
Rena hendak masuk ke dalam rumah tapi Abimana menariknya hingga membuat Rena hampir terjatuh ke pelukan nya.
untung saja Rena langsung mendorong Abimana ke belakang jadi mereka tak saling berpelukan.
"pergi lah hubungan kita sudah berakhir" ucap Rena.
"tapi Rena kamu lupa malam itu" tanya Abimana.
"malam yang mana bukannya malam malam kita itu sama seperti biasanya" ucap Rena.
"jangan mengelak" ucap Abimana.
sadar kalau suasana semakin runyam Luthfi pun langsung datang ke sana hanya untuk menolong Rena dari mantan suaminya itu.
Abimana mencengkram kuat tangan Rena hal itu tentu saja membuat Rena kesakitan, hingga Luthfi datang dan melepaskan tangan Rena dari cengkraman Abimana.
"lepas kan dia kalau berani jangan melawan wanita lawan lah orang yang sepadan dengan mu" ucap Luthfi.
"jangan ikut campur ini urusan aku dengan Rena" ucap Abimana.
"tapi dia gak mau di pegang" ucap Luthfi tersenyum.
"kau ini siapa berani sekali ikut campur kalau kau mau urusi saja urusan mu" ucap Abimana ketus.
"aku calon suami nya Ning Rena kamu mau apa" tanya Luthfi.
"hah" Abimana terkejut mendengar hal itu.
"hahahaha" suara gelak tawa terdengar dari mulut Abimana.
"kau mau pada Rena, ambil saja dia bekas ku lagi pula dia itu sama seperti Pela cur yang lain, ck ku pikir lugu ternyata dia lebih ganas di kasur" ucap Abimana yang langsung membuat Rena marah.
Rena mendekat pada Abimana yang hanya berdiri di sana.
plakk
sebuah tamparan Rena layangkan di pipi mulus Abimana, entah keberanian dari mana Rena bisa melakukan hal itu.
"pergi lah, sekali lagi kau bicara begitu maka akan aku pasti kan kau akan menyesal Kak" ucap Rena meninggikan suaranya.
"apa hah? apa yang akan kau lakukan pada ku" tanya Abimana sambil membusungkan dada nya.
Luthfi mendorong pelan dada Abimana.
"jangan terlalu sombong pulang lah Rena tak mau dengan mu" ucap Luthfi.
"jangan sombong aku pasti kan hidup mu tak akan tenang Rena" ucap Abimana yang langsung pergi dari sana.
mobil Abimana sudah menjauh dari pesantren.
Rena melihat pada Luthfi.
"terima kasih Gus" ucap Rena pada Luthfi.
"ya" ucap Luthfi singkat dan langsung pergi dari sana meninggalkan Rena,
__ADS_1
ada rasa tak rela saat Abimana membicarakan Rena, bukan apa apa tapi rasanya sangat menyakit kan apa lagi Abimana mengungkit ungkit malam pernikahan mereka.
"menikah selama tiga hari apa mungkin mereka tak melakukan hal itu, ya Alloh kenapa aku tak ikhlas mendengar nya apa karena aku cemburu pada Abimana, entah lah rasanya aku ingin aku lah orang yang pertama menyentuh Rena tapi apa lah daya ku, aku menyesali hari itu" gumam Luthfi.
Rena melihat Luthfi yang langsung pergi dia cukup heran pada sikap Luthfi apa lagi tadi Luthfi masih banyak bicara tapi setelah Abimana datang Luthfi menjadi ketus dan datar.
"apa aku salah" gumam Rena.
Rena langsung masuk ke dalam rumahnya.
"umi ini belanjaan nya" ucap Rena.
"ada apa Ning kenapa lama" tanya Zia.
"ada kak Abimana datang kak" ucap Rena.
"anak itu datang di mana dia aku ingin buat perhitungan padanya" geram Zia.
"sudah kak lagi pula dia sudah pergi" ucap Rena.
"kalau saja dia menghadap pada ku mungkin aku akan memberikan dia pelajaran" ucap Zia.
