Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 109 pengakuan Revan suka pada Nagita


__ADS_3

Luthfi tersenyum mendengar kalau Nagita dan Revan sudah semakin dekat.


mungkin Revan juga merasa seperti itu apa lagi sekarang hubungan mereka sudah mulai membaik.


Flash back onn


Malam itu Revan tidak bisa tidur karena dia merasa kan sakit di sekujur tubuh nya.


Bahkan sekarang dia merasa sangat ingin ke kamar mandi.


Revan bangun dari tempat tidur nya, dia berjalan ke arah luar karena di kamarnya tak ada kamar mandi jadi dia terpaksa harus keluar kamar.


Revan melihat ada Nagita yang menunggu dia di ruang tamu sampai ketiduran di atas sofa, Revan sangat lemas tapi dia berusaha untuk membangun kan Nagita.


Karena sekarang udaranya sangat dingin, Nagita tak akan tahan pada udara di luar.


Revan mencoba membangun kan Nagita tapi sayang dia tidak bisa di bangunkan.


"Nagita ayo bangun" ucap Revan.


Namun Nagita tertidur sangat pulas sekali, Revan mengendong Nagita untuk dia bawa ke lantai atas ke kamar nya.


Namun Revan takut tidak akan kuat apa lagi dia sangat lemas sekarang.


Revan membawa Nagita dengan perlahan dia tidak membawa Nagita ke lantai atas tapi ke kamarnya yang ada di lantai bawah.


Revan tak akan kuat apa lagi Nagita yang cukup berat.


Revan menatap pada wajah yang sangat cantik itu, Nagita memang sangat cantik dia pintar hanya saja dia terlalu sombong dan ingin menang sendiri.


Revan merasa sangat lemas tangan nya gemetar saat memangku Nagita, untung saja Revan tak menjatuhkan Nagita ke lantai.


Revan menidurkan Nagita di atas ranjang yang sangat empuk itu.


Revan menyelimuti seluruh tubuh Nagita takutnya Nagita akan merasa kan kedinginan.


Revan terduduk di lantai dia sangat sangat lemas sekarang padahal dia baru saja makan tadi.


"Astaghfirullah" gumam Revan.


Revan langsung bangkit dan merebahkan tubuhnya di samping Nagita yang sekarang sedang tertidur pulas.


Revan langsung tertidur karena merasakan sakit pada seluruh badan nya.


Pagi harinya Nagita terbangun dia melihat kalau saat ini dia tertidur di atas ranjang yang tak asing.


Nagita langsung bangun saat melihat ada Revan yang ada di samping nya.


"Sedang apa aku di sini" tanya Nagita pada diri sendiri.


Nagita langsung bangun dia melihat jam yang sekarang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh pagi.


"Aku pasti ketiduran di sini" ucap Nagita.


Revan terbangun dia melihat pada Nagita tapi sayang Revan masih sakit bahkan dia semakin parah sekarang.


"Semalam kau tidur di luar" ucap Revan.


"Kau melakukan apa pada ku" tanya Nagita.


"Aku sedang sakit aku tidak berselera untuk melakukan apa pun pada mu" ucap Revan.


"Jangan bohong" ucap Nagita.


Revan hanya mengangguk kan kepala nya lemah dia langsung menyelimuti tubuh nya menggunakan selimut tipis.


Nagita langsung membuka selimut yang Revan pakai.


Nagita mengecek suhu tubuh Revan tapi ternyata tubuh Revan masih sangat panas tetapi Revan merasakan kedinginan.


"Aku akan pakaikan selimut lagi" ucap Nagita memakai kan Selimut pada Revan.


Nagita langsung keluar dari sana dia langsung menuju ke kamar nya untuk mencuci muka, setelah nya dia akan membuat kan bubur untuk Revan.


Tapi sekarang Nagita akan menghubungi seseorang terlebih dahulu.


"Aku harap dia bisa datang" gumam Nagita.


📞📞


"Fik apa kamu ada di rumah sakit" tanya Nagita pada salah satu rekannya untuk menanyakan keberadaan teman nya.


"Ada" ucap Fikri.


"Bisa datang ke rumah ku" tanya Nagita.


"Ada apa" tanya Fikri.


"Aku mau berobat" ucap Nagita.


"Oh aku gak bisa datang ke rumah mu, tapi kalau kamu mau datang saja ke sini atau di antar saja sama supir kamu" ucap Fikri.


"Ya baiklah aku akan datang" ucap Nagita.


📞📞


"Bagaimana ini" gumam Nagita.


Namun Nagita merasa sangat aneh pada dirinya sekarang, dia merasa sangat khawatir pada Revan.

