Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 55


__ADS_3

Luthfi sudah malas meladeni Herman, namun Luthfi tak mungkin mengusirnya dia masih sadar kalau untuk hal itu.


"Baiklah Ayah pulang dulu" ucap Herman setelah sekian lama mereka berbincang tentang Mayang yang sudah berani pada suaminya.


Herman pulang dari ruangan Luthfi, setidaknya Luthfi bisa merasa lega karena ayah tiri nya itu bisa pergi juga.


Namun di perjalanan tepat nya di Loby perusahaan Luthfi, Herman berpapasan dengan seorang wanita yang dia tak terlalu melihat wajahnya tapi dia merasa mereka saling kenal.


Herman melihat pada wanita yang sedang berjalan itu, karena wanita itu memunggungi Herman jadi Herman tak tau wajah nya.


Herman berusaha untuk tak memperdulikan nya dia lagi pula Herman juga tak terlalu mengenal orang orang di kota itu.


"Tapi aneh aku seperti mengenal nya" gumam Herman.


Sedangkan seorang wanita paruh baya masuk ke ruangan Luthfi.


"Selamat siang menantu" ucap Sofi.


"Mah" ucap Luthfi tersenyum dia tak menyangka kalau akan banyak tamu yang datang.


"Aku datang hanya untuk menemui Rena, ternyata Rena tak ada di sini ya" ucap Sofi.


"Ya Mah, Rena ada di rumah" ucap Luthfi.


"Oh" ucap Sofi.


Sebenarnya tujuan Sofi datang ke sana bukan untuk bertemu dengan Rena tapi dia ingin melihat perusahaan Menantunya itu, Sofi tak tau alamat kediaman Luthfi jadi dia datang ke pengusaha Luthfi.


"Ada apa" tanya Luthfi.


"Tidak ada, oh ya aku mengundang Kalian untuk datang berkunjung ke rumah" ucap Sofi.


"Ah Mah maaf tapi aku sibuk dan Rena juga gak mungkin pergi tanpa aku" ucap Luthfi.


"Oh Baiklah" ucap Sofi.


"Lain kali saja ya" ucap Luthfi.


"Ya aku akan tunggu kalian sampai kalian punya waktu luang" ucap Sofi.


"Ya" ucap Luthfi.


Sofi pulang dari sana karena niat dia akan melihat lihat perusahaan Luthfi saja.

__ADS_1


Sofi menyusuri setiap ruangan yang ada di perusahaan itu dia tak menyangka kalau perusahaan itu sangat besar.


"Aku punya menantu yang kaya, beruntung sekali Rena kemarin dia menikah sama keluarga Marta Jaya sekarang keluarga Afdal Yasir, memang Rena sangat beruntung sekali jika memilih suami" gumam Sofi tertawa kecil.


Sofi sangat bahagia setidaknya dia bisa memamerkan kekayaan Luthfi itu pada teman teman sosialitanya.


Luthfi hanya menggeleng geleng kan kepala nya dia tak habis pikir kalau sekarang banyak sekali orang yang membuat nya merasa tak nyaman.


Luthfi memeriksa sosial media nya dengan membuat akun yang baru lagi, dia tak mau orang orang menghina nya sudah cukup di dunia nyata jangan di Sosial media juga.


Namun Luthfi merasa heran saat akun yang menandainya itu menghapus postingan nya bahkan dia juga membuat klarifikasi untuk orang orang yang menanyakan kabar itu.


"Aku tak habis pikir" ucap Luthfi.


Luthfi mengemasi laptop dan beberapa bekas yang lain, Luthfi akan pulang dia tak ingin pulang dan bersantai di rumah sudah cukup dia di fitnah orang orang.


Sedangkan di rumah luthfi, Mayang datang ke rumah dia akan bertemu dengan Luthfi dan ingin memperbaiki hubungan nya itu.


Alasannya tak lain karena Mayang ingin harta Luthfi.


Mayang langsung masuk di sana ada Rena dan Gladys yang sedang duduk di sofa.


"Selamat sore" ucapnya.


Namun Gladys langsung pergi dari sana meninggal kan Mayang dan Rena.


"Gladys, lihat mamah bawakan makanan kesukaan kamu" ucap Mayang sambil mengacungkan paper bag yang isinya makanan.


"Gak mau" Teriak Gladys.


"Ayolah Gladys mamah susah susah bawakan ini" sahut Mayang.


Rena hanya tersenyum dia tak bisa memikirkan bagaimana cara nya membujuk Gladys apa lagi takut nya mamahnya itu akan marah pada Rena.


"Mah duduk" ucap Rena.


"Ya terima kasih" ucap Mayang ramah.


Rena cukup heran dengan perubahan sikap mertua nya tapi dia tak bicara karena takut menyinggung.


"Ayo makan bareng mamah" ucap Mayang.


Rena canggung dia belum pernah melihat mertuanya yang seperti itu.

__ADS_1


"Ya mah ayo" ucap Rena.


Mereka menuju ke arah dapur di sana mereka makan bersama, canggung? itu lah yang Rena rasakan apa lagi dia belum pernah seperti itu.


"Dulu Gladys sangat suka dengan makanan ini tapi sekarang dia tak terlalu suka seperti nya" ucap Mayang.


"Mah mungkin Gladys lagi kenyang saja apa lagi dia sudah makan juga" ucap Rena.


"Apa alasan Luthfi untuk mengurus Gladys" tanya Mayang penasaran.


"Kemarin Gladys mau sekolah di pesantren dia meminta pada ku dan Gus Luthfi, karena sekarang masih libur sekolah jadi Gladys masuknya satu bulanan lagi Mah ke pesantren" ucap Rena yang membuat Mayang sangat sangat terkejut.


"Kenapa anak itu mau ke pesantren, aku sudah atur biayanya banyak sekali tapi dia malah mau ke pesantren dasar anak tak tau di untung" batin Mayang dengan senyuman yang manis padahal hati nya sedang marah.


Dia tak bisa berkata apa apa lagi Mayang memakan makanan itu namun dengan senyuman yang tak ada henti hentinya.


Luthfi pulang dia melihat mobil mamahnya jujur saya dia sangat takut karena takut nya Gladys akan ketahuan.


"Ada apa mamah datang" batin Luthfi.


Luthfi langsung masuk ke dalam namun setelah dia masuk dia melihat pemandangan yang sangat langka, yaitu mamahnya tengah duduk bersama dengan Rena.


Mereka tengah menikmati teh hangat bersama, namun Luthfi bisa melihat kalau Rena sangat merasa canggung dengan mertuanya itu.


"Aku tau kau canggung Rena, tapi Syukurlah Gladys tak ada di sini" Gumam Luthfi.


Rena mengiyakan semua perkataan Mayang dia tak bisa bicara apa apa karena takut salah bicara.


Sepandai itu Rena mementingkan perasaan orang lain walau pun perasaan dia sendiri tak ada yang mementingkan nya.


"Apa Gladys sakit" tanya Mayang.


"Tidak mah" ucap Rena.


"Kenapa tak sakit, tapi dia bersembunyi apa dia sengaja menghindari aku ya, apa aku salah Rena, aku gak salah kan" ucap Mayang.


"Ya mah, mamah gak salah tapi kan Gladys masih kecil jadi tak heran, katanya dia tak akan pulang karena dia senang di sini" ucap Rena.


"Apa yang Gladys inginkan" tanya Mayang.


"Aku kurang tau tapi dia sangat ceria doa" ucap Rena.


"Ya aku tau itu" ucap Mayang.

__ADS_1


__ADS_2