"sudah lah kak" ucap Rena.
malam hari nya Rena tak melihat Luthfi bahkan tadi siang juga dia tak melihat Luthfi, Rena khawatir takut nya terjadi apa apa pada Luthfi mengingat Luthfi punya penyakit lambung.
"umi bisa aku kirim nasi untuk Gus Luthfi kasihan dia punya penyakit lambung" ucap Rena.
"oh bungkus saja Ning" ucap Umi.
Rena melihat lihat ke arah para santri tapi tak ada santri putra yang datang ke sana.
"baik lah aku akan berangkat sendiri" ucap Rena.
Rena masuk ke dalam kamar santri putra dia menatap ke arah sekitar suasana malam hari berbeda dengan siang hari.
Rena terus berjalan hingga dia merasakan ada yang memperhatikan nya.
Rena melihat ke arah belakang dia terkejut saat melihat Fauzi yang tengah berdiri di belakang nya bersama dengan Ainun yang memakai mukenah.
"aaaaa" teriak Rena yang sangat terkejut melihat nya itu.
"Ning ini aku" ucap Ainun.
"astaghfirullah kak Ainun" ucap Rena.
"kamu sedang apa di sini" tanya Ainun.
"aku mau mengantar makanan untuk Gus Luthfi apa dia belum tidur ya sejak siang dia tak makan" ucap Rena.
"baiklah mau kita antar" tanya Fauzi menawar kan diri karena seorang santri putri berkeliaran di kamar santri putra itu akan menimbulkan masalah.
bahkan Ainun juga yang sudah lama menjadi istri nya Fauzi dia harus keluar masuk ke kamar santri putra bersama dengan suaminyanya karena tak boleh ada seorang santri putri yang boleh menginjak kesana.
Rena di antar oleh Fauzi dan Ainun ke kamar Luthfi apa lagi kamar mereka pun lumayan dekat.
__ADS_1
"ketuk aja Ning" ucap Ainun.
"ada gak ya" tanya Rena.
tokk
tokk
Luthfi membuka pintu nya dia melihat Rena, Ainun dan Fauzi.
"ada apa Gus" tanya Luthfi.
"tak ada hanya saja Ning Rena katanya mau bicara" ucap Fauzi.
"apa" tanya Luthfi melihat pada Rena yang ada di sana.
"aku hanya mau kasih ini Gus kau belum makan seharian aku takut lambung mu sakit lagi" ucap Rena.
"aku? belum makan seharian" tanya Luthfi tersenyum justru sejak tadi pun Luthfi makan paling banyak mungkin.
"kata siapa" tanya Luthfi.
"aku tak melihat mu makan" ucap Rena.
Luthfi tersenyum tipis dia menyembunyikan senyuman itu karena ada Fauzi dan Ainun.
di hadapan orang Luthfi sangat ketus dan datar tapi di hadapan Rena, Luthfi sangat bucin dan bawel.
"Alhamdulillah terima kasih kau sudah memberikan aku makan, aku terima ya" ucap Luthfi mengambil rantang yang isinya makanan untuk Luthfi.
"tapi Ning sejujur nya aku sudah makan tadi sore Mungkin aku makan paling banyak bersama dengan Gus Fauzi" ucap Luthfi.
"hah jadi kamu sudah makan" tanya Rena.
"tak apa biar aku makan lagi" ucap Luthfi.
"aku akan ambil lagi" ucap Rena.
"jangan aku suka lapar tengah malam" ucap Luthfi.
"baiklah aku akan pulang" ucap Rena.
"kenapa Gus Luthfi tak mengantar Ning Rena" ucap Ainun.
"gak usah" ucap Rena.
"ini udah malam loh apa lagi gak mungkin Ning Rena sendirian melewati kamar para santri tadi juga melihat aku memakai mukena Ning Rena takut" ucap Ainun.
"baiklah aku akan antar" ucap Luthfi.
"baiklah kami permisi Gus" ucap Fauzi.
"ya" ucap Luthfi.
bersambung
__ADS_1