Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 30 Luthfi marah


__ADS_3

Pagi harinya Rena dan Luthfi terbangun, Namun sejak pagi Rena merasa tak nyaman dia merasakan sesuatu yang sangat membuatnya risih.


Rena saat ini tertidur membelakangi Luthfi sedang kan Luthfi memeluk Rena dengan sangat erat.


"Gus bangun" ucap Rena yang sudah merasa sangat tak nyaman.


Rena berinisiatif mencari tau apa yang sejak tadi menusuk pada pahanya.


Rena mencoba memegang benda itu namun sepertinya benda itu sangat aneh.


"Apa ini, apa Gus Luthfi tidur membawa tongkat kasti" gumam Rena.


Luthfi merasa terganggu dengan pergerakan tangan Rena.


Luthfi terkejut ternyata Rena tengah memegang aset berharganya.


"Ning sedang apa" tanya Luthfi terkejut.


Bukan hanya itu Luthfi tak mau kalau Naf su yang sengaja dia tahan dia lampiaskan sekarang.


"Gus benda ini menusuk" ucap Rena polos.


"Lepaskan Ning" ucap Luthfi.


Rena melepaskan nya, dia langsung bangun karena sekarang tangan Luthfi tengah menghalangi asetnya itu.


"Kamu tidur bawa tongkat Gus" tanya Rena.


"Tongkat apa" tanya Luthfi.


"Lain kali jangan bawa tongkat Gus" ucap Rena.


"Ya maaf" ucap Luthfi.


Rena pergi dari sana meninggal kan Luthfi yang masih ada di sana.


"Ning Rena gak tau ini apa" gumam Luthfi merasa heran.


Dia melupakan pikiran kotornya itu, dengan cepat Luthfi masuk ke dalam kamar mandi di sana juga ada Rena yang tengah mencuci wajahnya.


"Masih halangan" tanya Luthfi.


"Ya" ucap Rena.


"Baiklah" ucap Luthfi.


"Ada apa" tanya Rena.


"Tak ada" ucap Luthfi yang sudah setengah mati menahan naf su yang semakin hari semakin menjadi jadi itu.


"Ada apa suamiku" tanya Rena yang langsung mengalungkan tangannya ke leher Luthfi tak perduli kalau Luthfi lebih tinggi darinya.


"Aku udah gak kuat" ucap Luthfi mengeluh pada istrinya.


"Baiklah aku akan siapkan makanan" ucap Rena.


"Bukan itu Ning" ucap Luthfi yang sangat susah untuk minta pada Rena karena Rena yang sangat polos.


"Apa" tanya Rena.


Luthfi mengangkat tubuh Rena, tanpa Luthfi sadar dia langsung memangut bibir Rena, mengigitnya pelan sehingga membuat Rena merasa geli.


Tiba tiba saja Adzan subuh berkumandang di Mesjid yang ada di sebrang jalan Rumah Luthfi.


Luthfi menghentikan aksinya itu karena mendengar suara Adzan.


Rena tersenyum melihat Luthfi yang seperti ingin melakukannya tapi sudah masuk waktu nya Adzan.


"Ayo sholat" ucap Rena yang langsung pergi dari sana meninggal kan Luthfi.


Rena merasakan hangatnya bibir Luthfi yang baru saja, ingin rasanya melanjutkan tapi Rena sadar kalau Luthfi harus melaksanakan Sholat subuhnya.


Luthfi mencuci wajahnya, dia sangat kesal karena tak bisa melakukannya sekarang, padahal sebentar lagi Luthfi bisa meminta hak nya pada Rena.


"Arghh Ning kenapa sesusah ini" kesal Luthfi.


Luthfi mengambil Wudhu dan kembali lagi ke kamarnya karena akan melaksanakan Sholat subuh.


Terlihat Rena tengah menyiapkan sejadah dan sarung yang akan Luthfi pakai.


"Sarung dan kokonya Gus" ucap Rena.


Luthfi memakainya tanpa bicara apa apa, dia sangat kesal sekarang padahal Luthfi adalah laki laki tak peka, kalau saja Luthfi minta mungkin Rena akan memberikan nya.


