
Pagi hari nya Yadna bangun kira kira pukul empat pagi dia memasukkan semua persiapan ke dalam tasnya.
Yadna juga akan berganti pakaian di salah satu salon yang akan mendandani dia juga.
Yadna sengaja bangun pagi karena tidak ingin ada yang tau kalau dia membawa itu semua keluar, Yadna menarik tas yang di dalam nya berisikan pakaian dia.
Yadna menyimpan tas itu di dalam bagasi Mobil yang akan dia gunakan nanti nya.
"Semoga hari ini berjalan dengan lancar" gumam Yadna.
Yadna mengambil ponsel yang ada di dalam saku celana nya.
"Kemana Arsala apa dia tidak akan menemani aku" gumam Yadna.
{Mau ikut gak}
{Aku tunggu di KUA}
{Awas kalau gak datang}
Beberapa pesan dari Yadna untuk Arsala namun tak ada yang baca mau pun balas karena saat ini Arsala tengah di sekap oleh seseorang di dalam rumah nya.
Arsala menatap ke sembarang arah ternyata dia masih ada di tempat yang paling seram tak hal nya sebagai neraka yang sangat menyakitkan.
Dia sangat lemah sekarang apa lagi semalam dia di pukuli oleh orang orang itu hingga membuat Arsala merasakan sakit pada sekujur tubuh nya.
"Kenapa aku tidak di penjara saja" gumam Arsala yang merasa kan hukum ini terlalu berat untuk Arsala apa lagi saat itu Arsala melakukan hal itu pada Fathir karena dia ingin membela kakaknya yang saat itu di lecehkan oleh Fathir.
Flash back onn
Kemarin setelah Arsala di berikan obat bius dia langsung pingsan di dalam mobil yang membawa Arsala menuju ke salah satu tempat yang sangat asing bagi Arsala.
Saat ini Arsala berada di Filla yang ada di perkampungan, Arsala merasa kalau nyawa dia akan sangat terancam.
Arsala tidak sadar dia terbangun dan sudah langsung ada di sana dengan posisi tangan di ikat dan mulut di lakban.
Namun ada wanita tua yang datang ke sana dan Arsala yakin kalau itu mamahnya Kathir.
"Bagaimana" tanya Mita menatap pada Arsala yang saat ini ada di sana.
"Jadi ini mah yang membu nuh mas Fathir, dasar laki laki tak punya hati" geram Sisi istri Fathir yang sedang menangis karena melihat Arsala.
"Ya dia pelaku nya" ucap Mita.
"Pak lakukan apa pun agar dia bisa merasakan apa yang Mas Fathir rasakan" titah Sisi pada beberapa anak buahnya yang ada di sana.
"Baik nona" ucap anak buahnya.
Bughh
Bughh
Bughh
Arsala dipukuli habis habisan oleh orang orang itu, tak henti hentinya mereka memukuli Arsala padahal saat ini dia tak punya salah pada siapa pun.
"Aaaaa" teriak Arsala dengan mulut yang di balut lakban.
Arsala sangat kesakitan namun dia hanya bisa pasrah karena tidak mungkin bagi dia untuk melakukan apa pun di bawah kuasa orang orang ja hat itu.
"Biarkan dia kesakitan seperti itu ayo kita tinggal kan dia" sahut Mita yang saat ini bahagia karena melihat ada orang lain yang bisa di siksa untuk mengurangi dendam yang ada di dalam hati Mita.
"Mah kita biarkan dia di sini sendirian" tanya Sisi.
"Ya ada apa" tanya Mita.
"Bagaimana kalau talinya lepas dan dia akan balas dendam pada ku, di sini tidak aman Mah apa lagi kalau tidak ada yang menjaga nya" ucap Sisi.
"Tidak mungkin kalau pun dia melakukan hal itu aku tidak akan membu nuh dia" ucap Mita.
"Ya baiklah ayo Mah" ucap Sisi.
Arsala di biarkan di sana sendirian karena mereka ingin balas dendam pada Arsala karena sudah memukuli Fathir yang kata mereka tidak melakukan apa apa.
Flash back of
"Mereka sangat kasar dan sangat tidak berprikemanusiaan" gumam Arsala.
Saat ini dia tengah menahan kantuk, Arsala sangat ingin agar bisa mengirim kan Pesan pada kakaknya yang sekarang akan menikah.
Arsala senang karena pernikahan kakaknya belum di ketahui oleh siapa pun apa lagi itu kesempatan yang bagus karena saat acara itu berlangsung Arsala bisa memastikan kalau mamahnya Kathir itu tidak akan menganggu acara itu.
