Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 26 pacaran


__ADS_3

Pagi harinya Rena terbangun dia hendak menuju kamar mandi karena akan Wudhu, namun dia terkejut saat sekarang dia tengah datang bulan lagi padahal sebelum dia menikah dia juga pernah datang bulan.


"kenapa harus halangan lagi" gumam Rena.


Rena kembali ke kamarnya dia melihat Luthfi yang masih tertidur di atas ranjang yang sama dengannya.


Rena naik ke atas ranjang dia akan membangunkan suaminya yang belum melaksanakan Sholat subuh itu.


"gus bangun sudah siang" ucap Rena menepuk pelan pipi Luthfi.


Luthfi bangun dia melihat istrinya yang ada di sebelahnya.


"bangun Gus" ucap Rena.


"hah sudah siang kah" tanya Luthfi.


"pukul empat pagi" ucap Rena.


"oh belum adzan ya" ucap Luthfi yang langsung bangun dari tidurnya dan menyender kan kepalanya pada dinding kamarnya.


"belum tapi cepatlah masuk ke kamar mandi dan ambil Wudhu" ucap Rena.


"kamu gak mandi" tanya Luthfi.


"kenapa harus mandi" tanya Rena.


"kamu gak mandi wajib" tanya Luthfi.


"buat apa lagi pula kita tak melakukan apa apa kan" ucap Rena.


"ya aku hanya tanya" ucap Luthfi.


"aku datang bulan" ucap Rena.


"oh" ucap Luthfi.


"oh ya Gus" ucap Rena.


"ya sayang ada apa" tanya Luthfi.


"bagai mana kalau kita paca ran, terdengar sangat norak ya tapi aku mau Gus dulukan saat kita belum nikah kita pernah ta'aruf bagaimana kalau sekarang kita paca ran, aku mau seperti orang lain" ucap Rena.


"baiklah siapa yang akan mengatakan cinta lebih dahulu" tanya Luthfi.


"biar aku saja" ucap Rena antusias.


"baiklah ayo" ucap Luthfi yang langsung melihat pada Rena, sehingga membuat mereka saling berpandangan.


"Gus Luthfi mau gak jadi pacar aku" tanya Rena.


"boleh" ucap Luthfi.


"makasih" ucap Rena.


"baiklah apa yang di lakukan saat paca ran" tanya Luthfi.


"terserah kamu saja, masa kamu belum pernah melakukannya Gus" tanya Rena.


"aku pernah tapi dulu saat aku masih SD aku lupa sekarang" ucap Luthfi.


"aku gak tau sih karena belum pernah melakukannya" ucap Rena.


"lalu apa yang akan kita lakukan" tanya Luthfi.


"apa saja yang kamu mau dan aku mau kita lakukan" ucap Rena.


"oh baiklah" ucap Luthfi.


"sekarang kamu wudhu dulu aku akan siapkan sarapan" ucap Rena.


"jangan ini masih pagi nanti saja pukul setengah enam kamu masak ya" ucap Luthfi.


"oh baiklah" ucap Rena.


Luthfi masuk ke dalam kamar mandi jantungnya berdetak kencang karena mendengar ucapan Rena yang memintanya menjadi paca rnya.


"ada apa dengan aku, hanya di ajak begini saja sudah membuat aku salah tingkah" Luthfi tersenyum melihat gemasnya Rena yang semakin hari semakin menggemaskan " ternyata ini rasanya jatuh cinta" gumam Luthfi.


sedangkan Rena dia memegang dadanya yang bersuara karena jantungnya berdetak kencang, Rena berusaha untuk menetralkan dirinya tapi tetap saja Luthfi membuatnya sangat salah tingkah.


"jangan salting Ning jangan Salting bahkan dia juga biasa saja" gumam Rena.


Luthfi kembali lagi ke sana dengan wajah yang basah karena bekas air Wudhu.


"aku akan Sholat dulu" ucap Luthfi.


"ya" ucap Rena.


Rena langsung pergi dari sana dia akan menemui Bi Cici pembantunya di sana karena Rena ingin menanyakan warung yang ada di sana.