__ADS_1


"Astaga kenapa aku ini, kenapa aku sangat perhatian padanya padahal aku dan Revan kan tidak terlalu dekat" gumam Nagita.


Nagita memegang kepala nya.


"Apa mungkin aku suka pada Revan, oh tidak Mungkin, Nagita kamu itu Dokter jadi wajar saja kan kamu perhatian pada orang yang sakit, karena kewajiban mu melakukan hal terbaik untuk pasien" gumam Nagita menatap pada cermin yang ada di kamarnya.


Nagita tersenyum mentertawakan diri nya sendiri, apa lagi saat ini rasanya lucu saja kalau dia jatuh cinta pada bocil seperti Revan.


"Ayolah Nagita kamu tidak mungkin akan suka pada bocah itu kan" gumam Nagita.


Nagita langsung menuju ke arah dapur dia akan membuat kan Bubur setelah selesai dia langsung membawa bubur itu pada Revan yang sekarang masih rebahan di atas ranjang.


"Ayo makan" ucap Nagita.


"Ya" ucap Revan.


Nagita membantu Revan untuk Bangun, Nagita juga yang menyuapi Revan karena seperti nya Revan tidak bisa makan sendiri.


"Ayo makan, setelah ini kita ke rumah sakit" ucap Nagita.


"Untuk apa" tanya Revan.


"Memeriksa kamu, aku tau kamu sakit yang tak biasa, mungkin kamu mempunyai tipus atau penyakit lambung" ucap Nagita.


"Padahal aku akan sembuh" ucap Revan.


"Kapan" tanya Nagita.


"Nanti" ucap Revan.


"Mending di periksa saja nanti kamu sembuh dan aku bisa bekerja lagi" ucap Nagita.


"Maaf" ucap Revan.


Nagita merasa sangat bersalah saat Revan meminta maaf padanya, baru kali ini ada yang mengaku salah di hadapan Nagita, dan hal itu malah membuat Nagita merasa sangat bersalah.


"Tak apa" ucap Nagita.


"Aku tau kamu marah pada ku, tapi Nagita terima kasih karena sudah mengurus aku saat aku sakit, dari kecil tak ada yang melakukan ini pada ku jadi aku sangat bahagia saat kamu mau menyuapi aku" ucap Revan.


"Lebay sekali, aku bahkan sering melakukan hal ini pada pasien" ucap Nagita.


"Ya kan berbeda, walaupun begitu tapi kamu memperlakukan aku sebagai suami mu" ucap Revan.


Nagita menatap pada Revan, jika di lihat lihat Revan juga sangat tampan bahkan Revan juga sangat baik.


Nagita menelan ludah nya kasar saat melihat jakun Revan bergerak naik turun saat Revan menelan bubur yang Nagita suapi.


Nagita menyuapi Revan lagi tapi sayang bubur yang ada sendok itu tumpah ke baju Revan.


Revan hanya tersenyum saja menatap Nagita yang panik karena melakukan kesalahan.


Nagita akan mengambil tisu, tapi Revan menghentikan nya.


Nagita menelan ludah nya saat menatap perut Revan yang sangat bagus itu.


"Astaga" batin Nagita.


"Ada apa" tanya Revan.


"Tak ada" ucap Nagita menggeleng kan kepala nya.


"Baik lah aku akan tidur lagi aku sangat kedinginan" ucap Revan yang langsung merebahkan tubuhnya.


"Baiklah jangan tidur sebentar lagi kita akan berangkat, aku akan bersiap siap" ucap Nagita.


Satu jam kemudian Nagita membawa Revan ke rumah sakit, saat ini Nagita menyuruh Revan untuk menyamar karena dia tidak mau teman teman nya tau kalau bocah yang mereka goda saat itu adalah suaminya Nagita.


Nagita langsung masuk ke dalam sambil memegang tangan Revan.


Revan tersenyum melihat tangan Nagita yang sejak tadi memegang tangan nya.


"Harus kah aku memakai topi masker dan jaket ini" tanya Revan.


"Jangan banyak bicara aku sangat tak mau kamu ketahuan orang lain" ucap Nagita.


"Ya baiklah" ucap Revan.


"Ayo kita langsung ke ruangan teman aku" ucap Nagita yang langsung menuju ke arah ruangan yang ada di salah satu lorong rumah sakit itu.


"Ayo masuk" titah Nagita.


Mereka masuk ke dalam.


"Selamat siang Fikri" ucap Nagita.


"Siang Dok" ucap Fikri.


"Aku mau memeriksa dia" ucap Nagita.


"Siapa" tanya Fikri.


