
Yadna sinis menatap pada Mita yang sekarang ada di sana.
Yadna berusaha untuk bersikap tenang tanpa rasa takut apa lagi saat ini Yadna hanya ingin mengambil bukti yang ada pada Mita.
"Anak itu sangat sombong pada ku, padahal kalau aku keluar kan bukti itu dia pasti akan ketar ketir" batin Mita.
Pak Amta mengucapkan turut berduka cita nya pada Luthfi dan keluarga, hingga lama mereka akhirnya pulang juga.
Mita hanya menatap tak suka saja pada Yadna padahal dia saat ini ingin sekali menghancurkan Yadna.
Yadna hanya tersenyum saja melihat Mita yang saat ini sangat ramah padanya.
"Ibu Amta aku akan hapus semua bukti itu" gumam Yadna.
Hubungan Kathir dan mamahnya sekarang sedang tidak akur apa lagi saat ini Kathir tidak pulang dan memilih tinggal di perusahaan nya.
Kathir sejak dulu sangat membenci mamahnya bahkan Mita juga kemungkinan seperti itu.
Flash back onn
Saat itu mungkin Kathir masih berusia belasan tahun, dia hidup bersama dengan orang tua dan kakak tiri nya.
Sayang nya mamah nya itu lebih sayang pada kakaknya saja dari pada diri nya.
Alasan nya tak jauh karena Fathir tak punya ayah, hingga alasan itu lah yang membuat Kathir merasa iri pada kakaknya.
"Kalau kakak tidak punya ayah, kenapa tidak papah saja yang tidak ada, aku rasa Papah juga sayang pada kak Fathir, tapi kenapa mamah tidak sayang pada ku" geram Kathir yang sangat marah.
"Kathir pelan kan bicara mu" bentak Mita.
Remaja kecil itu merasa sangat iri bahkan mamahnya itu juga sering membanding bandingkan Kathir dengan Fathir.
"Aku tau mah kalau mamah tidak sayang pada ku, tapi mah setidaknya mamah perlakuan aku sebagai anak mamah juga" bentak Kathir.
"Kamu lihat kakak kamu, kasihan dia Kathir tak punya ayah karena ayah nya di ambil orang lain" ucap Mita.
"Lalu aku pikir juga papah sayang pada kak Fathir jadi apa yang harus di beda bedakan mah" tanya Kathir.
"Pergilah aku tidak mau kamu ada di sini kalau hanya untuk marah marah saja" ucap Mita.
Hingga saat itu Kathir tumbuh dengan kasih sayang dari Pak Amta saja karena mamahnya itu terlalu sibuk mementingkan kakak nya yang katanya tak punya ayah.
Kathir dendam pada kakaknya? tentu saja anak yang mana yang akan diam saja saat kasih sayang ibunya di ambil oleh orang lain bahkan bukan itu saja perusahaan pemberian Papahnya saja di ambil oleh Fathir.
Betapa marahnya Kathir saat hal itu terjadi, setelah Kathir tanya papahnya ternyata itu karena mamahnya membujuk papahnya untuk memberikan perusahaan yang saat itu tengah naik naiknya pada Fathir.
Sedangkan perusahaan Kathir yang dia punya sekarang itu dulunya adalah perusahaan yang hampir saja di ambang kebangkrutan.
Namun dengan kegigihan dan kerja keras Kathir, akhir nya dia mampu mengelola perusahaan itu.
Dari sana lah hubungan Kathir dan Fathir tidak terlalu dekat.
Bahkan hubungan Kathir dan mamah nya juga tidak baik baik saja.
Mereka hanya bertegur sapa saat ada hal yang mau mereka bicarakan saja selebihnya mereka akan diam.
Jika bukan karena papahnya Kathir tidak mungkin pulang ke sana. apa lagi tanpa percakapan dan senyuman dari mamahnya.
Kathir merasa seperti anak kandung yang di perlakukan seperti anak tiri, padahal Kathir adalah anak kandung mamah dan papahnya.
Bahkan saat pernikahan Fathir pun Kathir tidak datang dia hanya beralasan pada papahnya kalau dia sibuk, dengan sengaja pula Kathir berangkat ke luar negeri karena tidak mau datang ke acara itu.
Luka itulah yang Kathir rasakan hingga tak pernah sedikitpun dia rindu pada mamahnya jika tengah berjauhan.
Flash back off
Kathir menatap pada jalanan yang sekarang sangat ramai, saat ini Kathir ada di perusahaan nya dia tidak mungkin datang ke kediaman Yadna sekarang.
