Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 28 kedatangan Nagita


__ADS_3

"Lepaskan aku" geram Rena.


Abimana terus saja menarik Rena hingga sampai di parkiran mobil, sekuat apa pun Rena berontak dia tak bisa lepas dari Abimana apa lagi Abimana semakin kuat menariknya.


Namun tiba tiba saja sebuah tangan besar menarik kerah kemeja Abimana.


"Lepaskan Istri ku" ucap Luthfi yang sudah marah terlihat dari kilatan matanya yang sudah melihat tajam pada Abimana.


"Kau suaminya" tanya Abimana tertawa.


"Ya, kau mau apa" tanya Luthfi.


"Aku hanya mau dia sadar kalau aku sangat mencintainya" ucap Abimana.


"Aku tak peduli yang paling penting lepaskan Istri ku dan pergilah" ucap Luthfi.


"Oke oke tenang" ucap Abimana melepaskan tangan Rena.


Buggh


Satu bogem mentah mendarat pada wajah Abimana,


"Sebagai pengingat agar kamu tak menganggu istri orang lagi" ucap Luthfi.


Dengan cepat Luthfi membawa Rena pergi dari sana menuju ke arah mobilnya.


"Kamu gak apa kan" tanya Luthfi cemas pada Rena.


"Tak apa Gus" ucap Rena.


"Kenapa kamu gak teriak saja" tanya Luthfi.


"Aku malu kalau menjadi tontonan orang orang" ucap Rena.


"Terserah lah yang paling penting kamu selamat" ucap Luthfi.


drtt drrt


Luthfi melihat hpnya yang bergetar karena mendapat kan pesan dari seseorang.


Luthfi melihat ternyata temannya yang sudah lama tak bertemu.


{Fi aku akan datang ke rumah mu aku ingin mengucapkan selamat atas pernikahan mu} pesan dari teman Luthfi yang bernama Arsyad.


{Datanglah ke rumah} balas Luthfi.


Luthfi menyimpan kembali hpnya ke dalam saku celananya.


"Ayo pulang" ucap Luthfi.


"Baiklah ayo" ucap Rena.


Perasaan Rena sebenarnya kurang baik saat bertemu dengan Abimana tapi dengan terpaksa dia pura pura bahagia karena dia tak mungkin sedih di hadapan suaminya.


"Teman aku mau datang ke rumah boleh kan" tanya Luthfi pada Rena.


"Boleh kenapa gak boleh" ucap Rena.


"Ya aku bilang dulu takutnya kamu gak setuju" ucap Luthfi.


"Kamu ini terlalu berlebihan" ucap Rena.


Sesampainya di rumah Rena langsung memakan bakso yang Luthfi belikan tadi.


Luthfi sampai menyerah karena bakso itu sangat pedas.


"Jangan banyak makan pedas sayang" ucap Luthfi yang langsung membuat Rena salah tingkah karena di panggil sayang.


"Ya hanya sampai bakso ini habis" ucap Rena.


"Aku pikir tak akan sepedas itu tapi ternyata itu sangat pedas" ucap Luthfi.


"Kamu harusnya jangan makan Gus karena lambung kamu belum sehat" ucap Rena.


"Ya aku tak akan makan" ucap Luthfi.


Rena tersenyum melihat suaminya itu yang hanya memandangnya.


Suara ketukan pintu terdengar di telinga Luthfi dan Rena.


Terlihat kalau Bi Cici akan membuka kan pintu.


"Bi biar aku saja" ucap Luthfi.


"Oh baiklah Tuan" ucap Bi Cici.


Luthfi membukakan pintu ternyata benar temannya itu sudah datang.


"Syad kamu datang" ucap Luthfi.


"Kau gemukan sekarang" ucap Arsyad temannya Luthfi.


"Kamu bisa saja" ucap Luthfi menepuk pundak temannya itu.


"Ayo masuk ke dalam" ucap Luthfi mempersilakan.


Mereka duduk di sofa ruang tamu, Rena datang ke sana membawakan minuman untuk temannya Luthfi.


"Silahkan di minum" ucap Rena.


"Ini istri mu" tanya Arsyad.


"Ya perkenalkan dia Rena" ucap Luthfi.


Tangan Arsyad sudah mengulur pada Rena, namun Rena menolaknya dia menyatukan kedua telapak tangannya.


Arsyad yang sadar pun langsung mengikuti apa yang Rena lakukan.


