Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 89 hamil?


__ADS_3

Rena saat ini ada di rumah Mamahnya, baru kali ini Rena melihat kalau mamahnya sehancur ini karena seorang laki laki.


Entah harus senang atau sedih, Rena saat ini sangat bingung bagaimana tidak bingung, dia masih tak menyangka kalau Herman yang tak lain adalah papah mertua nya adalah papah kandungnya.


Rena merasa sangat sedih karena dia tak bisa bertemu dengan Luthfi dan Faiz yang sekarang ada di rumah,


"Ada saja masalah" gumam Rena.


Rena duduk di samping Sofi yang sekarang ada di sofa ruangan itu.


"Mah ada apa" tanya Rena.


"Rena dia itu papah kamu" ucap Sofi.


"Lalu kenapa mamah harus menangis dia sudah ninggalin mamah, bahkan dia juga ingin melenyapkan aku" ucap Rena.


"Rena kamu gak akan paham" ucap Sofi.


"Mamah aku gak paham bagaimana, aku paham semua nya, namun yang tak aku paham adalah mamah yang sekarang malah menginginkan Ayah yang sudah jelas jelas ja hat pada mamah, Mah mengalah saja lagi pula Ayah sudah menikah dengan Mamah Mayang" ucap Rena.


"Tapi Rena dia harus tau kalau kamu masih hidup dan yang paling penting aku mau dia kembali pada ku" ucap Sofi.


"Mah jangan bersikap bo doh" ucap Rena.


"Kamu gak akan paham" ucap Sofi marah.


Rena hanya diam saja dia tak bisa berkata apa apa lagi, dia tau mamahnya itu sangat menginginkan Herman, mungkin saja Sofi masih mengharapkan Herman untuk kembali padanya.


Tapi Rena sekarang sangat rindu pada suami nya, sayang nya Rena tidak punya hp untuk menghubungi suaminya itu.


"Kenapa aku seperti menjadi burung yang ada di dalam sangkar" batin Rena.


Rena berjalan ke arah dapur, dia bertemu dengan Bibi pembantu di rumah itu.


"Bi bisa pinjam hp" tanya Rena.


"Bisa" ucap Bibi.


"Wah terima kasih" ucap Rena yang langsung mengambil hp yang baru saja Bibi berikan.


Rena memencet tombol untuk menghubungi suaminya untung saja dia mengingat nomor telepon suaminya itu.


📞📞


"Assalamualaikum, siapa" tanya Luthfi dari sebrang sana.


"Waalaikum salam suami ku" ucap Rena.


Namun Luthfi marah karena di panggil seperti itu.


"Anda siapa maaf saya punya istri" ucap Luthfi.


"Gus aku Rena" ucap Rena kesal.


"Astaghfirullah istri ku" ucap Luthfi.


"Gus maaf aku gak bisa bicara banyak sekarang mamah lagi sedih, bagaimana kondisi kamu?, lalu bagaimana dengan Faiz? aku rindu kalian" ucap Rena.

__ADS_1


"Aku baik tapi sayang sekarang aku gak bisa menjemput mu, bayangkan Revan menikah dengan Nagita untuk mengantikan aku dan sekarang aku sedang menunggu acara nya selesai dan aku akan bicara pada Revan" ucap Luthfi.


"Astaghfirullah kenapa Revan mau" tanya Rena.


"Entah aku juga gak tau pasti tapi aku akan tanyakan padanya aku sangat penasaran, sayang kamu jaga diri ya, jangan lupa makan aku janji setelah selesai masalah ini aku akan datang ke sana, aku tau kalau di sana kamu lebih aman" ucap Luthfi.


"Baiklah Gus" ucap Rena.


Namun belum juga selesai hp yang sedang Rena gunakan itu di ambil oleh Sofi.


Prak


Sofi melempar hp itu sampai hp itu berserakan di lantai.


"Berani sekali kamu" geram Sofi yang langsung menatap tajam pada Rena.


"Mah aku hanya mau menelpon Gus Luthfi" ucap Rena.


"Gak ada mulai sekarang hubungan kalian berakhir" geram Sofi.


"Mah lagi pula aku dan Gus Luthfi bukan adik kakak, aku anak kandung Ayah dan Gus Luthfi bukan" ucap Rena.


"Tetap saja dia menikah dengan si Mayang itu dan di Mayang itu adalah ibunya Luthfi" geram Sofi.


"Mah jangan seperti ini, mamah egois" ucap Rena.


"Masuk ke kamar mu" titah Sofi.


