
Flash back onn
Pak Supir melajukan mobilnya meninggal kan Luthfi yang tadi turun karena ada pekerjaan mendadak di perusahaan nya, saat ini mereka akan berjalan ke arah pesantren yang lumayan cukup jauh dari kota.
Pak Supir tau lokasi pesantren itu namun sekarang dia akan mengambil jalan pintas agar tidak terkena macet di jalanan.
Namun saat di perjalanan mereka di cegat oleh beberapa orang yang tak di kenal.
Orang orang itu kebanyakan memakai masker jadi Pak Supir tak bisa melihat wajah nya dengan jelas karena tertutup.
"Berhenti" sahut mereka.
Saat ini Rena cemas dia melihat pada orang orang itu.
"Siapa itu pak" tanya Rena.
"Saya tidak tau Nona" ucap Pak Supir.
"Ada apa mereka berhenti di jalan" ucap Rena panik dia takut kalau orang orang itu akan mencelakai Faiz yang sekarang tengah bersama dengan nya.
Pak supir keluar untuk memastikan apakah orang orang itu penja hat atau bukan, Namun pak Supir malah mendapat kan serangan bertubi tubi, dia di pukuli oleh orang orang itu sampai terjatuh ke tanah.
Seorang laki laki membuka pintu mobil dan mencoba menarik Rena keluar dari dalam mobil.
"Lepaskan" Teriak Rena.
Namun orang orang itu membawa Rena dan bayinya untuk masuk ke dalam mobil, tak perduli Rena yang beteriak minta tolong, apa lagi jalanan sepi tak ada seorang pun yang membantu Rena.
"Lepaskan saya" teriak Rena.
"Diam" bentak laki laki itu.
Rena diam saat ini Faiz menangis di dalam mobil, Rena mencoba untuk menghibur Faiz guna membuat nya berhenti menangis.
Namun seorang laki laki memberikan obat bius pada Rena dengan menempel kan sapu tangan pada hidung Rena.
Hingga Rena pingsan dan orang itu mengambil alih Faiz untuk dia Gendong, Mereka langsung pergi menuju ke arah gudang yang sudah mereka tentukan bersama tuan mereka.
Sedangkan mobil punya Luthfi sengaja di dorong oleh orang orang itu untuk masuk ke dalam jurang, saat mobil itu melaju ke arah jurang pak supir itu masih ingat dan masih sadar tapi sayang setelah mengalami benturan benturan pada dalam mobil dia pingsan karena mengalami pusing pada kepalanya.
Namun dia ingat kalau Rena dan Bayi itu di bawa oleh orang orang itu, Pak Supir mencoba membuka pintu tapi sayang orang orang itu mengutak atik mesin sehingga membuat pintu itu terkunci dari dalam.
Pak Supir pingsan dia tak ingat apa apa.
Sedang kan orang orang itu mereka menyimpan hp Mayang yang tadi pagi anak buah tuannya ambil saat Mayang sedang di casino Sofi.
Mereka menaruh nya tak jauh dari tempat mobil itu, seseorang memfitnah Mayang supaya Mayang yang di salahkan atas kejadian itu semua.
Flash back off
Luthfi berusaha menyimpulkan kejadian itu pak supir itu tidak menyebut kan ada Mayang di sana.
"Apa ada seorang perempuan yang ada di sana" tanya Luthfi.
"Tidak tuan aku tidak melihat perempuan" ucap pak Supir.
"Oh baiklah apa bapak ingat plat nomor mobil atau apa dari ciri ciri mereka" tanya Luthfi.
"Tidak aku tak sempat melihat nya" ucap pak Supir.
"Baiklah, oh ya pak semoga cepat sembuh" ucap Luthfi.
"Ya tuan" ucap pak supir.
Saat ini Luthfi berpikir dia mencoba menyimpulkan kejadian itu tapi dia malah percaya kalau Mayang tak salah dalam hal ini apa lagi Mayang tak ada kaitannya dengan hal itu.
