Ustadz" ucap Rena.
Setelah mereka berbincang bincang datang lah Yadna ke sana dia akan bekerja sekarang bahkan Adiba juga sudah bersiap karena akan bekerja.
"Adiba ikut kerja" tanya Gladys.
"Ya Uwa, aku ikut Kak Adna" ucap Adiba.
"Alhamdulillah bisa mandiri ya, tapi kenapa anak perawan ini seperti nya cemberut" tanya Gladys pada Yadna.
"Aku sangat pusing Uwa, semalam aku di teror oleh Kak Nanda lihat banyak panggilan masuk dari dia" curhat Yadna sambil memperlihatkan bukti panggilan masuk dari Nanda.
"Nanda" tanya Gladys heran.
"Ya kak Nanda, padahal kalau pun ada yang penting kenapa gak datang saja ke kamar aku, semalam juga dia ikut aku ke kamar" ucap Yadna.
"Nanda di sini" tanya Gladys.
"Ya sudah beberapa hari dia di sini" ucap Rena.
__ADS_1
"Tapi Rena kamu tau gak kalau Nanda itu sangat na kal dia mencuri uang aku" ucap Gladys.
"Mencuri uang" tanya Rena.
"Ya, aku usir dia dari rumah Mamah aku sangat marah saat itu" ucap Gladys.
"Astaghfirullah" ucap serempak.
"Tapi tolong jangan beri tau siapa pun sekarang aku sangat tak ingin memojokkan siapa pun, yang aku mau hanya kedamaian saja, oh ya kalian lebih berhati hati saja ya Sekarang karena takutnya terjadi hal yang tak di inginkan, dan soal mamah aku titip mamah ya" ucap Gladys.
"Oh ya Yadna dan Adiba mau gak temani nenek mayang" tanya Rena.
"Boleh tapi setelah bekerja boleh" tanya Adiba.
"Boleh gak apa, siang ada pembantu hanya saja malam hari nya kasihan nenek sendirian" ucap Gladys.
"Ya uwa aku akan langsung pulang ke rumah Nenek Mayang Sekarang" ucap Adiba.
"Ya baiklah terima kasih ya" ucap Gladys.
"Sama sama" ucap Adiba.
Sedangkan di perusahaan Kathir saat ini Yadna dan Adiba masuk namun saat ini ada yang aneh, sekarang Kathir terlihat sangat ramah pada setiap karyawan.
Padahal biasanya tidak pernah, jangan kan mengucap kan selamat pagi terkadang menanyakan orang yang tidak masuk saja belum pernah.
Para karyawan hanya diam saja saat melihat Kathir yang penuh dengan senyuman, bahkan Kathir juga merasa kalau sekarang itu dia sangat bahagia.
"Selamat pagi pak" ucap Yadna menyapa Kathir.
"Pagi" ucap Kathir.
"Ini adik saya Adiba dia yang akan mengisi meja karyawan yang kosong, dia akan bekerja part time" ucap Yadna.
"Ya baiklah" ucap Kathir.
"Baiklah Adiba duduk lah" ucap Yadna.
"Baiklah kak" ucap Adiba.
"Selamat bekerja yang rajin ya bekerja nya" ucap Kathir.
Yadna langsung duduk di meja kerja nya dia melihat Riri yang tidak masuk, seperti nya Riri ingin balas dendam pada Yadna apa lagi kemarin Yadna tidak masuk.
"Riri katanya tak akan masuk" ucap Kathir.
"Oh ya" tanya Yadna.
"Ya" ucap Kathir yang langsung masuk ke dalam ruangan nya.
Yadna sudah mulai untuk bekerja dia melihat ada seorang laki laki yang datang ke arah nya.
"Selamat datang pak" ucap Yadna yang langsung berdiri.
"Aku Fathir kakaknya Kathir" ucap Fathir yang kemarin mereka bertemu di acara itu.
__ADS_1
"Oh silahkan masuk pak" ucap Yadna.
Fathir selalu suka jika melihat Yadna dia bahkan lebih mengagumi Yadna dari pada istri nya.