
Sore hari nya Luthfi membereskan kamar yang akan mereka tempati, tadinya mereka akan tidur di rumah Abah, hanya saja kata Zia akan ada orang tuanya datang ke sana untuk menginap.
Jadi Rena akan tidur di kamar yang dulu pernah Rena tempati.
Kamar itu cukup dekat dengan rumah Abah jadi Luthfi merasa aman jika ada apa apa di tengah malam.
"Bagaimana" tanya Luthfi.
"Lumayan lah" ucap Rena menatap pada kasur yang baru mereka Pasang di lantai.
Kasur itu hanya cukup untuk dua orang jadi terpaksa Luthfi harus tidur di lantai bawah, namun tetap dengan alas yang tebal supaya tak membuat Luthfi kedinginan.
Rena menidurkan Faiz di atas kasur itu, Rena merasa sangat bahagia karena akhirnya dia bisa bertemu dengan keluarga nya.
Walau pun Rena sudah tau orang tua kandung nya tapi dia tetap menganggap Abah dan Umi sebagai orang tuanya.
"Kamu senang" tanya Luthfi.
"Ya aku sangat sangat senang" ucap Rena.
"Baik lah Nikmati hari selama satu Minggu ini" ucap Luthfi mengusap kepala Rena yang di balut dengan hijab.
"Terima kasih" ucap Rena.
"Sama sama" ucap Luthfi.
Sore ini Rena melihat ada banyak orang di rumah Abah apa lagi ada Mobil yang cukup asing juga di sana.
"Apa ada tamu" gumam Rena.
"Rena" Sahut Luthfi.
Rena langsung menuju ke arah Luthfi yang tadi memanggil nya, Rena sudah menduga kalau Faiz menangis karena bangun tidur.
"Shutt sayang jangan nangis" ucap Rena.
"Dia kegerahan Sayang, ayo bawa dia keluar" ucap Luthfi.
"Ya ayo" ucap Rena.
Mereka jalan jalan keluar, dan ternyata benar Faiz anteng di gendong Rena sambil meminum asi dari dot.
Sedangkan di dalam rumah Abah saat ini kedatangan Puput mamahnya Abimana mantan suami dari Rena.
Puput sekeluarga datang ke sana karena akan melihat Bayi perempuan Zia yang baru saja lahir.
"Aunty senang sekali karena kamu melahirkan anak perempuan dan Aku punya cucu" ucap Puput.
"Bukan nya Aunty juga sudah punya cucu" tanya Zia.
"Ya ada tapi dia tak menganggap aku Neneknya" ucap Puput.
"Aunty namanya cucu ya tetap cucu kan" ucap Zia.
__ADS_1
Puput menatap pada Abimana yang juga ikut ke sana.
Hubungan Puput dan putranya kini tak terlalu akur apa lagi jika ada istri Abimana yang sangat sombong dan judes.
Tapi Abimana tak menyalahkan siapa pun dia masih Abimana yang dulu.
"Ntah ada berapa lagi wanita yang akan datang dan menganggap kalau dia punya anak dari Abimana" ucap Puput.
"Tidak apa Bu, yang dulu biar lah berlalu" ucap Umi.
"Ya benar, dasar mamah cerewet sekali" ucap Abimana.
"Argh aku sangat geram pada mu" kesal Puput.
Semua orang yang ada di sana hanya tersenyum saja melihat tingkah Puput yang kesal pada Abimana.
"Assalamualaikum" sahut Gladys dari ambang pintu dia akan datang karena akan melihat bayi Zia apa lagi tadi dia sudah janjian dengan Rena.
"Waalaikum salam, ayo nak masuk" sahut Umi.
Gladys masuk dia belum melihat kalau di sana ada Abimana, saat ini Abimana tengah menatap pada layar hpnya.
Namun saat Abimana melihat pada Gladys yang akan duduk, Gladys langsung terkejut melihat orang yang dia kenal ada di sana.
"Pak tua" ucap Gladys terkejut.
"Kamu" tanya Abimana yang terkejut melihat gadis simpanan nya ada di pesantren dan dia memakai jilbab serta pakaian yang menutupi seluruh tubuhnya.
