
Pagi ini Yadna masuk ke tempat dia bekerja, sebenarnya Yadna sangat malu apa lagi hari pertama dia di pimpin oleh Kathir berantakan.
Kemarin kathir pulang dengan raut wajah kesal, bahkan tak ada pembicaraan lagi saat dia pergi dari sana.
Yadna hanya berdoa saja semoga Kathir tidak akan memecatnya apa lagi Yadna juga sudah memasukan Adiba ke perusahaan itu.
"Astaghfirullah aku sangat menyesal" gumam Yadna.
Rini menatap pada rekan kerja nya itu, mereka baru saja berkenalan kemarin tetapi mereka sudah seperti orang yang akur saja.
"Ada apa" tanya Rini.
"Aku merasa bersalah pada bos" ucap Yadna.
"Segeralah minta maaf kamu tau tidak kalau tuan itu sangat gampang memecat karyawan nya" ucap Rini.
"Benarkah" tanya Yadna.
"Ya ayo segera lah meminta maaf" ucap Rini.
Yadna langsung masuk ke dalam ruangan bosnya itu.
"Selamat pagi" ucap Yadna yang tak di gubris oleh Kathir.
Kathir tak melihat sedikit pun pada Yadna padahal Yadna sudah berusaha mungkin untuk memberanikan diri datang ke sana.
"Pak aku hanya mau bicara" ucap Yadna namun tetap Kathir tak menggubris ucapan dari Kathir.
"Aku minta maaf pada kejadian kemarin yang membuat kamu jadi marah, sumpah pak aku tidak bermaksud melakukan hal itu hanya saja aku sangat ingin pulang aku gak mau kamu salah paham aku kepepet kemarin, lagian kamu juga yang salah siapa suruh melakukan hal itu pada ku, aku kan jadi marah, tapi aku janji akan perbaiki semuanya dan aku akan lebih patuh pada mu dan pada semuanya" ucap Yadna.
"Bagus" ucap Kathir.
"Kau memaafkan aku" tanya Yadna.
"Hampir" ucap Kathir.
"Aish menyebalkan nya" gumam Yadna yang hanya bisa tersenyum melihat bosnya itu.
"Harus kah aku bersujud" tanya Yadna.
"Kalau mau silahkan" ucap Kathir.
Yadna langsung cemberut dia mendekat pada Kathir, tanpa Kathir sangka Yadna akan memukul dadanya dengan sangat keras.
"Kamu ja hat membiarkan wanita tunduk di hadapan mu, aku bahkan belum pernah tunduk pada adik ku lalu kenapa aku harus tunduk pada mu, dasar bos kurang waras, kalau pun ya aku lebih baik berhenti bekerja dari pada harus bersama dengan laki laki egois seperti dengan mu, kamu pikir aku itu siapa hah bisa seenaknya kamu suruh suruh, bahkan jika di berikan uang juga aku tidak akan mungkin mau tunduk pada laki laki sombong seperti dirimu" ucap Yadna panjang lebar.
Kathir hanya diam saja menatap pada Yadna yang sekarang marah marah tak jelas.
"Apa aku meminta kamu untuk bersujud" tanya Kathir.
"Lalu tadi kamu membiarkan aku untuk bersujud" ucap Yadna.
__ADS_1
"Kamu hanya salah paham" ucap Kathir.
"Diam lah aku gak mau bersama dengan mu lagi, sekarang pecat aku dari sini aku sangat tidak ingin bekerja di sini lagi, atau bila perlu aku buat surat pengunduran diri ku" ucap Yadna yang langsung keluar dari ruangan bosnya itu.
Kathir langsung bingung dia tidak mungkin membiarkan Yadna pergi apa lagi saat ini Yadna adalah karyawan yang papahnya Kathir suka.
"Aku gak bisa bayangkan seberapa marahnya papah padaku nanti" gumam Kathir.
Kathir langsung berjalan ke arah meja tempat duduk Yadna, benar saja ucapan Yadna benar benar bukan pura pura, yadna membereskan barang barangnya karena akan pergi dari sana.