"Baiklah kak silahkan di nikmati aku akan ke kamar dulu" ucap Rena.


"Terima kasih Rena" ucap Arsyad.


Rena langsung menuju ke kamarnya karena dia akan mandi apa lagi dia sedang datang bulan jadi membuatnya sangat tak nyaman.

__ADS_1


"Tuh kan tembus lagi" gumam Rena.


Saat ini Luthfi dan Arsyad berbincang hal hal yang tak terlalu berguna.


"Kamu seperti itu dengan istri kamu" tanya Arsyad.


"Ya" ucap Luthfi.


"Oh ayolah Luthfi kau sangat canggung lihat ekspresi mu sangat tak menyenangkan" ucap Arsyad.


"Aku harus seperti apa" tanya Luthfi.


"Kamu harus sedikit lebih berseri, maksud aku kamu harus sangat romantis karena wanita itu mau laki laki yang romantis" ucap Arsyad.


"Apa yang harus aku lakukan" tanya Luthfi lagi semakin penasaran.


"Kamu sentuh dia berikan dia kenyamanan yang akan membuat dia ketagihan" ucap Arsyad.


"Tapi aku belum pernah menyentuhnya, aku malu melakukannya" ucap Luthfi.


"Ck kamu ini sangat payah, Luthfi kamu itu kan suaminya jadi wajar saja kan kalau kamu menyentuhnya, kamu berhak padanya Luthfi" ucap Arsyad.


"Ya kamu benar tapi gak mungkin kan aku maksa" ucap Luthfi.


"Kamu ini berikan dia kenyamanan sampai dia yang merasakan nyaman yang luar biasa setelah itu aku yakin dia akan meminta lebih dahulu" ucap Arsyad.


"Biar aku coba" ucap Luthfi yang merasa kalau ucapan Arsyad ada benarnya.


Malam harinya Arsyad pulang karena sudah malam juga.


Luthfi masuk ke dalam kamarnya bersama dengan Rena karena sejak tadi Rena ikut berbincang dengan mereka.


Luthfi menutup pintunya dia juga mengunci pintu supaya tak ada orang yang masuk ke kamarnya.


Luthfi langsung mendekati pada Rena yang sekarang duduk di ranjang.


Luthfi mencoba memeluk Rena yang sekarang ada di hadapannya.


Luthfi langsung memeluk Rena yang sekarang hanya diam saja.


Luthfi mendarat kan kecupan pada Rena yang ada di hadapannya itu.


Luthfi membuka kerudung Rena sehingga menampakkan rambut Rena yang pendek.


Luthfi menggigit pelan leher Rena yang mulus itu.


Namun sayang sekali itu hanyalah bayangan Luthfi saat ini Luthfi hanya berdiri dan melamun tentang bayangannya itu.


"Ada apa Gus" tanya Rena.


"Tak ada aku akan mengambil wudhu" ucap Luthfi yang menyayangkan ternyata hal itu adalah hayalannya saja.


Luthfi langsung masuk ke kamar mandi dia menyesali pemikirannya yang kotor itu.


Luthfi melaksanakan sholat tiga rakaatnya itu.


Sedangkan Rena dia hanya diam saja hingga rasa tak nyaman hinggap di perasaan Rena, Dia merasakan tembus lagi.


"Astaghfirullah aku datang bulan sangat banyak sekarang padahal Minggu kemarin juga aku datang bulan" gumam Rena yang langsung menuju ke kamar mandi dia mandi lagi untuk menghilangkan rasa tak nyamannya itu.


Rena mengambil handuk yang menggantung di sana dia memakainya namun sayang Rena melupakan sesuatu yang sangat penting.


Baju ganti untuk salinnya sekarang.


"Astagfirullah kenapa aku harus melupakan itu" gumam Rena.


Rena hanya memakai handuk yang menutupi dada sampai lututnya, Rena melihat gamis yang baru dia pakai tapi sayang gamis itu kotor terkena darah haidnya.


"Bagai mana aku sekarang" gumam Rena cemas.


Dia melihat ke arah pintu kamar mandi, dia melihat Luthfi sekarang tengah berdoa.


"Tenang Rena dulu juga kamu pernah kan ganti pakaian di hadapan Gus Luthfi" gumam Rena.


