Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 99 ke pesantren


__ADS_3

Sesampainya di pesantren Rena langsung di sambut oleh Abah dan Umi, setelah dahulu tak jadi datang karena ada masalah sekarang Rena bisa bertemu dengan orang tuanya juga.


"Assalamualaikum Abah" ucap Rena yang langsung menyalami tangan Abah.


"Waalaikum salam Masya Alloh Ning lama kamu tak datang" ucap Abah.


"Umi" sahut Rena yang langsung memeluk Umi nya itu.


"Syukur lah kamu datang" ucap Umi.


"Ayo masuk Gus" sahut Abah pada Luthfi yang sekarang baru saja mengendong Faiz yang ada di dalam troli bayi.


"Ya Abah" ucap Luthfi.


Mereka masuk ke dalam rumah ternyata benar di sana ada bayi yang sangat cantik sekali.


"Kak" sahut Rena yang langsung memeluk Zia kakak ipar nya.


"Kenapa baru datang" tanya Zia.


"Kak aku sibuk" ucap Rena.


"So so an sibuk, lupa ya pada kakak mu ini" tanya Zia.


"Kak kok begitu" ucap Rena.


"Kalian datang" ucap Seseorang yang membuat Rena menatap pada laki laki itu.


"Ini siapa" tanya Rena tak mengenali nya.


"Ini aku" ucap Gus Adam yang tak lain adalah Kakak Rena.


"Astaghfirullah Gus Adam ini Gus Adam" tanya Rena.


"Ya aku Adam apa aku seberubah itu ya" tanya Adam.


"Sekarang berjenggot" ucap Rena.


"Ya Alhamdulillah" ucap Adam.


"Kapan pulang Gus" tanya Luthfi.


"Kemarin pas Zia kontraksi aku pulang" ucap Adam.


"Oh Alhamdulillah kalau sudah pulang dengan selamat" ucap Luthfi.


"Ya Alhamdulillah" ucap Adam.


Namun Adam penasaran dengan bayi yang di bawa Rena dan Luthfi.

__ADS_1


"Ning bayi siapa itu" tanya Adam.


"Oh ini bayi aku" ucap Rena.


Adam tak paham dia hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Ini Putranya Gladys tapi tolong rahasia kan ya" ucap Luthfi.


"Gladys yang ada di sini" tanya Adam.


"Ya, tapi kami gak tau ayahnya jadi aku yang mengurus nya" ucap Luthfi.


"Oh ya aku paham" ucap Adam.


"Sekarang Gladys tengah dekat dengan Gus Farid" ucap Zia.


"Benarkah" tanya Luthfi.


"Ya Gus, mungkin mereka saling suka" ucap Zia.


"Gak mungkin itu seharusnya tak terjadi" ucap Luthfi.


Saat ini hanya ada Zia, Adam, Rena dan Luthfi di sana, karena Abah dan Umi baru saja keluar karena ada urusan.


Jadi mereka bisa bicara sepuas nya tanpa merasa malu.


"Apa Gladys tak melakukan hal yang di luar nalar" tanya Luthfi.


"Syukur lah" ucap Luthfi.


"Tapi kak sekarang aku juga sedang hamil" ucap Rena.


"Hah hamil" tanya Zia yang langsung kaget mendengar hal itu.


"Selamat" ucap Zia lagi.


"Ya kak Terima kasih, aku harap anak nya perempuan sama seperti Shabia" ucap Rena menatap pada bayi wanita cantik bernama Shabia itu.


"Amin" ucap Zia.


"Umi aku mau ke luar dulu" ucap Luthfi menyerah kan Faiz pada Rena.


"Ya baiklah" ucap Rena menatap suaminya yang sekarang keluar dari sana.


"Ning kenapa bisa begitu" tanya Adam yang masih penasaran pada cerita adiknya itu.


"Ya begitulah tak ada yang tau, hanya aku dan Gus Luthfi yang tau jadi kami berusaha untuk merahasiakan ini dan menganggap Faiz sebagai anak kandung kami" ucap Rena.


"Kamu hebat" ucap Adam.

__ADS_1


"Ya Gus aku sayang pada Faiz" ucap Rena.


"Aku malah gak sangka Gladys seperti itu" ucap Zia.


"Ya begitulah kalau anak yang mendapat kan pergaulan bebas" ucap Rena.


"Ya aku berharap kalau anak kita nanti tak akan melakukan hal itu" ucap Zia.


"Ya aku juga berharap hanya dia saja yang melakukan hal ini" ucap Rena.


Umi datang ke sana sambil membawa kantong kresek.


"Umi beli makanan untuk kalian" ucap Umi.


"Umi padahal tak apa" ucap Rena.


"Tak apa" ucap Umi.


Abah juga datang ke sana dan duduk di sana bersama dengan keluarga nya itu.


Namun Rena sangat bimbang dia ingin membicarakan papahnya itu tapi dia malu.


"Abah" ucap Rena sambil memberanikan diri nya.


"Ya" tanya Abah.


"Aku tau Papah aku di mana" ucap Rena.


"Hah" semua orang terkejut mendengar hal itu, karena selama enam belas tahun ini Herman sudah menghilang seperti di telan bumi.


"Di mana" tanya Abah.


"Papah Herman adalah mertua aku Abah, Ayah tirinya Gus Luthfi" ucap Rena menjelaskan.


"Apa" tanya Abah.


"Ya Sekarang mereka ada di kantor polisi, Papah meminta maaf aku suruh dia menebus kesalahannya" ucap Rena.


"apa dia di penjara" tanya Abah.


"Ya Abah sidang nya di umumkan satu Minggu lagi, Mamah Sofi, mamah Mayang dan papah Herman mereka semua mempunyai kasus" ucap Rena.


"Oh" ucap Abah menganggu anggukan kepala.


"Apa aku salah melakukan hal ini, aku pikir hukum penjara akan menyadarkan mereka" ucap Rena.


"Tak salah hanya saja Ning seburuk apa pun mereka, mereka tetap orang tua mu, kamu paham kan apa maksud Abah" ucap Abah.


"Ya Abah tapi aku janji aku akan berusaha membuat hukuman mereka menjadi sangat ringan" ucap Rena.

__ADS_1


"Ya mungkin itu lebih baik" ucap Abah.


__ADS_2