
Luthfi akan datang ke kediaman Mayang dia akan bertanya pada Mamahnya tentang Rena dia sangat kesepian tanpa ada Rena.
kalau memang ada apa apa bagaimana caranya Luthfi bicara pada Abah apa lagi Rena adalah seorang putri dari pemilik pesantren dan pastinya banyak yang sayang padanya.
"Astagfirullah bagaimana kalau ucapan orang orang itu benar, tapi mata ku gak akan berbohong aku benar benar gak melihat Rena di sana apa jangan jangan Rena ada di bawah kolong kursi mobil ya, Astaghfirullah ya Alloh tolong beri tau aku di mana istri ku berada" gumam Luthfi.
Sedangkan di kediaman Mayang saat ini Mayang tengah kedatangan tamu yang sangat Mayang kenal.
"Baiklah ada apa" tanya Mayang.
"Tante aku akan memberikan ini pada mu" ucap Nagita sambil menyodorkan sebuah sertifikat pada Mayang.
Mayang mengambil dan membuka nya ternyata itu adalah surat kepemilikan pabrik yang dahulu pernah Mayang punya.
"Dari mana kamu punya ini" tanya Mayang.
"Tante ini sertifikat pabrik Tante kan, anggap saja ini sebagai tanda terima kasih aku kalau Tante bisa menikah kan aku dengan Luthfi, Tante tau kan aku sudah tergil a gil a pada Luthfi itu sudah lama hanya saja aku berani mengatakan nya sekarang saat Luthfi sudah punya istri, shtt menyebalkan sekali" protes Nagita.
"Kamu tenang saja aku akan atur semuanya" ucap Mayang.
"Baguslah" ucap Nagita yang langsung mengambil lagi surat kepemilikan itu.
"Katanya buat aku" tanya Mayang.
"Ini dulunya memang milik tante tapi kan sekarang ini punya aku dan aku akan memberikan nya saat aku sudah menikah dengan Luthfi" ucap Nagita.
"Ck" Mayang berdecak.
Namun saat ini Mayang harus membaik baiki Nagita karena hanya dia lah yang mampu memberikan kembali pabrik yang sudah Herman jual itu.
"Kamu tenang saja aku akan usahakan" ucap Mayang.
Luthfi masuk ke dalam halaman rumah mamahnya itu dia baru sekarang lagi datang ke sana setelah sekian lama Luthfi menginjak kan kakinya lagi di sana.
Sangat ini Luthfi ingin marah dia ingin mengamuk di sana tapi dia tak boleh melakukan hal itu karena bisa saja Mayang yang menyembunyikan Rena.
Luthfi mulai mengetuk pintu rumah itu, sebenarnya Luthfi sangat malas datang ke sana namun sekarang dia tak mungkin mengedepankan ego nya sedang kan Rena dalam bahaya.
Tokkk
Tokk
Luthfi mengetuk pintu rumah yang cukup mewah itu, bukan malas untuk Luthfi datang ke sana hanya saja saat dia datang ke sana dia selalu ingat pada masa lalunya bersama dengan Papahnya.
Mayang yang mendengar ada suara orang mengetuk pintu dia langsung melihat orang yang datang dari arah jendela nya.
Mayang terkejut saat melihat ada Luthfi di sana yang sedang mengetuk pintu.
"Gawat" ucap Mayang yang langsung mendekat Nagita yang ada di sana.
"Ada apa tante" tanya Nagita.
"Luthfi datang aku gak tau ada apa tapi sebaiknya kamu sembunyi, aku takut Luthfi akan curiga pada ku apa lagi ekspresi dia sangat menakutkan, ayo cepat sembunyi" ucap Mayang.
"Tante kenapa sembunyi" tanya Nagita.
"Ayolah pergi saja ke kamar tamu aku yakin dia tak akan masuk ke sana" ucap Mayang.
"Ya baiklah aku akan ke sana" ucap Nagita yang langsung pergi dari sana menuju ke arah kamar tamu yang ada di rumah itu.
Mayang membuka pintu rumahnya itu dia melihat pada Luthfi yang sekarang ada di hadapannya itu.
"Ada apa" tanya Mayang.
Tanpa di duga Luthfi langsung sujud di hadapan Mayang yang saat ini hanya berdiri saja.
__ADS_1
Luthfi menatap pada wajah Mayang yang tak lain adalah ibunya itu.
"Kamu bisa ambil berapa saja, kamu bisa minta apa saja asal kembali kan Rena ku" ucap Luthfi.
