
Terlihat oleh Rena kalau Luthfi dan Misbah masih asik mengobrol entah apa yang mereka bicarakan karena yang ada di pikiran Rena adalah Luthfi dan Misbah akan menikah.
"apa umi" tanya Rena.
"ambil kan minum untuk Ning Misbah" ucap Umi.
"oh baiklah" ucap Rena.
Rena mengambil kan minuman untuk Misbah dia hanya mengambil kan air putih saja.
"malas sekali aku" keluh Rena.
namun dia teringat pada ucapan nya barusan.
"astaghfirullah kenapa aku seja hat ini hanya karena aku cemburu aku malah menghina Ning Misbah, astagfirullah Rena kamu sadar lah jangan begini" gumam Rena.
sedang kan di taman pesantren.
"ustadz kalau boleh jujur aku masih gak percaya kalau kamu yang akan Abi ajak kerja sama" ucap Misbah.
"ya aku juga gak sangka ternyata aku bisa bekerja sama dengan orang yang tinggal satu kampung dengan ku" ucap Luthfi namun tak mengurangi wajah yang datar dan dingin nya.
"akan aku sampai kan pada Abi kalau satu Minggu lagi peresmian nya" ucap Misbah.
"ya" ucap Luthfi.
mereka mengobrol cukup banyak hingga Rena datang membawa kan dua gelas minuman untuk Misbah dan Luthfi.
"silahkan" ucap Rena.
"Ning tak apa aku bukan Tamu kan jadi kamu gak perlu melayani aku" ucap Misbah.
"tak apa hanya air" ucap Rena.
Rena duduk di sana dia ikut bergabung sambil beralasan membaca buku novel romantis di sana karena dia tak mau Luthfi berduaan dengan Misbah.
Misbah meminum minuman yang Rena berikan.
"terima kasih ning minuman nya" ucap Misbah.
"ya" ucap Rena.
"aku akan pulang sudah mulai mendung juga aku duluan ya Ustadz " ucap Misbah.
"ya hati hati" ucap Luthfi.
Misbah pergi dari sana karena dia harus segera pulang apa lagi cuaca nya juga sudah mendung.
Rena langsung bangkit dia hendak membereskan gelas yang tadi dia bawakan untuk Luthfi dan Misbah.
namun saat Rena mengambil gelas punya Luthfi dengan cepat Luthfi langsung memegang tangan nya.
Rena langsung melepaskan nya karena tak mau mereka saling berpegangan.
"maaf tapi aku akan meminum air ini" ucap Luthfi.
"tapi aku sibuk, yasudah minum lah dulu jangan lama" ucap Rena.
Luthfi meminum nya hingga tandas.
"rasanya manis" ucap Luthfi.
__ADS_1
"wah hebat ya Padahal aku gak kasih gula" ucap Rena.
"karena kan manis nya ada di kamu" ucap Luthfi.
"hahaha lucu ya" ucap Rena.
"gak lucu ya" tanya Luthfi.
"tentu saja tidak garing tau" ucap Rena.
"oh" ucap Luthfi.
Rena langsung pergi dari sana meninggal kan Luthfi sambil membawa gelas itu.
saat ini Rena sangat salah tingkah karena mendapat kan gombalan dari Luthfi.
hati Rena meledak ledak, dia tak sanggup menahan nya.
namun dia lupa dengan buku novel nya yang dia simpan di taman tadi.
Luthfi melihat nya dia melihat buku yang tebal itu.
"apa dia suka buku Novel" gumam Luthfi.
Luthfi membuka nya dia melihat ada sebuah kertas yang terselip di sana.
Luthfi membuka nya.
...jika pacaran adalah suatu yang tak di perbolehkan maka jadikan lah dia imam ku yang akan menuntun aku ke jalan yang benar, Ufi...
"ufi" gumam Luthfi.
"apa Ning Rena menulis kan Ufi itu untuk aku" gumam Luthfi bertanya tanya.
namun dia tak begitu menghiraukan nya dia langsung menutup nya dan hendak mengembalikan novel itu pada Rena.
"assalamualaikum" ucap Luthfi.