"Kalau Faiz di bawa oleh orang orang itu bersama dengan Rena bagaimana mungkin Faiz ada di dalam mobil dan yang lebih membingungkan lagi siapa yang telah melakukan ini pada ku" gumam Luthfi.
Luthfi bingung dia harus mencari Rena kemana bahkan belum ada kabar juga dari Dimas yang Luthfi suruh untuk menata matai tempat itu.
"Bagaimana aku sekarang" gumam Luthfi.
Revan mendengar kan Tuannya itu yang bergumam dia baru tau kalau pak supir itu ternyata sudah sadar.
"Bagaimana ini, aku yakin tuan pasti tau masalah ini" gumam Revan.
Luthfi pertama tama menghubungi para polisi yang berjaga di rumah Mayang, dia ingin membebaskan Ibunya dari tuduhan itu dia akan memperbaiki satu persatu apa yang telah dia lakukan itu.
📞📞
__ADS_1
"Pak lepaskan saja Mamah dia tidak bersalah" ucap Luthfi.
"Baiklah" ucap pak polisi itu.
📞📞
Namun Luthfi saat ini bingung dia akan pulang dengan naik ojeg yang ada di sana, Luthfi saat ini malah curiga pada Revan yang seperti nya menyembunyikan sesuatu namun Luthfi tidak bisa langsung menuduh karena dia takut akan memfitnah.
Luthfi naik pada ojek yang ada di sana, dia akan pulang karena akan mengganti bajunya, bahkan tangan Luthfi terluka bukan itu saja kemeja Luthfi juga terbakar hanya saja dia membukanya dan menggantinya dengan pakaian yang ada di koper tadi.
Luthfi ingin tenang dahulu di rumah sambil berdoa dia ingin mandi juga tapi itu mungkin tak akan terjadi pada Luthfi karena saat ini motor yang Luthfi tumpangi itu mendadak berhenti di jalanan yang cukup sepi.
"Ada apa pak" tanya Luthfi pada kang ojeg.
"motor nya mogok pak" ucap kang ojeg.
"Mogok kenapa bisa" tanya Luthfi.
"Entah" ucap kang ojeg yang melihat lihat mesin motor nya itu.
Tiba tiba saja ada seseorang yang mendekat ke arah mereka dan orang itu membawa sebuah tongkat yang cukup besar.
Bughh
Orang itu memukulkan tongkat itu pada punggung Luthfi hingga membuat Luthfi pingsan karena merasakan pusing pada kepala nya.
Luthfi terbaring di jalanan aspal yang sangat sepi itu.
"Bawa dia ke Mobil" pinta seseorang yang memukul Luthfi.
Luthfi di masukan ke dalam mobil oleh orang orang itu, mereka membawa nya ke salah satu tempat yang cukup jauh dari sana.
Sedangkan tak jauh dari sana ada Revan yang sedang melihat hal itu dia mengikuti Luthfi yang tadi keluar dari rumah sakit hingga dia mengetahui kalau Luthfi di culik oleh orang lain.
"Mau di bawa ke mana tuan" gumam Revan.
Revan melihat hp tuannya itu yang tergeletak di jalanan aspal mungkin saat Luthfi di gotong untuk masuk mobil hp Luthfi terjatuh.
Revan memungut nya dia langsung menyimpan nya di dalam saku celana nya yang sekarang dia pakai.
Revan mengikuti dari arah belakang dia mau tau siapa yang sudah menculik tuannya itu.
Revan tak yakin kalau orang yang menculik tuan nya itu adalah orang yang sama yang menculik Rena.
Revan melihat kalau mobil itu berhenti di salah satu rumah yang cukup besar di salah satu kompleks.
"Siapa orang yang menculik tuan ini" gumam Revan.
Revan turun dari motor nya dia melihat ke arah gerbang besar yang menjulang tinggi itu, ada lubang kunci di sana dia langsung mengintip pada gerbang itu.
Revan melihat kalau di sana ada Luthfi yang sedang di gotong oleh beberapa orang dengam keadaan Luthfi yang saat ini sedang pingsan.
Revan ingin masuk tapi dia menahan diri nya dia memperhatikan kondisi di dalam halaman rumah yang besar itu ternyata ada satu orang yang tak asing di mata Revan.
