Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 66 Herman pergi


__ADS_3

Di pesantren saat ini Gladys baru saja satu hari menjalani sebagai seorang santri, dia belum belajar karena katanya dia masih datang bulan, Gladys hanya di ajari doa doaan saja bersama dengan beberapa santri yang lain.


Gladys sangat ingin pulang dia tak bisa berada terus di sana.


"Aku ingin pulang" teriak Gladys di bawah terik sinar matahari.


Farid yang melihat hal itu hanya geleng geleng kepala saja.


"Gus ada apa" tanya Fadly yang menjaga keamanan.


"Lihat adiknya Gus Luthfi dia sangat bar bar sekali" ucap Farid.


"Entah tapi Gus bisa berikan ini aku gak bisa ke sana" ucap Fadly.


"Kenapa" tanya Farid.


"Aku ada urusan" ucap Fadly yang langsung pergi dari sana menyisakan Farid dan sapu lidi serta pengki di tangannya.


"Astaghfirullah Gus Fadly" gumam Farid.


Dia sangat malas mendekat pada Gladys apa lagi kalau Gladys marah dia suka langsung memukul.


"Ini" ucap Farid.


"Aku cape bisa kah aku istirahat" tanya Gladys.


"Silahkan" ucap Farid.


Farid heran dia tak habis pikir pada Gladys baru saja membereskan halaman pesantren sedikit tapi dia sudah mengeluh kecapean apa lagi dia sampai berteriak teriak.


"Aku hitung langkah dia tak sampai satu meter membersihkan lapangan" gumam Farid.


"Oh ya Ustadz, kata Kak Rena aku gak boleh sholat kenapa" tanya Gladys.


Farid tidak tau dia bahkan tidak tau kalau Gladys tidak boleh sholat.


"Kata Ning Rena bagaimana" tanya Farid.


"Ning" tanya Gladys heran dia menatap tajam pada Farid.


"Ya Ning Rena apa yang dia katakan" tanya Farid.


"Berani sekali kau menggoda istri orang dia itu istri kakak ku" Geram Gladys.


"Menggoda bagaimana aku bahkan tak menggoda" ucap Farid.


"Tadi panggil Ning Rena" ucap Gladys.


"Ya aku memanggil Ning Rena memang dengan sebutan itu orang lain juga sama" ucap Farid.


"Lalu Ning itu untuk apa" tanya Gladys.


"Ning itu untuk seorang wanita yang merupakan putri dari seorang kiyai namun di pesantren ini banyak yang di panggil Ning setelah lulus belajar karena permintaan dari Abah, kata Abah guru senior di sini akan di panggil Ning, Abah menganggap mereka sebagai anaknya jadi harus di hormati" ucap Farid.


"Oh" ucap Gladys.


"Baiklah kembali ke awal kenapa Ning Rena tak membolehkan kamu Sholat" tanya Farid.


"Katanya aku Nifas" ucap Gladys.


Farid mengerut kan alisnya dia tak paham pada apa yang di katakan Gladys.


"Mungkin maksudnya Ning Rena itu kamu sedang datang bulan, bukannya memang begitu ya kalau wanita sedang datang bulan tak boleh Sholat" ucap Farid.


"Benarkah" tanya Gladys seperti tak tau kenyataan itu.


"Kamu gak tau atau pura pura gak tau" tanya Farid.


"Aku gak tau maka dari itu aku bertanya" ucap Gladys.


"Astaghfirullah" gumam Farid.


Gladys menatap pada Farid yang saat ini ada di hadapannya.

__ADS_1


"Kamu pintar, Ustadz kenapa tak menikah dengan aku saja" tanya Gladys yang semakin ngawur.


Farid hanya tersenyum saja dia tak habis pikir pada ucapan adiknya Luthfi ini.


"Jangan membicarakan pernikahan sekarang kamu bereskan saja yang ini" ucap Farid.


"Ya" ucap Gladys.


Farid hanya tersenyum dia benar benar tak habis pikir, sedangkan Gladys dia masih menatap pada Farid.


"Ustadz kapan aku bisa menikah dengan mu" Sahut Gladys.


Farid berbalik dia melihat pada Gladys.


"Bereskan saja yang ini semua" Sahut Farid.