Namun sayangnya Luthfi berpegang teguh pada keyakinannya dia yakin kalau Rena akan memberikan dengan sendirinya.


Bahkan dia juga tak mau memaksa Rena.


Sedangkan Rena sebagai perempuan dia tak mungkin minta terlebih dahulu karena wanita punya rasa gengsi yang cukup besar apa lagi Rena juga tak mau sampai Luthfi berpikir yang bukan bukan tentangnya.


Luthfi menyelesaikan sholat subuhnya, dia langsung berdiri dan melipat sejadah yang dia pakai barusan.


"Gus aku sudah siapkan teh" ucap Rena sambil menyodorkan tangannya untuk menyalami tangan Luthfi.


Luthfi mengulurkan tangannya dan membiarkan Rena menyalaminya.


Luthfi langsung duduk di kursi setelah Rena sudah selesai menyalaminya.


Luthfi sedikit marah pada Rena karena tak peka, sedang kan Rena yang melihat perubahan wajah Luthfi pun mulai menebak nebak kalau Luthfi marah padanya.


"Mau makan apa" tanya Rena.


Luthfi tak menjawab dia hanya diam saja sambil melihat layar ponselnya yang menyala.


"Gus ada apa" tanya Rena.


Luthfi tak menjawab lagi dia hanya diam saja tanpa berkata apa apa.


"Baiklah maafkan aku" ucap Rena.


Masih tak ada jawaban dari Luthfi, Rena tersenyum dia melihat pada suaminya itu yang hanya diam saja.


Rena duduk di kursi Sofa samping suaminya.


"Kamu marah" tanya Rena.


"Tidak" singkat Luthfi.

__ADS_1


Rena tersenyum baru kali ini dia melihat suaminya itu marah, jika bersikap dingin Luthfi sering jadi Rena sudah tak aneh lagi.


"Mau makan" tanya Rena.


"Gak" singkat Luthfi dengan nada ketus.


"Mau apa" tanya Rena.


"Gak ada" singkat Luthfi lagi.


Rena langsung pergi dari sana meninggal kan suaminya itu yang masih kesal padanya.


Rena menuju ke arah dapur dia akan memasak untuk suaminya itu.


"Revan sedang apa" tanya Rena yang melihat Revan ponakannya Bibi Cici ada di sana.


"Ini nona saya mau buat kopi" ucap Revan.


"Oh" ucap Rena.


"Nona, hari ini saya akan kuliah" ucap Revan.


"Wah bagus dong selamat ya" ucap Rena.


"Terima kasih, eh saya kuliah malam jadi saya masih bisa kerja siang hari di sini" ucap Revan.


"Ya gak apa, kamu hebat bisa kuliah" ucap Rena.


"Ya nona ini cita cita saya" ucap Revan.


"Ya" ucap Rena.


"Baiklah nona saya permisi" ucapnya.


Rena terdiam dia tersenyum namun matanya tak bisa di bohongi dia juga ingin sekali kuliah, tapi sayang SMA saja Rena tak masuk apa lagi Kuliah.


"Terdengar menyenangkan" gumam Rena.


Dia tak bisa berbuat apa apa lagi karena sekarang dia sudah menjadi istri orang lain.


Tak mungkin bagi Rena untuk melanjutkan sekolah apa lagi dia hanya lulusan SMP.


"Assalamualaikum" ucap Aisyah yang baru masuk ke dalam rumah Luthfi.


"Waalaikum salam" ucap Rena dari arah dapur.


Aisyah langsung mendekat pada Rena yang sedang di dapur, kedatangannya hanya untuk sekedar mampir, namun rencananya Aisyah akan mengajak Rena belanja.


"Rena" ucap Aisyah.


"Aisyah ada apa" tanya Rena.


"Aku datang ingin main saja, oh ya di mana Ufi" tanya Aisyah.


"Ada di kamar dia sedang marah pada ku" ucap Rena tersenyum.


"Marah, sepertinya lucu ya" ucap Aisyah.


"Oh ya Aisyah ayo makan bersama" ucap Rena.


"Tidak aku gak mau, aku sudah makan, Rena niat aku datang aku hanya mau mengajak kamu belanja mau gak, selama ini aku belum pernah main apa lagi aku gak punya teman, sekarang kan ada kamu bagaimana kalau kita belanja, kita nikmati saja sebagai seorang perempuan" ucap Aisyah.


