Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 127 ketidak sukaan Nyong Amta


__ADS_3

Mereka datang ke pernikahan sekaligus peresmian perusahaan dari sahabat nya Kathir itu.


Kathir terlihat sangat bahagia dia tidak pernah percaya kalau teman nya yang dahulu penakut pada wanita sekarang bisa menikah juga.


"Kau tau dulu teman aku itu sangat penakut pada wanita, tapi sekarang dia akan menikah" ucap Kathir.


Saat ini Yadna dan Kathir naik mobil yang sama ada juga Risa di sana yang berangkat bersama dengan Kathir.


Risa sepupu Kathir namun dia sangat suka pada Kathir apa lagi Kathir sangat tampan dan kaya, mereka hanya lah saudara sambung karena tak ada hubungan apa pun di antara mereka.


Yadna duduk di belakang bersama dengan Risa sedang kan Kathir yang membawa mobil di depan sendirian.


"Astaghfirullah pak anda sangat julid" ucap Yadna.


Risa menatap sinis pada Yadna, sekarang Yadna sangat merasa bersalah karena sudah berani menjawab ucapan Kathir.


"Kathir kau tau aku baru saja dapat pekerjaan lagi" ucap Risa.


"Oh ya bagus dong" ucap Kathir.


"Ya tadinya aku mau menikah" tanya Risa.


"Dengan siapa" tanya Kathir.


"Ada tapi sayang pria yang aku sayang suka pada orang lain" ucap Risa.


"Masa sih" tanya Kathir.


"Beneran" ucap Risa.


"Kamu itu sangat cantik Risa, aku yakin laki laki itu akan menyesal meninggalkan kamu" ucap Kathir.


"Ya aku harap begitu" ucap Risa tersenyum tipis padahal Risa bicara begitu untuk Kathir yang seperti nya suka pada Yadna yang tak lain adalah sekertaris nya sendiri.


Mereka sampai di perusahaan baru itu, dengan langkah yang anggun dan elegan mereka masuk ke dalam sana dan melihat lihat arah sekitar.


Mereka tamu VVIP jadi tak heran jika di layani dengan sangat baik, bahkan Yadna yang baru saja merasakan hal itu langsung terpukau melihat pelayanan dari acara pernikahan itu.

__ADS_1


Sayangnya Mamahnya Kathir seperti nya tak suka pada Yadna yang ada di sana, padahal mamahnya Kathir sudah tau kalau Yadna adalah sekretaris putra nya.


"Siapa dia Kathir" tanya mamahnya Risa.


"Dia Adna Tante" ucap Kathir.


"Kekasih kamu" tanya Mamahnya Risa.


"Bukan Tante Adna ini sekertaris aku" ucap Kathir.


"Oh cantik ya" ucap mamahnya Risa.


Risa hanya diam saja mendengar kan mamahnya yang memuji saingan nya itu.


Risa hanya diam saja sambil memainkan makanan yang ada di hadapannya.


"Risa kenapa makanan nya di mainkan" tanya Nyonya Amta.


"Ya Tante, aku gak nafsu makan" ucap Risa.


"Maka jangan di makan" ucap Nyonya Amta.


"Fathir" ucap Nyonya Amta.


"Mom" ucap laki laki yang katanya bernama Fathir itu.


"Duduk nak" ucap Nyonya Amta.


Mereka lanjut makan, Yadna tersenyum pada seorang wanita yang datang bersama dengan Fathir itu.


"Dia kekasih mu" tanya Fathir pada Kathir.


"Bukan dia sekertaris ku" ucap Kathir.


"Oh pantas cantik, karena aku yakin selera mu rendah" ucap Fathir.


"Diam lah kak" geram Kathir.

__ADS_1


"Makannya kalau ada acara apa apa jangan bawa siapa pun jadi susah kan" ucap Nyonya Amta.


"Apanya mah" tanya Kathir pada mamahnya itu.


"Gak" ucap Nyonya Amta.


Saat ini di kediaman Rena saat ini Nanda tengah tertawa karena dia berhasil melakukan hal yang menurut nya sangat ja hat.


"Ada apa" tanya Rena yang merasa aneh pada Nanda menantunya itu.


"Tidak ada" ucap Nanda.


Rena hanya diam saja menatap pada Nanda yang hanya diam saja di sofa tanpa melakukan apa pun, Rena hanya berharap kalau Nanda sadar apa lagi setelah Nanda makan apa pun menggunakan piring dia bahkan tidak menyimpan kembali piring kotor itu.


Padahal yang Rena mau Nanda mempunyai rasa tanggung jawab untuk menyimpan kembali barang yang sudah dia pakai.


Rena tidak berani memerintah dia tidak mau kalau menantunya itu merasa terbebani.


Sofi datang ke sana dengan duduk di kursi roda, sebenarnya Sofi bisa berjalan hanya saja dia tidak bisa berlama lama berdiri jadi dia menggunakan kursi Roda.


"Biar kan Rena jangan repot repot untuk melayani anak yang tidak tau di untung, kamu layani saja suami kamu" ucap Sofi.


"Nenek sibuk sekali" geram Nanda yang langsung pergi dari sana menuju ke arah kamar nya.


Sekarang Faiz tengah mencari pekerjaan dia terpaksa keluar dari rumah karena dia sangat butuh uang, padahal sekarang Faiz mau pun Nanda akan sangat berbahaya jika keluar apa lagi orang yang sering Nanda hutangi adalah ibu ibu sosialita yang sangat kaya raya.


Saat ini Faiz mencari pekerjaan ke beberapa rumah Sakit tapi sayang banyak dokter yang sudah tau tentang kabar Faiz yang sekarang sedang di kejar kejar rentenir.


Untung saja di salah satu klinik Faiz di terima untuk bekerja di sana, sangat tak percaya namun itu yang terjadi.


Gaji Faiz lumayan kecil apa saat ini Faiz baru saja bekerja.


Yang dahulunya adalah dokter dengan pemasukan yang besar dan ahli dalam segala nya sekarang malah menjadi bawahan orang lain saja.


Sekarang Nanda bersantai di kamarnya sambil mengutak atik ponsel nya, Nanda terlihat seperti tak punya masalah padahal saat ini dia tengah ke kejar kejar.


Nanda malah terlihat bodo amat dia menyerahkan semua hutang itu pada Suaminya yang bahkan tak tau apa apa, Faiz juga hanya bisa diam saja dan ikhlas menerima semua nya.

__ADS_1


Faiz sangat sayang pada Nanda hingga rasa sayang itu menghancurkan Faiz dengan perlahan tapi pasti.


__ADS_2