Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 94


__ADS_3

Luthfi sangat senang karena Rena mau ikut bersama dengan nya, Luthfi tak akan meninggalkan Rena sendirian lagi, dia sangat ingin bersama dengan Rena sekarang.


"Gus bagaimana keadaan Revan" tanya Rena.


"Entah semalam saat mereka pulang, Alhamdulillah mereka baik baik saja" ucap Luthfi.


"Alhamdulillah kalau begitu" ucap Rena.


"Aku juga menyayangkan sikap Revan yang melakukan hal itu, tapi aku semakin bersalah jika bersama dengan Revan, aku tau kalau dia seperti ini itu karena dia malu pada ku, dia yang merencanakan semuanya" ucap Luthfi.


"Tak apa maafkan saya lagi pula sudah terjadi juga" ucap Rena.


"Ya" ucap Luthfi.


Sedangkan di kediaman Nagita sekarang Revan sedang mencari cari baju bagus untuk dia masuk kuliah, sekarang Revan ambil kelas siang karena sorenya dia akan bekerja.


"Cari apa" tanya Nagita menatap pada Revan.


"Cari kesalahan aku" ucap Revan.


"Ck so soan merasa paling baik" ucap Nagita.


Revan memakai kaos polos dan kemeja kotak kotak di luarnya.


Dengan rambut kelimis dan penampilan seperti itu, Revan terlihat sangat modis.


Nagita memandang Revan dengan tatapan suka, walaupun Revan masih kecil tapi Revan sangat gagah dan ganteng, tak akan ada yang bisa menolak nya.


"Aku akan lama pulang" ucap Revan.


"Mau ke mana" tanya Nagita.


"Kuliah satu pelajaran dan sorenya aku kerja" ucap Revan.


"Ck Kerja, berapa sih uang yang akan kau hasil kan paling juga receh" ucap Nagita.


"Terserah aku hanya punya tanggung jawab menafkahi mu, jadi aku harap kamu menerima berapa pun uang yang aku berikan" ucap Revan.


"Terserah" ucap Nagita.


Revan tak akan bekerja di rumah Luthfi lagi dia sudah merasa malu pada Luthfi, namun Revan akan berusaha mencari pekerjaan di luar.


sedang kan Nagita dia langsung menuju ke rumah sakit tempat dia bekerja, karena sekarang ada banyak pasien yang datang.


Nagita bersyukur karena teman teman nya tak ada yang tau kalau dia menikah jadi menurut Nagita dia aman untuk menyembunyikan kalau dia lajang.


"Dokter kemana kemarin anda gak masuk" tanya suster.


"Saya sibuk" jawab Nagita.


Begitulah Nagita dia sangat angkuh dan sombong, bahkan Nagita tidak pernah bicara banyak pada para suster maupun rekan dokter nya di sana.


Namun Nagita malah kepikiran dengan kejadian malam itu bersama dengan Revan di apartemen.


Dia tak menyangka kalau dia akan melakukan hal itu pada Revan.


"Ini karena salah dia yang melakukan hal itu" gumam Nagita.


Nagita mempersiapkan persyaratan untuk pengajuan perceraian, sekarang Nagita tak akan perduli pada Revan atau pun papahnya yang akan menentang hal itu.


Karena yang sekarang Nagita pikirkan itu adalah dia ingin hidup bebas dari Revan.

__ADS_1


"Semoga cepat" gumam Nagita.


Sedangkan sekarang di rumah Luthfi saat ini kedua insan itu tengah bersama di dalam kamar, Luthfi sangat lengket dengan Rena bahkan Rena ke kamar mandi saja tak pernah lepas dari tatapan Luthfi.


Tokk


Tokk


"Siapa" tanya Luthfi dari dalam kamar.


"Tuan ada Tuan Abimana katanya mau bertemu" sahut Bi Cici.


"Aku akan turun" sahut Luthfi.


"Abimana" tanya Rena.


"Ya Abimana mantan suami mu" ucap Luthfi.


"Mau apa dia datang" tanya Rena.


"Aku ada bisnis dengan nya" ucap Luthfi.


"Aku ikut turun" ucap Rena.


"Baiklah ayo aku akan bawa Faiz" ucap Luthfi.


