Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 76 lokasi hp Rena


__ADS_3

Luthfi datang ke rumah sakit dia ingin melihat keadaan Faiz sebenarnya dia juga sangat berharap kalau pak supir bangun dan menceritakan semua nya pada Luthfi.


Luthfi melihat Faiz terlebih dahulu bayi itu tak kenapa kenapa hanya saja seperti ada luka di pipinya, entah luka apa karena kalau di lihat lihat seperti luka bekas cakaran kucing.


"Bagaimana keadaan pak supir" tanya Luthfi.


"Tidak ada perkembangan tuan" ucap Revan.


"Tuan bagaimana dengan Nona di mana dia" tanya Bi Cici.


"Saya belum tau bi" ucap Luthfi.


Bi Cici hanya diam saja dia tak mau bertanya lagi karena dia tau kalau Luthfi sedang bersedih.


Sedang kan Revan yang melihat hal itu pun semakin merasa bersalah apa lagi dia tau di mana Rena tapi dia tidak bicara pada Luthfi.


Sebenarnya Revan takut di sisi lain dia di ancam dan di sisi lain hatinya merasa kasihan pada Luthfi.


Revan mungkin dalam zona serba salah namun dia masih bersyukur kalau Rena baik baik saja.


Luthfi menatap pada Revan yang tengah duduk di kursi tunggu itu.


"Kamu tau tim sar menemukan hp Mamah di jurang itu" ucap Luthfi.


"Hp Mamah maksud nya hp nyonya Mayang" tanya Revan.


"Ya aku yakin kalau dia pelakunya tapi sayang dia tidak bicara apa pun pada polisi tadinya dia mengancam aku untuk menikah dengan Nagita dan dia akan memberikan Rena pada ku tapi kata nya, dia hanya mengambil kesempatan di tengah kesempitan, sekarang siapa yang harus aku percaya orang dekat mana lagi yang akan mengkhianati ku" ucap Luthfi.


Revan semakin di rundung rasa bersalah dia tak tau harus berbuat apa lagi sekarang.


"Tuan tenang saja aku yakin kalau Nona baik baik saja" ucap Revan.


"Ya tapi di mana Rena selagi aku belum bisa melihat nya aku gak percaya kalau Rena ku masih hidup" ucap Luthfi.


"Aku yakin kalau Nona baik baik saja anda tenang tuan mungkin pihak kepolisian akan menentukan pelaku nya" ucap Revan.


"Revan dengan segala bukti dan kenyataan apa aku masih bisa berharap kalau Rena masih hidup" tanya Luthfi.


Revan semakin gelisah dia tak bisa berbuat apa apa.


"Ya tuan kau benar" ucap Revan.


"Pintu mobil yang terkunci, ya memang benar adanya siapa orang yang bisa keluar dari mobil yang terkunci tanpa peralatan, dan kalau Faiz saja ada di dalam ke mana Rena, satu hal yang tak aku mengerti itu karena saat aku masuk ke dalam mobil Rena tak ada di sana, mustahil kan kalau Rena akan bersembunyi di kolong Kursi saat ini aku hanya berharap kalau pak supir akan bangun dan menceritakan semua nya pada ku" ucap Luthfi.


"Ya tuan aku harap juga begitu" ucap Revan.


Luthfi saat ini sangat hancur dia sangat tak bisa berbuat apa apa lagi, kenyataan pahit ini membuat dia lemah hanya saja Luthfi menguatkan diri sendiri karena kalau dia ikut hancur maka siapa yang akan mencari Rena.


Luthfi ingat pada hp Rena yang selalu Rena bawa, Luthfi baru sadar pada hp itu Luthfi langsung berjalan ke arah ruangan Faiz, dia akan mengeledah barang barang bawaan dia tadi pagi.


Luthfi mengeluarkan semua isi yang ada di dalam koper milik Rena, tak ada hpnya di sana Luthfi mencari di tas Faiz tak ada juga dan terakhir dia mencari di koper miliknya dan tak ada juga.


"Syukur lah aku akan cari lokasi hp itu segera" gumam Luthfi meminta pada Dimas untuk mencari lokasi hp itu di mana dia ingin segera menemukan Rena.


📞📞


"Tolong cari lokasi keberadaan hp Rena" titah Luthfi.


"Baik tuan saya akan cari tau lokasi sekarang" ucap Dimas.


"Segera kabari aku jika ada informasi" ucap Luthfi.


