Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 50 aku hamil


__ADS_3

Pagi ini Luthfi sudah ada di perusahaan nya dia sudah bersiap akan mengatasi kekacauan itu semua.


Luthfi juga sudah memanggil tukang untuk memperbaiki dapur di perusahaan nya itu.


Luthfi merasa sangat marah sejak pagi wartawan mengikuti nya.


Tak di sangka berita kebakaran serta kemalingan itu langsung melejit di media sosial, Luthfi hanya bisa geleng geleng kepala dia tak mungkin mengklarifikasi ini semua karena biang masalah nya adalah mamahnya sendiri.


"Perusahaan papah jadi hancur karena aku, aku janji pah aku akan perbaiki semua nya" ucap Luthfi menatap pada Poto papahnya yang sangat besar menempel di dinding.


Luthfi sangat pusing memikirkan hal ini, dia juga mencoba meluangkan waktu untuk Rena.


Jika Luthfi tak di beri amanat untuk mengelola perusahaan itu mungkin dia sudah berikan pada Mayang dan Luthfi bisa hidup tenang di pesantren.


Namun Luthfi tak seperti itu dia tak mungkin meninggalkan apa pun yang sekarang sudah menjadi milik nya.


Sedangkan di sisi lain Mayang saat ini tengah duduk di sebuah Bar yang tak lian adalah Casino milik Sofi.


"Nyonya anda datang lagi" tanya Sofi.


"Ya aku pikir tempat mu bagus" ucap Mayang.


"Ya Nyonya ini hasil dari kerja keras aku" ucap Sofi.


"Kau punya suami" tanya Mayang.


"Aku single mom" ucap Sofi.


"Kau punya anak" tanya Mayang.


"Hm usianya 16 tahun dia Sudah menikah" ucap Sofi.


"Sekecil itu kamu biarkan dia menikah" ucap Mayang.


"Ya suaminya orang kaya" ucap Sofi.


"Oh pantas, pasti putri mu sangat cantik" ucap Mayang.


"Ya dia cantik" ucap Sofi.


"Aku juga punya putri dia berusia 18 tahun dia sekolah di luar kota aku kuliah kan dia di sana, namanya Gladys" ucap Mayang.


"Wah kau hebat" ucap Sofi.


"Tapi tak sehebat kau yang punya casino sebesar ini" ucap Mayang.


"Ah kau ini terlalu banyak memuji" ucap Sofi.


"Baiklah bagaimana kalau kita berteman" ucap Mayang.


"Ide bagus" ucap Sofi.


Mereka berteman padahal mereka tak tau kalau mereka sebenarnya adalah besanan, mungkin mereka juga tak akan menyangka kalau kebenaran yang sangat besar ada di hadapan mereka.


Sedangkan di pabrik tempat bekerja Herman saat ini dia tengah marah karena Mayang berani sekali menghina nya.


"Apa wanita itu lupa kalau aku yang sudah mengelola pabrik ini, aku juga yang membangun pabrik ini dari nol tapi apa dia berani sekali bicara kalau aku tak bekerja aku tak sukses kalau pun ya mungkin dia tak akan punya mobil perhiasan yang dia gunakan itu" geram Herman.


Herman mengutak atik hpnya dia melihat ada sebuah pesan di media sosial nya yang sudah enam belas tahun ini belum pernah dia buka.


Herman membuka nya dia melihat pesan itu, senyumnya merekah dia melihat hasil testpack yang menampakan dua garis merah.


"Apa anak ku masih ada" gumam Herman.


"Putri kecil ku yang aku tenggelam kan di sungai, apa dia tak meninggal di makan buaya" batin Herman.


Itu adalah pesan dari mantan istri Herman yang sudah dengan sengaja Herman khianati karena berselingkuh dengan Mayang sampai Mayang punya anak, tak di sangka saat Herman akan menceraikan istrinya justru istrinya malah hamil.


Hingga mereka berdua memutuskan untuk melenyapkan anak yang Istri nya kandung itu.


Mereka sangat lah kejam hanya karena tak ingin punya anak itu mereka ingin melenyapkan bayi yang tak berdosa.


Dosa mereka terlalu banyak namun Alloh masih menutupi aib mereka, Alloh sengaja tak menampakkan pada orang lain agar mereka hidup tenang.


Namun tidak, sebaik baiknya kita menyembunyikan bangkai tetap saja bau nya pasti akan tercium juga.


Begitu juga dengan Rahasia sepandai pandainya kita menutupi masalah maka suatu saat akan terbongkar juga.


Drtt drtt


Hp Herman menyala dia melihat kalau Gladys putri nya yang sekarang ada di luar kota tengah menelpon nya.


"Gladys ada apa dia" tanya Herman tersenyum bahagia.


