
Setelah sholat Rena langsung tadarus Al Qur'an dia melanjutkan hapalan Qur'an nya yang masih beberapa surat lagi untuk khatam.
hingga selesai dia keluar karena Rena ada jadwal mengajar santri putra pelajaran yang sudah abah berikan.
Rena membaca buku yang isinya pelajaran yang sudah Abah berikan.
"apa ini kenapa membahas ini" gumam Rena bingung pada pelajaran yang abah berikan.
Rena membaca semua nya dengan teliti tapi sepertinya ini tak ada dalam pelajaran apa lagi pelajaran ini terlihat seperti kitab Fathul Izhar.
Rena malu sendiri membacanya dia hanya tertawa cengengesan karena harus membahas itu.
"yang benar saja Abah memberikan pelajaran begini" gumam Rena.
Rena penasaran dia langsung menuju ke rumah abah dia ingin menanyakan pelajaran itu.
"assalamualaikum Abah ini bagaimana kenapa pelajaran nya begini" tanya Rena.
"waalaikum salam apa Ning" tanya Abah.
"ini mah sama seperti kitab Fathul Izhar Abah" ucap Rena.
"mana Abah lihat" ucap Abah yang langsung mengambil buku yang ada di tangan Rena.
"astaghfirullah abah lupa bukan yang ini tapi yang satu nya lagi" ucap Abah tersenyum menyesali kesalahannya itu.
"Abah ambil dulu aku tunggu di sini" ucap Rena.
"ya sebentar" ucap Abah yang langsung masuk ke dalam kamar nya mengambil buku.
"Abah ini mau mengajarkan pelajaran itu pada santri bahkan aku saja belum pernah melakukan nya" gumam Rena tersenyum.
hari demi hari Rena lalui namun dia merasa cemburu apa lagi kedatangan Misbah ke sana untuk bertemu dengan Luthfi membuat Rena cemburu.
jujur saja rasa benci dari hati Rena pada Luthfi sudah berkurang justru sekarang malah di ganti kan dengan rasa cemburu kalau Luthfi tengah bersama wanita lain.
Rena berniat untuk menerima lamaran Luthfi walaupun lamaran itu sudah lama dan mungkin Luthfi juga sudah melupakan nya, pikir Rena.
Rena menghadap pada Abah namun ada hal yang sangat mengejutkan bagi Rena.
ada seorang laki laki yang datang ke sana dan sekarang sedang berbincang dengan Abah.
"Ning ada Ustadz Ilyas dia mau bicara sana kamu" ucap Abah.
Rena tersenyum dengan terpaksa pada orang itu.
"assalamualaikum Ustadz" ucap Rena yang langsung duduk di kursi sana.
__ADS_1
"waalaikum salam" ucap Ilyas.
"ada keperluan apa ya" tanya Rena.
"Ning" ucap Abah dengan penuh penekanan karena Rena terkesan sangat tak sopan.
"kedatangan saya kemari karena ingin melamar kamu" ucap Ilyas.
"oh" ucap Rena yang langsung tersenyum tipis karena dia tau laki laki akan pergi saat Rena mengeluarkan kata kata mutiara nya.
"tapi aku seorang janda Ustadz" ucap Rena.
Ilyas menatap pada Rena dan Abah secara bergantian.
"saya akan menerima apa pun yang ada pada kamu" ucap Ilyas.
Rena terkejut kalau Ilyas ternyata menerima status nya yang seorang janda.
"tapi aku gak mau menikah kita gak saling mengenal apa lagi aku takut kamu kecewa karena aku tak seperti wanita yang cantik di luaran sana" ucap Rena.
"soal tak saling mengenal kita bisa saling mengenal dahulu dan untuk masa lalu kamu, insha Alloh aku bisa menerima nya" ucap Ilyas.
"tapi aku gak siap untuk menikah" ucap Rena menolak secara halus.
Ilyas pun sadar dengan apa yang di ucapkan Rena.
