
Malam nya Luthfi terbangun dia melihat Rena yang tidur di dekat pintu.
Luthfi membawa selimut dan menutupi Badan Rena dengan selimut.
Luthfi melihat wajah Rena dengan seksama dia melihat kalau wajah Rena itu sangat teduh dan mempesona.
walau pun tak punya kulit putih tapi Rena terbilang cukup cantik juga.
Luthfi melanjutkan tidurnya karena dia sangat mengantuk di sana.
hingga pagi hari nya Rena terbangun dia melihat suasana yang sudah terasa pagi juga.
apa lagi Rena di bangunkan oleh suara alarm yang di pasang Luthfi di hpnya.
Rena membenarkan kerudung nya dia melihat selimut yang ada di tubuhnya.
repleks saja Rena langsung melempar kan selimut itu untuk menjauh dari nya.
"kenapa ada selimut" gumam Rena melihat pada Luthfi yang masih tertidur mungkin dia masih di alam mimpi nya.
"ini pasti karena dia" gumam Rena.
Rena penasaran dia ingin melihat jam namun di ruangan itu jamnya mati.
"CK astaga padahal tadi masih nyala jam nya tapi sekarang mati, kebetulan sekali" gumam Rena yang langsung melipat selimut itu dan membawanya ke arah ranjang yang di tiduri oleh Luthfi.
Rena menaruh selimut itu di samping Luthfi yang masih tertidur, karena sangat penasaran Rena melihat hp Luthfi yang ada di samping wajah Luthfi.
"bismilah ya Alloh aku hanya mau melihat jam bukan bermaksud yang lain" gumam Rena yang langsung mengambil hp Luthfi namun dengan perlahan karena takut Luthfi bangun.
Rena melihat layar hp itu ternyata sudah menunjukkan pukul 4 lebih sepuluh menit.
"sebentar lagi adzan tapi pintu belum ada yang buka juga" gumam Rena.
"tak sopan melihat hp orang tanpa ijin" ucap Luthfi yang sontak saja membuat Rena replek menjatuhkan hp itu.
"aahh hp ku" ucap Luthfi yang langsung terbangun dari berbaring nya.
Rena menggambil nya dan langsung memberikan nya pada Luthfi.
"kamu sih ngagetin aja jadi jatuh kan" ucap Rena.
"jadi aku yang salah" ucap Luthfi.
"sudahlah bicara dengan mu hanya membuat aku emosi saja" ucap Rena yang langsung pergi dari sana menuju ke arah pintu dan mencoba membuka lagi supaya pintu itu terbuka.
tetap saja tak bisa karena knop nya seperti tak berguna.
"ya Alloh kenapa harus terjebak dengan orang itu" gumam Rena.
saat Rena melihat ke belakang dia terkejut saat melihat kalau Luthfi sudah ada di belakang nya.
"aaaaa" teriak Rena yang langsung memegang dadanya karena jantung nya terdengar berdetak kencang.
"ngapain tiba tiba ada di belakang kaya hantu saja" ucap Rena.
"mau tanya bisa di buka gak" ucap Luthfi.
"gak" ucap Rena.
Luthfi mengambil hpnya dan mengutak atik hpnya itu seperti mengirim pesan pada seseorang,
__ADS_1
"kau menyesal karena ada disini bersama ku" tanya Luthfi.
"tentu saja" ucap Rena.
"padahal kita itu jodoh, aku bahkan tak pernah memimpikan mu" ucap Luthfi mengantongi hpnya itu.
"ck kamu pikir aku pernah memimpikan mu, bahkan untuk memikirkan mu saja rasanya pikiran ku ini sudah pening" ucap Rena.
"ya karena itu kita itu berjodoh Ning" ucap Luthfi.
"gus seharusnya kau sadar kalau kita itu bukan berjodoh, kau juga dekat dengan dokter Gita" ucap Rena sedikit cemburu mengingat nya.
"kau cemburu kan" tanya Luthfi.
"ck untuk apa aku cemburu" ucap Rena tersenyum meledek.
"baiklah, aku kesini itu mau berobat" ucap Luthfi.
"berobat apa kau baik baik saja, lihat badan mu masih sehat kan" ucap Rena.
"ya tadi nya aku mau operasi plastik" ucap Luthfi.
hahahaha
Rena tertawa mendengar hal itu padahal Luthfi cukup sempurna untuk melakukan operasi.
