
Mereka masuk ke dalam Rena langsung memangku Faiz yang seperti nya belum tidur juga.
"Sayang kenapa belum tidur" tanya Rena.
"Ning itu bayi kamu wah tampan ya" ucap Andi yang melihat bayi itu.
"Ya Gus terima kasih" ucap Rena.
"Kalian sangat beruntung" ucap Andi.
"Ya Alhamdulillah" ucap Luthfi.
"Ngomong ngomong adik kamu ke pesantren senjata kamu masukin" tanya Fauzi pada Luthfi.
"Ya aku sengaja ada apa" tanya Luthfi.
"Kemarin dia mau kabur, dia juga sering berdebat dengan Gus Farid, adik kamu itu memang limited edition" ucap Fauzi.
"Ada apa" tanya Luthfi.
"Dia mengajak nikah Gus Farid" ucap Fauzi.
"Astaghfirullah benar benar ya Gladys" gumam Luthfi.
"Tak apa lah mungkin dia baru mengenal pesantren" ucap Fauzi.
Luthfi menghidupkan televisi dia ingin melihat tayangan televisi yang akan menemani mereka sekarang.
Namun di televisi ada berita yang mengabarkan kalau ada begal di jalanan yang baru saja mereka lewati.
"Astaghfirullah benarkan apa yang kita pikirkan tadi, wanita itu bukan sembarang wanita" ucap Luthfi.
"Ya aku tau itu karena marak terjadi juga" ucap Fauzi.
Rena menatap pada berita itu.
"DI DUGA SEORANG SUPIR TAKSI DI BEGAL, DI JALAN ....... UNTUK KALIAN YANG AKAN BEPERGIAN HARAP BERHATI-HATI JIKA ADA SEORANG WANITA YANG MEMINTA BANTUAN, TEEDUGA WANITA ITU ADALAH KOMPLOTAN DARI PARA BEGAL ITU, POLISI MASIH MENYELIDIKI KASUS INI" ucap pembawa berita itu.
Rena merasa bersalah karena sudah tak percaya pada suami dan teman temannya.
"Maaf" ucap Rena.
"Tak apa, berbaik hati itu baik tapi kita harus tau tempat dan waktu nya, berpikir pakai logika saja mana ada seorang wanita yang berdiri di sisi jalan untuk meminta bantuan, kalau ada wanita yang benar benar meminta bantuan dia akan sungguh sungguh meminta bantuan pada kita" ucap Luthfi.
"Ya aku gak tau" ucap Rena.
"Semakin nekat sekali orang orang sekarang" ucap Andi.
"Ya walau pun begitu tetap Gus uang nya tak akan berkah terkadang uang hasil keringat kita sendiri saja masih ada milik orang lain, apa lagi kita mengambil punya orang lain" ucap Luthfi.
Mencuri adalah dosa besar??
Setiap orang yang berakal pasti akan sepakat bahwa mencuri adalah perbuatan yang zalim dan merupakan kejahatan. Oleh karena itu Islam juga menetapkan larangan mencuri harta orang lain. Bahkan ia termasuk dosa besar dan kezaliman yang nyata.
Dalam Al Qur'an di jelaskan.
Yang Artinya: Maka makanlah yang halal lagi baik dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu; dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah. (Quran surat An Nahl ayat 114).
Alloh SWT berfirman:
“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana” (QS. Al Maidah: 38).
Dalam ayat ini, Allah Ta’ala menetapkan hukuman hadd bagi pencuri adalah dipotong tangannya. Ini menunjukkan bahwa mencuri adalah dosa besar.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin mengatakan:
“Dosa besar adalah yang Allah ancam dengan suatu hukuman khusus. Maksudnya perbuatan tersebut tidak sekedar dilarang atau diharamkan, namun diancam dengan suatu hukuman khusus. Semisal disebutkan dalam dalil ‘barangsiapa yang melakukan ini maka ia bukan mukmin’, atau ‘bukan bagian dari kami’, atau semisal dengan itu. Ini adalah dosa besar. Dan dosa kecil adalah dosa yang tidak diancam dengan suatu hukuman khusus” (Fatawa Nurun ‘alad Darbi libni Al-‘Utsaimin, 2/24, Asy-Syamilah).