Kathir melihat ponsel nya dia melihat video yang baru saja di kirim kan mamahnya itu.
"Apa lagi yang mamah kirimkan" gumam Kathir.
Dia langsung melihat video itu dan ternyata Video itu adalah video arsala yang tengah memukuli Fathir.
Drtt
{Bagaimana masih mau menolak untuk menikah dengan Risa} pesan dari mamahnya.
"CK mamah memaksa aku untuk menikah dengan Risa, memangnya ada apa dengan Risa bukan kah dia adalah saudara aku" gumam Kathir.
{Aku gak mau menikah dengan Risa, kalau pun ya aku akan menikah dengan Adna} balas Kathir.
{Akan aku kirim kan video ini pada adik Adna} pesan Mita.
__ADS_1
Saat ini Mita tengah marah karena Kathir bersikap seolah baik baik saja, bahkan Kathir seolah tidak takut pada ancaman Mita.
"Anak ini keras kepala sekali" batin Mita.
Mita mendekat pada suaminya yang sekarang ada di sana.
"Mas bagaimana kalau kita nikahkan saja Kathir dengan Risa" tanya Mita.
"Lalu" tanya Pak Amta.
"Ya kan kemarin Kathir baru saja di tolak oleh Adna, kenapa tidak kita jodoh kan saja Kathir dengan Risa" ucap Mita.
"Risa sepupunya dia putri dari adik kamu" ucap Pak Amta.
"Apa salahnya kan mamahnya Risa bukan adik kandung aku" ucap Mita.
"Aku tidak yakin kalau Kathir akan menerima nya apa lagi dia sangat tidak menyukai mu" ucap pak Amta.
"Ya maka dari itu, aku mau yang terbaik untuk kathir mas" ucap Mita pura pura perduli padahal dia tak ada sedikit pun rasa sayang untuk Kathir.
"Niat kamu Bagus tapi kenapa harus Risa bukan orang lain saja" tanya Pak Amta.
"Mas aku pikir Risa itu baik, cantik dan yang paling penting dia dari keluarga yang kita ketahui asal usul nya" ucap Mita.
"Tanyakan saja pada Kathir tapi kalau dia tidak mau aku tidak bisa memaksa nya, kamu tau kan kalau Kathir itu sangat keras kepala" ucap Pak Amta.
"Ya aku akan bujuk dia" ucap Mita pura pura sayang pada Kathir.
Mita menatap pada foto keluarga yang terpampang di sana.
"Sisi sekarang kamu yang akan melakukan ini untuk aku" batin Mita menatap pada Foto Sisi yang tak lain adalah istri dari Almarhum Fathir.
Mita mempunyai Rencana yang sangat bagus untuk menyebarkan berita itu namun Mita tidak akan memperlihatkan video yang menunjukan Fathir bersama dengan Yadna.
Hanya saja Mita Ingin mengancam adik Yadna karena sudah memukuli Fathir.
"Dunia adil pada ku, ya hanya pada ku" gumam Mita.
Di kediaman Luthfi...
Saat ini mereka tengah melaksanakan acara tahlilan, namun Adiba seperti melihat hal aneh dari kakaknya itu.
"Kak ada apa" tanya Adiba pada Arsala yang saat ini hanya diam saja.
"Tidak hanya saja aku ingat pada Nenek" ucap Arsala.
"Ya aku hanya bisa bersabar" ucap Arsala.
"Aku yakin Nenek akan bahagia di sana" ucap Adiba.
"Amin" ucap Arsala tersenyum melihat pada Adiba padahal saat ini Arsala tengah memikirkan bagaimana cara nya dia agar bisa membantu Yadna dan mengalahkan Mamahnya Kathir.
"Aku yakin pasti ini akan sangat susah" gumam Arsala.
Drtt
Arsala melihat pesan yang baru saja masuk ke dalam ponsel nya.
{Bagaimana masih bisa hidup tenang} pesan dari Mita mengancam Arsala.
Satu Video Mita kirimkan pada Arsala.
Karena penasaran Arsala membuka video itu dan ternyata video itu adalah video diri nya yang tengah memukuli Fathir yang ada di hotel tempo lalu.
"Astaghfirullah, sejauh apa dia tau tentang ini" gumam Arsala.
{Bagaimana bagus kan video nya, bagaimana kalau aku kirim pada keluarga Fathir ya} pesan Mita.
Arsala menatap pada pesan itu tak ada niatan bagi Arsala untuk membalasnya tetapi saat ini dia berharap kalau video itu seketika hilang.