"Bi apa di sini ada warung" tanya Rena yang melihat pembantu itu sudah beberes rumah.


"jarang Non karena kebanyakan di perumahan ini tak ada warung" ucap Bi Cici.


"oh baiklah" ucap Rena yang langsung pergi ke dapur karena akan membuatkan minuman untuk Luthfi.


Rena melihat ada Revan yang ada di sana tengah membuat kopi.


"sedang apa" tanya Rena.


"eh Non maaf saya sedang membuat kopi" ucap Revan.


"aku bantu ya" ucap Rena karena dia juga akan membuat minuman.


"ya" ucap Revan.


"kamu duduk saja biar aku yang menunggu airnya mendidih" ucap Rena.


"ya baiklah" ucap Revan.


Rena menyiapkan kopi dan teh hangat.


Rena memberikan kopi pada Revan yang masih ada di sana.


"selamat menikmati" ucap Rena memberikan kopi itu pada Revan.


"terima kasih Non" ucap Revan.

__ADS_1


Rena membawa Teh hangat itu ke dalam kamarnya dia melihat suaminya ada di sana tengah melihat ponsel.


"teh" ucap Rena.


"Terima kasih" ucap Luthfi.


"gus kamu akan kerja" tanya Rena.


"tentu saja" ucap Luthfi.


"oh" ucap Rena.


"ada apa" tanya Luthfi.


"tadinya aku mau beli pemba lut tapi kata Bi Cici gak ada warung di sini" ucap Rena.


"ayo kita beli" ucap Luthfi yang langsung mengganti sarungnya dengan celana panjang warna hitam, tak lupa Luthfi juga memakai kaos polos.


"kamu gak akan ganti baju" tanya Luthfi.


"ya mau" ucap Rena.


Rena mengganti piyamanya dengan gamis dan kerudung segi empat.


sedangkan Luthfi menunggunya di luar sambil mengeluarkan mobilnya dari bagasi rumahnya.


Rena datang ke arah sana, sebelumnya Luthfi mengecek dahulu m banking yang ada di hpnya dia melihat jumlahnya takutnya uangnya kurang.


"cukuplah untuk membeli apartemen" gumam Luthfi tersenyum.


selama ini Luthfi hanya makan dan mencukupi kebutuhan yang lainnya dengan uang gaji dari dia bekerja di pesantren menjadi keamanan.


walau pun kecil tapi Luthfi merasa kalau gaji itu lebih berhak dia gunakan dari pada gaji besar dari perusahaannya.


Rena masuk ke dalam mobil Luthfi.


Rena masih tak sangka kalau dia akan menikah dengan turunan orang kaya, Rena sadar kalau harta itu adalah warisan dari orang tua Luthfi tapi Rena cukup kagum pada Luthfi dia berani meninggalkan dunia kayanya hanya untuk bersusah susah hidup di pesantren.


apa lagi mengenal pesantren adalah sebuah bangunan yang kadang bisa mengekang setiap santrinya.


namun Luthfi lah santri yang paling lama di sana bahkan sampai bekerja juga.


"mau beli itu aja" tanya Luthfi.


"ya hanya pemb alut" ucap Rena.


"baiklah kita ke super market depan" ucap Luthfi.


"baiklah" ucap Rena.


"bagaimana kalau kita makan di luar" ucap Luthfi.


"tapi Gus itu akan sangat mahal keluar biayanya" ucap Rena.


"tak apa Ning, aku kerjakan untuk kamu kalau aku terus kerja tapi uangnya tak dipakai untuk apa" ucap Luthfi.


"baiklah terima kasih" ucap Rena.


Luthfi tersenyum melihat Rena yang senang karena dia ajak makan di luar.


Rena hanya menatap pada jalanan yang cukup ramai di pagi hari.


"baiklah" ucap Rena.


mereka turun dari mobil setelah Luthfi memarkirkan mobilnya di halaman super market itu.


Luthfi menemani Rena untuk belanja dia tak mau membiarkan Rena sendirian.


"ayo pilih" ucap Luthfi.


