Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 96 Sofi membebaskan Herman


__ADS_3

Luthfi mendekat pada Rena yang sekarang sedang marah di kamarnya.


"Maaf" ucap Luthfi.


"Ck" decak Rena.


"Ayolah maaf pasti karena aku yang tidak pamitan dulu ya" tanya Luthfi.


"Terserah" ucap Rena ketus.


"Ayolah maaf" ucap Luthfi yang langsung memeluk Rena.


Tanpa Rena sangka Luthfi langsung mengecup kening nya bahkan dia juga mendarat kan beberapa kecupan pada Rena hingga sesuatu terjadi sore itu.


Mungkin Luthfi sudah tau caranya meluluh kan wanita yang sedang marah, apa lagi Rena marah hanya karena hal sepele.


Sedangkan di luar saja Dimas tengah mencari cari orang yang bernama anggun itu.


Ternyata Dimas tau orang itu dan yang lebih parahnya lagi orang itu adalah maha siswi di salah satu universitas di kota itu.


"Yang benar saja" gumam Dimas.


Setelah Kelas bubar Revan yang baru saja keluar melihat pada Dimas yang ada di sana.


"Sedang apa" tanya Revan.


"Mencari wanita yang namanya Anggun" ucap Dimas.


"Untuk apa" tanya Revan.


"Aku ingin membawa dia pada tuan, ada masalah yang menyeret nama dia" ucap Dimas.


"Oh ya" tanya Revan.


"Bisa kau bantu aku" tanya Dimas.


"Bisa" ucap Revan.


Setengah jam mereka menunggu akhirnya ada juga Wanita yang bernama Anggun, saat ini Revan sangat tak menyangka kalau wanita itu adalah mantan kekasih nya.


"Anggun yang itu" tanya Revan menunjuk salah satu wanita cantik.


"Ya, baiklah ayo kita culik dia tapi tunggu kau bawa mobil saja aku yang akan menculik dia" ucap Dimas.


"Terserah" ucap Revan.


Dimas mendekat pada Anggun yang ada di sana.


"Nona anda yang bernama anggun" tanya Dimas.


"Ya ada apa ya" tanya Anggun.


"Bisa ikut dengan aku ada sesuatu masalah yang harus kita selesaikan" ucap Dimas.


"Baiklah ayo" ucap Anggun.


Dimas heran dia pikir wanita itu akan memberontak dan meminta tolong tapi ternyata segampang itu ingin menculik seorang wanita.


"Kalau semua wanita begini mungkin aku sudah punya wanita" batin Dimas.


Mereka naik ke dalam mobil, namun anggun terkejut saat ada Revan di sana.


"Revan" tanya Anggun.


"Hy" ucap Revan.


"Kita akan kemana" tanya Anggun.


"Kita akan ke rumah tuan Luthfi ada yang akan kita bicara kan tapi aku janji nanti setelah ini aku akan antar kan kamu pulang" ucap Dimas.


"Kalian tak akan melakukan apa pun pada ku kan" tanya Anggun.


"Tidak akan aku janji" ucap Dimas.


"Baiklah ayo" ucap Anggun.


Revan melajukan mobilnya menuju ke arah rumah tuannya itu.


Namun Revan hanya diam saja saat Dimas dan Anggun terlibat pembicaraan serius atas masalah itu.


Revan masih sayang pada Anggun hanya saja dia sudah punya istri, walaupun Nagita tak pernah menghargai nya tapi Revan tak mau menyimpan dua wanita sekaligus di dalam hati nya.


Revan tau bagaimana rasanya di perlakukan seperti itu hingga dia tak mau menyakiti hati wanita mana pun.


"Revan kenapa kamu memutuskan hubungan dengan ku" tanya Anggun.


"Aku tidak mau paca ran" ucap Revan.


"Kenapa" tanya Anggun.


"Sudah lah jangan ungkit masa lalu lagi" ucap Revan ketus.