Malam harinya di kota yang sangat panas sepanas hubungan Mayang dan suaminya, saat ini mereka sedang berdebar karena mempermasalahkan kesalah pahaman yang menjadi masalah besar.


"Ini gara gara kamu" Geram Herman.


"Sampai kapan kau akan menyalahkan aku lihat itu apa pernah sekali saja kau mengakui Gladys itu putri mu" tanya Mayang.


"Walau pun tak aku katakan aku tetap sayang pada Gladys" sahut Herman.


"Oh ya, kamu sayang pada Gladys kenapa tak kamu urus saja Gladys dan bawa dari pesantren" sahut Mayang memijat keningnya yang berdenyut.


"Hah kamu yang tak pernah memberikan kasih sayang Mayang, kamu hanya terobsesi pada harta saja tanpa memikirkan bagaimana keadaan Gladys" ucap Herman.


"Oh ya aku ibunya aku yang tau segalanya" ucap Mayang.


"Oh begitu ya, kamu memang ibunya tetapi kau bukan ibu yang baik" ucap Herman.


"Apa maksud kamu berkata begitu" tanya Mayang.


"Ya aku benar kamu gak punya kasih sayang dari kedua anak mu itu, kalau pun kau ibu yang baik kau pasti memikirkan kebahagiaan anak anak mu bukan memikirkan kebahagiaan mu dengan menghancurkan anak anak mu" sahut Herman.


Mayang mendekat pada Herman dia langsung memegang heran baju Herman.


"Berani sekali kau berkata seperti itu" geram Mayang.


"Jika kita sudah tak layak bersatu maka aku akan pergi sekarang juga" ucap Herman.


"Silahkan aku gak perduli" ucap Mayang.


Herman mendorong Mayang yang menghalangi jalannya, saat ini Mayang terjatuh di atas lantai karena di dorong oleh suaminya itu.


Mayang semakin geram dia sangat marah, hingga Mayang mengambil pas bunga dan memukulkan nya pada punggung Herman.


prakk


Herman hanya melihat pada Mayang yang sekarang sedang marah.


"Aku akan pergi kalau kau tidak suka aku ada di sini maka aku akan pergi tapi kalau kamu butuh aku maaf aku gak akan menolong mu" ucap Herman.


Herman melakukan sejauh itu tentu saja dia ingin lepas dari Mayang, dan Herman juga pasti nya sudah merencanakan sesuatu.


"Pergi saja kalau kau mau, aku pasti kan kau akan menyesal" geram Mayang.


"Aku tunggu rasa penyesalan mu itu" sahut Herman sambil membawa beberapa baju yang dia butuhkan saat di luaran sana.


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dia berkata, “Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktu, melaksanakan puasa pada bulannya, menjaga ***********, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” [HR Ibnu Hibban, no. 4163. Hadits ini dinyatakan sebagai hadits hasan oleh syaikh Al-Albani dan dihukumi sebagai hadits shahih oleh syaikh Syu’aib al-Arnauth].


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau bersabda, “Kalau aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain, maka tentu aku sudah memerintahkan para istri untuk sujud kepada suaminya”. [HR. At-Tirmidzi, no. 1159. Syaikh Albani berkata, “Hadis hasan shahih.”]


Wanita nusyûz kepada suami artinya membangkang dan bersikap buruk.


Beberapa ciri ciri wanita yang Nusyuz


-Tidak bersyukur kepada suami


-sering menyakiti hati suami


-menolak ajakan suami

__ADS_1


-keluar rumah tanpa ijin.


Mungkin saja Mayang bisa di katakan sebagai wanita Nusyuz kepada suami nya.


Jadilah wanita taat kepada suami nya karena surga seorang wanita setelah menikah ada pada suaminya.


Namun bagaimana jika suaminya yang durhaka kepada istrinya?


Pertanyaan itu bahkan masih Mak Author pertanyakan, kalau ada yang tau langsung chat Mak author ya.... hihihi


Herman pergi dari sana, sebenarnya Herman sudah merencanakan hal itu sejak lama namun dia baru bisa keluar dari masalah itu sekarang.


"Aku bebas aku banyak uang sekarang aku gak bergantung lagi pada si Mayang yang sangat menebalkan itu" gumam Herman.


