
Sangat di sayangkan bagi Yadna saat ini dia sampai di kediaman Sisi tapi sayang Sisi tak ada di sana.
Yadna tadinya akan bicara pada Sisi apa saja yang terjadi tapi dia tidak yakin kalau Sisi akan mendengar kannya apalagi Sisi sangat marah padanya.
"Gak ada" ucap Kathir.
"Apa mungkin dia ke Villa" tanya Yadna.
"Mungkin saja, kita ke sana" tanya Kathir yang saat ini terlihat sangat kelelahan, tak bisa Yadna bayangkan bos yang sangat menyebalkan itu akhirnya menjadi suaminya.
Bukan itu saja Yadna mungkin adalah wanita yang paling beruntung mendapatkan Kathir yang bahkan sangat di kagumi oleh kebanyakan wanita.
"Pak" ucap Yadna menatap pada suaminya itu, tanpa terasa Yadna langsung mendekat pada bosnya itu.
Yadna memeluk Kathir layaknya seorang istri yang baru saja memeluk suaminya.
"Terima kasih" gumam Yadna.
"Kenapa" tanya Kathir kebingungan apa lagi selama ini Yadna sangat ketus padanya.
Kathir tidak bisa berlama lama di peluk oleh seorang wanita apa lagi dia akan merasa sangat berh asrat jika dekat dengan Yadna atau pun seorang wanita.
"Lepaskan" ucap Kathir ketus dia tidak mau pelukan itu membangunkan yang sudah lama ini Kathir tahan.
Yadna menatap pada Kathir.
"Aku tau kamu menikah dengan aku karena terpaksa, tapi pak terima kasih setidaknya kamu sudah mau membela dan menjaga aku, oh ya aku janji setelah ini selesai aku akan segera meninggalkan kamu, aku tidak akan datang lagi ke kehidupan kamu aku janji pak" ucap Yadna.
Kathir tersenyum tipis dia merasa seperti orang yang tengah bermain petak umpet, dia menyembunyikan perasaan nya pada Yadna, Kathir seperti ketakutan jika perasaan nya itu di ketahui oleh Yadna.
Kathir menyembunyikan nya dengan sangat rapat dengan harapan Yadna akan merasakan perasaannya itu, namun sayang harapan itu hanya mempunyai harapan setelah persen saja.
Karena nyatanya Yadna tak akan segan segan meninggalkan nya jika semua itu selesai.
"Jika itu keputusan mu maka aku harap ini tidak akan selesai" batin Kathir berpikir ja hat.
"Sekarang kita akan ke mana" tanya Kathir.
"Kita istirahat saja" ucap yadna.
"Di rumah kamu" tanya Kathir.
__ADS_1
"Aku tidak tau" ucap Yadna.
"Datanglah ke rumah Papah kita akan menggali lebih banyak informasi di sana" ucap Kathir.
"Baiklah ayo" ucap Yadna.
Mereka memutuskan untuk pulang terlebih dahulu karena akan mengambil pakaian Yadna yang ada di kediaman nya.
Untung saja keluarga Yadna tidak banyak bertanya saat ini.
"Umi aku akan pergi ke rumah Mas ..." ucap Yadna tidak melanjutkan lagi ucapan nya apa lagi Yadna selalu salah jika mengucap kan nama Kathir.
"Kamu yakin" tanya Rena.
"Aku yakin Umi, dan soal Arsala aku akan cari dia sampai dia ketemu aku yakin dia tengah bersembunyi sekarang" ucap Yadna memeluk uminya itu.
"Ya nak tolong beri tau Umi di mana Arsala kalau kau sudah menemukan nya" ucap Rena.
"Ya Umi" ucap Yadna yang langsung meminta Ijin pada Luthfi dan memeluk Adiba yang saat ini juga ada di sana.
"Jaga diri kak" ucap Adiba.
"Kamu ini kakak bukan pergi jauh kan" ucap Yadna.
"Umi, Abi aku berangkat, Assalamualaikum" ucap Yadna yang langsung pergi dari sana meninggalkan keluarga nya yang sekarang masih bertanya tanya dengan video yang beredar itu.