"ck tak bersyukur sekali kau sudah di kasih wajah yang tampan tapi kau mau operasi lagi, manusia serakah" ucap Rena sambil menahan tawanya.
Luthfi tersenyum mendengar hal itu, dia langsung mendekat pada Rena dan repleks saja Rena kemundur kan tubuh nya hingga terpentok dinding.
Luthfi menahan tubuh nya dengan tangan supaya tak bersentuhan dengan Rena.
"baiklah kalau Layla ku bilang aku tampan maka aku tak akan di Operasi" ucap Luthfi.
"dua menit yang lalu" ucap Luthfi.
"gus menjauh lah jangan mendekat nanti kau menyentuh ku" ucap Rena.
"tak akan, lagi pula kita kan sudah paca ran" ucap Luthfi.
"paca ran apa kau menghalalkan yang haram Gus" ucap Rena.
"haram bagaimana bahkan kita gak melakukan apa apa kita hanya bicara itu pun kau di depan dan aku dibelakang, seharusnya itu salah karena imam harus nya ada di depan" ucap Luthfi.
"apa mencuci daging babi dengan air zamzam akan membuat daging itu halal di makan orang muslim tidak kan" ucap Rena.
"ya ya aku tau" ucap Luthfi yang langsung menatap wajah Rena dengan jarak hampir 10 cm tapi nafas keduanya saling berhembus pada wajah satu sama lain.
"menjauh lah" ucap Rena.
Luthfi menjauh dari Rena yang sekarang sudah salting di buatnya.
"baiklah berdekatan dengan mu membuat jantung ku berdetak kencang, sebentar lagi akan ada yang datang" ucap Luthfi.
"gus" ucap Rena.
"hemm" Luthfi menatap pada Rena.
"kenapa kau seperti ini Gus, pada orang lain kau dingin dan ketus tapi sekarang kau sangat banyak bicara pada ku" ucap Rena.
"karena aku sayang pada mu" ucap Luthfi.
__ADS_1
Rena terkejut mendengar hal itu dia tak menyangka kalau Luthfi akan berkata seperti itu.
brakk
pintu terbuka dan menampakkan Gita yang berdiri di sana.
"syukur lah" ucap Rena bersyukur karena ada yang membuka kan pintu nya.
"ada apa ini" tanya Gita.
"dokter terima kasih sudah membuka pintu nya" ucap Rena yang langsung pergi dari sana dengan membawa catatan obat yang sudah dia hitung semalam.
setelah Rena pergi Gita melihat pada Luthfi yang masih ada di sana.
"ada apa ini" tanya Gita.
"kami terkunci" ucap Luthfi datar dan dingin.
"kenapa bisa aku kan sudah bilang kalau pintu ini memang tak bisa di buka dari dalam kecuali kau ganjal pintu itu dengan kain" ucap Gita.
"ya aku lupa" ucap Luthfi.
"baiklah apa hari ini kau akan di periksa lagi" tanya Gita.
"seperti nya lambung ku sudah sehat" ucap Luthfi.
"kita periksa lagi saja" ucap Gita.
"tiap malam perut ku sakit" ucap Luthfi.
"apa malam ini perut mu sakit" tanya Gita.
"tidak" ucap Luthfi.
sedangkan di kamar para dokter teman nya Rena mereka tengah kebingungan karena Rena tak ada di kamar nya bahkan ponsel nya juga ada di sana jadi Rena tak bisa di hubungi.
"kemana Rena" tanya Nisa.
"apa mungkin Rena di mushola ya" tanya Mita.
"gak aku gak percaya karena Rena gak mungkin meninggal kan kita" ucap Nisa.
"ayo kita cari Rena, kalau gak ketemu kita akan mendapatkan masalah" ucap Mita.
saat Nisa dan Mita keluar dia melihat Rena yang baru saja datang ke sana.
"Rena dari mana saja" tanya Nisa.
"aku terkunci di ruang obat" ucap Rena.
"kenapa gak telpon" ucap Mita.
"hp aku di dalam" ucap Rena.
"tapi kamu gak papakan" tanya Mita.
"gak aku baik baik saja" ucap Rena.
Rena melihat jam yang ada di sana.
"sudah pukul lima ayo kita Sholat kita sudah terlambat" ucap Rena.
__ADS_1
"ayo" ucap Kedua temannya.
bersambung