Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 92


__ADS_3

Rasa canggung menguasai ruang tamu saat ini hanya keheningan yang menemani ketiga orang itu.


Tak ada yang berani bicara karena merasa sangat canggung dan takut.


Oekk


Faiz menangis saat ini Luthfi membawa Faiz untuk bertemu dengan beberapa orang yang akan membicarakan hal yang penting.


"Maaf lama" ucap Luthfi memecah keheningan.


Bi Cici langsung berdiri dia langsung mengambil bayi Faiz dari gendongan Luthfi, namun Luthfi melarang nya.


"Tak apa Bi, bibi duduk saja Faiz hanya rindu pada Umi nya" ucap Luthfi yang sekarang sangat senang karena akan menjadi Abi dari putra asli nya.


Luthfi memberikan kode pada Revan untuk bicara sekarang.


"Bi sebenarnya" ucap Revan terhenti saat melihat Bi Cici menatap padanya juga.


Rasa tak enak hati muncul pada diri Revan apa lagi Bi Cici sudah dia anggap sebagai orang tua sendiri.


"Bi aku sudah menikah dengan Nagita" ucap Revan.


"Apa" tanya Bi Cici.


"Ya Bi maaf tapi ini kenyataan nya" ucap Revan.


"Aku gak akan terima pernikahan ini, Revan menikah itu bukan masalah kalian sah menjadi suami istri tapi kamu harus bisa mencari calon istri yang baik, Revan lagi pula kamu masih kecil usia kalian sangat beda jauh" ucap Bi Cici.

__ADS_1


"Tapi Bi aku tau semua itu hanya saja aku yakin kalau Nagita memang yang terbaik" ucap Revan.


"Kalau aku gak setuju bagaimana" tanya Bi Cici.


"Astaga Bi kenapa harus ribet sekali hah, lagi pula pernikahan ini hanya berjalan sebentar aku akan atur perpisahan nya" ucap Nagita sambil berdiri menatap pada Bi Cici.


Revan menarik tangan Nagita berharap kalau Nagita akan duduk kembali dan tak berlaku bar bar seperti itu.


"Duduklah" ucap Revan.


Nagita duduk dia sangat kesal pada Revan mau pun orang orang di sana.


"Lepaskan" ucap Nagita.


"Bi aku mohon restui hubungan kita" pinta Revan.


"Bi ini tugas bibi melakukan itu tapi Bi aku minta Bibi ikhlas kan pernikahan Revan kalau mereka berjodoh pasti akan bersama tapi kalau bukan mungkin mereka akan berpisah" ucap Luthfi.


"Jangan sombong Luthfi karena kau bebas dari ku harusnya kau yang menikah dengan ku bukan bocah ini" ucap Nagita.


"Kamu tau aku pertama kali menyayangkan keputusan Revan yang mau menikah dengan mu, tapi dari sini aku paham kalau Revan itu tidak melihat kamu dari cara kamu bicara" ucap Luthfi.


"Apa menurut kamu" tanya Nagita.


"Aku lebih suka Nagita yang dulu, polos, pintar, rajin, namun terkadang selalu merasa insecure dari pada Nagita sekarang yang terlihat percaya diri tapi menghalalkan segala cara untuk kebahagiaan nya" ucap Luthfi.


Nagita hanya diam saja, hatinya merenungi apa yang barusan Luthfi katakan.

__ADS_1


"Dan aku yakin kalau Revan melihat dari sikap mu dahulu" ucap Luthfi lagi.


"Terima kasih tuan sudah membela aku" ucap Revan.


"Kau salah pada ku, tapi aku gak mungkin menyalahkan kamu" ucap Luthfi ingat pada penghianatan yang Revan lakukan.


Flash back onn (Pagi tadi)


Setelah turun dari jendela rumah Nagita, saat ini Luthfi meminta Revan untuk keluar dari dalam kamar itu.


Tapi Luthfi sangat terburu buru sampai sampai dia langsung pergi dari sana.


Dimas mengendarai motor yang tadi mereka bawa, Dimas akan membawa tuanya itu ke suatu tempat.


"Tuan sebenarnya dalang di balik ini semua itu adalah Revan" ucap Dimas.


"Benarkah, mana mungkin begitu Revan itu sangat baik pada ku" ucap Luthfi.


"Tapi kenyataannya begitu setiap hari aku sudah menyelidiki dan benar Revan yang melakukan nya" ucap Dimas.


"Tapi kalau Revan pelaku nya kenapa dia ada di sana dan membantu aku" tanya Luthfi.


"Tuan dia itu sangat cerdas, mungkin dia hanya menjadi mata mata mu dan dia bersekongkol dengan Tuan Herman Ayah anda" ucap Dimas.


"Gak mungkin" ucap Luthfi.


"Itu kenyataan nya tuan" ucap Dimas.

__ADS_1


Flash back off.


__ADS_2