
Di acara itu mendadak Yadna ingin ke kamar mandi dia mencari kamar mandi yang jelas saja Yadna tidak tau letaknya di mana.
"Mbak toilet di mana ya" tanya Yadna pada pelayan yang bekerja di sana.
"Sebelah sana" ucapnya.
Yadna langsung pergi dari sana menuju ke kamar mandi tapi sayangnya Rasya melihat hal itu dia langsung mengikuti Yadna yang sekarang sudah ada di dalam kamar mandi.
Yadna mencuci tangannya menatap dirinya pada cermin besar yang menempel pada dinding yang sangat besar itu.
"tenang Yadna tenang" gumam Yadna panik karena takutnya dia akan menjadi Boomerang bagi Kathir yang saat ini bahkan berada di deretan orang orang yang paling sukses di negeri itu.
"Nona Adna" sahut Rasya yang sekarang ada di sana.
Yadna terkejut dia langsung menatap pada Rasya yang saat ini ada di hadapannya.
"Pak ada apa anda di sini" tanya Yadna.
"Aku hanya akan buang air kecil" ucap Rasya.
"Bukanya ini toilet wanita ya, apa bapak salah masuk" tanya Yadna.
"Tidak aku sengaja masuk ke dalam toilet wanita" ucap Rasya.
Yadna akan pergi dari sana namun sayang tangannya di pegang oleh Rasya dengan sangat erat, tanpa berlama lama Yadna langsung menepis tangan kekar itu.
"Kau melayani pak Fathir yang tak lain adalah kakak ipar mu, dan sekarang kau bersama dengan adiknya, bravo Nona Adna, saya akui anda memang sangat cantik dan mungkin saja saya juga tertarik pada Anda, kenapa tidak layani saya juga" goda Rasya Sambil mengedipkan matanya.
"Maaf pak, tapi anda salah paham" sahut Yadna ketakutan sambil mencoba menarik tangannya yang di pegang sangat erat oleh Rasya.
"Salah paham bagaimana aku tau berita itu, tapi sayang tak ada klarifikasi dari orang yang bersangkutan" ucap Rasya.
"Tolong lepas kan saya" geram Yadna.
"Silahkan" ucap Rasya sambil melepaskan tangan nya yang mencekal Yadna.
"Aku akan tawarkan banyak uang untuk mu" ucap Rasya.
"Aku tidak tertarik dan tolong jangan berpikir seperti itu karena aku bukan wanita yang ada di dalam video itu" ucap Yadna yang langsung pergi dari sana.
Yadna marah dia sangat benci pada Rasya yang sudah berbicara seperti itu padanya, Yadna tadinya ingin memberikan pelajaran pada Rasya hanya saja dia tidak mau membuat Kathir malu karena ulahnya itu.
Kathir menatap pada Yadna yang saat ini terlihat kesal.
__ADS_1
"Ada apa" tanya Kathir.
"Tidak ada" sahut Yadna kesal.
"Ayo kita temui tuan Fikri" ucap Kathir.
"Baiklah ayo" ucap Yadna.
Mereka bertemu dengan pengusaha yang terkenal itu, suatu keberuntungan bagi Kathir yang bisa bekerja sama dengan perusahaan besar itu.
"Terimakasih pak Fikri karena mau bekerja sama dengan saya" ucap Kathir.
"Ya pak Kathir semoga kerja sama ini bisa saling menguntungkan" ucap Fikri.
"Ya pak" ucap Kathir.
Setelah lama berbincang bincang Kathir memutus kan untuk pulang, sekarang sudah hampir larut malam.
Jadi mereka akan langsung pulang sekarang.
Namun ada hal yang membuat Yadna gelisah dia takut kalau Rasya itu akan membicarakan hal itu pada orang orang yang ada di sana.
"Astaga aku tidak menyangka ada manusia seperti dia" batin Yadna.
Kathir menatap pada Yadna yang sekarang ada di samping nya.
"Baiklah ayo" ucap Yadna.
Kathir menatap pada Yadna yang sebenarnya sangat dia sayangi itu, tanpa terasa oleh Yadna saat ini Kathir sangat perduli pada Yadna.
Bahkan Kathir pun sangat terkagum kagum melihat yadna yang setiap hari terlihat sangat cantik.
"Apa mungkin suatu saat nanti kau akan meninggalkan aku" gumam Kathir yang masih bisa di dengar oleh Yadna.
"Siapa yang akan meninggalkan kamu" tanya Yadna.
"Tidak ada" ucap kathir menyangkal ucapan Yadna.
Mereka pulang dan benar saja tak ada Mita di sana, padahal saat ini sudah larut malam tapi tak ada tanda tanda Mita di sana.
"Mamah seperti nya belum pulang" bisik Kathir saat mereka sudah ada diruang tamu kediaman Amta.
"Ayo kita lihat" bisik Yadna.
__ADS_1
"Ayo" ucap Kathir.
Sedangkan di Villa..
Saat ini Mita menatap pada dua orang yang membuat dia sangat marah itu.
"Besok aku akan kirim kalian ke neraka" ucap Mita.
Sisi hanya menatap sinis dia tidak tau apa yang akan Mita lakukan padanya dan Arsala, namun saat ini ada hal yang paling mengejutkan bagi keluarga Rena.
Adiba baru saja mengetahui keberadaan Arsala, entah dari mana Adiba tau posisi Arsala sekarang tapi saat ini Adiba bahkan sudah ada di sana.
Adiba baru saja pulang dari kantor Kathir dia langsung datang ke sana, karena khawatir pada Kathir yang katanya tengah di sekap di salah satu villa.
Mita membuka lakban yang sekarang menutupi mulut Arsala dan Sisi.
"Bicaralah siapa tau ada hal yang mau kalian bicara kan atau kata kata terakhir" tanya Mita.
"Dasar wanita tua gi la, kau salah jika berurusan dengan ku" ucap Sisi marah memaki maki Mita yang saat ini ada di sana.
Arsala hanya diam saja menatap pada Sisi yang saat ini hanya bisa memaki maki Mita yang bahkan seperti tidak mendengar kan nya.
"Diam lah" ucap Arsala.
"Kau hanya akan diam saja, lihat wanita tua bau tanah itu menghina kita dan kau hanya diam saja" ucap Sisi.
"Aku yakin kita akan bebas" ucap Arsala.
"kapan, wanita tua itu bahkan sudah gi la" ucap Sisi.
"Silahkan ributkan apa pun yang mau kau ribut kan" ucap Mita menatap pada dua orang yang tengah berdebat itu.
"Aku akan istirahat sambil menikmati perdebatan kalian" ucap Mita.
Saat ini di luar Adiba melihat Arsala yang tengah di ikat di ruang tamu ruangan itu, tanpa merasa takut Adiba akan masuk ke sana hanya saja saat ini ada dua laki laki yang datang ke sana.
Adiba langsung berlari ke arah belakang Vila itu karena takut mereka akan melihat Adiba yang ada di sana.
"Astagfirullah ada apa ini" gumam Adiba.
Adiba tidak bisa berbuat apa apa saat ini dia hanya bisa diam saja di sana tanpa melakukan apa pun karena sadar kalau saat ini dia juga akan terkena musibah kalau berani sampai muncul di hadapan orang itu.
Adiba melihat ponsel nya dia tadinya akan mencoba menghubungi polisi tapi sayang tak ada sinyal di sana.
__ADS_1
Adiba merasa sangat bo doh karena tadinya dia tidak sempat menelpon orang tuanya dahulu.
"Kenapa aku melakukan hal seceroboh ini" gumam Adiba.