
Mayang memutuskan untuk bertemu dengan Sofi dia akan membicarakan hal itu, dia ingin kalau Sofi memanipulasi harta Luthfi nanti nya.
"Ada apa" tanya Sofi menatap pada besan nya itu.
"Jeng kamu mau gak kalau kita bekerja sama" tanya Mayang.
"Bekerja sama bagaimana" tanya Sofi heran dia belum pernah melakukan kerja sama apa pun dengan orang lain.
"Ya tolong bantu aku, dulu hartanya Luthfi itu ada sebagian milik aku, hanya saja dia tak mau ngaku dan Papahnya Luthfi juga tidak memberi tau, jadi aku bimbang sekarang Jeng" ucap Mayang pura pura sedih.
"Tapi bagaimana mungkin kamu kan mamahnya" tanya Sofi.
"Ya aku tau tapi dulu papahnya tak bilang kalau aku yang punya uang itu, ya namanya juga suami istri ya jadi uang semua milik berdua aku pinjamkan uang itu pada Mas Yasir kata dia waktu itu dia akan menggantinya maka dari itu aku terus berharap namun setelah dia meninggal aku sangat butuh uang itu, tapi sayang Luthfi tak memberi kan uang itu, aku sangat butuh untuk biaya hidup putri aku yang sekarang ada di pesantren" ucap Mayang.
"Tapi aku harus apa" tanya Sofi.
"Kamu hanya perlu membantu aku dengan bekerja pada Luthfi, ya pura pura saja kamu keluar dari dunia kamu dan bekerja padanya, kamu mau kan plis bantu aku jeng Sofi aku sangat bahagia saat tau kalau besan aku adalah kamu" ucap Mayang.
"Apa mungkin Luthfi percaya" tanya Sofi.
"Aku yakin dia percaya, dia sudah marah pada ku" ucap Mayang.
"Marah kenapa" tanya Sofi.
"Luthfi gak suka aku menikah lagi, Jeng Sofi tau kan dulu Luthfi itu masuk pesantren dan aku sendirian di rumah aku butuh suami yang bisa menemani aku" ucap Mayang.
"Ya aku paham" ucap Sofi.
"Bagaimana apa Jeng Sofi mau membantu aku" tanya Mayang.
"Boleh aku akan pikirkan caranya" ucap Sofi.
"Terima kasih" ucap Mayang.
"Sama sama" ucap Sofi.
Mayang rela berbohong hanya karena ingin memiliki harta Luthfi.
Sedangkan di kediaman Luthfi saat ini Luthfi tengah mengerjakan pekerjaan nya di ruang kerja sedang kan Rena saat ini dia tengah mengasuh Faiz yang sangat membuat Rena gemas itu.
"Faiz mau minum susu lagi" tanya Rena pada bayi yang masih kecil itu.
Rena memberikan dot bayi pada Faiz untuk di minum bayi Faiz, Rena sangat berharap kalau bayi itu bisa menjadi anak yang Sholeh nantinya.
Rena juga berjanji akan memberi tau kan siapa ibu aslinya nanti saat Faiz sudah besar, Rena tidak mau menyembunyikan kebenaran yang sangat besar itu karena dahulu Rena juga pernah merasakan nya.
Rena lupa dia belum memberikan minuman pada Luthfi.
"Faiz, Umi akan ambil kan dulu minuman untuk Abi ya, kamu akan Umi titipkan pada Bi Cici" ucap Rena yang langsung menuju ke arah dapur karena ingin mencari Bi Cici.
"Bi bisa titip Faiz" tanya Rena.
"Boleh" ucap Bi Cici.
"Aku akan ambil kan minuman untuk abinya" ucap Rena.
"Ya" ucap Bi Cici.
Rena membawakan minuman dan beberapa cemilan untuk suaminya, dia sampai lupa untuk melayani suaminya karena sibuk pada Faiz.
"Gus" ucap Rena saat sudah di ambang pintu ruangan Luthfi.
"Masuk" sahut Luthfi.
Rena menaruh minuman itu di atas meja yang ada di sana.
"Baiklah aku akan ke bawah lagi" ucap Rena.
Luthfi berdiri dia langsung memeluk Rena.
"Kita lakukan" bisik Luthfi.
"Apa" tanya Rena.