"Waalaikum salam" sahut orang rumah menjawab salam dari Yadna.
Rena terduduk di sofa ruang tamu, setelah Yadna pergi Rena memperlihatkan rasa cemas, khawatir dan takut itu.
Mereka berpura pura baik baik saja di hadapan Yadna apa lagi saat ini mereka yakin kalau Yadna sekarang sedang tidak baik baik saja.
"Apa yang sedang kita lakukan ini Abi" tanya Rena.
"Umi tenang lah mereka punya kehidupan nya masing masing jadi kamu tidak perlu cemas" ucap Luthfi.
"Berapa banyak hal yang harus kita hadapi nanti nya Abi, aku tidak sanggup melihat mereka kesusahan, aku tau Yadna pasti menyimpan banyak masalah hanya saja dia tidak bicara" ucap Rena.
"Umi sudah mereka berhak menentukan kehidupan nya" ucap Luthfi.
Rena menatap pada kedua putra dan putri nya.
__ADS_1
"Aku harap kalian tidak seperti ini" ucap Rena.
"Aku tidak akan melakukan apa pun yang membuat Umi menangis" ucap Waffi.
"Ya Umi" ucap Adiba yang sebenarnya dia saat ini tidak terlalu yakin apa lagi dia sangat suka pada Arsala yang tak lain adalah kakak nya sendiri.
Adiba bahkan tidak percaya pada video Arsala yang memukuli orang lain bahkan selama ini Arsala adalah laki laki yang sangat berharga bagi Adiba.
Saat ini Rena hanya bisa diam saja dia tidak bisa melakukan apa apa, bahkan Arsala saja tidak bisa Rena temukan saat ini dia di mana.
"Sandiwara apa lagi yang kau mainkan" gumam Rena.
Sedangkan sekarang di Villa tengah pedesaan saat ini Sisi yang di Landa rasa amarah itu langsung datang ke sana dia ingin bertanya pada Mertua nya apa yang sudah dia lakukan pada suaminya.
Sisi yakin kalau ini semua kesalahan Mita karena Mita yang sangat benci dengan seseorang yang bergelar sebagai sekertaris di sebuah perusahaan.
Mita sangat benci akan hal itu apa lagi Sekertaris yang sangat dekat dengan tuannya apa lagi sampai menikah, hal itu mengingatkan Mita pada trauma yang dia alami dahulu.
"Mamah" geram Sisi yang langsung masuk ke dalam Villa yang besar itu.
"Ada apa, kamu baru datang, bagaimana dengan Yadna apa yang dia katakan" tanya Mita.
Sisi yang marah malah semakin bertambah marah saat mertua nya itu menanyainya berbagai pertanyaan yang sangat tidak kemanusiaan.
"Seperti yang mamah mau" ucap Sisi.
"Benarkah" tanya Mita.
"Ya kau telah berbohong pada ku, apa yang telah suami aku lakukan padamu sampai sampai kau meminta suami aku melakukan nya apa karena kamu sangat ingin menghancurkan Yadna, kenapa apa kau iri pada Yadna" tanya Sisi.
"Berani sekali kau bicarakan begitu pada ku" ucap Mita.
"Lepaskan Arsala karena dia tidak bersalah dan Yadna juga tidak bersalah yang bersalah itu kamu, dan hanya kami" ucap Sisi menunjuk pada Mita.
"Berani sekali kau" geram Mita yang langsung mendekat pada Sisi.
Plakk
Mita menampar Sisi yang ada di sana, Mita merasa sangat marah pada orang yang berani menghina nya.
"Kau tau aku sudah memecat banyak sekertaris dari perusahaan Kathir mau pun suami ku, karena apa karena aku tidak mau sampai sekertaris itu merebut milikku, apa salah aku sebagai seorang wanita melakukan hal ini" tanya Mita.
__ADS_1
"Tidak salah hanya saja kau menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan orang lain" ucap Sisi memegang pipinya yang merasa sangat sakit.
"Penjaga ikat wanita si alan ini" sahut Mita.