Rena memilih milih pemba lut yang banyak itu dengan merk merk ternama di super market itu.


Rena memilih satu dan langsung membayarnya ke kasir.


mereka menuju ke arah restoran yang sangat rekomendasi di kota itu,


"dahulu aku sering datang kesini" ucap Luthfi.


"oh ya" tanya Rena.


"ya makanannya enak" ucap Luthfi.


"aku jadi penasaran" ucap Rena.


"baiklah ayo masuk" ucap Luthfi.


mereka memesan makanan yang cukup sederhana karena Rena yang memilihnya.


"ayo makan" ucap Luthfi.


"makasih sudah bawa aku ke sini" ucap Rena.


"ya ayo makan" ucap Luthfi.


mereka berdua makan sangat lahap karena ini adalah sarapan pertama mereka di luar berdua.


sedangkan di sisi lain Mayang tengah melihat pasangan suami istri itu, matanya menatap tajam pada kedua sejoli itu selera makan dia mulai hilang karena kesal pada Rena dan Luthfi yang ada di sana juga.


"kenapa pagi ku harus di temani kemesraan mereka" geram Mayang yang duduk di restoran yang sama namun meja yang cukup jauh.


Mayang langsung pergi dari sana karena tak mau melihat putranya yang berbahagia dengan wanita pilihannya.


namun sebelum pulang Mayang punya rencana yang akan membuat Luthfi marah.


Mayang berjalan ke arah Kasir restoran itu.


"mbak untuk bil punya ku tolong kasih sama dia ya" ucap Mayang.


"tapi Bu apa tak apa apa" tanya Kasir.


"tak apa dia ponakan saya" ucap Mayang.


"oh baiklah" ucapnya.


kasir itu datang ke meja Rena dan Luthfi sambil membawa bil bekas makan Mayang.


"pak tolong ini ada ibu ibu katanya anda yang akan bayar makanannya" ucap kasir itu.

__ADS_1


"siapa" tanya Luthfi heran.


"katanya anda ponakannya" ucap kasir itu.


"ponakan" Luthfi bertanya tanya dia bahkan tak punya bibi atau paman yang tinggal di sana


"oh baiklah satukan saja sama makanan aku" ucap Luthfi.


"baik pak" ucap kasir itu yang kembali lagi pada tempatnya.


Luthfi berpikir sejenak dia bisa menebak siapa yang berani melakukan itu, siapa lagi kalau bukan mamahnya.


"siapa" tanya Rena.


"sudahlah lagi pula hanya sedikit" ucap Luthfi.


"oh baiklah" ucap Rena.


Luthfi tak marah pada apa yang terjadi itu apa lagi dia tak mungkin marah karena ada Rena di sana.


Luthfi mengangkat sendok yang berisi makanan dia hendak menyuapi Rena.


"coba yang ini enak gak" ucap Luthfi.


Rena memakan suapan dari Luthfi.


"wah enak" ucap Rena.


"mau yang ini gak, aku kenyang" ucap Luthfi.


"baiklah" ucap Rena.


mereka pulang ke rumah Luthfi di halaman rumah Luthfi sudah ada seorang gadis cantik yang mungkin seumuran dengan Rena.


dia sangat cantik Rena sampai kagum padanya.


mereka turun dari mobil yang Luthfi kendarai itu.


tanpa Luthfi sadar wanita itu langsung memeluknya, tentu saja membuat Rena sedikit cemburu pada mereka.


"Ufi aku datang, aku tau sangka kalau kau sudah pulang" ucap wanita itu yang masih memeluk Luthfi.


"kamu kapan datang" tanya Luthfi.


"sudah lama tapi aku baru tau kalau kamu ada di sini" ucap Wanita itu.


"Aisyah perkenalkan dia Rena dia istri ku" ucap Luthfi.


"oh hy aku Aisyah" ucap wanita bernama Aisyah itu.


"Rena" ucap Rena tersenyum.


"kamu cantik" ucap Aisyah.


"terima kasih kamu lebih cantik" ucap Rena.


"sudah semua wanita cantik ayo masuk ke dalam" ucap Luthfi.