"Ayolah sayang aku sangat ingin" ucap Luthfi.
"Tapi Gus ini masih siang" ucap Rena.
"Ayolah" pinta Luthfi.
"Masa di sini" tanya Rena.
"Ayolah nanti Faiz nangis bagaimana" tanya Luthfi.
"Tapi Gus nanti saja ya" ucap Rena.
Oekk
Oekk
Suata tangis Faiz terdengar, Luthfi hanya bisa mengalah dia tak bisa memaksakan keinginan nya.
__ADS_1
"Ya sudah Faiz nangis" ucap Luthfi.
"Tak apa" tanya Rena.
"Tidak Ayo pergi" ucap Luthfi yang langsung duduk lagi di meja kerja nya dan menyelesaikan pekerjaan nya.
Rena pun tak bisa berbuat apa apa dia langsung menuju ke arah ruang tamu karena Faiz menangis di bawah.
Rena langsung menggendong nya dan membawa ke ruangan Luthfi.
"Jangan nangis nanti Abi marah" bisik Faiz.
Rena menyusui Faiz hingga membuat Faiz tertidur, namun Rena melihat kalau Luthfi berubah seperti nya dia marah pada Rena.
Rena menidurkan Faiz di atas Sofa yang empuk di sana.
"Gus gak minum" tanya Rena.
"Gak" ucap Luthfi matanya masih fokus pada layar laptop.
Rena tau kalau Luthfi marah apa lagi saat ini suaminya itu tak menatapnya.
Rena mendekat ke arah sana dia langsung memeluk Luthfi yang saat ini masih duduk.
"Maaf" bisik Rena.
"Tak apa" ucap Luthfi.
"Jangan marah" ucap Rena.
Luthfi tersenyum dia tak bisa menolak Rena apa lagi kalau harus marah padanya.
Luthfi membalas pelukan itu.
"Susah sekali ingin menghabiskan waktu bersama dengan mu" ucap Luthfi.
"Ya aku sibuk mengasuh Faiz" ucap Rena.
"Baiklah kita lakukan saja nanti aku lagi banyak pekerjaan sekarang" ucap Luthfi.
"Baiklah" ucap Rena.
Namun Rena ingat sesuatu.
"Gus aku tau ayah dari Faiz" ucap Rena.
"Siapa" tanya Luthfi.
"Saat itu Gladys cerita dia sambil menangis katanya ayahnya ada di sini di daerah ini, tapi sayang dia punya istri dan anak" ucap Rena.
"Mungkin selama ini Gladys tidak tau siapa laki laki itu, dia selalu memanggil nya dengan sebutan pak tua karena dia tak tau nama nya, tapi dia tau Wajah nya dan kemarin dia tak tau rumah nya hanya saja dia tak memberi tau aku" ucap Rena.
"Gladys mengikuti laki laki itu" tanya Luthfi.
"Ya mungkin saja" ucap Rena.
"Kenapa dia tak bilang pada ku" ucap Luthfi.
"Entah mungkin dia ingin menyembunyikan hal ini, ya aku tau bagaimana keadaan Gladys sekarang tapi dia pandai menyembunyikan masalah nya" ucap Rena.
"Setahu aku selama ini Gladys itu kurang kasih sayang dari mamah, ya aku juga begitu dulu hanya saja aku tidak di ambil pusing dan aku yakin kalau Gladys dia ingin mengemis kasih sayang dari orang lain hingga dia seperti itu" ucap Luthfi.
"Mungkin saja" ucap Rena.
Luthfi memeluk Rena.
"Maaf" bisik Luthfi.
Skip
Rena membenarkan kerudung nya yang sempat terlepas, dia melihat ke arah Faiz yang sekarang sudah bangun.
"Faiz sudah bangun" tanya Rena.
"Seperti nya ada tamu" ucap Luthfi.
"Siapa" tanya Rena.
"Mamah kamu" ucap Luthfi saat melihat ke arah luar.
"Kenapa mamah datang" tanya Rena.
"Ayo kita tanya" ucap Luthfi.
Rena dan Luthfi turun dari lantai atas mereka akan menemui Sofi yang baru saja datang ke sana.
"Mah ada apa" tanya Rena.
"Rena" ucap Sofi yang langsung memeluk putri nya itu.
