Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 130


__ADS_3

Yadna menyuguhkan minuman dan cemilan untuk kakak bosnya itu, Yadna masuk ke dalam sana.


"Selamat menikmati pak" ucap Yadna.


"Terima kasih" ucap Fathir.


"Adna kamu tolong bawakan aku beberapa berkas yang ada pada Rini" titah Kathir.


"Baik pak" ucap Yadna yang langsung keluar dari sana.


Fathir menatap pada sekertaris adiknya itu.


"Kathir bisa aku ambil Adna" tanya Fathir.


"Untuk apa" tanya Kathir.


"Akan aku jadikan dia sekertaris aku, selama ini aku gak pernah punya sekertaris seperti itu, entahlah aku sangat tidak suka pada sekertaris aku yang sekarang" ucap Fathir.


"Ah masa sih" ucap Kathir.


"Ya alasan nya itu hanya saja aku juga ingin punya kekasih seperti dia" batin Fathir.

__ADS_1


"Kak kau tak sibuk" tanya Kathir.


"Tidak lah aku baik baik saja dan perusahaan aku juga baik baik saja" ucap Fathir Sambil menatap pada arah luar pintu ruangan itu, Fathir setelah tengah mencari seseorang.


"Ada yang kamu cari" tanya Kathir.


"Tidak ada aku permisi dulu ya, aku akan pulang sekarang" ucap Fathir.


"Kenapa" tanya Kathir.


"Tidak kenapa kenapa" ucap Fathir yang langsung pergi dari sana meninggalkan adiknya yang masih ada di sana.


Kathir merasa sangat nyaman bersama dengan Yadna padahal tak ada yang istimewa yang mereka lakukan hingga Kathir Sangat nyaman merasa kan hal itu.


Fathir berpapasan dengan Yadna yang sekarang ada di meja kerja Yadna, mungkin Fathir sudah sangat gi la namun sayangnya selama ini Fathir tidak pernah bisa menerima istri nya dengan sempurna apa lagi Fathir tipikal orang yang sangat pilih pilih.


Sedangkan istri nya itu adalah perjodohan dia yang di lakukan oleh Papahnya Fathir, berbeda dengan Kathir yang tak pernah mau di jodohkan.


bahkan secara blak blakan saat itu Kathir menolak dengan ada nya sedikit pemaksaan akhirnya.


Kathir juga sampai pergi dari rumah karena takut pada orang tuanya yang sudah dia lawan itu.

__ADS_1


"Adna aku permisi" ucap Fathir.


"Oh ya pak hati hati di jalan ya pak" ucap Yadna yang tentu saja di salah artikan Oleh Fathir.


Dia berpikir kalau Yadna suka pada Fathir karena Yadna sangat perhatian padahal Yadna seperti itu karena dia tidak mau kalau perusahaan itu di cap buruk oleh tamu yang datang.


Yadna tersenyum dan langsung masuk ke dalam ruangan Kathir untuk memberikan berkas yang tadi dia ingin kan.


"Ini tuan" ucap Yadna menyodorkan beberapa berkas pada Kathir yang sekarang ada di sana.


Sedangkan di kediaman keluarga Rena saat ini keadaan Rumah sangat damai apa lagi Nanda tak ada di sana karena katanya akan jalan jalan mengelilingi kota itu.


"Rasanya senang ya tak ada Nanda, seperti nya dunia itu sangat gampang kalau Nanda tidak ada" ucap Sofi.


"Mah gak boleh begitu ah" ucap Rena.


"Bukan gitu tapi beneran kaya gak ada faedahnya sekali apa lagi setelah Nanda banyak masalah di mana mana" ucap Sofi.


"Sudah kita doakan saja semoga Nanda cepat sadar dan dia juga semoga cepat bisa merubah diri nya sendiri" ucap Rena.


"Amin" ucap Sofi.

__ADS_1


__ADS_2