Ibnu Shalah rahimahullah mengatakan:
“Dosa besar ada beberapa indikasinya, diantaranya diwajibkan hukuman hadd kepadanya, juga diancam dengan azab neraka atau semisalnya, di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Demikian juga, pelakunya disifati dengan kefasikan dan laknat ” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/285).
Apa mencuri akan di laknat Alloh?
Rasulallah Saw bersabda:
“Allah melaknat pencuri yang mencuri sebutir telur, lalu di lain waktu ia dipotong tangannya karena mencuri tali.” (HR. Bukhari no. 6285).
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin menjelaskan:
“Maksud hadits ini adalah seorang yang mencuri telur lalu dia menganggap remeh perbuatan tersebut sehingga kemudian ia mencuri barang yang melewati nishab hadd pencurian, sehingga ia dipotong tangannya” (Syarhul Mumthi‘, 14/336-337).
Mencuri Adalah Kezaliman
Dan secara umum mencuri termasuk perbuatan mengambil harta orang lain dengan cara batil. Padahal harta seorang Muslim itu haram.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
“Sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas sesama kalian darah kalian (untuk ditumpakan) dan harta kalian (untuk dirampais) dan kehormatan (untuk dirusak). Sebagaimana haramnya hari ini, haramnya bulan ini dan haramnya negeri ini” (HR. Bukhari no. 1742).
HARTA DARI HASIL MENCURI ITU TIDAK HALAL!!!
Rasulullah Saw bersabda:
“Setiap daging yang tumbuh dari suhtun, maka api neraka lebih layak baginya” (HR. Ahmad no. 14481, dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami no. 4519).
__ADS_1
Apa itu suhtun???
As suhtu adalah semua yang haram dan buruk untuk disebutkan. Sebagian mengatakan artinya: setiap penghasilan yang buruk dan haram serta layak dicela
Ingin bertaubat dari mencuri apa barang harus di kembali kan??
Ibnu Qayyim Rahimahulah mengatakan:
“Orang yang mengambil barang orang lain tanpa dibenarkan oleh syariat, kemudian ia ingin bertaubat, maka jika pemiliknya tidak ridha dan tidak mau menerima ganti rugi, barang tersebut wajib dikembalikan. Jika sudah tidak bisa dikembalikan, maka menjadi beban hutang yang wajib diberitahukan kepada pemiliknya. Jika tidak bisa ditunaikan kepada pemiliknya, maka wajib ditunaikan kepada ahli warisnya. Jika tidak bisa pula, maka disedekahkan atas nama pemiliknya” (Zaadul Ma’ad, 5/690).
Yakin masih mau mencuri???
Jangan ya karena uang hasil dari mencuri tak akan berkah dan tak akan bermanfaat, apa lagi jika keluarga kita memakan uang tak halal itu.
Takutnya uang itu akan membawa penyakit bagi kita yang memakan nya.
Bisa saja pemilik uang nya menyumpahi orang yang mencuri uangnya, dan tentu saja sumpah serapah itu akan terjadi pada orang yang memakannya.
Ada juga Nih Doa yang akan langsung di kabulkan..
Seringkali, kita hanya berdoa saat ditimpa masalah dan kesusahan. Tatkala tengah dalam kemudahan maka kita lalai dan tidak menyadari bahwa hanya Allah yang dapat menolong kita. Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat Yunus ayat 12,
Artinya: Dan apabila manusia ditimpa bahaya dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia kembali (ke jalan yang sesat), seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang yang melampaui batas apa yang mereka kerjakan.
Berdasarkan ayat tersebut, Rasulullah pun menganjurkan umatnya untuk senantiasa memperbanyak berdoa ketika sedang lapang dan bahagia. Sebagaimana sabdanya yang berbunyi, "Barangsiapa yang ingin doanya terkabul pada saat sedih dan susah, maka hendaklah memperbanyak berdoa pada saat lapang." (HR Tirmidzi).