"Baik tuan" ucap Dimas.


📞📞


Luthfi memiliki secercah harapan untuk bisa menemukan Rena dia tak bisa terus diam saja seperti itu, dia akan mencari sebisa mungkin sambil berpegangan pada kalimat "Man Jadda wa Jadda" dan berharap semoga usahanya menjadi "Kun fayakun".


Revan sangat penasaran kenapa Luthfi bisa keluar dari mobil dia akan menanyakan nya pada Luthfi sekarang.


"Tuan kenapa anda bisa keluar dari mobil" tanya Revan.


"Cerita nya begini" ucap Luthfi.

__ADS_1


Flash Back onn


Di perjalanan saat kan ke pesantren, saat ini Luthfi dan Rena tengah menikmati suasana jalanan yang mereka lewati hingga sebuah telpon membuat pandangan Luthfi fokus pada layar hpnya.


"Ada apa" tanya Rena.


"Ini ada telpon" ucap Luthfi.


Luthfi mengangkat telpon nya, dan penelpon itu adalah karyawan nya yang meminta nya untuk datang karena ada masalah dalam pekerjaan.


Luthfi terpaksa untuk berhenti di sisi jalan untuk membereskan dulu pekerjaan dia sangat kecewa karena tak bisa berangkat bersama dengan Rena.


"Gak papa Gus kita pergi saja ke perusahaan" ucap Rena.


"Jangan kamu pulang saja duluan aku akan menyusul kamu ke pesantren nantinya" ucap Luthfi.


"Ga papa ayo kita ke perusahaan saja kita pulang bareng ke pesantren" ucap Rena.


"Sayang aku akan menyusul memakai motor jadi akan cepat aku untuk sampai, kamu sekarang bersama dengan pak supir ke pesantren duluan aku akan menyusul aku gak mau membawa kamu ke dalam masalah lagi" ucap Luthfi.


"Masalah apa" tanya Rena.


"Ya di Perusahaan kan ada Mamah, kamu percaya ya sama aku setelah selesai aku akan langsung pulang ke pesantren menyusul kamu dan Faiz" ucap Luthfi.


"Baiklah tapi jangan lama lama ya, atau gak kita bareng saja" ucap Rena.


"Jangan takutnya akan lama" ucap Lutfhi.


Luthfi langsung turun dari mobil dia langsung naik ojek namun Luthfi saat itu melihat kalau mobil sudah melaju pergi, sebenarnya Luthfi sudah tak mau mengelola perusahaan itu tapi bagaimana lagi hanya dia yang mampu mengelola nya.


"Pekerjaan ini menyita waktu ku" gumam Luthfi.


Flash back off.


"Aku gak tau karena saat itu aku melihat kalau mobil itu baik baik saja" ucap Luthfi.


"Apa mungkin ada yang sengaja melakukan nya" tanya Revan.


"Aku masih tak habis pikir tuan" ucap Revan pura pura ta tau.


"Ya apa lagi aku" ucap Luthfi.


Drtt


Hp Luthfi menadapat kan pesan dia langsung membukanya.


Di sana tertulis pesan dari Dimas, Luthfi cukup senang saat melihat kalau ada alamat juga yang Dimas kirimkan padanya.


Luthfi membuka pesan itu dia sangat sangat penasaran.


{Tuan ini adalah hasil pelacakan tentang hp nona Rena lokasinya ada di sini} pesan Dimas sambil mengirimkan gambar lokasi dan alamat nya juga.


"Aku menemukan lokasi hp Rena" ucap Luthfi.


"Tuan mau mencari sekarang biar aku temani mencari nya" ucap Revan.


"Kamu bisa" tanya Luthfi.


"Aku bisa ayo tuan" ucap Revan.


Luthfi mengutak atik hpnya lagi dia mengirim pesan pada Dimas.


{Pantau terus kalau lokasinya berpindah kasih tau aku} pesan dari Luthfi.


{Baik tuan} balasan dari Dimas.


Luthfi dan Revan langsung berangkat ke arah lokasi yang sudah di kirim kan oleh Dimas tadi, saat ini Revan mengantar Luthfi dia ingin menebus kesalahannya jadi dia akan membantu Luthfi mencari di mana Rena sekarang.


Namun Revan tak mungkin memberi tau kan pada Luthfi di mana Rena karena dia juga takut kehidupan nya akan dalam bahaya apa lagi yang tengah mereka hadapi ini bukan orang sembarangan.