"Kalau video ini tersebar sekarang aku tidak mungkin bisa membiarkan ini, apa lagi Umi dan Abi masih berduka" gumam Arsala menatap pada kedua orang tuanya yang sekarang sedang duduk di sofa.
Sejak kemarin tak ada senyuman yang terbentuk di bibir Rena, bahkan tidak ada perkataan lembut yang keluar dari mulut itu.
"Gak mungkin aku membiarkan ini" gumam Arsala.
"Ada apa kak" tanya Adiba yang sekarang ada di sana.
"Tidak ada aku hanya tengah ingat pada Nenek saja" ucap Arsala.
"Oh" ucap Adiba tersenyum.
Adiba sebenarnya merasa sangat aneh apa lagi baru kali ini dia melihat kakaknya seperti itu, karena sebelumnya Arsala tidak pernah mendiami nya.
__ADS_1
"Pasti ada sesuatu yang tengah kak Arsa sembunyikan" batin Adiba.
Adiba langsung menuju ke arah orang tuanya yang tengah duduk di sana.
"Umi mau makan, aku akan ambil kan ya" ucap Adiba.
"Tidak perlu nak umi tidak lapar" ucap Rena.
"Umi kamu belum makan" ucap Luthfi.
"Tapi aku tidak lapar" ucap Rena.
"Baiklah kalau Umi lapar beri tau saja aku ya" ucap Adiba.
"Ya nak" ucap Rena.
Sedangkan di kamar Yadna saat ini Yadna tengah merencanakan sesuatu yang akan membuat dia bisa menikah dengan Kathir segera.
📞📞
"Bagaimana" tanya Yadna yang baru saja menelpon Kathir.
"Malam ini aku tidak pulang" ucap Kathir.
"Oh baiklah" ucap Yadna.
"Tapi kata pembantu aku, katanya Mamah membujuk papah agar menjodohkan aku dengan Risa" ucap Kathir.
"Aku harap untuk sekarang kamu jangan menikah dulu dengan siapa pun tapi setelah aku sudah selesai dengan ini kau boleh menikah dengan wanita mana pun" ucap Yadna.
"Ya tidak akan pernah" ucap Kathir.
"Pak apa yang kita lakukan ini benar" tanya Yadna yang masih merasa bersalah.
"Kenapa begitu Yadna jangan pernah merasa tidak enakan pada orang lain terkadang orang yang dekat dengan kita pun bisa seenaknya pada kita" ucap Kathir.
"Pak kamu harus berjanji kalau setelah ini kamu harus meminta maaf pada mamah kamu" ucap Yadna.
"Ya aku berjanji" ucap Kathir.
"Sebenarnya aku tidak dendam hanya saja aku ingin menghapus video itu dan menghentikan ini semua" ucap Yadna.
"Apa mamah sudah menghubungi nomor Arsala" tanya Kathir.
"Kenapa menghubungi Arsala" tanya Yadna.
"Ya katanya gitu" ucap Kathir.
"Aku akan tanya kan pada Arsala aku takut dia kenapa kenapa, Astaghfirullah kenapa harus Arsala yang terlibat" gumam Yadna yang langsung pergi dari kamar nya menuju ke lantai bawah dan mencari Arsala.
Yadna melihat Arsala yang saat ini tengah membantu orang orang yang datang ke sana karena akan membantu Rena memasak untuk acara tahlilan.
"Arsa" sahut Yadna.
Arsala menatap pada kakaknya itu.
"Arsa ada hal yang harus aku bicara kan" ucap Yadna.
"Apa" tanya Arsala.
"Ada hal penting, ayo ikut aku" ucap Yadna menarik Arsala dari sana untuk membicara kan hal itu.
Arsala hanya mengikuti kakaknya itu.
"Ada apa Kak" tanya Arsala.
"Apa mamahnya Pak Kathir mengirimkan kamu pesan atau orang misterius mengirim kan kamu pesan" tanya Yadna.
"Tidak ada kak" ucap Arsala.
Yadna menempelkan ponsel nya di telinga nya.
"Kata Arsala tidak ada pak" ucap Yadna.
"Syukurlah berarti Mamah tidak berbuat macam macam" ucap Kathir.
"Maaf pak aku tutup telpon nya aku ada urusan" ucap Yadna.
"Ya silahkan" ucap Kathir.
📞📞
Yadna menatap pada Arsala yang sama menatapnya dengan sangat datar.
__ADS_1
"Kamu baik baik saja kan arsala" tanya Yadna.
"Aku sangat baik" ucap Arsala yang berbohong karena tidak mau kakaknya itu tau apa yang Arsala rasakan sekarang.