Lantas, selain seseorang yang berdoa di tengah keadaan bahagia dan lapang, ada juga golongan orang-orang yang cepat diijabah doanya. Siapa sajakah mereka?
Golongan orang orang yang doanya cepat di Kabul kan....
1, Orang yang dizalimi
Allah tidak menyukai seseorang yang menzalimi sesamanya. Seseorang yang berbuat zalim terhadap sesama lebih baik segera bertaubat dan memohon ampun kepada Allah karena sejatinya doa seseorang yang dizalimi sangatlah mustajab.
Rasulullah bersabda, "Doa dua orang yang tidak ada penghalang antara Allah dan doa orang-orang tersebut, yaitu: (1) Doa orang yang teraniaya, dan (2) Doa seseorang untuk saudaranya yang berada di tempat jauh." (HR Thabrani).
2,Orang yang berpuasa
3, Orang tua terhadap anak-anaknya
Doa orang tua kepada anak-anaknya sangatlah didengar oleh Allah. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah, "Ada tiga orang yang mustajab tanpa diragukan lagi, yaitu: (1) Doa orang yang dianiaya, (2) Doa orang yang dalam perjalanan, dan (3) Doa kedua orang tua kepada anak-anaknya." (HR Bukhari dan Tirmidzi).
4,Seorang anak kepada orang tua
5,Seorang pemimpin yang adil
6,Orang yang banyak berdzikir
7, Orang yang sedang dalam perjalanan
8,Anak-anak yatim piatu
9,Orang yang tertimpa cobaan atau bencana
Allah berfirman dalam Al-Qur'an surat at Taghabun ayat 11,
Yang Artinya: "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; dan barang siapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
10, doa orang sakit
11,doa orang yang sedang umrah, haji dan perang di jalan Alloh.
Dan lain lain lagi..
Jika dalam hati kalian ada pertanyaan,
"Kenapa doa saya belum terkabul kan"
Maka jangan putus berdoa tetap lah rajin berdoa, dan melaksanakan ibadah yang lain, jika doa mu tidak di kabulkan di dunia mungkin saja doa mu akan di kabulkan di akhirat nanti.
Berpikir positif bisa saja doa kita tidak terkabul karena kita tidak sungguh sungguh meminta pada Alloh.
Ingat ini, pinta pada Rabb nya buktikan pada hamba hamba nya.
Maksudnya kamu meminta pada Alloh dan kamu jangan pernah lupa memberi pada sesama.
Sedekah tidak akan membuat kita miskin...
harta kamu 100 persen kamu berikan 25 persen, itu tidak akan berkurang justru akan bertambah.
Quran surat Al Rahman ayat 13
Yang artinya:" Maka Nikmat Tuhan yang mana kah yang kau dustakan".
Ketika kamu sakit, dosa dosa mu di ampuni
Ketika kamu di dzolimi doa mu di ijabah
ketika kamu bersyukur maka nikmat mu di tambah.
Subhanallah...
Maaf ya di Bab ini banyak ceramahnya...
Soalnya kemarin Mak author di katain begini? "Katanya mau jadi Ustadzah tapi jarang ceramah"...
__ADS_1
Hihihi jadi curhat...
Lanjut ke pembahasan tadi ya.....
Mereka memutuskan untuk tidur di ruang tamu, bersama dengan Luthfi dan Rena juga di sana.
Dahulu di pesantren juga para santri putra kebanyakan tidur di ruang terbuka dengan alas yang di balut dengan tikar saja.
Jadi pastinya mereka sudah terbiasa.
Semuanya sudah tertidur pulas, malam ini karena kecapean mereka langsung tidur.
Hingga pagi hari nya mereka bangun pagi sekali karena akan melaksanakan sholat subuh berjamaah.
Mereka sudah berada di mushola lantai atas mereka semua melaksanakan sholat subuh berjamaah dengan Fauzi yang menjadi imam sholat sekarang.
Mereka selesai sholat subuh, dengan cepat Rena langsung pergi ke dapur dia akan memasak untuk sarapan pagi ini.