"Nagita kan yang dulu Pernah pingsan di rumah tuan" ucap Revan.
Revan yakin kalau Luthfi di culik Nagita tentu saja Nagita sangat terobsesi pada Luthfi jadi Mungkin dia pelaku yang sebenarnya.
Revan masih menatap pada rumah itu hingga ada seorang yang datang dan mengagetkan Revan.
"Sedang apa" tanya nya.
"Hah tidak pak saya hanya lewat saya penasaran pada rumah yang besar ini" jelas Revan.
"Makan nya kerja jadi punya rumah seperti ini" ucap bapak itu.
"Baiklah pak saya permisi" ucap Revan yang langsung pergi dari sana.
Revan memakai helm nya.
"Ya Alloh begitu banyak cobaan yang tuan Luthfi alami" gumam Revan.
Abu Yahya Suhaib bin Sinan menceritakan
bahwa Rasulullah mengatakan "Betapa indahnya seorang beriman; ada kebaikan baginya dalam segala hal dan ini hanya berlaku bagi seorang mukmin. Jika kemakmuran menyertainya, dia bersyukur kepada Allah dan itu baik baginya; dan jika kesulitan menimpanya, dia menanggungnya dengan sabar dan itu baik baginya” (Muslim).
Dalam hadits lain Abu Hurairah menyebutkan Rasulullah berkata, "Barangsiapa yang Allah kehendaki baik, Dia membuatnya menderita beberapa penderitaan" (Al-Bukhari).
Abu Hurairah menyebutkan bahwa seorang muslim, pria atau wanita, terus berada di bawah ujian dalam hal kehidupan, harta, dan keturunannya sampai dia menghadap Allah Yang Maha Tinggi, tanpa catatan dosa” (At-Tirmidzi).
__ADS_1
Hadits di atas tidak boleh disalahartikan sebagai ajakan untuk berputus asa. Pesan yang disampaikan hadits adalah bahwa setiap muslim harus mengharapkan kesulitan dan bersiap untuk menghadapinya. Karena itu, orang beriman menghadapi kesulitan dengan hati yang berani, mereka mempercayai kebijaksanaan Allah dan percaya pada rahmat-Nya dan mereka tahu bahwa ujian ini bermanfaat.
Bandingkan sikap itu dengan perasaan bahwa seseorang sendirian di dunia ini, menghadapi tantangan beratnya yang terisolasi dari sumber dukungan atau bantuan apa pun. Jadi, hadis-hadis ini dimaksudkan untuk menanamkan harapan dan semangat kepada Muslim dan mengusir pikiran-pikiran tentang kegagalan dan keputusasaan.
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang mereka, kita harus mempertimbangkannya berdasarkan hadits berikut,
Abu Hurairah menceritakan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Orang mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada orang mukmin yang lemah, dan keduanya baik.
Patuhi apa yang bermanfaat dan teruslah meminta pertolongan Allah dan jangan menahannya.
Jika Anda menderita dengan cara apa pun), jangan katakan: 'Jika saya mengambil langkah ini atau itu, itu akan menghasilkan ini dan itu,' tetapi katakan saja: 'Allah telah menentukan dan melakukan apa yang Dia kehendaki.' Kata 'jika' membuka gerbang setan (pikiran)” (Muslim).
Hadits ini sejalan dengan peringatan Nabi kepada sepupunya Ibn `Abbas (ra dengan dia) bahwa dengan kesabaran datang kemenangan, dengan kesusahan datang kemudahan, dan dengan kesulitan datang kemudahan.
Dalam hal ini, satu ide bisa menjadi sumber kekhawatiran dan gangguan. Bagaimana kita bisa mendekati penderitaan dengan optimisme seperti itu ketika itu adalah tanda yang jelas dari murka Allah dan manifestasi dari hukuman-Nya? Bukankah Allah berfirman, dalam AsybSyura ayat 30
yang artinya;" Musibah apa pun yang menimpa kamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri dan (Allah) memaafkan banyak (kesalahanmu)"
Bukan manusia namanya jika tak mempunyai masalah masing masing, cobaan hidup adalah sebuah anugerah yang tak akan orang lain rasakan.
