
Setelah beberapa kali mencari cari pekerjaan yang cocok untuk mertuanya, Akhir nya Luthfi bisa istirahat juga Luthfi sangat mementingkan pada janji yang sudah dia ucapkan.
Jika tak ada halangan Luthfi akan mengusahakan untuk mengabulkan nya, namun jika ada halangan Luthfi akan terlambat melaksanakan janjinya.
Karena yang Luthfi pikir kan adalah seorang laki laki yang di pegang itu adalah janjinya, bagaimana seorang laki laki bisa di percaya kalau janjinya saja dia ingkari.
Luthfi mengambil beberapa berkas dia tak akan berprasangka buruk dahulu pada mertuanya, dia berusaha untuk percaya walaupun dalam hati nya ada rasa tak percaya kalau mertuanya itu akan bekerja di perusahaan nya.
"Kalau mamah mencurigakan pecat saja" ketus Rena yang masih marah karena Luthfi memasukan Mamahnya ke perusahaan nya.
"Ya sayang" ucap Luthfi.
"Jangan ya ya saja" ketus Rena lagi.
Luthfi hanya tersenyum melihat hal itu dia tak bisa bayangkan kalau istri nya akan lebih membela diri nya.
"Ya sayang ya aku tau maafkan aku, kamu kesal kan" tanya Luthfi saat menyadari istri nya itu cemberut.
"Sudahlah aku mau menidurkan Faiz" ucap Rena.
"Sayang jangan berprasangka buruk lagi ya" ucap Luthfi.
"Ya" sahut Rena.
Rena sebenarnya tak marah hanya saja dia tak suka kalau mamahnya ke perusahaan suami nya dan nanti nya mereka akan dekat.
Rena masih ingat pada ucapan Mamahnya yang tempo lalu bicara padanya.
Flash Back onn
Di pesantren saat Rena tau kalau Sofi adalah mamahnya dia sempat tak mau mengakui nya dia sangat marah tentu saja apa lagi dia baru tau kalau mamah kandung nya adalah bibinya sendiri.
Rena hendak menemui Sofi saat itu Sofi datang ke pesantren dan ingin bertemu dengan Rena.
Rena berjalan ke arah mobil mamahnya yang ada di halaman pesantren.
Namun ada hal yang membuat Rena sangat sangat terkejut.
"Aku heran dulukan mas Herman mau melenyapkan anak itu tapi kenapa anak itu masih hidup" geram Sofi dengan suara kesal.
Rena yang mendengar hal itu langsung menghentikan langkahnya dia langsung mendengar kan percakapan mamahnya bersama dengan beberapa anak buahnya.
"Nyonya sekarang bagaimana apa perlu kita lenyapkan saja" tanya anak buahnya.
"Tidak perlu aku gak perduli lagi padanya" kesal Sofi.
"Tapi Nyonya apa kemungkinan besar putri mu itu akan meminta warisan" ucap anak buahnya.
"Mungkin saja tapi aku gak mungkin memberikan nya, dia saja tak menganggap aku ibunya, lagi pula aku ini sudah senang hidup seperti ini, eh ada saja hal yang membuat aku kesal" ucap Sofi marah.
"Nyonya kalau anda butuh orang untuk melenyapkan nya, kami siap" ucap anak buah Sofi.
"Tidak aku akan atur waktu untuk melenyapkan dia, atau mungkin dengan seperti ini dia akan menguntungkan bagi aku" ucap Sofi.
"Menguntungkan bagaimana" tanya Anak buahnya.
"Menguntungkan nantinya aku akan jual dia pada laki laki kaya lagi pula putri aku gak terlalu buruk kan" ucap Sofi mempunyai ide seja hat itu pada anaknya sendiri.
"Anda terbaik Nyonya" ucap anak buahnya.
Rena yang mendengar kan hal itu langsung pergi dari sana dia sangat tak menyangka kalau mamahnya akan seperti itu, baru saja Rena tau kalau Sofi ibunya dia sudah mendengar hal itu.
Dari situ lah awal mula Rena tak terlalu baik pada Sofi karena dia tau kalau ibunya itu hanya lah pura pura saja.
"Astaghfirullah ada ibu seperti dia" batin Rena.
Flash back off.
