
Malam hari di kota sangat panas berbeda dengan di pesantren.
"Rena kita mampir ke restoran dulu yu, aku lapar" ucap Luthfi.
"Baiklah ayo" ucap Rena.
"Sambil sekalian kita minta air panas untuk minum Faiz" ucap Luthfi.
"Ya Gus kasihan dia belum minum susu" ucap Rena.
Mereka mampir di salah satu restoran yang ada di kota itu, mereka akan makan padahal tadi di pesantren sebelum pulang mereka juga makan terlebih dahulu.
Rena mengendong Faiz dan menaruhnya di atas troli bayi, dia membawa nya masuk kedalam.
Mereka memesan makanan untuk makan malam bersama dengan cuci mulutnya.
Tak lupa Luthfi juga memesan makanan untuk supir yang sejak tadi setia menunggu nya.
Mereka menikmati makanan malam dengan udara yang cukup panas.
Sedangkan di luar saat ini Mayang dan Sofi sedang jalan jalan mereka memutuskan untuk makan malam dahulu sebelum perpisahan pulang.
"Kita makan di restoran ini saja" saran Sofi.
"Baiklah ayo" ucap Mayang.
Mereka masuk kedalam ternyata Sofi menemukan Rena dan Luthfi yang sedang makan malam di sana.
"Jeng Mayang mau tau kan anak aku" tanya Sofi.
"Oh boleh" ucap Mayang.
"Ikut aku" pinta Sofi yang langsung berjalan sedang kan Mayang mengikuti nya dari belakang.
Sofi tersenyum akhirnya dia bisa memamerkan menantu kayanya pada sahabat nya.
"Rena" ucap Sofi.
Rena yang sedang makan langsung keselek dia tak menyangka kalau Mamah nya akan ada di sana.
"Mamah" ucap Rena terkejut.
Mayang membuka kaca mata hitam yang menutupi penglihatan nya.
"Luthfi" tanya Mayang.
"Ada apa mamah di sini" ketus Luthfi.
"Kalian saling kenal, Jeng ini anak dan menantu saya" ucap Sofi.
Mayang terkejut bukan main ternyata Mamah Rena adalah seorang mucikari, dan hal itu malah bagus bagi Mayang, saat ini pikiran ja hat Mayang tengah bahagia mendengar kabar ini.
"Oh ya, Jeng Sofi ini itu anak dan menantu aku juga, jadi ternyata kita besanan" ucap Mayang.
"Apa, yang bener" tanya Sofi tak percaya.
"Beneran" ucap Mayang.
"Wah bisa kebetulan sekali ya" ucap Sofi.
__ADS_1
"Ya aku gak sangka" ucap Mayang.
"Baiklah karena kita sudah berkumpul bagaimana kalau kita makan bersama" ucap Sofi.
"Setuju" ucap Mayang.
mereka duduk bersama dengan Rena dan Luthfi padahal tak ada ijin dari Luthfi maupun Rena.
Tetapi mereka tak bisa berbuat apa apa karena Sofi dan Mayang juga sudah duduk di sana.
Mayang melihat pada troli bayi dia tak terlalu perduli apa lagi dia sudah tau dari mana bayi itu.
"Rena ini bayi siapa" tanya Sofi.
"Bayi aku mah" ucap Rena.
"Bayi kamu? tapi kapan kamu hamil" tanya Sofi.
"Mah jangan bicara sekarang kita sedang makan" ucap Rena.
Luthfi terlihat seperti tak berselera lagi untuk makan.
Namun dia tak bisa bicara karena mereka berdua adalah orang tuanya.
"Mah aku yang meminta Rena mengadopsi anak" Jawab Luthfi.
"Ah menantu aku tau mempermasalahkan itu hanya saja kenapa? apa Rena tak bisa memberikan anak" tanya Sofi.
"Mah kami melihat anak terlantar di rumah sakit dari pada di kirim ke panti asuhan mending aku saya yang urus" ucap Luthfi.
"Oh kau baik sekali" ucap Sofi memuji.
"Jangan pernah lakukan ini lagi rumah itu bukan panti asuhan" ucap Mayang.
Luthfi hanya menatap pada Mayang dia tak berniat akan membalasnya, Namun Luthfi tak terlalu mengambil pusing pada ucapan mamahnya itu.
