
Sisi berontak dia tidak menyangka kalau Mertuanya itu akan selicik itu melakukan hal yang tidak pernah Sisi bayangkan sebelumnya.
"Bagaimana? kau sudah paham? aku itu tidak mau sebenarnya bekerja sama dengan mu, hanya saja karena aku butuh kau kemarin aku jadi baik pada mu dan sekarang sudah saatnya aku membuang mu" ucap Mita duduk di sofa yang ada di sana.
Mita sebenarnya sangat Ja hat hanya saja dia terlihat sangat bo doh dalam melakukan rencana yang dia buat itu, Mita terasa seperti seorang penja hat yang berdarah dingin.
Sisi di ikat di sana bersama dengan Arsala yang saat ini kebingungan melihat Mita yang bahkan bisa menghianati orang lain yang sudah membantunya.
"Wanita tua itu penghianat aku tau kejahat annya, tapi kenapa tak ada yang bisa menangkap dia apa di luaran sana dia tetap menjadi orang yang baik dan berada paling tersakiti" gumam Arsala menatap pada wajah wanita tua yang saat ini menyeringai.
Sisi hanya diam saja dia merasa sangat berpangku tangan pada Mita sekarang, padahal sekarang Mita lah yang salah dan apa kah harus kalau Sisi di ikat layaknya buronan seperti Arsala.
"Kalian orang orang bo doh" ucap Mita yang sangat marah dan langsung pergi dari sana dengan cepat.
__ADS_1
Sedangkan sekarang di kediaman Pak Amta sekarang itu ada Kathir dan Yadna yang pasti nya akan membuat rumah itu sangat ramai dan tidak sepi lagi.
Pak Amta menyambut kedatangan mereka sudah lama mereka tidak menghabiskan banyak waktu untuk bersama.
"Ayo makan" ucap Pak Amta.
Mereka tengah makan apa lagi sekarang terasa sangat nikmat bagi pak Amta apa lagi bersama dengan keluarga nya.
"Mamah kamu memang begini dia akan pulang larut malam atau bahkan tidak pulang sama sekali, entah kemana dia aku tidak paham pada apa yang dia lakukan" ucap Pak Amta.
"Apa papah tidak curiga kemana dia pergi" tanya Kathir.
"Curiga tapi aku tidak terlalu mementingkan itu, mamah mu juga akan pulang jadi apa yang akan aku curigai" tanya Pak Amta.
__ADS_1
"Papah sangat setia" ucap Kathir.
Kathir menatap pada Yadna yang saat ini tengah makan di sana, terlihat sangat lahap namun Kathir tau kalau saat ini Yadna tengah memiliki pemikiran yang sangat banyak.
"Sabar lah sebentar lagi kita akan menemukan Arsala dan membongkar kejah atan Mamah, aku akan melakukan hal itu, Ingat jangan pernah menyerah kita melakukan ini sampai sejauh ini hanya dengan tujuan untuk membuat Mamah menyesal dan menghapus video itu, jadi aku harap kamu bertahan lah ya" batin Kathir menatap pada Yadna.
Kenyataan pahit lagi lagi Kathir telan saat mengingat kalau mereka hanyalah seorang kekasih yang bersama karena sebuah misi menyelamatkan harga diri Yadna.
Sebenarnya Kathir ingin pernikahan mereka yang tidak bisa harmonis itu bisa berubah dan menjadi pernikahan yang penuh dengan Cinta.
Sayangnya ego kedua nya sangat besar, mereka saling diam dan menutupi rasa sayang itu hanya karena malu, hanya karena tujuan mereka menikah yang katanya untuk membalasnya dendam pada Mita.
"Dunia sempit benar benar sempit dulu aku sangat menghormati keluarga ini sebagai atasan ku sekarang aku sangat ingin membalaskan dendam ku pada keluarga ini" gumam Yadna tersenyum ketir.
__ADS_1