
Lama akhirnya mereka selesai melakukan pergulatan mereka, namun ada yang membuat Luthfi heran.
kira kira apa ya yang membuat Luthfi heran?
Luthfi melihat pada Istrinya yang terlihat malu malu itu, dia langsung memeluk Rena yang hanya diam saja sambil menutupi wajahnya dengan selimut.
"Terima kasih" ucap Luthfi.
"Ya" ucap Rena.
"Aku gak sangka kau masih" ucap Luthfi tersenyum bahagia karena keinginan nya tercapai juga.
"Aku belum pernah melakukan nya" ucap Rena.
"Terima kasih" ucap Luthfi bahagia bahkan dia sampai menangis di buatnya.
"Kamu nangis" tanya Rena heran pad suaminya itu.
"Aku terharu" ucap Luthfi.
"Sudahlah jangan seperti itu" ucap Rena.
"Terima kasih, ini kejutan bagi ku" ucap Luthfi.
"Tak apa ayo tidur" ucap Rena.
Luthfi masih memeluk Rena dia seolah tak mau melepaskan Rena bagaimana pun juga, sangat sayang nya Luthfi pada Rena hingga dia sangat sangat tak mau lepas dari Rena.
"Ya Alloh kau boleh mengambil semua harta ku tapi aku mohon jangan ambil Rena ku" batin Luthfi.
Pagi harinya para santri melaksanakan sahur karena akan melaksanakan puasa Sunnah Dzulhijjah.
Rena juga ikut namun dia melakukan mandi wajib terlebih dahulu karena semalan dia melakukan nya bersama dengan Luthfi.
Setelah selesai mereka langsung masuk ke ruang makan masing masing karena akan makan, Zia pun ikut sahur padahal dia tak akan puasa karena tengah hamil.
"Ning" ucap Zia.
"Kak" ucap Rena.
"Bagaimana" tanya Zia yang sudah paham dari raut wajah Rena yang berseri seri.
"Lancar" ucap Rena.
"Baguslah" ucap Zia.
Mereka mengambil makanan yang berjajar ala ala prasmanan di hajatan.
"Ayo makan kau akan puasa kan" tanya Zia.
"Ya kak ayo" ucap Rena.
Rena makan cukup lahap apa lagi hal ini lah yang dia nantikan beberapa hari di kota membuat Rena rindu pada keadaan di kampung.
Bahkan Luthfi juga merasa sangat bahagia karena bisa makan bersama dengan yang lain.
"Rasanya aku sangat ingin lama di sini" gumam Luthfi.
Pagi harinya, di kediaman Luthfi saat ini pagi sekali Mayang sudah datang ke sana dia pikir Luthfi sudah pulang dari Pesantren tapi Luthfi belum pulang.
"CK aku sangat geram pada si Rena itu" geram Mayang yang sekarang ada di dalam mobil.
"Sudah lah sayang kita akan baik dahulu pada mereka nanti setelah mereka luluh kita akan mendapatkan harta mereka" ucap Herman.
"Mustahil karena dia gak akan mungkin memberikan begitu saja" ucap Mayang.
"Kenapa mustahil" tanya Herman.
"Kau akan tau bagaimana keras kepala nya Luthfi saat kau merasakan penolakan dari Luthfi" ucap Mayang.
"Ya aku tau dia keras kepala tapi apa akan imbang jika keras kepala di balas dengan keras kepala lagi" ucap Herman.
"Terserah" ucap Mayang.
Herman tersenyum puas dia berpikir untuk melakukan hal yang sadis untuk merebut harta Luthfi.
"Aku pasti kan biar lambat tapi tepat" gumam Herman.
Di pesantren Luthfi ikut mengajar di kelas, dia hanya mengganti kan pelajaran Adam yang masih berlanjut padahal Adam ada di luar negeri.
Dan sekarang pelajaran Adam di isi oleh Zia yang tak lain adalah istri nya.
Luthfi membuka buku yang sudah Zia tulis kan katanya pelajaran dari Adam.
"Gus" ucap santri putri yang tengah dia gurui.
__ADS_1
"Ya" tanya Luthfi yang tak pernah mengurangi wajah datarnya.
"Istri idaman para Ustadz seperti apa" tanya santri putri itu.
"Istri idaman" gumam Luthfi.
Para Santri menatap penuh harap pada Luthfi agar dia menjawab.
"Kalian kelas 3 SMA aku yakin kalian juga paham" ucap Luthfi santai.