Dengan Bi Cici yang membantu Rena menjadi cukup mudah melakukan sesuatu.
Faiz bersama dengan Luthfi di lantai atas.
"Gus Luthfi kenapa mau ambil bayi tabung" tanya Ainun.
"Sebenarnya waktu itu ada yang melahirkan tapi orang tua bayi ini mau membuang nya, kalian tau kan kalau Rena itu sangat gampang kasihan jadi dia sanggup mengurus anak ini" ucap Luthfi yang terpaksa berbohong dia tidak mau orang orang tau tentang aib adiknya itu.
"Oh ya sih Ning Rena itu sangat baik" ucap Ainun.
"Tak apa Gus sekalian latihan nanti setelah punya anak" ucap Andi.
"Ya" ucap Luthfi.
"Gus apa kerjaan kamu di sini" tanya Fauzi.
"Aku kerja di kantor" ucap Luthfi.
"Kalau kamu di sini senang kenapa dulu mau tinggal di pesantren" tanya Ainun.
"Karena aku sangat ingin menjadi baik, aku suka kehidupan pesantren hanya di pesantren aku mendapat kan kasih sayang" ucap Luthfi.
"Ya kami juga mungkin begitu" ucap Andi.
"Nyesek sekali ya bagi kita orang yang kurang kasih sayang" ucap Fauzi.
"Ya benar sekali" ucap Luthfi.
"Aku salut sih Gus kamu masih muda sudah sukses" ucap Andi.
"Ini harta papah aku punya warisan mungkin kalau aku tak punya ini aku akan kerja seperti kalian" ucap Luthfi.
"Walaupun harta warisan kamu tetap punya" ucap Fauzi.
"Kalau aku bisa mungkin aku akan tinggal kan semua ini untuk hidup sederhana" ucap Luthfi.
"Kenapa" tanya Andi.
"Harta banyak pun tidak berarti, kalau saja amanahnya tak seberat ini mungkin aku akan pergi dari sini dan hidup di pesantren" ucap Lutfhi.
"Berikan saja pada ku" ucap Andi.
"Silahkan tapi kamu harus memegang amanah yang besar ini" ucap Luthfi.
"Tidak aku gak sanggup memegang amanah nya" ucap Andi.
"Ya begitu lah harta tak menjamin kebahagiaan" ucap Luthfi.
"Tidak Gus itu bagi kamu tapi bagi kami yang sederhana ini, uang itu adalah segalanya apa apa memakai uang, semuanya pakai uang" ucap Andi.
"Ya aku tau makannya aku bersyukur juga" ucap Luthfi tersenyum mendengar hal itu.
Luthfi meminta Bi Cici untuk membuatkan makanan dan minuman untuk teman temannya.
Mereka semua turun ke lantai bawah, mereka semua makan dan minum minum, setelah selesai mereka memutuskan untuk berpamitan pulang karena sudah siang juga apa lagi mereka hanya ijin satu hari untuk melihat acara pernikahan saja.
Tapi mereka terlambat sampai ke pesantren karena acaranya yang dilaksanakan malam hari juga.
Rena menatap pada rumahnya yang kembali senyap dan sepi, rasanya sangat kesepian hanya saja Rena tak pernah membicarakan hal itu pada Luthfi.
Dia tak mau suaminya itu menjadi tak nyaman karena ucapannya itu.
"Mau makan apa" tanya Rena.
"Tidak usah aku baru saja makan" ucap Luthfi.
Saat Rena akan ke dapur langkah nya di hentikan oleh Luthfi.
"Bisa buatkan aku kopi" tanya Luthfi.
"Kopi kenapa harus kopi kenapa bukan yang lain saja" tanya Rena.
"Tapi aku mau kopi" ucap Luthfi.
"Tidak kamu jangan minum kopi nanti lambung kamu kambuh lagi bagaimana" tanya Rena.
"Sedikit saja" ucap Luthfi maksa.
__ADS_1
"Baiklah aku akan buatkan" ucap Rena.
"Terima kasih sayang" ucap Luthfi tersenyum pada istri nya itu.