__ADS_1


"Ya aku tau" ucap Anggun yang langsung diam.


Dimas hanya diam saja saat mereka membicarakan sesuatu hubungan, Dimas tak terlalu perduli pada kehidupan orang lain, apa lagi Dimas tak berniat mengungkit ungkit rumah tangga Revan.


"Apa kita akan ke rumah tuan" tanya Revan.


"Ya" ucap Dimas.


"Bagaimana kabar nona" tanya Revan.


"Dia sedang hamil" ucap Dimas.


"Alhamdulillah" ucap Revan.


"Kau tak keberatan kan datang ke rumah tuan" tanya Dimas.


"Hubungan aku dan tuan sekarang baik baik saja jadi kenapa harus keberatan" tanya Revan.


"Ya baiklah ayo" ucap Dimas.


Sesampainya di sana Anggun langsung di bawa masuk ke dalam rumah Luthfi, tanpa ada pemaksaan Anggun langsung masuk ke dalam.


"Selamat sore Anggun, maaf aku menganggu waktu mu" ucap Luthfi menyambut Anggun.


"Ya terima kasih" ucap Anggun.


"Silahkan duduk" ucap Rena.


"terima kasih" ucap Anggun.


"Jadi begini ada hal yang mau aku tanyakan" ucap Luthfi sambil menyodorkan hasil frint dari komputer nya.


"Uang saya hilang sekitar 2 milyar dan ada riwayat transaksi kalau uang itu masuk ke rekening kamu" ucap Luthfi.


"Oh aku menjual rekening berserta ATM nya pada orang lain" ucap Anggun.


"Jual" tanya Luthfi.


"Ya pada wanita cantik yang lumayan sudah tua, dia membayar aku mahal" ucap Anggun.


"Siapa namanya" tanya Luthfi.


"aku tidak tau" ucap Anggun.


Luthfi memperlihatkan foto Mayang yang ada di dalam hpnya.


"Yang ini bukan" tanya Luthfi.


"Mungkin orang lain tuan" ucap Dimas.


"Nyonya Sofi" ucap Revan dengan suara tak enak hati karena ada Rena di sana.


"Bisa jadi" ucap Rena yang langsung memperlihatkan foto mamahnya pada Anggun.


"Yang ini" tanya Rena.


"Ya ibu yang ini yang membeli nya aku heran kenapa dia mu membeli rekening saya padahal di dalam nya tak ada uang sepeser pun" ucap Anggun.


"Lain kali kalau punya lagi jangan di kasih ke siapa pun ya" ucap Luthfi.


"Kenapa" tanya Anggun.


"Nanti kau di penjara" ucap Dimas.


"Oh ya" tanya Anggun.


"Ya makannya jangan di berikan pada orang lain apa lagi itu hanya untuk pribadi" ucap Dimas.


"Oh baiklah" ucap Anggun.


"Dimas tolong antarkan Anggun pulang" titah Luthfi.


"Baik tuan" ucap Dimas.


Dimas langsung mengantar kan Anggun sedang kan sekarang Revan masih ada di sana.


"Di mana Bibi" tanya Revan.


"Ada" ucap Luthfi.


Bi Cici datang ke sana untuk membawa gelas kotor bekas minum tamu.


"Bi" ucap Revan namun tak ada jawaban dari Bi Cici.


Ya, Revan tau kalau Bibi nya itu pasti sangat marah apa lagi pernikahan Revan tanpa persetujuan siapa pun.


"Revan bagaimana pernikahan mu" tanya Luthfi menatap pada Revan.


"Lumayan" jawab Revan.


"Aku tau ini berat tapi Revan kalau kau mau perpisahan aku akan bantu, bukan maksud aku untuk meminta kamu berpisah tapi aku tau rasanya bagaimana" ucap Luthfi.

__ADS_1


"Tidak tuan aku tak akan menjatuhkan talak, apa lagi Nagita sudah aku sentuh sebelum menikah anggap saja ini sebagai tanda tanggung jawab dari ku pada Nagita" ucap Revan.