Rena dengan percaya diri dia langsung menuju ke arah lemari yang ada di sana, jaraknya cukup dekat dengan Luthfi yang sedang berdoa karena baru saja selesai sholat.


Rena membuka pintu lemarinya dia memilih pakaian yang ada di sana, namun belum selesai memilih dia di kejutkan dengan suara Luthfi yang ada di belakangnya.


"Aaa" Rena berteriak dia langsung berbalik melihat pada Luthfi yang ada di hadapannya.


"Ning kamu tak pakai baju" tanya Luthfi.


"Gus tutup matamu" ucap Rena.


Luthfi tersenyum dia senang mengerjai istrinya itu, Luthfi membelakangi Rena dia tak mau istrinya marah karena dia mengerjainya.


Rena mengambil pakaian dia langsung memakainya dengan cepat namun sayang gamis itu resletingnya di belakang jadi dia tak bisa menutupnya.


"Resleting ini susah sekali" gumam Rena yang masih bisa di dengar oleh Luthfi.


Luthfi langsung melihat pada Rena yang tengah kesusahan itu.


"Bisa aku bantu" ucap Luthfi.


"Tapi kamu harus tutup mata ya" ucap Rena.


"Ya Ning kamu gak percaya sekali sih" ucap Luthfi.


Rena membelakangi Luthfi bahkan Rena juga melepaskan kerudungnya karena tau kalau Luthfi akan kesusahan menaikan resleting gamisnya itu.


Luthfi menelan ludahnya kasar, dia merasa punggung Rena sangat mempesona bahkan sebagai seorang laki laki Luthfi tak akan mampu bisa menahan nafsunya itu.


Luthfi hendak meraba punggung Rena, namun dia tak melakukannya dia tak mau Rena akan marah padanya apa lagi kalau dia sampai berani melakukan hal itu.


Luthfi dengan cepat menarik resleting supaya bisa menutupi punggung Rena.


"Sudah" ucap Luthfi.


"Baiklah terima kasih" ucap Rena.


"Ya sama sama" ucap Luthfi.


Rena langsung memakai jilbabnya, dia meninggalkan Luthfi menuju ke arah dapur.

__ADS_1


"Huh hanya melihat itu saja sudah membuat mu berdiri, tenang lah suatu saat nanti juga pasti akan menjadi milik mu" gumam Luthfi tersenyum.


Malam ini mereka tidur satu ranjang berdua, kali ini malam sangat dingin mereka tak bisa tidur karena kedinginan.


Luthfi melihat pada Rena yang sekarang tengah menggigil kedinginan.


Luthfi langsung memeluk Rena hingga membuat Rena terkejut.


"Diam lah aku akan memberikan kehangatan padamu" ucap Luthfi.


Dari semula membelakangi Luthfi sekarang Rena langsung membalikkan badannya berhadapan dengan Luthfi.


Rena langsung memeluk tubuh besar itu.


kehangatan dari keduanya menciptakan rasa nyaman hingga membuat mereka tertidur cukup nyenyak dalam satu selimut.


"Aku nyaman bersama dengannya, Ya Alloh tolong jangan biarkan dia pergi" batin Luthfi.


Pagi harinya Rena sudah bersiap menyiapkan makanan untuk suaminya itu karena dia ingin Luthfi makan dari masakannya bukan dari masakan orang lain.


"Nona kenapa masak biar Bibi saja" ucap Bi Cici.


"Jangan Bi biar saya saja" ucap Rena.


Luthfi turun dari kamarnya dia melihat istrinya yang sedang masak makanan.


"Ning Jangan sibukkan dirimu" ucap Luthfi.


"Tak apa Gus aku hanya memasak" ucap Rena menyajikan makanan untuk suaminya itu.


"Baiklah ayo makan Gus" ucap Rena.


"Ya sayang ayo" ucap Luthfi.


Rena tersenyum mendengar hal itu, dia tak sangka kalau Luthfi akan sebucin itu padanya.


Mereka makan bersama di sana Luthfi terlihat sangat lahap menyantap makanan buatan istrinya.


"Sekarang kerja" tanya Rena.


"Ya nanti sore aku akan ke perusahaan kamu mau ikut gak" tanya Luthfi.


"Oh boleh" ucap Rena.


Mereka melanjutkan makannya hingga selesai, saat ini Rena tengah membereskan makanan sisa dia makan tadi.


Rena memasukkan nya pada kulkas agar makanan itu bisa dia hangatin lagi nantinya.