"Adik aku" ucap Nagita.


"Oh baiklah" ucap Fikri yang langsung memeriksa Revan.


Nagita hanya duduk saja melihat Revan yang sekarang di periksa.


Dan ternyata benar kalau Revan punya penyakit tipes.

__ADS_1


"Dia punya penyakit tipes" ucap Fikri.


"Sudah aku duga" ucap Nagita.


"Jaga saja pola makan nya jangan telat makan, kamu tau kan apa saja yang boleh dan tak boleh di makan" ucap Fikri.


"Ya aku tau" ucap Nagita.


Mereka pulang Nagita mulai mengurus Revan dengan baik hingga beberapa hari ini Revan tak pernah telat makan karena selalu di suapi oleh Nagita.


Namun Setiap hari bersama membuat Nagita merasakan hal sesuatu jika bersama dengan Revan.


Entah ada apa dengan Nagita hingga dia bisa suka pada Revan.


Nagita rencana nya akan memandikan Revan, karena sudah beberapa hari ini Revan hanya di lap dengan air hangat saja.


Sebenarnya Revan juga merasa tak nyaman tapi dia tak bisa melakukan nya sendirian.


"Aku akan memandikan mu" ucap Nagita.


"Tapi" ucap Revan.


"Gak ada tapi tapian aku sudah siapkan air hangat di kamar mandi" ucap Nagita.


Sekarang Revan dan Nagita ada di kamar Nagita, saat itu Nagita memutuskan agar Revan tidur di sana karena kamar Nagita di dalamnya ada kamar mandi.


"Aku malu" ucap Revan.


Hahahaha, Nagita tertawa terbahak bahak saat mendengar kalau Revan malu saat Nagita akan memandikan nya.


"Kenapa Malu" tanya Nagita.


"Aku sangat malu" ucap Revan.


"Kalau kamu tidak mandi bagaimana mungkin kamu akan sehat" ucap Nagita.


"Baiklah" ucap Revan pasrah pada keadaan nya sekarang.


Walau pun suami istri tapi tetap saja Revan merasa sangat canggung pada Nagita.


Apa lagi mereka dekat baru beberapa hari saja, dan itu membuat Revan merasa di terima walaupun ada perkataan Nagita yang sering kali menyakitinya.


Nagita membantu Revan berjalan ke arah kamar mandi yang lumayan dekat dari ranjang kamar Nagita.


"Kamu tenang saja aku akan lakukan dengan perlahan" ucap Nagita.


"Ya" ucap Revan.


Setelah selesai Nagita membantu Revan memakai pakaian, mereka semakin dekat dan bahkan sekarang komunikasi mereka cukup lancar.


Malam ini Revan tak bisa tidur dia menatap pada Nagita yang sekarang masih sibuk pada buku bukunya.


"Kamu belum mengantuk" tanya Revan.


"Belum" ucap Nagita.


"Oh" ucap Revan.


"Aku sedang belajar cara mengoperasi pasien yang mengalami kanker, aku belum pernah melakukan nya" ucap Nagita.


"Aku yakin kamu pasti bisa, oh ya bagaimana rasanya jadi dokter" tanya Revan.


"Lumayan menyenangkan apa lagi saat kita sudah berhasil menyelamatkan pasien, itu rasa nya bahagia sekali" ucap Nagita.


"Oh ya" tanya Revan.


"Ya" ucap Nagita.


"Aku juga mau menjadi dokter tapi aku tidak yakin" ucap Revan.


Nagita duduk di ranjang sampai Revan.


"Kenapa tak yakin, tak ada yang mustahil bukan" ucap Nagita.


"Ya dengan kondisi aku yang seperti ini bagaimana mungkin" ucap Revan.


"Kamu harus berpikir positif, aku yakin kamu bisa, semangat" ucap Nagita.


"ya terima kasih" ucap Revan.


Revan menatap pada Nagita yang tersenyum itu.


"Nagita aku suka pada mu" ucap Revan.


Nagita menatap pada Revan, dia terkejut mendengar hal itu.


"Suka" tanya Nagita.


"Ya aku sangat suka pada mu" ucap Revan.


"Terima kasih, tapi kenapa suka" tanya Nagita.


"Aku jatuh cinta pada mu, ya aku tau ini lebay tapi aku beneran" ucap Revan.


"Maaf tapi aku belum siap" ucap Nagita.


Revan tak patah hati, dia tau kalau mereka baru saja beberapa hari bersama.


"Tak apa setidaknya aku sudah bilang pada mu" ucap Revan.

__ADS_1


Nagita hanya tersenyum mendengar hal itu.


Flash back off.


__ADS_2