"Jeng Sofi aku senang bisa besanan dengan seorang pemilik casino termewah di kota ini" ucap Mayang.
"Ah tidak aku malah senang karena besanan dengan mu yang punya anak seorang pengusaha besar" ucap Sofi.
Sofi ingin mengunggul kan diri nya tapi sepertinya dia salah sekarang dia malah merendah dan membela orang lain.
"Kenapa aku tak tanya saja siapa orang tua menantu" batin Sofi.
Mayang tersenyum dia tak henti hentinya untuk tersenyum.
"Seperti nya aku punya rencana baru untuk membuat mereka saling bertengkar" batin Mayang.
Mereka semua mengobrol berbincang bincang, namun lebih tepatnya bukan mereka hanya Sofi dan Mayang saja lah yang banyak bicara Rena dan Luthfi hanya diam sambil mengangguk kan kepala mengiyakan.
Luthfi sudah mulai tak nyaman apalagi Faiz juga seperti nya tak terlalu nyaman dengan kebisingan.
"Rena kita pulang yu" ucap Luthfi.
"Ya ayo" ucap Rena.
"Bentar aku membayar ini dulu" ucap Luthfi yang langsung berjalan menuju ke arah kasir.
Rena meminum sisa minum tadi.
__ADS_1
"Rena kamu ini kalau makan ajak ajak mamah" ucap Sofi.
"Mamah aku gak tau, lagian aku baru pulang dari pesantren" ucap Rena.
"Mau apa ke sana" tanya Sofi.
"Membawa anak ku" ucap Mayang menatap pada Rena sekilas.
"Membawa putri anda" tanya Sofi.
"Ya putri ku akan menimbang ilmu di sana" ucap Mayang.
"Oh baiklah Mamah akan datang lain kali ke rumah mu" ucap Sofi.
"Ya mah kalau mamah gak sibuk kalau sibuk juga gak apa" ucap Rena.
"Ya mamah banyak tamu sekarang" ucap Sofi.
"Berhenti membisnis ilegal ini Mah, kalau polisi tau mungkin mamah akan di penjara" ucap Rena mengingat kan.
"Ya Mamah tau makannya banyak yang harus Mamah lalui jadi mamah sibuk" ucap Sofi.
"Aku hanya tak mau mamah kenapa kenapa" Ucap Rena.
Luthfi datang ke sana mengambil troli Faiz yang ada di sana.
"Mah kalau mau makan silahkan ambil saja aku sudah membayarnya" ucap Luthfi pada Sofi.
"Terima kasih" ucap Sofi.
Luthfi pulang bersama dengan Rena, dia berharap akan makan malam indah dan romantis akan lenyap begitu saja saat kedatangan otang tua mereka.
Namun Rena menghawatirkan mamahnya apa lagi mamahnya itu sangat akrab dengan Mayang.
"Dari mana mereka bisa saling mengenal" batin Rena.
Mereka pulang ke kediaman Luthfi, Namun Rena masih pada pemikiran nya itu.
"Ada apa Rena" tanya Luthfi.
"Tidak ada aku hanya cape saja aku mau ke kamar mandi sholat dan istirahat aku lelah sekarang" ucap Rena.
"Ya baiklah" ucap Luthfi.
Luthfi merasakan kekhawatiran Rena dia juga sama seperti itu hanya saja Luthfi tak membicarakan nya dia takut akan berburuk sangka pada mereka berdua.
"Semoga saja tak ada yang terjadi nanti nya" batin Luthfi.
Luthfi melihat Bi Cici.
"Bi bisa titip Faiz aku akan sholat dulu" ucap Luthfi.
"Oh boleh tuan" ucap Bi Cici.
"Terima kasih bi" ucap Luthfi.
"Ya sama sama" ucap bi Cici.
Luthfi langsung melaksanakan sholat bersama dengan Rena, tanpa tadarus mereka langsung tertidur sangat pulas di lantai yang hanya di alasi sajadah saja.
__ADS_1
Mereka tertidur di Mushola sedang kan Bi Cici dia membawa Faiz ke kamarnya dia tau kalau Rena dan Luthfi ketiduran pasti lelah karena seharian bepergian.