πŸ“žπŸ“ž

__ADS_1


"Gladys ada apa" tanya Herman.


"Pah aku mau pulang" ucap Gladys.


"Papah sangat merindukan kamu, pulanglah nak" ucap Herman.


"Aku sudah ada di bandara" ucap Gladys.


"Baiklah papah tunggu kamu di rumah" ucap Herman.


"Ya pah" ucap Gladys yang langsung mematikan sambungan telepon nya.


πŸ“žπŸ“ž


Herman menatap pada Poto Gladys, sebenarnya Herman sangat yakin kalau Gladys anaknya tapi hatinya seolah berkata kalau Gladys itu bukan real anak kandung nya.


Apa lagi dulu saat Mayang hamil Gladys, Mayang masih bersama dengan tuan Yasir dan Herman masih bersama dengan istri nya.


Sore hari nya Luthfi pulang dengan rasa lelah dia sangat kecapean apa lagi pekerjaan nya juga sangat banyak tadi.


"Assalamualaikum" ucap Luthfi yang langsung masuk ke dalam rumah nya.


"Waalaikum salam" ucap Rena yang langsung menyalami tangan suaminya itu.


"Aku mau minum aku sangat haus" ucap Luthfi.


"Ya akan aku ambilkan" ucap Rena.


Luthfi duduk dia sangat lelah, namun matanya menatap seorang gadis yang sangat cantik dengan rambut yang panjang terurai.


Luthfi mencoba memfokuskan pandangannya pada wanita yang akan masuk ke dalam rumah nya itu.


Luthfi memutar bola matanya malas saat melihat wanita itu.


"Kak" sahut wanita itu yang langsung memeluk Luthfi yang saat ini sedang berdiri.


"Lepaskan aku" ucap Luthfi yang dengan lemas dia sangat tak mau berdebat dengan siapa pun.


"Aku rindu pada mu" ucap wanita itu.


"Aku bilang lepaskan aku" ucap Luthfi yang mencoba untuk tetap sabar dan tak emosi.


"Aku mau bicara sesuatu" ucap nya menatap pada wajah kusam Luthfi namun tangannya masih memeluk Luthfi.


Rena yang membawa minuman untuk suaminya pun melihat hal itu, dia cemburu tentu saja karena suami nya di peluk oleh wanita lain.


Luthfi sedikit mendorong wanita itu untuk menjauh dari nya,


"Ihh kau sangat garang pada ku" geramnya karena di dorong oleh Luthfi.


"Dia istri ku jadi aku harap kau bisa menjaga jarak dengan ku" ucap Luthfi menatap pada Rena yang hanya berdiri mematung di sana.


Wanita itu tak kapok dia langsung memegang tangan Luthfi dan memeluk tangan Luthfi.


"Kenapa aku akan adik mu" ucap Wanita itu.


"Gladys kau sudah besar bisa gak jaga jarak dengan ku" ucap Luthfi risih.


"Kak kau kan kakak ku jadi apa salahnya" ucap Gladys adik tiri Luthfi.


"Hanya kakak dan adik tiri jadi jauhi aku" ucap Luthfi.


Rena menyuguhkan minuman itu pada Luthfi dan Gladys tadinya Rena membawa dua gelas teh untuk nya dan untuk Luthfi namun karena ada Gladys jadi Rena memberikan nya.


"Wah terima kasih kakak ipar" ucap Gladys yang langsung meminum teh itu.


"Rena dia Gladys putri Mamah dan Ayah" ucap Luthfi.


"Oh" ucap Rena tersenyum.


"Baiklah sudah minum nya, silahkan pulang" ucap Luthfi dengan wajah yang serius.


"Kakak aku mau bicara" ucap Gladys.


"Bicara apa aku cape kamu hanya punya waktu satu menit untuk bicara" ucap Luthfi.


Tak di sangka yang tadinya Gladys tertawa sekarang langsung menangis karena ingat sesuatu.


"hikss hiks" Gladys menangis di hadapan Rena dan Luthfi.


Rena sangat khawatir dia duduk di dekat Gladys dan langsung mengusap punggung nya mencoba menenangkan.


Luthfi sangat tau kalau itu adalah drama yang di buat oleh Gladys karena dari dahulu juga seperti itu.


"Kak aku hamil" ucap Gladys sambil mengusap air mata nya.

__ADS_1


"lalu" tanya Luthfi tanpa merasa terkejut sama sekali.


"Plis bantu aku, aku sangat takut kalau mamah tau bagaimana" ucap Gladys.


"Salah siapa? hah? kamu yang melakukan nya kan kenapa aku yang harus membantu mu" ucap Luthfi.


"Aku sangat takut, ayolah kak aku minta tolong" ucap Gladys.