"Asal kau mau biar aku yang bicara padanya" ucap Aisyah.


"Aku kalau di kasih ijin mau ikut kalau gak aku gak akan ikut" ucap Rena.


"Baiklah" ucap Aisyah.


Luthfi turun dari kamarnya dia melihat ada Aisyah di sana.


"Kamu datang" tanya Luthfi.


"Ya aku mau ajak Rena belanja, kamu beri Rena ijin untuk pergi bersama ku" ucap Aisyah.


Rena menatap pada suaminya itu.


"Pergilah" ketus Luthfi.


"Terima kasih" ucap Rena.


Luthfi mengambil kartu black card di dompetnya.


"Pakai uang ini" ucap Luthfi menyimpan kartu itu di atas meja makan.


"Terima kasih" ucap Rena.


"Kalian romantis sekali" ucap Aisyah.


"Ah biasa saja" ucap Rena malu.


"Aku akan bekerja" ucap Luthfi yang langsung pergi ke ruangan kerja nya.


Luthfi masih kesal pada Rena karena Rena tak paham pada kondisi Luthfi yang saat ini tengah mati matian menahan hal yang sangat besar.


"Apa salahnya jika ingin melakukannya dengan pasangan" kesal Luthfi.


Sedangkan Rena saat ini tengah menyelesaikan memasaknya.


"Aisyah kalau kamu mau makan, silahkan makan saja aku mau mengantar kan makanan pada Gus Luthfi" ucap Rena.


"Rena" ucap Aisyah.


"hmm".


"Ufi kan marah kau mau tau caranya agar dia luluh" ucap Aisyah.


"Bagaimana" tanya Rena antusias.


"Ci um saja dia" ucap Aisyah.


"Ish malu tau" ucap Rena.


"Rena apa salahnya jika melakukan hal itu, kamu tau dulu saat Tante Mayang masih ada di sini, dia akan melakukan hal itu jika Ufi marah" ucap Aisyah.


"Oh" ucap Rena tersenyum.


Rena mengantar kan makanan pada Luthfi yang ada di ruangannya.

__ADS_1


"Gus ayo makan" ucap Rena.


"Aku gak mau makan" ucap Luthfi.


"Aku akan pergi sekarang, terima kasih sudah mengijinkan aku" ucap Rena.


"Terserah" ucap Luthfi yang semakin marah pada Rena.


Rena akan melakukan apa yang Aisyah pikirkan, Dia mendekat pada Luthfi yang sekarang tengah mengutak atik laptopnya.


Rena sebenarnya ragu melakukan ini tapi jika di lakukan pun tak akan berdosa karena mereka suami istri yang Sah di mata agama dan negara.


"Aku akan pergi" ucap Rena yang tak di balas oleh Luthfi.


Rena mendekat pada Luthfi dan..


Cup


Rena mengecup bibir Luthfi yang tengah marah itu, Luthfi menelan ludahnya kasar.


"Kamu sedang apa" tanya Luthfi memegang bibirnya yang di sentuh oleh Rena.


"Kamu marah" tanya Rena.


"Tidak" ucap Luthfi.


"Baiklah aku akan pergi" ucap Rena yang langsung menyalami tangan suaminya itu.


Rena pergi dari sana meninggalkan Luthfi, sedang kan Luthfi sekarang sedang tak aman dia merasakan jantungnya berdegup kencang.


Rasa yang sudah Luthfi tahan mati matian harus tergoyahkan karena Rena menci um nya.


"Kenapa kamu lakukan ini Ning" gumam Luthfi.


Ada rasa bahagia dan kesal juga karena dia tak bisa menuntaskan keinginannya, namun dia juga bahagia karena Rena sudah sedikit mencintainya.


Rena dan Aisyah pergi ke pusat perbelanjaan yang cukup besar di sana, saat ini Aisyah ingin membawa Rena ke toko gamis yang sangat indah.


Sedang kan di belakang mereka ada laki laki yang tengah membuntuti mereka, dari rumah sampai ke sana dia selalu membuntuti.