Mayang hanya menatap pada kepergian suaminya dia sangat kesepian sekarang, Namun Mayang sangat kasar pada suami atau anak anaknya.


Hingga dari itu tak ada yang akan paham pada Mayang.


Luthfi menelpon Dimas dia menanyakan pekerjaan untuk mertuanya itu, tak di sangka kalau ternyata tak ada pekerjaan yang gampang untuk Sofi.


"Gus gak papa kalau gak ada jangan di paksakan" ucap Rena.


"Tapi Rena aku gak mungkin melakukan hal itu aku gak mau Mamah Sofi gak punya pekerjaan" ucap Luthfi.


"Sudah lah lagi pula aku tak percaya pada ucapannya" ucap Rena.


"Tapi Rena gak boleh begitu" ucap Luthfi.


"Gak boleh begitu bagaimana, Gus aku lebih tau Mamah Sofi seperti apa aku sangat tau kalau dia licik maka dari itu aku gak setuju kalau dia akan bekerja di tempat mu" ucap Rena.


"Tapi apa salahnya kita memberikan pekerjaan padanya" ucap Luthfi.


"Dia itu mungkin saja berbohong mungkin dia merencanakan sesuatu untuk menghancurkan kamu" ucap Rena.


"Rena jangan suudzon dia mamah kamu" ucap Luthfi.


"Gus aku malah malu jika mengakui dia sebagai ibu ku, aku tak habis pikir pada tingkah nya dahulu" ucap Rena.


"Jangan seperti itu, Rena seburuk apa pun Mamah Sofi dia tetap mamah kamu dan tanpa dia kamu gak akan ada" ucap Luthfi.


"Lalu kenapa aku harus ada, Gus kau tau betapa menyakitkan nya aku saat tau kalau aku akan di buang saat aku bayi, kenapa mamah tidak melenyapkan aku saat masih dalam kandungan saja" ucap Rena.


"Rena jangan bicara begitu" ucap Luthfi.


"Gus percuma hidup kalau dengan kebenaran kalau orang tua kita tidak menginginkan kita" ucap Rena.


Luthfi langsung memeluk Rena.


"Jika kamu berpikir kalau hidup kamu tidak penting bagi diri kamu sendiri, maka berpikir lah kalau ada seseorang yang menganggap mu sangat penting, Rena tanpa kasih sayang orang tua saja seorang anak akan tetap tumbuh, aku janji aku akan memberikan kasih sayang yang banyak pada mu sampai kamu tak merasakan kalau kamu tak punya kasih sayang orang tua" ucap Luthfi.


"Ya aku gak akan melakukan ini lagi" ucap Rena.


"Terima kasih" ucap Luthfi.


Luthfi tersenyum dia sangat tak menyangka kalau istri nya itu sangat membenci Mamahnya, tak heran karena dahulu memang benar Rena akan di buang oleh Ayahnya saat masih bayi.


Dan Untung saja ada Abah yang menyelamatkan nya, hingga Rena di besarkan di pesantren.


Tumbuh tanpa kasih sayang orang tua itu sangat berat apa lagi tanpa dukungan mereka.


Terkadang bukan hanya anak yang tak miliki ayah saja yang merasakan hal itu, terkadang seorang anak yang memiliki ayah tapi tidak memiliki kasih sayang ayahnya pun merasa hal itu.


Banyak anak yang iri pada temannya karena temannya punya ayah yang baik dan bisa di ajak bicara.


Namun tak semua ayah seperti itu, ada seorang ayah yang cuek seperti tak punya kasih sayang pada putrinya.


hal itu lah yang membuat seorang perempuan meminta belas kasih sayang dari laki laki lain hingga akhirnya ada wanita yang mempermalukan diri sendiri hanya karena ingin merasakan kasih sayang.


Siapa yang akan di salah kan?


Ayah adalah cinta pertama putrinya, jawaban nya tidak, itu ayah kamu ayah saya tidak, pikir Rena.


Mungkin penting nya peran seorang ayah itu seperti itu, namun jika Ayah sudah lebih dahulu di ambil Alloh doakan dia jangan pernah lupa untuk mengingat nya.

__ADS_1


Sebut nama nya dalam doa semoga saja suatu saat nanti kita bisa di pertemukan lagi dengan nya, Aminn...


__ADS_2