"Terkadang kamu memberikan kesusahan lalu kebetulan di dalamnya" gumam Arsala.
Arsala ingin sekali mengabari kakaknya dia juga ingin mengucapkan selamat nantinya tapi mau bagaimana lagi karena dia sekarang sedang di sekap dan tidak ada yang bisa membantu nya.
*"
Pagi ini Yadna berangkat pagi sekali tanpa berpamitan atau pun apa pun itu pada orang tuanya.
Dia hanya akan pergi ke salon dan merias diri nya.
acara pernikahan nya akan berlangsung beberapa jam lagi jadi Yadna harus bersiap dan menunggu Kathir di KUA itu juga.
Hanya saja Yadna tadinya akan menunggu di salon itu saja karena kalau di KUA akan terlihat sangat malu apa lagi banyak orang di KUA dan Yadna tidak punya teman.
Yadna melihat pantulan diri nya di cermin.
"Aku masih ragu melakukan hal ini, apa lagi kehidupan Pak Kathir yang akan jadi korban nya" gumam Yadna.
Yadna menghubungi Kathir takutnya dia tidak mau melanjutkan pernikahan itu.
{Bagaimana apa kamu yakin" tanya Yadna.
{Sangat sangat yakin}
Yadna merasa sangat senang mendengar nya hanya saja tetap saja bagi Yadna apa yang akan dia dapatkan nanti nya untuk membalas kebaikan yang sudah Kathir berikan padanya.
"Ini membuat aku bingung" gumam Yadna.
__ADS_1
Mbak pernata rias datang ke sana.
"Mbak mau riasan yang sedang apa" tanya mbaknya.
"Natural saja" ucap yadna.
"Oh baiklah aku akan coba" ucap mbak penata riasnya itu.
Sedangkan di kediaman Luthfi saat ini Waffi dan Adiba tengah mencari Yadna yang tak ada di kamarnya, mereka heran kenapa Yadna pergi sepagi itu.
"Mungkin kakak sedang ada urusan" tanya Waffi.
"Ya mungkin saja" ucap Adiba.
"Aku sempat melihat kakak membawa tas" ucap Waffi.
"Oh ya tas untuk apa" tanya Adiba.
"Entah" ucap Waffi.
Adiba melihat pada Abinya yang sekarang sudah rapih di pagi hari.
"Abi mau ke mana" tanya Adiba.
"Abi ada urusan sebentar" ucap Luthfi.
"Kenapa emang boleh orang orang sesibuk ini" tanya Adiba.
"Mereka sibuk kak tidak seperti diri mu yang hanya pengangguran" ucap Waffi.
"Ish aku kerja" ucap Adiba.
"Oh ya kerja apa kalau hanya duduk saja di rumah sambil menikmati Teh hangat" ucap Waffi.
"Aku kerja di perusahaan tempat yang sama seperti yang kak Yadna kerja di sana" ucap Adiba.
"Oh yang bosnya pak Kathir yang tampan itu" tanya Waffi.
"Kamu tau" tanya Adiba.
"Ya waktu itu kan dia datang ke sini dan seperti nya mereka dekat" ucap Waffi.
"Ya mereka cukup dekat kata rumor di kantor orang orang bilang kalau kakak dan pak Kathir itu mempunyai hubungan yang spesial" ucap Adiba.
"spesial bagai mana" tanya Waffi.
"sudahlah anak kecil tidak perlu tau" ucap Adiba.
"Terserah" ucap Waffi.
Di KUA yang sekarang akan menjadi tempat Yadna dan kathir ijab qobul sekarang sudah ada Luthfi dan pak amta yang ada di sana.
Bukan itu saja Luthfi juga membawa dua saksi yang tak lain adalah tetangganya dan pak ustadz yang sering ke mesjid, Luthfi sangat bingung tadinya karena dia baru sadar kalau harus ada saksi dari dua belah pihak.
Karena takut Pihak Kathir tidak membawa saksi maka dia pun langsung membawa dua orang sekaligus untuk menjadi saksi.
"Ya tak apa pak, karena kan posisi nya itu kita lagi berkabung juga jadi hanya menikah saja dan nanti setelah kita sudah baik baik saja maka kita bisa membuat resepsi yang kita inginkan nanti nya" ucap Luthfi.
"Ya tak ada yang tau selain saya di keluarga karena Kata Kathir jangan di beri tau takutnya ada yang tidak suka apa lagi mamahnya Kathir masih sangat sedih atas kepergian Fathir" ucap Pak Amta.
"Mungkin kami juga sama" ucap Luthfi.