Siapa lagi kalau bukan Luthfi yang membuntuti Rena karena tak mau sampai Rena ada yang menganggunya, jangan kan menggangunya sampai ada laki laki yang berani menyentuhnya maka Luthfi tak akan diam saja.


"Lihat Rena bagus gak" tanya Aisyah sambil memperlihatkan gamis berwarna coklat pada Rena.


"Bagus hanya saja ini kebesaran di kamu" ucap Rena.


"Bukan buat aku" ucap Aisyah.


"Lalu buat siapa" tanya Rena.


"Buat kamu" ucap Aisyah.


"Hah buat aku" ucap Rena.


"Ini pasti bagus di kamu" ucap Aisyah.


"Tapi ini mahal" ucap Rena.


"Tak apa lagi pula kan Uang yang tadi di kasih Ufi cukup untuk membeli ini mungkin masih banyak uang Luthfi di sana" ucap Aisyah.


"Ah tidak Aisyah aku gak mau belanja yang mahal pakai uang Gus Luthfi aku takut dia marah" ucap Rena.


"Yah padahal ini bagus loh" ucap Aisyah.


"Aku gak sanggup membayarnya" ucap Rena.


"Baiklah kalau kamu suka yang murah ayo kita cari" ucap Aisyah.


"Bukan yang murah Aisyah tapi yang berkualitas dengan harga rendah" ucap Rena.


"Ya baiklah ayo kita cari" ucap Aisyah.


Luthfi yang ada di belakang mereka pun hanya tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.


"Ning kamu sangat memperdulikan aku" gumam Luthfi.


Aisyah mencari cari gamis yang lain untuknya, sedangkan Rena dia tengah mencari cari kerudung yang bagus.


Rena melihat ada deretan kerudung yang sangat banyak, sedang di sana ada Luthfi dia pura pura tak tau, apa lagi wajah Luthfi di tutupi pakai topi dan kacamata jadi Luthfi pikir Rena tak akan mengenalinya.


Rena datang ke sana dia langsung melihat lihat kerudung itu, namun Rena bukan melihat kerudung dari model dan warnanya dia melihat harganya terlebih dahulu.


"Harga kerudung seperti ini saja sampai dua ratus ribu" gumam Rena terkejut tak percaya.


Luthfi pura pura tak mendengar karena sekarang dia pura pura menjadi orang asing di hadapan Rena.


Rena melihat lagi kerudung yang panjang namun polos, Rena tersenyum melihat kerudung itu.


"Kenapa di sini mahal mahal, tak seperti di kampung yang kerudung saja seratus ribu dapat tiga sedang kan di sini seratus ribu dapat satu" gumam Rena.


Rena menyimpan lagi kerudung itu dia tak jadi membelinya dia langsung pergi dari sana menuju ke tempat Aisyah berada.


"Mau belanja apa" tanya Aisyah.


"Gak jadi ah harganya mahal" ucap Rena.


"Kamu gak akan beli pakaian" tanya Aisyah.


"Tidak pakaian ku masih ada" ucap Rena.


"Baiklah bagaimana kalau kita makan di Mall ini ada care yang sangat enak makanannya" ucap Aisyah.


"Baiklah ayo" ucap Rena.


Mereka berjalan ke arah Cafe di dalam Mall itu, sedangkan Luthfi dia sekarang mengikuti mereka namun dari jarak jauh, Luthfi masuk ke dalam Cafe itu dan duduk di kursi paling pojok.


Rena dan Aisyah makan makanan yang mereka pesan tadi, tak lupa minuman dingin pun menemani mereka.


"Ada masalah apa dengan Ufi" tanya Aisyah.


"Entah dia tiba tiba saja marah" ucap Rena.


"Mungkin dia kesal pada mu" ucap Aisyah.


"kesal kenapa aku tau melakukan apa apa" ucap Rena.


Namun mata Rena fokus pada seorang laki laki yang duduk di paling pojok cafe itu, dia merasa tak asing dengan orang itu hanya saja Rena tak mungkin mendekat padanya.

__ADS_1


Rena mungkin salah lihat saja dia langsung mengalihkan pandangannya pada Aisyah yang sejak tadi bicara.


__ADS_2