Sebuah musibah akan ringan jika kita menganggap nya ringan namun dia akan menjadi berat kalau kita menganggap nya berat.
Cobaan dalam hidup itu tidak perlu di tangisi justru kita perlu menghadapi nya dengan hati yang ikhlas walaupun ikhlas itu adalah bohong.
Cobaan dengan kehidupan itu saling berdampingan jadi sebuah kehidupan siapa pun pasti akan mendapatkan cobaan.
Apa kah seorang nabi juga mendapat kan cobaan dalam hidup nya?
jawaban nya tentu saja.
bagaimanapun mungkin?
Karena mereka juga manusia.
Seperti Nabi Adam yang mendapat cobaan dari Anak anak nya.
Nabi Luth yang mendapat cobaan pengikutnya suka sesama jenis.
Banyak lagi para nabi yang di uji dan mendapatkan cobaan dalam hidup nya.
Jadi ayo kuat menghadapi cobaan ini jangan mudah putus asa,
Ingat ini
Ngeluh boleh nyerah jangan karena kita punya dua kaki untuk tetap berdiri sendiri, kita punya dua tangan untuk mengerjakan sesuatu, punya dua mata untuk melihat yang benar dan salah, punya telinga untuk mendengar kabar baik atau buruk, dan yang paling penting kita punya tekad yang kuat untuk menerima semua cobaan dan bangkit lagi.
Lanjut lagi ke alur cerita ya....
Revan melihat hp tuanya yang menyala karena mendapat pesan.
Sekarang Revan tau kerasnya kehidupan di kota dahulu di kampung dia bukan lah siapa siapa apa lagi kehidupan di kampung terasa sangat adem dan tentu saja jauh dari kata penculikan antar musuh.
Revan membaca pesan dari Dimas di hp Luthfi dia membaca nya dengan sangat teliti.
{Tuan orang yang menculik Nona adalah tuan besar} pesan dari Dimas.
Ada foto juga di sana yang menampakkan Herman yang sedang berdiri dan masuk ke dalam gudang itu.
"Apa anak buah tuan yang ini akan tau kalau aku juga komplotan nya" gumam Revan.
Saat ini Revan bingung dia tak bisa berbuat apa apa mau melihat keadaan Rena dia to mungkin datang ke sana karena takut anak buah Luthfi mengadukan kalau dia datang ke sana.
"Aku bingung sekarang aku tau sekarang kalau tuan bukan orang sembarangan" gumam Revan panik dia benar benar tak bisa berpikir lagi apa lagi sekarang dia lah penyebab kesalahannya.
Revan menyesal karena telah bersekongkol dengan orang orang itu, harusnya Revan setia pada Luthfi dan dalam kata lain dia harus menerima konsekuensi dari orang yang mengancam nya itu.
Revan benar benar menyesal dia sangat tak tau kalau dampak nya akan sebesar ini untuk kehidupan Luthfi.
"Aku harus apa sekarang" gumam Revan.
Saat Revan akan pergi dia melihat ada sebuah mobil yang datang ke sana Revan bisa melihat kalau orang itu adalah Mayang yang tak lain adalah mamahnya Luthfi.
"Astaga mereka ternyata bersekongkol" gumam Revan.
Revan tersenyum penuh arti dia tak habis pikir pada kehidupan tuannya itu dia sangat kuat di era banyak nya orang yang ingin menjatuhkan nya.
"Aku tidak sangka kalau tuan benar benar kuat lalu kenapa kau malah menambah kan masalah tuan Revan dasar kamu pecun dang kamu sangat tak tau di untung Revan" ucap Revan marah pada diri sendiri.
dia ingin sekali memperbaiki semua nya tapi bagaimana caranya.
__ADS_1
"Aku akan mulai dengan perlahan" gumam Revan yang bertekad akan membantu tuannya itu menyelesaikan masalah yang sudah besar itu.
Revan pergi ke arah rumah sakit dia akan memulainya di rumah sakit dahulu.