"Hahahaha" Abimana tertawa melihat Gladys yang ada di sana.
"Dari kapan wanita malam ini ada di sini" tanya Abimana sambil menatap pada Gladys.
"Wanita malam" gumam Puput yang bersiap akan menampar putranya itu.
"Senang ya kamu mentertawakan aku pak tua, aku punya anak dari mu" sahut Gladys geram, dia tak bisa mengontrol emosi nya sampai sampai dia membicarakan hal itu di depan banyak orang.
"Apa" semua orang terkejut.
"Jangan bercanda" geram Abimana.
"Kalau gak percaya ya terserah, karena Anak ku tak akan mungkin menganggap kamu sebagai Ayahnya" ucap Gladys.
"Apa mungkin putra Abimana adalah Faiz" tanya Zia.
Gladys baru paham pada apa yang baru saja dia bicara kan itu, Gladys harusnya tak melakukan hal itu apa lagi sekarang Gladys berpura pura sebagai wanita baik baik.
Gladys langsung pergi dari sana meninggalkan semua orang yang masih dalam kebingungan.
"Jelaskan Abimana" geram Puput.
"Dia gadis malam yang pernah aku sewa tapi Mah aku gak tau kalau dia punya anak" geram Abimana.
Tak bisa di pungkiri, Abimana lebih percaya pada Gladys yang mengaku punya anak dari nya apa lagi Abimana laki laki yang pertama kali melakukan hal itu pada Gladys.
__ADS_1
Bahkan setiap malam pun mereka selalu melakukan hal itu, dan mungkin saja Gladys hamil anak Abimana.
"Apa benar dia punya anak dari mu" tanya Puput.
"Ya mungkin saja karena kami memang melakukan nya, tapi gak mungkin juga kan" ucap Abimana.
"Arghh Abimana" geram Puput
"Tapi Aunty dia memang benar sudah punya anak, namanya Faiz tapi dia tidak tau nama Ayah anaknya siapa, dan mungkin saja itu Abimana" sahut Zia.
"Bawa dia kemari dan jelas kan di sini" titah Puput.
"Apa anak itu yang di asuh oleh Rena" tanya Abimana yang pernah melihat bayi itu dan wajah nya cukup mirip dengan dirinya.
"Astaga akan serumit ini" gumam Abimana.
Zia mengangguk kan kepala nya.
"Cepat Abimana bawa dia" geram Puput.
Abimana langsung keluar dari rumah Abah.
Puput hanya terurai lemas dia tak bisa berbuat apa apa sekarang, anaknya malah semakin keterlaluan dan bahkan semakin na kal.
"Sabar Bu" ucap Umi.
"Entah dari mana aku pungut dia sampai sampai dia melakukan hal ini pada ku" geram Puput sambil menahan amarahnya.
Sedangkan sekarang Gladys tengah bersama dengan Luthfi dan Rena yang sekarang ada di teras ruang kelas.
"Ada apa Gladys" tanya Luthfi heran karena adiknya menangis.
"Ada apa" tanya Rena yang langsung memberikan Faiz pada Luthfi karena dia akan menenangkan Gladys.
"Kak aku menemukan pak tua" jelas Gladys sambil sesenggukan.
"Pak tua? Ayahnya Faiz" tanya Rena yang di balas anggukan kepala oleh Gladys.
"Di mana dia" tanya Rena.
"Hey wanita malam" sahut Abimana yang baru saja datang ke sana.
Gladys yang melihat Abimana pun langsung pergi dari sana meninggalkan Rena dan Luthfi.
"Tuan Abimana ada apa" tanya Luthfi heran.
"Katanya wanita itu punya anak dari ku, apa anak ini anak ku" tanya Abimana.
Rena dan Luthfi sangat terkejut saat tau akan kebenaran kalau Abimana adalah Ayah Faiz.
Abimana langsung melihat bayi itu dan benar saja hidung nya sangat mirip dengan Abimana.
"Ke mana wanita itu" tanya Abimana.
__ADS_1
Rena langsung melihat pada Gladys yang sekarang sudah tak ada di sana.
"Gladys" sahut Rena.