"Ya Gus tapi kita mau yang pasti" ucap santri.
"Istri idaman itu sebenarnya tak ada, Istri idaman itu hanya akan di rasakan oleh laki laki, dan itu berbeda misal aku dan Gus Farid maka idaman kita akan beda karena apa karena kita melihat dari dua sisi yang berbeda" ucap Luthfi.
"Kalau seperti Gus Luthfi".
"Aku, kalau aku ya jelas seperti Rena apa pun yang aku inginkan ada padanya" ucap Luthfi.
"Kalau idaman Gus Farid" tanya santri.
"Kalian gak akan termasuk dia itu suka Janda pirang" ucap Luthfi.
Hahahaha
gelak tawa tercipta di ruangan itu, padahal rasanya Luthfi tak melakukan sesuatu yang mengundang gelak tawa tapi mereka semua tertawa.
"Gus Luthfi ini lucu" ucap para santri.
"Kalian ya aku sarankan kalau laki laki yang benar benar sayang dia gak akan datang padamu dan mengatakan sayang tapi dia akan datang ke rumah mu dan langsung melamar mu, Kalian harus tau kalau laki laki yang paham agama itu akan langsung datang ke rumah dan langsung melamar" ucap Luthfi.
"Ya Gus Terima kasih sarannya" ucap santri.
"Baiklah sudah kita lanjutkan ke pelajaran tadi" ucap Luthfi.
Luthfi menerangkan pelajaran yang akan dia ajarkan itu, semua santri langsung diam dan memahami apa yang Luthfi ajarkan.
"Baiklah pelajaran nya sudah selesai aku akan keluar, akan ada orang yang mengajar sekarang" ucap Luthfi.
"Baik Gus" sahut para santri.
Setelah mengucapkan salam Luthfi langsung keluar dari kelas itu dia melihat ada Rena yang sekarang masuk ke kelas santri putra yang cukup jauh dari kelas santri Putri.
Dengan cepat Luthfi langsung keluar dari gerbang dan menuju ke arah kelas santri putra yang Rena masuki.
Luthfi menyusul ternyata Rena masuk ke kelas 3 SMA yang isinya Santri putra semua nya.
Luthfi takut kalah saing jadi dia tak mau membiarkan Rena sendirian di sana.
"Selamat siang" ucap Luthfi yang langsung masuk ke kelas.
"Siang" ucap Rena.
Luthfi tersenyum hal itu yang membuat Rena heran pada tingkah suami nya itu.
"Ada apa Gus" tanya Rena.
"Aku hanya mau melihat saja" ucap Luthfi.
"Oh baiklah" ucap Rena.
Luthfi menatap pada Rena yang sedang mengajar dia tak pernah melepaskan pandangan tajamnya pada para santri yang sengaja menatap pada Rena.
Tak masuk akal karena Rena mengajar bagaimana akan paham kalau tak melihat siapa yang bicara.
Namun para santri lebih takut pada tatapan tajam dari Mata Luthfi.
Rena menyadari hal itu dia melihat pada Luthfi namun Luthfi malah tersenyum padanya.
"Kenapa Gus Luthfi ini" gumam Rena.
"Ning" sahut salah satu santri.
"Ya" tanya Rena.
"Apa makan haram" tanya santri itu.
"Makan" tanya Rena heran lalu dia tersenyum.
"Makan itu tidak haram yang haram itu justru kamu makan banyak tapi tetangga kamu kelaparan" ucap Rena.
"Oh lalu apa menikah dengan Janda adalah sebuah pahala" tanya yang lain.
Luthfi masih memantau para santri yang mencoba menggoda Rena.
"Ya kalau Jandanya miskin, punya anak banyak, Jandanya gak kerja, kesusahan, dan banyak lagi alasan maka akan jadi pahala" ucap Rena.
__ADS_1
"Oh tapi kalau sudah punya Istri menikah dengan Janda".
"Ingat jangan jandakan istri mu demi janda" ucap Rena.
"Kan bisa poligami" ucap yang lain.
"Sebaiknya jangan, kenapa? karena kalian gak akan sanggup hal itu hanya akan menguntungkan bagi Laki laki dan tidak untuk perempuan" ucap Rena.
"Kenapa" tanya Luthfi yang mewakili semua santri.
"Gus kau juga" tanya Rena.
"Bukan tapi dia yang nanya" ucap Luthfi menunjuk pada para santri.
Rena tersenyum melihat tingkah suaminya itu.