"Kenapa bisa" tanya Revan terkejut.


"Malam itu saat kau meminta aku mengantar kan Nagita ke apartemen nya, aku khilaf tuan, aku sangat sangat khilaf" ucap Revan.


"Lalu bagaimana dengan Nagita" tanya Luthfi.


"Dia tak pernah menyesal tuan, malah aku yang menjadi menyesal" ucap Revan.


"Kalau kau butuh apa apa aku bisa membantu" ucap Luthfi.


"Ya tuan, oh ya selamat atas kehamilan Nona" ucap Revan.


"Ya terima kasih" ucap Luthfi.


"Aku gak sangka kalian akan mendapatkan anak secepat itu, mungkin kalau pernikahan aku berjalan dengan lancar aku juga bisa punya anak" ucap Revan.


"Aku harap begitu" ucap Luthfi.


"Baiklah tuan aku permisi, seperti nya Bibi tak mau bertemu dengan ku" ucap Revan.


"Baiklah, jaga diri mu Revan jangan kasar pada Nagita" ucap Luthfi.


"Ya aku berjanji tuan" ucap Revan.


"Bagus" ucap Luthfi.


Rena dan Luthfi melihat ke arah Revan yang sekarang baru saja pergi.


"Kasihan Revan ya" ucap Rena.


"Sudah sayang" ucap Luthfi.


"Kenapa harus Revan" tanya Rena.


"Tak apa Alloh sedang menguji dia, tapi aku yakin kalau Revan bisa melewati ini semua" ucap Luthfi.


"Amin" ucap Rena.


Di kediaman Mayang saat ini Mayang sedang memberikan makanan pada Herman.


"Aku mau bicara pada Rena" ucap Herman.


"Kata mu anak mu sudah meninggal" tanya Mayang.


"Aku gak tau kalau dia masih hidup" ucap Herman.


"Mereka sudah menikah, anak kandung mu dan anak kandung ku menikah" ucap Mayang.


"Lalu" tanya Herman.


"Pernikahan mereka tak sah karena mereka adik kakak" ucap Mayang.


"Ya sudah kita saja yang berpisah" ucap Herman.


"Pisah kau mau kita pisah aku akan berpisah dengan mu asal kamu kembali kan uang ku" ucap Mayang.


"Aku yang akan mengembalikan" sahut Sofi yang datang ke sana, masuk ke dalam sana tanpa ijin Mayang.


"Kenapa kau bisa di sini" tanya Mayang.


"Aku akan menebus dosa suami ku" ucap Sofi.


"Suami mu" tanya Mayang tertawa terbahak bahak.


"Mana ada aku istri sah nya" ucap Mayang.


"Oh ya aku istri pertama nya" sahut Sofi.


"Lalu, karena kau istri pertama nya kau mau mengambil Herman ambil saja aku gak butuh" geram Mayang.


Sofi melempar kan surat kepemilikan Pabrik yang dulunya di kelola Mayang.


"Ambil ini dan kembali kan suami ku" ucap Sofi.


"Silahkan lagi pula siapa yang mau pada nya" ucap Mayang tersenyum saat melihat kalau sertifikasi itu ada di tangan nya.


Sofi membebaskan Herman yang sekarang ada di dalam penjara itu,


"Ikut aku" ucap Sofi.


Herman hanya ikut pada Sofi dia bagaimana laki laki pecundang yang harga diri nya bisa di beli wanita mana saja.


"Terima kasih" ucap Herman.


"Aku gak butuh ucapan itu" ucap Sofi.


Mereka pergi dari sana menuju ke arah rumah Luthfi karena Sofi berencana akan memisahkan Rena dan Luthfi.


Namun saat di perjalanan Sofi di ikuti oleh mobil polisi yang seperti nya akan menghentikan Sofi.

__ADS_1


"Ada apa lagi ini" geram Sofi sambil menghentikan mobilnya.


__ADS_2