"Aku gak mau, minta saja pertanggung jawaban dari laki laki yang sudah menghamili kamu itu" ucap Luthfi ketus dia sangat tak mau berurusan dengan mamahnya atau dengan siapa saja dari keluarga nya.


"Gus kamu sangat kasar" ucap Rena.


"Kakak ipar tolong aku" ucap Gladys pada Rena.


"Tapi aku harus apa" tanya Rena.


"Tolong bantu aku gugurkan kandungan ini" pinta Gladys.


"Astaghfirullah jangan seperti itu" ucap Rena.


"Tapi kak aku gak mau mengandung anak yang haram" ucap Gladys.


"Hahahah" Luthfi tertawa mendengar ucapan dari Gladys itu.


"Gladys anak itu gak haram, dia masih suci dia tak salah apa apa justru yang haram itu kamu yang melakukan suatu perbuatan di luar satu ikatan pernikahan, kamu dan laki laki yang menghamili kamu yang haram bukan anak itu" ucap Luthfi.


"Tapi kak sekarang bagaimana" tanya Gladys.


"Minta pertanggung jawaban dari laki laki yang menodai kamu" ucap Luthfi.


"Dia berjanji akan bertanggung jawab kak" ucap Gladys.


"Kamu haram untuk di nikahi Gladys" ucap Luthfi ketus.


Luthfi sangat marah dia tak terima kalau ada seorang laki laki yang berani menyentuh seorang wanita tanpa pertanggung jawaban, namun dia tak bisa berkata apa apa lagi.


Karena Luthfi yakin kalau hal itu adalah salah Gladys, Luthfi bahkan tau sikap asli Gladys dia juga tau bagaimana kelakuan Gladys di kota orang.


"Kenapa begitu" tanya Gladys.


"Seorang wanita yang tengah hamil menikah maka pernikahan sah, tapi anak yang sedang dia kandung tidak akan menjadi milik suaminya karena anak itu ada sebelum pernikahan" ucap Rena menjelaskan.


"Lalu aku harus bagaimana" tanya Gladys.


"Dengan ini, Anak di luar nikah tidak memiliki hubungan nasab dengan ayah biologisnya, meskipun ayah tersebut mengakuinya. Anak tersebut hanya memiliki hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya. seperti hadis Nabi Saw yang artinya:


β€œTiada halal bagi seorang wanita untuk memberikan (nasab) dari anaknya kecuali kepada orang yang berzina dengannya, karena sesungguhnya dia tidak memiliki anak.” (Hadist Riwayat. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Hakim). " ucap Luthfi.


"Lalu aku bagaimana" tanya Gladys.


"Anak di luar nikah memiliki hubungan nasab dengan ayah biologisnya jika ayah tersebut mengakuinya dengan bukti-bukti yang kuat. Anak tersebut juga memiliki hubungan nasab dengan ibunya dan keluarga ibunya, tapi aku yakin kalau ayah anak itu gak akan mungkin tangung jawab" ucap Luthfi.


"Kenapa kau tau" tanya Gladys.


"Aku tau apa saja tentang mu, mungkin saja ayah dari anak mu itu adalah suami orang lain, kau di kota orang menjadi simpanan om om kan" ucap Luthfi.


"Kok kakak tau" tanya Gladys lagi tak percaya kakaknya itu tau semua nya.


"Aku tau kau sangat bandel Gladys" ucap Luthfi.


"Plis jangan kasih tau mamah aku sangat menyesal melakukan ini aku ingin berubah aku mohon Tolong aku" ucap Gladys memohon.


"Apa yang harus aku lakukan" tanya Rena karena Gladys bersujud di kakinya.


"Tolong gugurkan kandungan ini" ucap Gladys.


"Kau ingin berubah tapi kau ingin membu nuh anak itu, orang tua seperti apa kau Gladys" ucap Luthfi.


"Kak aku mohon tolong aku, aku gak mau ada orang yang tau" ucap Gladys.


"Baiklah kamu boleh tinggal di sini kamu jadi tanggung jawab aku selama kau di sini dan setelah itu aku mau anak itu kita titipkan saja ke panti asuhan" ucap Luthfi.


"Jangan aku gak akan membiarkan seorang anak masuk ke panti asuhan, biar aku saja yang asuh" ucap Rena.


"Kamu yakin" tanya Luthfi.


"aku yakin" ucap Rena.


Jujur saja Luthfi tak suka kalau Rena mengasuh anak itu apa lagi itu bukan anak dari benihnya.


Namun Luthfi tak mungkin sekejam itu dia memperbolehkan nya karena dia juga tau rasanya hidup tanpa kasih sayang orang tua.


"Terima kasih kakak ipar" ucap Gladys.


"Tak apa" ucap Rena.

__ADS_1


__ADS_2