"waalaikum salam Gus Luthfi ada apa" tanya Umi.
"eh umi ini buku novel nya Ning Rena ketinggalan di sana" ucap Luthfi.
"oh terima kasih ya" ucap Umi.
"ya umi, baiklah saya ada pekerjaan maaf saya permisi" ucap Luthfi.
"ya Gus" ucap Umi.
Rena melihat uminya yang ada di ambang pintu.
"ada apa umi" tanya Rena.
"buku novel mu di antar oleh Gus Luthfi" ucap umi.
"hah benarkah" tanya Rena.
"ya emang siapa lagi" tanya Umi.
"apa dia melihat di dalamnya ya" gumam Rena yang langsung membuka nya dan syukur lah keras nya masih sana seperti semula tapi sayang pikiran Rena salah karena Luthfi sudah membaca nya.
"kalau dia baca mungkin saja dia akan langsung memahami nya" gumam Rena.
__ADS_1
sore hari nya setelah selesai sholat Ashar keluarga Abah berkumpul di sana sambil meminum teh dan sedikit cemilan.
"Ning bagaimana" tanya Abah.
"bagai mana apa nya Abah" tanya Rena.
"soal perjodohan" ucap Abah.
"Abah aku gak mau di jodohkan" ucap Rena.
"ya tak akan kamu mau yang seperti apa biar Abah carikan" ucap Abah.
"aku mau yang baik, Sholeh rajin sholat, bisa menuntun aku ke jalan yang benar dan yang paling penting dia adalah Nabi Muhammad Rasulullah shalallahu alaihi wassalam" ucap Rena.
"kamu ini memberikan Abah ciri ciri laki laki idaman yang seperti Baginda Rasulullah, Abah tanya kamu bisa gak seperti Siti Khadijah yang patuh dan rela memberikan hartanya, atau kamu bisa gak seperti Saidatun Aisyah yang pintar dan cantik nya Masya Allah" ucap Abah.
"ya tapi aku mau yang seperti itu" ucap Rena.
"Abah tau bagaimana kalau Abah kasih saja kamu yang seperti Usman bin Affan" ucap Abah.
"siapa" tanya Rena.
"Gus Luthfi" ucap Abah.
"Usman dari mana dia itu tak sama hal nya dengan abu Nawas Abah" ucap Rena.
"ya mungkin kau benar, lalu sekarang bagaimana kamu mau sama siapa, Abah malu dengan Gus Luthfi dia sudah dua kali kamu tolak" ucap Abah.
"ya Abah aku akan pikirkan" ucap Rena.
"kamu terlalu banyak berpikir nanti keburu di gaet Ning Misbah bagaimana" tanya Abah.
"guat gaet apaan, ya aku akan ambil keputusan secepatnya" ucap Rena.
"ya lebih cepat lebih bagus" ucap Abah.
"tapi Abah tadi aku dengar kalau Gus Luthfi dan Ning Misbah membicarakan tentang satu Minggu lagi apa mungkin mereka akan menikah" tanya Rena.
"ya mungkin mereka akan menikah" ucap Zia yang langsung ikut nimbrung.
"Ish kak gak mungkin" ucap Rena.
"kenapa gak mungkin Ning Misbah itu kan sudah de wasa dan cantik lagi apa lagi yang akan Gus Luthfi tolak ya kan" ucap Zia.
"gak mungkin selera Ning Misbah itu besar kak" ucap Rena.
"kamu ini Gus Luthfi juga kan besar dia juga kaya dia tampan jadi apa yang akan Ning Misbah tolak ya kan Banyak loh yang mau pada Gus Luthfi sayang kamu saja yang gengsi jadi mengulur ulur waktu" ucap Zia.
"kak aku bukan mengulur ulur waktu hanya saja aku ini sedang memilih milih" ucap Rena.
"milih milih ingat Ning nanti di ambil orang baru menyesal" ucap Zia.
"kak jodoh gak akan kemana" ucap Rena.
"ya tapi jodoh kamu di mana" tanya Zia.
"pernikahan ini membuat mood aku hilang" ucap Rena.
"terserah" ucap Zia.
Bersambung
__ADS_1