Namun Rena tak membalas nya dia masih tak menyangka kalau Mamahnya itu akan datang ke sana.
__ADS_1
"Ada apa" tanya Rena lagi dengan wajah tak suka.
"Nak Luthfi saya datang ke sini saya mau minta tolong" ucap Sofi yang langsung duduk di atas sofa.
"Ada apa Mah" tanya Luthfi.
"Menantu, aku mau minta pekerjaan saat ini Mamah mu ini sangat bingung aku bangkrut nak" ucap Sofi.
"Lantas" tanya Luthfi.
"Aku mau minta pekerjaan" ucap Sofi.
"Pekerja apa ya Mah" tanya Luthfi.
"Apa saja yang penting bekerja di perusahaan mu" ucap Sofi.
"Kalau bekerja di rumah ini mengasuh Faiz bagaimana" tanya Luthfi.
"Tidak aku mau di perusahaan mu" ucap Sofi.
"Bagaimana ya" gumam Luthfi bingung dia tau kalau Sofi sedang berbohong, mana mungkin seorang Sofi yang mempunyai casino yang sangat besar di kota itu mengalami kebangkrutan.
"Begini saja mah kalau ada aku akan kabari lagi" ucap Luthfi.
"kenapa gak sekarang" tanya Sofi.
"Aku harus mengurus yang lain dulu, mah ada karyawan yang keluar kemarin dan pasti aku akan memasukan orang yang baru lagi, tapi Mah kalau sesuai usia mamah sudah tak boleh bekerja di perusahaan" ucap Luthfi.
"Kenapa" tanya Sofi.
"Usia maksimal untuk bekerja itu adalah 45 tahun Bu, kalau lebih dari itu aku tidak tau" ucap Luthfi.
"Sudahlah aku kan mamah mu anggap saja aku membantu" ucap Sofi.
"Baiklah aku akan Carikan pekerjaan" ucap Luthfi tersenyum dia tau betul bagaimana liciknya Mertuanya itu,
"Apa mungkin Mamah Sofi bekerja sama dengan Mamah Mayang, Argh aku sangat tau bagaimana mereka" batin Luthfi.
"Baiklah menantu aku akan menunggu kabar dari mu" ucap Sofi.
"Ya Mah" ucap Luthfi.
"Mamah kenapa mencari kerja di sini bukannya harta mamah akan banyak ya" tanya Rena.
"Rena aku bangkrut jadi uang aku habis" ucap Sofi.
"Di mana Mamah tinggal" tanya Rena.
"Di rumah lah" ucap Sofi.
"Berarti mamah gak bangkrut" ucap Rena.
"Argh kamu ga akan ngerti" ucap Sofi.
Rena hanya tersenyum saja dia tak paham pada apa yang di katakan mamahnya itu, dia sangat tau kala mamahnya itu sedang berbohong apa lagi selama ini Mamahnya itu juga sering berbohong.
"Ya Alloh aku tau mamah berbohong" batin Rena.
Sofi pergi dari sana dia mengabarkan berita itu pada Mayang yang saat ini menunggu kabar itu.
📞📞
"Jeng aku sudah berhasil bicara pada Luthfi" ucap Sofi.
"Bagaimana katanya" tanya Mayang.
"Katanya dia akan mencari posisi yang pas buat aku" ucap Sofi.
"ya itu bagus" ucap Mayang.
"Baiklah aku akan hubungi kamu lagi saat menantu mengabari aku" ucap Sofi.
"Ya baiklah" ucap Mayang.
📞📞
Rena menatap pada suaminya yang sekarang menggendong Faiz.
"Gus kenapa di Ya kan" tanya Rena.
"Apa nya" tanya Luthfi.
"Ya tadi mamah kenapa kamu Ya kan padahal suruh saja cari yang lain" ucap Rena.
"Kasihan dia kan mamah kamu" ucap Luthfi.
"Ya aku tau tapi Gus mana mungkin mamah bisa bangkrut" ucap Rena.
"Ya mungkin saja kalau sudah waktu nya" ucap Luthfi.
"Ya sih tapi aku gak percaya" ucap Rena.
__ADS_1
"Sudahlah jangan di bahas" ucap Luthfi.
"Ya Gus" ucap Rena.