Rena bertanya tanya siapa wanita itu apa lagi dia belum pernah melihat Luthfi sedekat itu dengan seorang wanita bahkan sampai berpelukan.


"apa mungkin dia mantannya Gus Luthfi ya, tapi apa Gus Luthfi adalah Beran dalan sampai sampai dia menyentuh semua wanita tapi padaku dia tak pernah menyentuh ku" batin Rena berkecamuk.


mereka bertiga duduk di sofa, Bi Cici langsung menyiapkan makanan dan minuman untuk majikannya itu.


"ufi aku mau ajak kamu makan, aku undang kalian jangan lupa datang ya" ucap Aisyah.


"ya kapan" tanya Luthfi.


"nanti malam bagaimana bisa" tanya Aisyah.


"oh bisa bisa" ucap Luthfi.


"aku tunggu ya, sama kamu juga ya" ucap Aisyah pada Rena.


"ya insha Alloh" ucap Rena.


"pokoknya kalian harus datang" ucap Aisyah.


"Ya baiklah" ucap Luthfi mengiyakan saja.


Rena semakin penasaran pada hubungan keduanya karena Luthfi gak mungkin langsung akrab dengan orang lain kalau orang itu tak spesial baginya.


Luthfi pun sadar pada perubahan sikap Rena yang hanya tersenyum saja mendengar kan perbincangan antara Luthfi dan Aisyah.


Hingga lama di sana Aisyah pun memutuskan untuk pulang karena sudah siang juga di sana.


"Aku akan kerja" ucap Luthfi.


"Baiklah" ucap Rena tak bicara apa apa lagi.


Rena masuk ke dalam ruangannya dia merasa sangat cemburu karena mereka sangat dekat bahkan Rena hanya beberapa kali saja di peluk oleh Luthfi tapi Aisyah tanpa ada masalah pun Luthfi dengan senang tiasa langsung memeluknya.


"Apa karena Aisyah cantik ya jadi Gus Luthfi langsung tertarik padanya apa mungkin Aisyah mempunyai magnet yang bisa menarik perhatian Gus Luthfi" gumam Rena yang semakin cemburu memikirkannya.


Sedangkan Luthfi saat ini dia tengah bekerja di ruangan kerjanya karena banyak sekali kerjaan yang harus dia kerjakan dia sampai lupa untuk minum.


Namun ada rasa senang di hati Luthfi karena Rena merasa cemburu padanya mungkin saja Rena sudah jatuh cinta padanya.


"Arghh aku semakin gemas padanya" gumam Luthfi.


Luthfi melanjutkan pekerjaannya karena berkas itu harus segera selesai dia kerjakan apa lagi berkas itu akan langsung dia berikan pada anak buahnya untuk di tandatangani oleh pihak klien.


Luthfi sebenarnya tak suka hidup sendirian seperti itu, karena kesendiriannya itu dia memutuskan untuk tinggal di pesantren setelah kuliah di Universitas yang cukup bagus.


Tak ada yang perduli padanya apa lagi Mamahnya yang seakan tak pernah sayang pada Luthfi.


Hal itu menjadi sebuah kesedihan tersendiri bagi Luthfi.


Namun sekarang dia berani tinggal di Rumahnya karena ada Rena juga di sana dia jadi merasa punya seseorang yang mendukungnya.


Sedangkan di kamarnya Rena tengah duduk di atas ranjang dia membuka ponsel Luthfi yang ada di sana.


Tak ada yang harus di curigai apa lagi tak ada Chat yang membuat Rena penasaran.


Namun saat Rena melihat ke arah bawah di aplikasi hijau itu dia melihat banyak sekali nomor wanita yang memberikan pesan pada Luthfi.


Sayangnya tak pernah Luthfi balas bahkan sampai ada yang mengirim banyak sekali pesan pada Luthfi.

__ADS_1


"Gus Luthfi so jual mahal sekali" gumam Rena tersenyum.


hingga lama dia pun merasa mengantuk dia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang itu dan langsung tertidur sangat lelap karena Rena bangun sangat pagi sekali tadi.


__ADS_2