"waalaikum salam" ucap Abah dan Rena.
namun Abah merasa malu pada setiap lamaran yang datang dan Rena malah menolak nya.
"Ning kenapa di tolak" ucap Abah.
"Abah aku gak mau menikah" ucap Rena.
"Ning, Abah itu hanya mau kamu punya suami ya Abah tau kamu masih kecil tapi Ning, Abah rasa kamu sudah waktunya untuk punya suami" ucap Abah.
"apa alasan nya" tanya Rena.
"pertama Abah tak mungkin membiayai kamu apa lagi Abah tak bekerja, kedua kamu butuh pendamping hidup, ketiga Abah sudah terlanjur pusing Ning pada ustadz ustadz yang datang ke sini tapi kamu tolak Ning Abah malu pada mereka belum lagi para tetangga selalu bilang yang bukan bukan tentang kamu" ucap Abah.
Rena paham pada maksud ucapan Abah, Rena menghela nafas nya kasar.
"ya Abah aku tau omong orang sangat menyakitkan, apa lagi banyak sekali rumor yang mengatakan aku ini lah aku itu lah, ya anak aku paham" ucap Rena.
"Abah hanya mau kamu selamat dari fitnah orang orang" ucap Abah.
"baiklah aku ikut apa pun yang abah inginkan" ucap Rena.
__ADS_1
"benarkah Abah akan secepatnya menikah kan mu dengan pilihan Abah" ucap Abah.
"ya aku ikut saja asal itu yang terbaik untuk aku" ucap Rena.
Rena keluar dari rumah Abah, dia melihat ada sebuah keresek sampah yang ada di taman pesantren.
Rena mendekat dan menggusur keresek sampah itu.
"Ning" sahut seseorang yang tak asing di telinga Rena.
Rena melihat ke belakang ternyata ada Luthfi yang sedang memanggil nya.
"ya ada apa" tanya Rena.
"biar aku saja yang membuang nya, oh ya tadi ada Ustadz Ilyas datang apa dia ingin melamar mu" tanya Luthfi.
"kalau ya kenapa" tanya Rena.
"kenapa di tolak Ning aku tau betul Ustadz Ilyas itu baik dan dia juga sangat menghargai perempuan kenapa di tolak" tanya Luthfi.
"ish terserah aku lah bukan urusan kamu juga" ucap Rena geram.
"ya maksud aku kenapa kamu tolak" tanya Luthfi yang penasaran karena Rena sangat bo doh kalau menolak Ilyas laki laki yang sangat di idam idamkan oleh banyak perempuan.
"dasar gak peka, aku akan menikah dengan laki laki yang Abah pilih kan, puas" ucap Rena marah marah.
Luthfi heran dia menggeleng geleng kan kepala nya sambil tersenyum melihat Rena yang kesal itu.
"astaghfirullah Ning kamu sangat menggemaskan" gumam Luthfi.
Rena membuang sampah itu ke tempat nya, dia kesal pada Luthfi yang banyak tanya itu apa lagi dia juga malah bertanya kenapa Rena menolak nya.
"kesal sekali aku dia tak peka padahal dia juga tau kalau aku menolak semua laki laki yang datang, dan Abah juga ngapain sih dia menyuruh aku cepat menikah kan aku ini mau menikmati keindahan lajang aku" gumam Rena.
jujur saja dalam hati Rena tak ingin cepat cepat menikah karena dia tak mau tersakiti lagi seperti dahulu.
tapi jika mendengar dari alasan abah, Rena paham kalau Abah Malu pada ucapan tetangga yang sering kali bicara yang bukan bukan pada Rena.
Luthfi mendekat lagi pada Rena.
"baiklah kenapa tak menikah dengan ku" ucap Luthfi.
Rena terkejut hatinya berkata mau tapi gengsinya seolah menolaknya.
"aku akan menikah dengan pilihan Abah" ucap Rena.
"oh baiklah" ucap Luthfi tersenyum.
__ADS_1
bersambung