Rena hanya mematuhi mamahnya itu.


"Ya Non tak apa" ucap pembantu.


Rena masuk ke salah satu kamar yang ada di sana, dia sangat bosan namun ada hal yang membuat Rena tak risih sejak kemarin.


Dia merasa sangat mual akhir akhir ini, apa lagi kalau dia mencium bau yang sangat menyengat dia sangat ingin muntah.


Rena tak berpikir jauh karena satu Minggu yang lalu Rena baru saja datang bulan.


Rena melihat ada pengharum ruangan di sana, dia mendekat pada pengharum ruangan itu.


Rena sengaja mencium bau nya, dia ingin tahu apa dia akan muntah kalau mencium bau menyengat lama lama.


Tetapi hal itu justru terjadi Rena langsung muntah di tempat saat mencium bau pengharum ruangan itu.


"Astaghfirullah ini jadi kotor" gumam Rena.


Rena langsung membereskan kotoran nya itu, dia sangat tak bisa menahannya lagi bahkan Rena juga sangat pusing sekarang.


Bibi pembantu di rumah itu datang ke kamar Rena saat mendengar Rena yang baru saja muntah.


"Ada apa Non" tanya Bibi.


"Bi ini aku baru saja muntah" ucap Rena.


"Muntah apa sekarang baik baik saja" tanya Bibi.


"Alhamdulillah mendingan bi, oh ya bisa saya minta tolong untuk membuang pengharum ruangan itu" pinta Rena.

__ADS_1


"Ya Nona" ucap pembantu itu yang langsung membuang pengharum ruangan itu.


Bibi datang lagi dia langsung membantu memijat kepala Rena, dia juga memberikan air minum untuk Rena.


"Terima kasih Bi" ucap Rena.


"Mau ke dokter" tanya Bibi.


"Gak usah Bi aku gak papa" ucap Rena.


"Nona jangan begitu, siapa tau saja kan kalau Nona hamil" ucap Bibi.


"Entah" ucap Rena.


"Mau gak bibi belikan tespeck, sore ini Bibi akan ke pasar biar sekalian aja gitu" ucap Bibi.


"Boleh lah" ucap Rena.


"Ini hp kalau mau di pinjam boleh asal jangan di hadapan Ibu" ucap Bibi memberikan hp yang tadi Sofi lempar.


"Hp nya gak rusak" tanya Rena.


"gak, itu hp jadul Nona jadi gak mungkin rusak saat si lempar hanya lepas saja baterai sama tutup hpnya" ucap Bibi.


"Wah terima kasih Bi" ucap Rena tak menyangka kalau bibi itu akan baik pada Rena.


"Baiklah Bibi akan berangkat sekarang ke pasar ya takut kemalaman" ucap Bibi yang langsung pergi dari sana.


Sedangkan di kediaman Nagita saat ini Luthfi dan Dimas masih ada di sini, mereka akan menanyakan pada Dimas kenapa dia mau menikah dengan Nagita.


Wanita yang sudah jelas jelas ingin menjebak Luthfi di sana.


"Lama" gumam Luthfi.


"Tuan apa kau akan memaafkan Revan" tanya Dimas.


Luthfi tau semuanya kalau semua ini adalah Revan yang sudah menjadi mata mata Herman, namun di dalam hati tak ada rasa marah pada Revan walau sedikit pun.


Luthfi hanya ingin tau bagaimana kabar Revan sekarang, mungkin jika di balikan, Revan mempunyai istri seperti Nagita saja itu sudah menjadi Karma bagi Revan karena telah mengkhianati Luthfi.


Acara demi acara sudah selesai dan rumah Nagita sekarang sudah sangat sepi sekali, jadi ini kesempatan Luthfi dan Dimas untuk masukkan dan bertanya pada Revan.


"Assalamualaikum" ucap Luthfi.


"Waalaikum salam" ucap Papahnya Nagita.


Papahnya Nagita kenal pada Luthfi karena Luthfi adalah teman masa kecil Luthfi.


"Ufi ya" sahut papah Nagita.


"Om, lama tak jumpa" ucap Luthfi.


Papah Nagita tau pada Luthfi tapi dia tak tau kalau Luthfi adalah anak Mayang.


karena itu juga Nagita merahasiakan Luthfi sebelum pernikahan.


Papahnya itu sangat tak setuju pada pernikahan Nagita bersama dengan Luthfi, jadi Nagita memilih menutupi nya. sampai pernikahan.

__ADS_1


__ADS_2