"Kembalikan Rena" ucap Mayang heran dia tak paham pada apa yang di katakan oleh Luthfi itu.
"Aku akan memberikan apa pun yang kamu mau asal kamu kembalikan Rena ku" ucap Luthfi.
Mayang menganggap kalau putranya itu sudah tak waras, Mayang tersenyum dia punya ide yang cemerlang untuk menjebak Luthfi.
"Baiklah aku akan kembalikan asal dengan satu Syarat" ucap Mayang.
"Syarat apa" tanya Luthfi.
"Menikah lah dengan Nagita aku yakin kalian akan cocok setelah itu aku akan memberikan Rena pada mu" ucap Mayang.
"Tapi apa tak ada persyaratan yang lain" tanya Luthfi.
"Tidak ada itu kesepakatan bersama dari awal" ucap Mayang.
"Baiklah aku akan turuti apa mau mu aku akan menikahi Nagita tapi aku harap aku bisa bertemu dahulu dengan Rena aku sangat butuh dia aku gak mau dia kesakitan karena kecelakaan ini" ucap Luthfi.
"Kecelakaan di mana, apa mungkin ini ada yang merencanakan sebelum nya gak mungkin kan Rena tiba tiba di culik dan di sekap" batin Mayang..
"Aku gak bisa memperlihatkan Rena sekarang karena aku gak mau dia kabur" ucap Mayang.
"Baiklah aku akan datang lagi besok jagalah Rena ku jangan sakiti dia" ucap Luthfi yang langsung pergi ke arah rumah nya.
Mayang tak tau harus mencari Rena ke mana karena dia bahkan gak tau Rena ada di mana dan dengan siapa.
Mayang asal menyiagakan saja dia ingin rencana ya berjalan dengan baik jadi dia mengakui hal itu padahal itu adalah Bohong.
Mayang duduk di atas Sofa yang ada di sana.
"Astaga kenapa aku jadi merasa bersalah begini aku bahkan tak pernah berniat untuk menculik Rena lalu siapa yang menculik Rena sampai Luthfi melakukan hal itu" gumam Mayang.
"Ada apa Tante" tanya Nagita.
"Ada kabar baik sekarang Rena kecelakaan dan Luthfi mengira kalau Rena kecelakaan karena aku, dia datang kemari dan bertanya di mana Rena Tante sebenarnya gak tau di mana Rena tapi kita manfaatkan saja dia sekarang" ucap Mayang.
"Tante kamu ini bagaimana kalau kamu masuk ke dalam kasus penculikan" tanya Nagita.
"Penculikan bagaimana aku gak tau apa apa" ucap Mayang.
"Kamu bilang apa pada Luthfi" tanya Nagita.
"Tante cuman bilang kalau Tante akan mengembalikan tapi dengan satu syarat yaitu menikah dengan mu" ucap Mayang.
"Tante kamu ini bagaimana kalau kita di tuduh menculik Rena" ucap Nagita.
"Tante gak tau" ucap Mayang.
"Argh sekarang terserah Tante saja aku gak ikutan" ucap Nagita.
"Nagita ayolah jangan gitu" ucap Mayang yang menyesal karena telah mengakui sesuatu perbuatan yang tak pernah dia lakukan.
Nagita pergi dari sana dia tidak mau tau kalau Mayang mau pabrik itu maka Mayang harus melakukan sesuatu agar Nagita dan Luthfi menikah namun kalau Mayang gagal Nagita tidak akan memberikan pabrik itu.
Nagita menatap pada jalanan selama ini dia kerja banting tulang hanya untuk membeli sesuatu yang berharga yang Mayang miliki dan akhirnya doa nya terkabul dia punya banyak uang dan membeli pabrik itu dari orang lain.
Nagita merasa sangat beruntung karena apa yang dia inginkan satu persatu terkabul dan sekarang dia ingin menikah dengan Luthfi dia juga ingin dia itu terkabul juga.
"Mayang ini apa apaan aku pasti akan terseret dalam kasus ini kalau dia membawa nama nama aku, kalau aku di penjaga aku gak bisa bahagia bersama dengan Luthfi dong, Ishh aku sangat kesal pada Mayang itu" gumam Nagita.
Selama ini Nagita tidak terlihat karena dia sibuk di kota sebrang dia bekerja dan bekerja sampai dia mendapat kan penghargaan karena dia sudah bisa ke tahap yang lain.