"Oh ya di mana mereka ya" tanya Pak Amta.
"Entah katanya Yadna juga sudah siap tinggal menunggu Kathir menjemput dia" ucap Luthfi.
Sedangkan sekarang Kathir menuju ke salah satu salon yang katanya Yadna juga ada di sana, tanpa berlama lama Kathir langsung masuk dan melihat calon istri nya itu.
"Adna" sahut Kathir.
Yadna yang sekarang sedang duduk pun melihat pada Kathir yang sekarang menjemput nya.
"Pak" sahut Yadna.
Kathir menatap pada Yadna yang sekarang sangat cantik dan sangat memukau itu, belum pernah dia melihat Yadna memakai riasan secantik itu.
"Masya Allah" gumam Kathir.
"Ayo berangkat" ucap Yadna yang hanya di balas anggukan kepala oleh Kathir karena dia tidak bisa berkata kata lagi.
"Mbak terima kasih atas kerja keras nya" ucap Yadna pada pegawai di salon itu.
"Ya sama sama" ucapnya.
Setelah membayar Yadna langsung pergi dari sana bersama dengan Kathir yang sekarang sudah memakai jas yang rapih juga.
"Kamu cantik" ucap Kathir.
"Terima kasih" ucap Yadna.
Yadna masuk ke dalam mobil yang sekarang di kendarai oleh supir, mereka berdua duduk di belakang.
"Pak apa Abi aku sudah datang" tanya Yadna.
"Entah aku belum melihat" ucap Kathir.
Yadna melihat dasi Kathir yang sekarang tidak rapih dia langsung meminta Kathir untuk menatap padanya.
"Pak coba lihat aku" pinta Yadna.
Kathir melihat pada Yadna yang sekarang ada di samping nya.
"Ini dasinya miring" ucap Yadna yang langsung membenarkan dasi yang Kathir pakai itu.
"Kamu datang sendiri" tanya Yadna.
"Ya aku sendiri tapi aku sudah meminta papah datang, kalau papah aku gak datang maafkan aku ya Adna, aku tidak bisa memaksa dia" ucap Kathir.
"Ya tak apa asal Abi aku datang acara ini bisa di langsung kan" ucap Yadna.
__ADS_1
"Kamu kemarin tanya tentang Arsala maaf aku tidak buka ponsel" ucap Kathir.
"Tak apa" ucap Yadna.
"kemarin dia memang bicara pada aku kalau katanya mamah mengirim kan video itu pada Umi kamu, aku sarankan agar Kathir memegang ponsel semua orang takut nya mamah mengirim kan pesan pada yang lain juga" ucap Kathir.
Yadna terkejut dia tidak menyangka kalau ternyata mamahnya Kathit akan melakukan hal itu.
"Benarkah pak tapi dia tidak bicara pada ku" ucap Yadna.
"Sudah dua malam yang lalu dia mengirim kan pesan malam malam aku tidak tau ada apa tapi dia bicara ini" ucap Kathir.
"Dia tidak bicara pada ku pak" ucap Yadna.
"Mungkin dia tidak mau membuat kamu sedih, sekarang kita fokus saja pada pernikahan ini dan nanti setelah kita menikah kita akan mencari cara untuk menghentikan ini semua" ucap Kathir.
"Ya Baiklah" ucap Yadna.
Mereka langsung menuju ke salah satu kua yang ada di sana, dan benar saja sudah ada papah Kathir dan Abi nya Yadna di sana.
Mereka langsung masuk ke salah satu ruangan yang terlihat sangat luas dan khusus untuk orang menikah, terlihat kalau seperti nya di sana ada orang yang baru saja menikah karena terlihat masih banyak para tamu yang mungkin saja datang untuk melihat ke sana.
"Silahkan" ucap penghulu yang ada di sana.
Mereka semua duduk di sana karena akan di mulai sekarang, acara pernikahan yang sakral ini sangat di nanti oleh kedua mempelai.
Hanya saja mereka berbeda tujuan dan niat mereka untuk menikah, Kathir dia berniat ingin menikah dengan Yadna karena Yadna sangat baik dan dia berharap kalau Yadna bisa sayang padanya.
Sedangkan Yadna tujuan dan niat dia menikah hanya karena ingin balas dendam pada mamahnya Kathir, Yadna sangat ingin menghapus video itu dan kalau saja bisa Yadna juga ingin menghapus ingatan mamahnya Kathir itu.
"Bagaimana siap" tanya Penghulu.
"Siap pak" ucap Kathir dan Yadna.
