Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 100 Gladys kakak Rena


__ADS_3

Luthfi datang ke arah di mana Gladys berada sekarang.


"Gladys" ucap Luthfi.


Gladys yang sekarang sedang menatap pada Farid pun langsung melihat pada arah suara itu.


"Kak" tanya Gladys menatap pada Luthfi.


"Sedang apa" tanya Luthfi.


"Aku sedang duduk" ucap Gladys.


Luthfi menarik baju yang Gladys pakai, Luthfi membawa Gladys menjauh dari sana.


"Kamu ingat pada tujuan kamu datang kan" tanya Luthfi.


"Ya aku ingat" kesal Gladys.


"Kenapa mendekati Gus Farid terus" tanya Luthfi ketus dan datar.


"Karena aku sangat ingin padanya, lagi pula dia juga seperti nya suka pada ku" ucap Gladys.


"Suka" tanya Luthfi.


"Ya Kak, apa salah nya jika aku suka pada orang, apa itu akan membuat orang lain rugi" tanya Gladys.


"Sadarlah Gus Farid tak mungkin mau pada mu, Gladys kau bukan wanita baik baik, coba lah untuk tidak melakukan apa pun yang akan membuat mu di jauhi orang lain" ucap Luthfi.


"Kalau aku na kal kenapa, apa aku tak berhak untuk bahagia, apa hanya orang alim seperti kalian saja yang pantas bahagia" tanya Gladys.


"Bukan begitu hanya saja aku gak mau kamu terlalu berharap, bagaimana kalau laki laki yang kau dekati tau masa lalu mu" tanya Luthfi.


"Sudah lah kak kamu terlalu banyak mengatur" ucap Gladys yang langsung pergi dari sana meninggalkan Luthfi.


"Anak itu" geram Luthfi.


"Gus" sahut Farid yang baru saja datang ke sana.


"Gus Farid" tanya Luthfi tersenyum menatap pada Farid.


"Maaf aku menganggu, oh ya kapan datang" tanya Farid.


"Baru saja datang" ucap Luthfi.


Farid hanya tersenyum dia akan pergi dari sana, namun Luthfi menghentikan langkahnya.


"Gus" sahut Luthfi.


"Ya" tanya Farid.


"Bisa bicara di sana" tanya Luthfi menunjuk pada bangku yang ada di halaman pesantren bawah pohon yang cukup besar.


"Oh boleh" ucap Farid.


Mereka duduk di sana, sebenarnya Luthfi tidak tau harus mulai dari mana permintaan maaf itu, tapi dia akan berusaha meminta maaf atas kelakuan Gladys yang sudah Gladys lakukan pada Farid.


"Gus aku minta maaf atas sikap Gladys pada mu" ucap Luthfi.


"Minta maaf untuk apa? dia tidak melakukan apa apa hanya saja ya sikap nya terlalu friendly" ucap Farid.


"Ya maafkan dia" ucap Luthfi sedikit memohon.


"Kau tau Gus beberapa hari yang lalu aku bertanya padanya, kenapa dia begitu terobsesi pada ku tapi dia menjawab kalau aku bagaikan calon suami nya, katanya aku berbeda dengan pak tua yang dia kenal dulu, aku gak tau siapa pak tua itu" ucap Farid.


"Bagaimana bicara dia pada mu" tanya Luthfi.


Flash back on.


Hari itu di pesantren sedang panas, rasa haus melanda tenggorokan yang seperti terasa kering.


Farid memutus kan untuk mengambil minum.


Tapi sayang di persediaan air minum kamar santri putra saat itu tak ada air.


"Hah air nya habis" gumam Farid.

__ADS_1


"Haykal yang menghabiskan air nya Gus" sahut salah satu santri.


"Tak apa aku akan ambil yang baru" ucap Farid.


Farid langsung mengambil galon yang menancap pada Dispenser itu.


Farid akan mengambil galon yang baru yang ada di rumah Abah karena memang persediaan air minum ada di sana.


Farid masuk ke pesantren yang di khususkan untuk santri putri.


Karena dinding yang besar itu menghalangi antara santri putra dan santri putri jadi tak sembarang santri yang masuk ke dalam sana.


Farid menuju ke arah rumah Abah.


"Assalamualaikum Abah aku mau ambil galon" ucap Farid.


"Waalaikum salam Gus, tapi galon ada di ruang UKS" ucap Abah.


"Oh baiklah aku akan ke sana" ucap Farid.


Farid menuju ke arah UKS,


"Galonnya ada di sini, tapi mending di sini dari pada di rumah Abah, aku malu datang ke sana" ucap Farid.


Tanpa di duga Gladys datang ke sana dan langsung memeluk Farid dari belakang.


Farid yang merasa kan hal itu langsung mendorong Gladys karena terkejut.


"Astagfirullah Gladys kamu ini kenapa tak sopan" ucap Farid.


"Kamu ja hat" ucap Gladys.


"Jangan begitu kita bukan Makhrom" ucap Farid.


"Selalu saja begitu" geram Gladys.


"Tapi kita gak boleh karena kita gak punya hubungan" ucap Farid yang sekarang marah dan kesal.


"Baiklah kalau begitu kita menikah saja" Sahut Gladys.


"Kamu ngartis sekali" geram Gladys.


"Tidak perduli apa yang kamu bicarakan tapi aku gak mau kamu melakukan ini lagi pada ku atau orang lain, Gladys tak ada alasan kamu untuk suka pada Ku" ucap Farid yang langsung mengambil galon air.