__ADS_1
Nagita akan sangat membanggakan pasti nya bagi laki laki yang akan menjadi suaminya nanti, sayang nya Nagita memiliki kekurangan yang amat sangat minus yaitu menyukai suami orang.
Apa arti sebuah gelar jika suka pada milik orang lain, kelebihan Nagita memang banyak tapi sayang dia suka pada suami orang yang membuat kelebihan nya itu jadi minus.
Nagita sangat terobsesi pada Luthfi apa lagi dia mampu melakukan apa pun hanya itu bahagia dan hidup bersama dengan Luthfi, namun Nagita tidak serendah itu sampai menculik Rena.
Sedangkan di kediaman Mayang benar saja sekarang kedatangan Mayang kedatangan polisi yang membuat Mayang panik karena dia telah mengakui apa yang tidak dia perbuat.
"Astaga kenapa ada polisi" gumam Mayang.
Di sana juga terlihat ada Luthfi yang ikut bersama polisi itu dan tentu saja membuktikan kalau benar polisi itu akan membela Luthfi.
"Mati aku" gumam Mayang.
Polisi itu menggedor pintu rumah Mayang mereka semua langsung masuk ke dalam dan menginterogasi Mayang yang katanya menyembunyikan Rena.
"Bu apa benar anda menyembunyikan Rena" tanya Polisi itu.
"Tidak pak" ucap Mayang panik.
"Kenapa anda bilang pada pak Luthfi kalau katanya anda yang menyembunyikan Rena" tanya Polisi itu.
"Ampun pak saya tidak menyembunyikan Rena" ucap Mayang ketakutan.
"Mah jangan bohong aku dengar tadi dari kamu" ucap Luthfi.
"Saya tidak melakukan apa apa" ucap Mayang.
"Dia yang bilang pada saya pak" sahut Luthfi.
"Bu ayo mengaku" ucap Polisi.
"Tapi benar saya tidak melakukan apa apa" ucap Mayang.
Polisi itu mengeluarkan ponsel milik Mayang yang mereka temukan di jurang itu.
"Bukan kah ini milik anda" tanya Polisi itu.
"Ya itu hp saya" ucap Mayang.
"Berarti anda pelaku nya karena orang yang menculik Rena meninggal kan hp nya di tempat kejadian mungkin saja hp ini jatuh dari tas sang pelaku" ucap Polisi.
"Ini hp saya tapi pak saya tidak melakukan apa apa" ucap Mayang.
"Baiklah kemana saja anda tadi pagi" tanya Polisi.
"Saya ke casino yang ada di jalan S..... kalau kalian tidak percaya maka tanya saja pada pemilik di sana" ucap Mayang.
"Baiklah kami akan melakukan interogasi pada Casino yang ada di sana" ucap polisi itu.
"Ya tanya kan saja pada dia aku tak melakukan apa apa dari pagi" ucap Mayang membela diri.
"Lalu tadi kenapa kau meminta aku menikah dengan Nagita sebagai syarat untuk kamu memberikan Rena pada ku" tanya Luthfi.
"Aku hanya mengambil kesempatan dalam kesempitan aku gak tau kalau Rena di culik" ucap Mayang.
"Aku yakin pasti kamu, Mah hp itu jelas jelas ada di jurang itu apa mungkin hp ini langsung terbang ke sana, kalau gak kamu yang datang ke sana dan menjatuhkan nya di jurang itu" ucap Luthfi.
"Luthfi tapi aku gak tau, jangan menyalahkan aku bagaimana kalau pelakunya orang lain yang tak suka pada mu atau pelaku nya adalah musuh kamu, jangan asal membuat laporan aku gak melakukan apa apa" ucap Mayang yang semakin panik.
"Tapi dari gerak gerik nya kau seperti nya panik" ucap Luthfi.
"Ya aku panik karena banyak polisi yang datang" ucap Mayang.
Luthfi merasa cemas dia tidak tau harus melakukan apa bahkan jika dia mengharapkan Mayang jujur saja itu tak akan cukup karena Luthfi tak akan percaya kalau Rena nya saja belum dia lihat.
__ADS_1
Luthfi malah berpikir kalau Rena sudah tiada karena terbakar di dalam mobil, namun hati nya menolak hal itu, Luthfi percaya kalau Rena masih hidup dan sekarang ada hanya saja ada yang menculiknya.
"Ya Alloh berikan lah petunjuk di mana Rena sekarang" batin Luthfi.