"Ning aku akan langsung bekerja" ucap Luthfi.


"Ya Gus" ucap Rena.


Saat Luthfi akan naik ke lantai atas dia melihat ada seorang wanita yang datang ke dalam rumahnya tanpa mengetuk pintu dahulu.


"Selamat pagi" ucapnya menatap pada Luthfi.


Hal yang paling Luthfi benci adalah wanita itu memakai rok pendek dan menunjukkan lekuk tubuhnya, Luthfi tak muna fik dia laki laki tapi dia merasa tak suka pada wanita yang memamerkan keindahan tubuhnya pada setiap laki laki yang melihatnya.


Wanita itu tersenyum dia mendekat pada Luthfi.


"Akhirnya kau pulang juga" ucap Nagita.


Nagita adalah seorang dokter, dia adalah Gita yang dulunya menjadi Dokter yang membantu menyembuhkan lambung Luthfi.


Nagita adalah teman kecil Luthfi namun setelah mereka dewa sa Luthfi tak suka padanya karena Nagita terkesan murahan apa lagi dia akrab dengan semua laki laki.


Luthfi tak menyalahkan itu jika sikap Nagita hanya di terapkan di rumah sakit karena sebagai dokter sudah seharusnya ramah pada pasien.


Hanya saja sikap Nagita yang seperti itu dia juga terapkan di kehidupannya di luar rumah sakit juga.


Bahkan dia juga tak malu jika ada seorang laki laki yang mengajaknya berkencan.


"Ada apa datang" tanya Luthfi ketus dan dingin.


"Aku datang karena perintah dari Tante Mayang katanya aku harus datang menemui mu" ucap Nagita.


"Lalu" tanya Luthfi masih dengan ekspresi dingin.


"Aku hanya ingin kita lebih dekat saja, bukannya bagus ya kalau kita lebih dekat kan sebentar lagi kita akan menikah" ucap Nagita yang langsung mendekat pada Luthfi.


"Aku tak sangka ternyata kita akan menikah" ucap Nagita lagi yang seperti akan memeluk Luthfi.


Namun dengan cepat Luthfi berpindah arah sehingga Nagita tak memeluknya, namun tubuh Nagita sedikit terhuyung ke depan.


"Kamu gak mau di sentuh ya" ucap Nagita tersenyum.


"Kita bukan Muhrim" ucap Luthfi.


"Oh ya nanti aja setelah menikah ya" ucap Nagita yang terlalu percaya diri.


Rena yang mendengar ada suara wanita pun langsung datang ke ruang tamu, ternyata dia melihat ada Nagita di sana.


"Dokter Gita" tanya Rena.


"Rena sedang apa kamu di sini" tanya sinis dari Nagita.


"Aku" tanya Rena yang heran karena harusnya dia lah yang bertanya begitu.


"Rena adalah istri ku" ucap Luthfi dingin.


Nagita terkejut mendengar hal itu, tentu saja dia akan terkejut karena yang dia tau kalau Luthfi belum menikah.


"Gak mungkin" bantah Nagita.


"Gak percaya ya sudah" ucap Luthfi yang langsung mendekat pada Rena.


"Jalan pulang ada di sebelah sana" ucap Luthfi menunjuk pada pintu utama rumah itu.


"Kamu ja hat Luthfi, aku gak sangka kamu melakukan ini padahal aku menunggu kamu selama bertahun tahun untuk ini, tapi kamu menikah dengan wanita itu, wanita kampung apa istimewanya dari dia Luthfi, lihat saat kalian bersanding pun tak ada kecocokan di antara kalian, Awas kau Rena aku akan menyingkirkan mu dari kehidupan Luthfi, aku ga akan menyerah kan Luthfi dengan begitu mudah padamu, dasar janda kurang ajar, kau hanyalah sampah Rena, dan kau Luthfi kau hanya akan merasa malu saja saat kau membawa Janda itu ke hadapan dunia" geram Nagita namun belum pergi juga dari sana.


Satpam yang ada di luar mendengar suara teriakan itu, dia langsung masuk ke dalam untuk melihat ada apa di sana.


"Pak tolong bawa wanita itu keluar" titah Luthfi.

__ADS_1


"Baik tuan" ucap Satpam.


Nagita di seret keluar oleh Satpam itu, walaupun berontak tapi dia tak bisa melawan satpam Luthfi.


__ADS_2