
Rena bingung memikirkan rencana Abah dalam hati nya dia tak mau berpisah dengan Luthfi apa lagi sampai melihat Luthfi menikah dengan orang lain.
ucapan Abah semalam membuat Rena terbayang bayang.
"pokoknya kamu harus menentukan satu Minggu lagi kalau kamu gak mau maka Abah akan jodohkan Gus Luthfi dengan Ning Misbah putri ustadz abu Haidar" ucap Abah yang terdengar jelas oleh Rena.
Rena mengambil ponsel nya dia tak mendapat kan pesan hari ini padahal dari kemarin Luthfi sering mengirim kan pesan pada Rena tapi sekarang tak ada satu pun.
"dia cuek sekali sekarang, apa dia marah" gumam Rena.
Rena mengambil bukunya dan langsung ikut bergabung dengan santri wanita yang tengah haid, kata Abah peraturan baru itu para santri yang datang bulan harus tetap belajar tapi di Madrasah Paling belakang pula.
Rena akan mengajarkan tentang hadits yang sudah dia pelajarinya.
terlihat jelas kalau para santri itu tak suka pada Rena karena setiap Rena menggurui Rena selalu di tolak oleh mereka.
"undzur maqolla wala tandur man Qolla" ucap Rena.
para santri hanya menatap sinis saja, entah ada apa mereka membenci Rena padahal Rena tak salah apa apa pada mereka jika mereka tak mau di gurui Rena karena Rena seorang janda maka itu tak masuk akal karena Rena yang menjadi janda tak menyusahkan mereka apalagi Rena juga tak meminta di biayai oleh mereka.
mereka selesai belajar walaupun hanya ada dua orang saja yang suka pada Rena.
"baiklah aku permisi" ucap Rena yang langsung pergi dari sana meninggal kan para santri itu.
Rena berjalan ke arah rumah Uminya, terlihat kalau sekarang umi nya itu tengah masak Rena akan membantunya walaupun sedikit sedikit.
"Ning bisa beli kan Masako dan gula merah" titah Umi.
"umi aku baru datang loh" ucap Rena.
"baiklah kalau gak mau gak papa" ucap Umi.
"ya deh ya aku berangkat" ucap Rena yang langsung berangkat ke warung terdekat dari pesantren.
namun sayang sekali warung nya tutup Rena berjalan ke arah warung yang cukup jauh dari pesantren,
"hal yang paling malas itu adalah di tanya kapan kawin" gumam Rena yang sudah menduga itu karena di warung sana tak pernah sepi pembeli apa lagi para ibu ibu kebanyakan di sana sambil bergosip.
"Bu beli Masako sama gula merah" ucap Rena yang menghentikan ucapan ibu ibu itu padahal tadinya mereka tertawa riang.
__ADS_1
"mau apalagi" tanya Ibu warung.
"udah itu aja" ucap Rena.
"hey Rena" sahut ibu ibu itu karena merasa di panggil Rena pun langsung menoleh ke arah ibu ibu itu.
"ya Bu ada apa" tanya Rena.
"sebenarnya kamu ini cari yang bagai mana sih Rena, mau yang tampan atau mau yang kaya jangan mimpi deh Rena kamu itu harus nya sadar diri kamu itu siapa" ucap ibu itu.
"ya Bu aku tau tapi doain aja semoga aku segera mendapatkan jodoh" ucap Rena.
"ck bagai mana mau dapat jodoh kalau kamu nya aja so jual mahal begitu Rena kamu itu jangan merasa kalau kamu itu cantik pake so soan nolak 13 laki laki hanya karena belum memenuhi kriteria mu" ucap ibu yang lain.
"ya aku tau" ucap Rena tersenyum.
"pengen punya suami kaya tapi sendiri nya aja seperti itu makannya suami pertama kamu menelantarkan kamu juga karena kamu itu gak cantik banyak wanita cantik di kota yang tak malu maluin kalau di ajak jalan, sudah lah Rena sudahi saja mimpi mu itu" ucapnya.