"Andai saja aku punya uang mungkin aku gak akan di perlakukan seperti ini" batin Revan.


Mereka menuju ke arah tempat hp Rena berada, Luthfi merasa sangat senang karena dia tau kalau Rena masih hidup.

__ADS_1


"Alhamdulillah ya Alloh setidaknya aku punya sedikit harapan" batin Luthfi.


Sedangkan di sisi lain Mayang masih di interogasi oleh beberapa polisi bahkan dia juga di jaga ketat oleh para polisi itu, Mayang sangat malang dia salah masuk kandang.


Bahkan sekarang juga Sofi di interogasi atas kebenaran kalau Mayang sejak pagi ada di casinonya.


Saat ini Sofi lah yang paling berat apa lagi saat ada polisi yang tau pekerjaan nya dia akan dalam bahaya.


"Jeng kenapa membawa bawa aku dalam masalah mu ini" ucap Sofi.


"Jeng Sofi bantu aku saat ini aku sangat tak tau harus apa jadi tolong bantu aku" ucap Mayang.


"Sebenarnya ada apa" tanya Sofi.


"Rena hilang mobil nya kebakaran dan di tempat kejadian ada hp milik ibu Mayang yang tergeletak tak jauh dari tempat kejadian" ucap polisi.


"Rena? anak aku" tanya Sofi.


"Ya anak kamu siapa lagi" ucap Mayang.


"Astaga anak aku kecelakaan bagaimana kondisi dia pak" tanya Sofi saat tau kalau putri nya kecelakaan.


"Dia hilang bu pihak kami ada yang memutuskan kalau Rena sudah tiada karena terbakar di dalam mobil sedang kan pak Luthfi yakin kalau Rena masih hidup dan saat ini ada yang sedang menculik nya" ucap Polisi.


"Rena aku ada yang menculik tapi siapa yang berani melakukan itu pada putri ku" ucap Sofi cemas dia takut Rena kenapa kenapa.


Walau pun Sofi seperti itu pada Rena tetap saja, dia tak mungkin rela melihat Rena kecelakaan dan di nyatakan meninggal.


"Kami sedang menyelidiki nya" ucap Polisi.


"Rena" gumam Sofi tak percaya kalau putri nya akan mengalami hal itu.


Sofi mengambil hpnya yang ada di dalam saku celana nya.


📞📞


"Cari putri ku sampai dapat" titah Sofi pada anak buahnya.


"Dia kecelakaan tapi menantu bilang kalau Rena saat ini ada yang menculik" ucap Sofi lagi.


"aku tunggu kabarnya" ucap Sofi.


📞📞


Sofi terlihat sangat panik tentu saja anak satu satunya di nyatakan hilang bagaimana mungkin dia bisa diam saja mendengar hal itu.


"Aku sumpahi orang yang melakukan itu akan mendapatkan hukuman yang setimpal" geram Sofi.


Namun Sofi malah curiga pada Mayang apa lagi Mayang sangat kurang baik dengan Luthfi dan bisa jadi dengan Rena juga mereka kurang baik.


"Jeng Mayang apa kau tidak melakukan sesuatu" tanya Sofi.


"Apa maksudmu" tanya Mayang.


"Apa kau yang melakukan ini pada Putri ku karena kau ingin memanfaatkan Luthfi" tanya Sofi.


"Jeng jangan fitnah aku tak melakukan apa apa" bantah Mayang.


"Aku gak percaya padamu aku tau hubungan kalian kurang baik dan bisa saja kan kalau kamu dalang di balik ini semua" ucap Sofi.


"Jaga bicara mu Sofi aku tak melakukan apa apa" ucap Mayang kesal.


"Kamu marah dan terlihat panik kamu benar benar tak melakukan nya kan lalu kenapa kamu langsung panik seperti itu" ucap Sofi.


"Aku panik karena ada polisi" ucap Mayang.


"jujur saja Mayang aku tau kamu itu iblis" ucap Sofi.


"Jaga bicara kamu Sofi" geram Mayang.


Mereka saling diam saat di tatap oleh polisi yang menjaga di sana, saat ini para polisi akan menjaga Mayang dan Sofi mengawasi mereka dua puluh empat jam sampai kasus ini selesai.


Sofi sangat berharap kalau Rena segera ketemu dia tak bisa melakukan apa apa selain meminta bantuan pada anak buahnya yang saat ini hanya mereka yang Sofi percaya.

__ADS_1


__ADS_2