Rena menggelengkan kepalanya dia berusaha untuk melupakan hal itu, sangat tak mungkin bagi Rena menjauh dari mamahnya kalau mamahnya sedekat itu dengan nya nanti.
Bukannya ingin menjadi anak yang durhaka tapi Rena hanya tak suka pada sikap ibunya itu bukan pada orangnya.
Rena hanya merasa kalau mamahnya itu tak menginginkan nya.
Jika saja Sofi bisa menerima Rena sebagai putri nya maka Rena tak akan mungkin melakukan hal itu pada mamahnya.
Di setiap selesai sholat Rena selalu mendoakan Mamahnya namun Rena tujukan sepenuhnya doa nya itu pada Umi yang ada di pesantren.
"Apa yang sudah aku lakukan dahulu hingga aku memiliki kehidupan seperti ini" gumam Rena.
Luthfi mengirim pesan pada mertuanya.
__ADS_1
{Mah ada pekerjaan tapi mamah jadi karyawan biasa, tak apa kan} pesan dari Luthfi.
Sofi terkejut melihat pesan itu.
"Astaga menantu memberikan posisi karyawan biasa pada ku" gumam Sofi.
Sofi langsung menghubungi Mayang yang sekarang sudah menjadi besty nya.
📞📞
"Jeng, anak mu memberikan aku posisi karyawan biasa" ucap Sofi.
"Lalu" tanya Mayang.
"Ya aku gak mau" ucap Sofi.
"Jeng lakukan saja lah lagi pula hanya sementara kan, setelah hartanya jatuh ke tangan aku maka kamu terbebas dari kerja bersama dengan Luthfi" ucap Mayang.
"Baiklah aku akan sampai kan, tapi Jeng apa anak mu tak akan marah pada ku" tanya Sofi.
"Tidak aku pasti kan itu" ucap Mayang.
"Baik lah" ucap Sofi.
📞📞
{Baiklah aku akan bekerja besok aku akan datang pagi sekali ke kantor mu} balasan pesan dari Sofi untuk Luthfi.
Sedangkan sekarang Mayang tengah tersenyum menang setidaknya dia punya suruhan tanpa di bayar.
"Entah bo doh atau gampang di bohongi" gumam Mayang tersenyum.
Wanita 45 tahunan itu berjalan ke arah pabrik yang suaminya kelola itu, hanya saja sekarang Herman sudah pergi dan Mayang yang akan melanjutkan mengelola pabrik nya itu.
Tapi sayang saat Mayang datang ke sana dia melihat kalau pabriknya itu seperti kedatangan tamu namun Mayang tak tau tamu siapa itu.
"Ada apa ini" tanya Mayang mendekat pada kerumunan orang orang berjas itu.
"Ya ada apa" tanyanya.
"Ada apa kalian di pabrik saya" tanya Mayang.
"Tapi saya tidak menjual pabrik ini" ucap Mayang meninggikan suaranya.
"Pak Herman yang menjual nya lagi pula anda siapa karena pabrik ini atas nama Herman" ucap orang itu.
"Apa? jangan ngada ngada anda ini pabrik saya dan namanya juga nama saya" ucap Mayang.
"Kalau ya mana surat surat nya" tanya orang itu.
Mayang lupa pada surat kepemilikan pabrik itu apa lagi dia sudah lama tak melihatnya.
"Tidak ada kan, karena surat nya ada di saya, lihat dari bapak Herman beralih tangan pada saya Sumandra Argamanda" ucap nya.
Mayang terkejut melihat hal itu dia sangat sangat marah apa lagi surat itu bukan surat bohongan.
"Tapi kapan aku mengalihkan kepemilikan pabrik ini pada Mas Herman" gumam Mayang.
Dia langsung pergi dari sana dia akan memastikan apa itu benar atau tidak karena Mayang tak akan memaafkan Herman kalau sampai itu terjadi.
Mayang pulang dia akan mencari sertifikasi kepemilikan pabrik itu.
Sesampainya di kediaman nya Mayang melihat ke brangkas yang ada di kamarnya seingat Mayang brangkas itu hanya dia yang tau nomor pin untuk membuka nya.
Mayang membuka brangkas nya tapi sayang tak ada apa pun di dalam brangkas itu.
"Uang, surat mobil, dan Sertifikat pabrik itu hilang" gumam Mayang saat melihat kalau brangkas itu kosong.