"Ya hal itu akan merugikan bagi perempuan, misal nafkah dia yang akan di bagi dua, suaminya dia yang akan di bagi dua, dan apa pun yang dia miliki akan di bagi dua" ucap Rena.
Rena menyimpan buku yang dia pegang ke atas meja.
"Wanita itu tak mau di duakan mereka hanya mau menjadi satu satunya, sebaik nya kalau mau selingkuh atau poligami jangan dulu menikah, tak semua wanita bisa menerima itu" ucap Rena.
"Kalau misalnya Ning yang melakukan nya Gus Luthfi bagaimana" tanya para santri yang langsung di tatap tajam oleh Luthfi.
"Gus Luthfi mau melakukan nya" tanya Rena menatap pada suaminya itu.
"Aku tidak akan" ucap Luthfi.
"Kalau Gus Luthfi sampai berani aku gak akan melarang hanya saja siap siap saja dia kehilangan aku, karena aku ini tipikal wanita yang tak suka di duakan, sadar akan keadaan Walaupun tak cantik apa harus seorang wanita di duakan, jika kurang menarik apa perlu seorang wanita di bandingkan, Ingat ini jika wanita kurang cantik buat dia cantik bukan nyari yang lebih cantik" ucap Rena.
"Tapi kalau ada seorang wanita di poligami bagaimana" tanya salah satu santri.
"Ingat ini kalian sebagai laki laki, Rasullullah tidak pernah menikah lagi saat dia masih menjadi suaminya Ibu Khadijah, karena apa? karena dia mau mengajar kan kalau cinta sejati itu tak memiliki dua hati" ucap Rena.
Kringg
"Baiklah Bel Pulang sudah berbunyi aku permisi, Assalamualaikum" ucap Rena yang langsung membereskan buku yang ada di meja guru.
Rena berjalan sampai ke hadapan Luthfi.
"Silahkan yang mulia" ucap Luthfi pada Rena.
"Gus" ucap Rena tertawa kecil.
Hari ini mereka akan melaksanakan sholat Dzuhur berjamaah karena hari ini mereka Puasa jadi gak makan siang apa lagi jajan.
Namun aturan Pesantren tak mewajibkan puasa Sunnah, banyak juga yang tak puasa dan jajan saat ini.
Hanya saja mereka harus makan di luar dan jangan membawa makanan ke dalam pesantren, sebagai rasa menghargai orang yang berpuasa saja.
Rena dan Luthfi melihat ada Santri putri yang berjalan ke arah belakang pesantren, Luthfi curiga apa lagi di belakang pesantren tak ada orang.
"Ikut aku" ucap Luthfi memegang tangan Rena.
Mereka melihat Santri putri itu, dahulu mereka juga pernah melakukan hal itu hingga menjebak Rena dengan Abimana.
"Tapi ini privasi Gus" ucap Rena.
"Aku gak mau kejadian dahulu terulang" ucap Luthfi ketus dia marah pada para santri yang melanggar aturan Abah.
Mereka langsung menuju ke belakang pesantren, ada rasa sedih pada Rena kalau ingat tentang itu, dia sangat ingin menjerit dia ingin mengulang waktu supaya kejadian itu bisa dia hindari.
Walaupun Luthfi sudah menjadi milik nya tapi tetap saja Rena masih ingat pada kejadian tempo lalu.
Mereka melihat ke arah belakang pesantren ternyata tak ada yang mencurigakan Santri itu tengah memakan makanan mungkin mereka tak puasa sehingga makan bersembunyi di sana.
Santri putri di sana hampir ada lima orang jika santri putri semua orang akan memaklumi nya karena Wanita pasti akan ada halangannya.
"Sedang apa" tanya Luthfi.
"Gus" ucap para santri itu langsung berdiri dan menunduk.
"Lanjutkan makan jangan lama lama di sini aku takut terjadi apa apa" ucap Luthfi.
"Baik Gus" ucap Para santri itu.
Luthfi bisa bernafas lega dia kembali lagi bersama dengan Rena,
"Jangan terlalu posesif aku harap kejadian dulu tak akan terjadi lagi pada para santri" ucap Rena yang langsung berjalan lebih dahulu.
"Maafkan aku" ucap Luthfi.
"Tak apa ayo kita ke rumah Abah" ucap Rena.
Luthfi hanya mengikuti Rena dia paham kalau Rena pasti masih ingat pada kejadian Tempo lalu yang membuat kehidupan nya hancur.
__ADS_1
Bahkan Rena juga sampai tak sekolah karena kejadian itu.