Kathir langsung memegang tangan Yadna yang sekarang akan memasukan laptop pada tas Yadna.
"Jangan pergi" pinta Kathir.
"Persetan aku sangat benci pada mu" ucap Yadna yang langsung menghempaskan tangan Kathir yang sekarang memegang nya.
"Aku harap kamu tidak main main dengan ucapan kamu" ucap Kathir.
Yadna hanya tersenyum tipis Yadna langsung berjalan dari sana karena akan pulang.
Brugh
Kathir langsung terduduk di lantai dia hampir saja bersujud pada Yadna, agar wanita itu tidak pergi dari sana.
"Aku harap kau tidak akan pergi" ucap Kathir
Yadna langsung menatap pada Kathir dia hanya acuh saja pada Kathir yang sekarang memohon padanya.
"Aku gak suka jadi jangan berpura pura" ucap Yadna.
"Aku gak perduli" ucap Yadna yang langsung pergi dari sana.
Tapi sayang di depan Lift Yadna di hadang oleh beberapa penjaga yang menjaga Papahnya Kathir.
"Ada apa" tanya Yadna pada kedua orang itu.
"Tuan besar akan datang" ucapnya.
"Benarkah" tanya Yadna.
"Ya Nona dia sedang naik Lift" ucap penjaga papahnya Kathir.
Yadna langsung kembali ke mejanya dia melihat Kathir yang masih terduduk di lantai sambil menyesal.
"Bangunlah" titah Yadna pada Kathir.
"Kamu kembali untuk aku" tanya Kathir.
"Apa apaan kamu, lihat papah Kamu datang" ucap Yadna.
"Benarkah" tanya Kathir.
__ADS_1
"Ayo bangun kalau papah mu tau kau merengek pada ku, pasti dia marah" ucap Yadna.
"Baiklah" ucap Kathir yang langsung bangun.
Yadna duduk lagi di sana sambil membuka laptop yang baru saja dia masukkan ke dalam tasnya.
"Selamat pagi" ucap Papahnya Kathir.
"Selamat siang pak Amta" ucap Yadna yang langsung menyambut baik mantan bosnya itu.
"Kamu kerja rajin sekali" ucap pak Amta.
"Alhamdulillah terima kasih pak" ucap Yadna.
"Oh ya kamu sedang apa di sini" tanya Pak Amta pada putranya yang ada di sana.
"Pah aku menjemput papah" ucap Kathir.
"Menjemput" gumam Pak Amta.
"Baiklah ayo ke ruangan aku" ucap Kathir.
"Baiklah ayo" ucap pak Amta.
Kathir menatap pada Yadna yang sekarang duduk di sana.
"Buatkan minuman" ucap Kathir.
"Ya" ucap Yadna.
Yadna langsung mengambil minuman yang ada di dapur di perusahaan itu, dia akan mengambil beberapa gelas teh hangat saja untuk para tamu minum.
Kebanyakan para penjaga langsung sigap saat tuannya di berikan makanan karena takutnya ada yang mencoba meracuni tuan besar nya itu.
Yadna masuk ke ruangan itu dia akan mengantarkan beberapa gelas minuman itu.
"Silahkan di nikmati pak" ucap Yadna.
"Terima kasih Adna" ucap Pak Amta.
"Ya pak sama sama" ucap Yadna yang langsung keluar dari sana meninggal kan beberapa orang yang ada di dalam ruangan itu.
Yadna langsung duduk lagi di mejanya dia langsung bekerja lagi bersama dengan Rini yang setia ada di sana sejak tadi.
"Gak jadi Kabur" tanya Rini.
"Entah lah aku takut di marahi Abi" ucap Yadna.
"Kenapa begitu'" tanya Rini.
"Ya aku takut Abi marah pada ku apalagi Abi dan pak Amta berteman" ucap Yadna.
__ADS_1
"Wah hebat kamu bisa satu keluarga bersama dengan orang kaya" ucap Rini.
"Ah mana ada" ucap Yadna.