Mayang sangat tak menyangka kalau Herman akan melakukan itu padanya, mungkin saja selama ini Herman merencanakan hal itu di belakang Mayang.
"Ck si al suami parasit itu ternyata memanfaatkan aku" geram Mayang.
Drtt drrrt
Hp Mayang berdering dia melihat siapa yang menelpon.
📞📞
"Siapa" tanya Mayang saat mengangkat telpon itu.
"Suprise..... Bagai mana terkejut" tanya Herman yang sekarang tengah menelpon Mayang.
__ADS_1
"Herman dasar suami parasit kembalikan semua harta ku Herman" geram Mayang.
"Tidak bisa" ucap Herman.
"Arghh di mana kamu" tanya Mayang marah sambil meninggikan suara nya.
"Rahasia" ucap Herman tertawa di balik telpon itu.
"Herman awas kau" geram Mayang.
"Kamu miskin sekarang" ucap Herman.
"Herman aku sedang gak main main sekarang" geram Mayang.
"Selamat menikmati" ucap Herman yang langsung menutup sambungan telepon itu.
"Herman aaaaa Si al" geram Mayang marah marah.
📞📞
Mayang sangat sangat marah dia tak bisa menerima hal itu dia sangat ingin menemui Herman dan memberikan pelajaran pada Herman yang sudah berani melakukan itu padanya.
"Arghhhh Herman awas kau" Geram Mayang.
Prak
Brakk
Pas bunga dan lampu meja pecah karena di acak acak oleh Mayang, bahkan Kursi juga di lempar oleh Mayang.
Dia sangat kesal dia sangat marah yang paling Mayang takut kan adalah ini miskin dan tak punya uang.
"Bagaimana sekarang" gumam Mayang dia tak bisa berbuat apa apa lagi selain mengandalkan Sofi untuk merebut harta Luthfi.
Mayang menyesal karena sudah mempercayai orang seperti Herman, dahulu Herman hanya lah seorang suami yang tidak banyak tingkah dan nurut pada perkataan Mayang.
Tapi sekarang Mayang sudah kalah dari suami nya itu.
"Menyesal aku mas karena sudah percaya pada mu" geram Mayang.
Mayang keluar dari rumah nya dia langsung melaju ke arah rumah Luthfi dia ingin meminta belas kasihan pada Luthfi.
Mayang yakin anaknya itu sangat baik jika menyangkut kesusahan ibunya.
"Harapan aku hanya satu dan itu adalah Luthfi" gumam Mayang.
Mungkin Mayang depinisi orang yang senang pada orang lain dan susah pada anaknya, sering menghina anaknya tapi tetap anak nya lah yang dia jadikan untuk tempat dia minta bantuan.
Muna fik hanya itu lah yang mendeskripsikan Mayang sekarang.
Tetapi bagaimana tanggapan Luthfi saat tau kabar Mayang???.
Sesampainya di kediaman Luthfi, Mayang langsung masuk ke dalam saat ini Luthfi tengah makan bersama dengan istri nya.
Luthfi tak suka jika harus di ganggu saat dia makan bersama dengan Istri nya.
"Luthfi" teriak Mamahnya dari ruang tamu.
Luthfi yang mendengar pun langsung menyimpan Sendok yang dia gunakan untuk makan itu.
"Astaghfirullah" gumam Luthfi.
"Luthfi" Sahut mamahnya lagi.
Luthfi langsung mendekat pada mamahnya yang ada di ruang tamu.
"Ada apa Mah" tanya Luthfi dengan malas.
"Luthfi tolong bantu mamah saat ini mamah di tipu oleh si Herman" ucap Mayang memohon pada anaknya itu.
"Makan lah dulu aku sangat tak suka kalau saat makan di ganggu" ucap Luthfi.
Mayang hanya mengikuti putra nya itu ke dapur, tanpa malu Mayang langsung mengambil nasi dan beberapa lauk yang ada di sana.
Mereka makan bersama tentu saja Rena senang karena baru kali ini dia melihat kalau mertuanya itu memakan makanan yang Rena buat.
"Alhamdulillah" gumam Rena.
"Makan yang banyak" ucap Luthfi pada istri nya sambil mengambil kan nasi lagi untuk istri nya itu.
"Sudah Gus" ucap Rena.
__ADS_1