"aku juga dulu pernah ada yang melamar laki laki tapi namanya orang kaya dia hanya mau enaknya saja setelah enak nya langsung di buang" ucap yang lain.
"sudahlah jangan bermimpi" ucap yang lain meremehkan Rena.
Rena langsung pergi dari sana setelah selesai berbelanja.
suara gelak tawa terdengar mereka semua mentertawakan Rena yang menurut mereka tak masuk akal padahal kenyataannya bukan seperti itu mereka hanya tau dari mulut ke mulut saja bukan dari aslinya.
Rena merasa cukup marah tapi dia mencoba menahan nya karena untuk membalas sebuah hinaan adalah dengan uang dan pembuktian.
"awas saja aku akan menikah setelah ini" gumam Rena yang masih terdengar di telinga orang yang ada di sana.
langkah Rena semakin kencang karena dia sedang marah pada ibu ibu itu.
"assalamualaikum ya babarohman" ucap Luthfi yang ada di gerbang pesantren dia tengah bersandar pada tembok.
"waalaikum salam ya sayidal amin" ucap Rena yang langsung sadar kalau laki laki yang baru menyapa nya itu adalah Luthfi.
"CK kau sama saja seperti yang lain" ucap Rena marah pada Luthfi.
"apa aku sama saja" gumam Luthfi heran dengan sikap Rena.
__ADS_1
Luthfi tersenyum manis melihat Rena yang baru saja pergi itu.
"kau sangat menggemaskan baiklah angin jangan kau ganggu Layla ku dia sedang marah pada ku" gumam Luthfi tersenyum.
sedangkan Rena yang saat ini baru saja datang dia melihat ada mantan suaminya yang datang, Rena tak menggubris nya dia langsung pergi dari sana.
tapi sayang Abimana memegang tangan Rena.
"Rena kita perlu bicara" ucap Abimana.
"aku gak mau" ucap Rena ketus.
"Rena dengarkan aku" ucap Abimana.
"tak ada yang perlu di jelas kan lagi Kak" ucap Rena menatap marah pada Abimana.
"tapi Rena aku sayang pada mu soal wanita itu dan bayinya aku sudah bertanggung jawab tapi aku tak bisa menikah dengan nya apa lagi hubungan kita masih sah Rena kau istri ku dan aku suami mu" ucap Abimana.
"tidak aku sudah menggugat mu ke pengadilan dan kau juga sudah menandatangani nya mungkin satu Minggu lagi surat perceraian kita akan keluar" ucap Rena.
"tidak itu tidak mungkin" ucap Abimana.
"kenapa tak mungkin tapi itu kenyataannya kan" ucap Rena.
Luthfi datang ke sana dia hanya melihat pertentangan itu dia tak berhak untuk ikut campur apa lagi mereka adalah mantan suami dan mantan istri.
"Ning sulit kah kau menerima aku" gumam Luthfi melihat Abimana dan Rena yang tengah bicara serius.
"aku gak mau aku mau nikah lagi" ucap Rena yang hendak pergi tapi Abimana menghentikan langkahnya.
"Lepas kan aku Kak, aku bilang juga apa kejar saja wanita itu dan tanggung jawab lah" ucap Rena.
"tapi aku gak mau aku masih mencintaimu" ucap Abimana.
"oh ya cinta seperti apa, yang baru datang saat sudah 4 bulan lama nya kamu kemana saja kemarin kemarin katanya cinta kenapa gak datang dari awal kamu tau gak naik apa saat aku pulang dan dengan siapa aku bisa pulang kau tak tau kan makannya stop kejar aku, aku yakin selama 4 bulan ini kau bersama dengan dia kan, asuh anak mu saja karena tak semua laki laki di kasih kesempatan untuk menjadi ayah" ucap Rena.
"Rena plis" ucap Abimana.
"pulang lah aku tak mau melihat mu bahkan aku sekarang tak berhak lagi menyuguhi mu segelas air putih sekarang kita gak harus ketemu lagi" ucap Rena.
__ADS_1
"aku minta maaf Rena aku menyesal melakukan nya dulu, ayolah Rena kembali lah pada ku" ucap Abimana.
bersambung