Ruangan itu terdengar sangat senyap sekali, Kathir merasakan hal itu dia melihat ke arah kanan dan kiri dia sekarang ternyata semua mata tertuju pada mereka.
Kathir menjabat tangan Luthfi terasa sekali oleh Luthfi kalau tangan Kathir sangat dingin dan bergetar mungkin karena Kathir sangat grogi.
"Saya terima nikah dan Kawinnya, Yadna Az Zahra Yasir binti pak Luthfi afdal Yasir, dengan mas kawin seperangkat alat sholat, emas sebesar 10 gram di bayar tunai" ucap Kathir lantang dengan bibir bergetar karena grogi.
"Bagaimana para saksi" tanya Penghulu.
"Sah" ucap nya.
"Alhamdulillah,...." penghulu itu berdoa sambil menengadah kan tangannya.
"Aminn" serempak orang orang mengaminkan doa yang baru saja di ucapkan oleh penghulu itu.
"Silahkan kecup kening istri kamu" titah penghulu.
Kathir menatap pada Yadna yang sekarang ada disampingnya.
Kathir mengangkat tangan kanannya dia menempelkan telapak tangan Kanan nya di kepala Yadna tepatnya di ubun ubun Yadna.
"Allaahumma innii as-aluka khoirohaa, wa khoiro maa jabaltahaa ‘alaihi, wa a’uudzu bika min syarrihaa, wa syarri maa jabaltahaa ‘alaihi" ucap Kathir sambil berdoa.
Tanpa terasa Yadna merasa kalau sekarang dunianya itu sudah berubah, Yadna merasa terharu apa lagi Kathir sampai sejauh ini ingin membantu nya.
Yadna sadar kalau pernikahan itu bukan untuk di permainkan apa lagi di buat sebagai ajang untuk balas dendam.
"Astaghfirullah kenapa aku baru sadar sekarang" gumam Yadna.
"Adna mulai sekarang aku sudah sah menjadi suami kamu, aku bertanggung jawab untuk mendidik mu, aku bertanggung jawab untuk menafkahi mu, aku juga bertanggung jawab memberi kan kamu nafkah lahir maupun batin, mulai detik ini aku lah yang akan menjadi teman kamu, aku juga yang akan menjadi tempat kamu berlindung dan merasa kan kasih sayang, Aku berjanji akan memperlakukan kamu sebagai istri" ucap Kathir.
Cup
Kathir mencium kening Yadna yang sekarang ada di hadapannya itu.
Yadna menyalami tangan Kathir ada rasa sesak di dada Yadna karena dia baru menyadari hal itu.
Yadna baru sadar kalau setelah menikah dia hanya akan bersama dengan Kathir, kemana pun pergi Yadna harus ijin pada Kathir, bahkan Yadna juga sekarang sudah bukan wanita bebas lagi dia punya suami yang harus dia layani setiap detik di kehidupan nya.
"Alhamdulillah akhirnya kalian sah menjadi suami istri" ucap Luthfi.
"Alhamdulillah" ucap Pak Amta.
Air mata jatuh dari mata indah Yadna, namun dengan cepat dia langsung menghapus nya.
Mereka menyalami tangan Luthfi dan pak Amta secara bergantian.
"Kalian sudah menjadi suami istri ingat jangan pernah pergi di saat ada masalah" ucap Luthfi.
"Ya Abi" ucap Yadna.
Setelah selesai mereka hendak pulang tapi Luthfi meminta mereka untuk pulang ke rumah dirinya karena sekarang sesuai janji Yadna harus meminta maaf dan meminta restu pada Uminya.
"Ingat ya setelah ke rumah kalian harus meminta restu juga pada orang tua Kathir" ucap Luthfi.
"Ya Abi" ucap Kathir.
Mereka pulang ke kediaman Luthfi bersama dengan Pak Amta yang juga ikut ke sana.
Mereka langsung saja pulang ke rumah karena ada hal yang harus mereka bicarakan di rumah.
Sekarang Yadna dan Kathir ada di satu Mobil yang sama.
Yadna menatap pada suaminya itu.
"Terima kasih" ucap Yadna.
"Terima kasih untuk apa" tanya Kathir.
"Karena kau mau bersama dengan aku wanita yang haram untuk di Sentuh" ucap Yadna.
"Tidak ada yang seperti itu aku sayang kamu dan sekarang kita sudah sah" ucap Kathir.
Yadna hanya tersenyum saja mendengar hal itu sampai sekarang dadanya sesak karena merasakan rasa bersalah apa lagi dia baru saja akan mempermainkan sebuah pernikahan.
"Kau janji akan menjadi istri yang baik pak" ucap Yadna.
__ADS_1