"Gus Farid, kamu tau aku terlalu berharap tapi aku melihat sosok yang berbeda dari diri mu, aku sangat suka pada mu, ya memang tak ada yang bisa aku sukai dari kamu tapi setidaknya kamu gak seperti pak tua yang aku temui dahulu, aku sangat benci padanya, Gus Farid kau tau aku gak pernah merasa kan kasih sayang dari siapapun jadi aku berharap ada laki laki yang bisa menyayangi aku" ucap Gladys.


Farid menggeleng kan kepala nya, namun dia langsung berjalan dari sana.


"Kenapa kamu tak menikah dengan ku saja" sahut Gladys.


"Jodoh gak akan ke mana jadi tenang saja" sahut Farid.


"Padahal aku sangat ingin menjadi istri mu" sahut Gladys.


Farid hanya tersenyum saja mendengar kan hal itu.


Apa jangan jangan Farid suka pada Gladys???


Flash back off


"Begitu cerita nya" ucap Farid.


"Astaga aku gak tau kalau Gladys sebar bar itu" ucap Luthfi.


"Tak apa Gus, aku tau kalau dia baik sama seperti Kakaknya yang baik" ucap Farid.


"Kamu tau kalau Gladys itu bukan adik ku" ucap Luthfi.


"Kenapa" tanya Farid.


"Dia kakak sebapak nya Rena" ucap Luthfi.


"Apa jadi Gladys Kakak Rena" tanya Farid.


"Ya dan aku sangat minta maaf pada mu karena hal itu" ucap Luthfi.

__ADS_1


"Tak apa Gus, apa mungkin dia kekurangan kasih sayang, maafkan aku karena menanyakan hal ini" tanya Farid.


"Ya mungkin saja begitu karena yang aku tau juga mamah dan Ayah tak pernah perduli pada Gladys wajar saja kan karena aku juga kurang kasih sayang" ucap Luthfi.


"Aku masih tak paham kalau Gladys adik Ning Rena, tapi Gus aku gak akan bertanya lebih jauh, oh ya maaf karena aku pernah membentak Gladys" ucap Farid.


"Kamu ini aku senang kalau ada yang menegur Gladys" ucap Luthfi.


"Tapi tenang saja sekarang seperti nya dia tak pernah mendekati aku lagi" ucap Farid.


"Kalau dia berani mendekat atau macam macam aku gak akan Tinggal diam" ucap Luthfi.


"Tak apa jangan terlalu berlebihan" ucap Farid.


Sedangkan sekarang Rena akan ke warung karena akan membeli makanan yang pedas untuk nya dan kakak ipar nya.


tapi Rena juga mengurangi kepedasan di makanan itu, apa lagi Zia baru saja melahirkan.


Namun Rena melihat ada Gladys di sana dia sekarang paham kalau Gladys mungkin kakak Rena dari Herman dan Mayang, Walaupun tak ada yang tau kebenaran nya tapi Rena sekarang yakin kalau Gladys adalah kakaknya.


Rena langsung memeluk Gladys yang ada di sana.


"Gladys kamu sekarang kakak ku" ucap Rena.


"Kakak ipar ada apa ini" tanya Gladys.


"Kamu Kakak sebapak aku" ucap Rena.


"Ada apa" tanya Gladys.


"Ayah Herman adalah papah aku juga" ucap Rena.


"Apa" tanya Gladys tak paham.


"Ya pokoknya begitu lah" ucap Rena.


"Kakak ipar aku sangat senang kau datang tapi aku ada urusan sebentar, nanti aku datang ke rumah kak Zia ya, aku akan bertemu dengan bayinya kak Zia" ucap Gladys yang langsung pergi dari sana meninggal kan Rena.


"Gladys apa kau tak pernah rindu pada Faiz yang jelas jelas anak mu" gumam Rena.


Luthfi yang menatap mereka dari jarak jauh pun langsung tersenyum, dia bahagia jika Rena bahagia.


Baru kali ini Luthfi mendapatkan wanita yang bisa paham pada keadaan nya.


Setelah beberapa tahun tak ada yang sayang akhirnya kehadiran Rena bisa membuat Luthfi merasa kan kasih sayang.


Entah Rena atau Luthfi yang paling bahagia karena mendapat pasangan yang baik,


Namun dari kisah mereka kita bias melihat kalau seorang wanita akan bahagia jika mendapat kan laki laki yang paham agama, dan paham pada kondisi seorang wanita.


Bahkan Luthfi juga seperti nya bahagia karena mendapat kan wanita yang tak banyak meminta, bahkan jarang bergaul dengan orang lain, Rena wanita yang bisa menerima Luthfi, bisa menjadi obat saat ada orang yang membuat Luthfi hancur.


Dan benar adanya jika seorang wanita akan bahagia saat mendapat kan laki laki yang bisa membawa nya untuk kembali ke jalan Alloh.


Di jaman sekarang yang wanita butuh kan itu bukan laki laki yang tenar, atau yang modis.


Tapi laki laki yang bisa menjaganya dan memperlakukan nya layaknya ratu.


Seorang wanita lebih takut jika mendapat kan laki laki yang kasar, dan tak pernah melaksanakan ajakan Islam.


Karena Islam di kepribadian nyata lebih bagus dari pada Islam di kartu kependudukan.


Rena memakan makanan itu bersama dengan Zia kakak ipar nya.


"Ning aku pernah dengar kalau Gus Yasya menikah dengan Rosa ya" tanya Zia.


"Ya" ucap Rena.


"Jodoh gak kemana ya" ucap Zia.


"Ya kak aku juga gak tau tapi mungkin sudah jodoh nya" ucap Rena.


"Takdir tak bisa di tebak" ucap Zia.


"Ya begitu juga dengan nyawa" ucap Rena.

__ADS_1


__ADS_2