Mereka turun ternyata benar Abimana ada di sana tengah duduk di ruang tamu.


"Ada apa Tuan" tanya Luthfi.


"Tuan Luthfi begini saya mau memberikan berkas yang harus anda tanda tangani" ucap Abimana menyodorkan satu berkas penting.


Luthfi memberikan Faiz pada Rena yang sekarang sedang duduk.


Luthfi membaca setiap poin penting dari berkas berkas itu.


"Aku setuju tapi aku kurang setuju pada poin terakhir" ucap Luthfi.


"Yang perjanjian kontrak ini" tanya Abimana.


"Ya yang pembagian hasil sama rata" ucap Luthfi.


"Emang Anda mau berapa" tanya Abimana.


"Aku 60 persen dan kamu 30 persen" ucap Luthfi.


"Lalu yang 10 persen" tanya Abimana.


"Simpan uang itu atau bila perlu sumbangkan uang itu pada orang yang membutuhkan" ucap Luthfi.


"Anda 60 persen tuan, itu sangat besar" ucap Abimana.


"Anggap saja sebagai hutang mu padaku" ucap Luthfi.


"Apa hutang ku akan lunas jika aku memberikan kamu 60 persen keuntungan" tanya Abimana.


"Jelas, tapi ini bertahan sampai kontrak kita habis" ucap Luthfi.


"Kontrak ku dengan nya hanya satu tahun jadi boleh saja lah lagi pula sudah banyak uang yang dia keluarkan" batin Abimana.


"Baiklah" ucap Abimana.

__ADS_1


"Selamat bergabung dengan perusahaan kami" ucap Luthfi.


"Terima kasih" ucap Abimana.


Namun Abimana malau fokus pada Rena dan anak yang Rena gendong.


"Anak itu mirip seperti ku" ucap Abimana.


"Oh ya kami juga berpikir seperti itu" ucap Luthfi.


"Apa mungkin itu anak aku" ucap Abimana.


"Tapi anak ini kami adopsi" ucap Luthfi.


"Oh tapi kenapa wajah nya mirip ya" tanya Abimana.


"mungkin hanya kebetulan saja" ucap Luthfi.


"Aku malah berpikir kamu punya anak dengan ku" ucap Abimana.


"Tidak aku baru saja hamil" ucap Rena menatap pada Abimana.


"Wah selamat" ucap Abimana.


"Terima kasih" ucap Rena dan Luthfi.


Setelah lama akhirnya Abimana memutus kan untuk pulang dia tak mungkin berada di sana terus dengan alasan ingin melihat Rena.


Abimana masih sangat mengharapkan Rena, dia bahkan sering kali datang ke tempat malam dan meminta seorang wanita yang dia sewa memakai jilbab dan topeng Rena.


Tapi Abimana tak akan lupa pada istri nya yang sekarang ada di rumah, Abimana tak mau di pandang buruk oleh Rena jadi hal itu dia lakukan di belakang semua orang.


Rena menatap pada Luthfi suaminya itu.


"Kak Abi punya hutang apa dia pada mu" tanya Rena.


"Dia meminta aku untuk menyuntikan dana pada perusahaan nya, dan cukup besar juga tapi aku gak bisa berbuat apa apa karena dia pemaksa" ucap Luthfi.


"Kenapa di kasih pinjaman" tanya Rena.


"Perusahaan nya butuh dana banyak" ucap Luthfi.


"Kenapa dia kan kaya aku yakin dia pasti cuman pura pura" ucap Rena.


*Sayang gak boleh begitu" ucap Luthfi.


"Ya aku tau tapi Gus jangan terlalu baik pada orang lain, Gus sekarang bisa saja Kak Abi sedang mempermainkan mu" ucap Rena.


"Gak boleh suudzon" ucap Luthfi.


"Ya gak akan suudzon" ucap Rena.


"Baiklah ayo kita makan aku lapar" ucap Luthfi.


"Baiklah ayo" ucap Rena.


Mereka langsung makan di ruang tamu.


"Gus bagaimana kabar Ayah" tanya Rena.


Luthfi juga gak tau kabar Ayahnya itu, entah kenapa mereka karena tak muncul lagi.

__ADS_1


"Aku gak tau" ucap Luthfi.


__ADS_2