
Malam ini di kediaman Rena baru saja selesai tahlilan, saat ini Gladys bicara pada Rena yang saat ini masih ada di sana.
"Rena aku sangat senang bisa bersama dengan Faiz" ucap Gladys.
"Kak aku sangat senang dengan kebahagiaan kamu itu" ucap Rena.
"Aku gak sadar kalau ternyata sesederhana ini membahagiakan anak kita" ucap Gladys.
"Apa yang kamu lakukan" tanya Rena.
"Aku memberikan dia uang sebesar dua puluh juta katanya dia punya keinginan untuk mengembangkan rumah sakit nya, aku ikut bangga karena Faiz bisa menjadi dokter yang sangat terkenal" ucap Gladys.
"Selamat ya" ucap Rena.
"Oh ya katanya kamu tidak mau membantu dia, ada apa Rena" tanya Gladys.
"Aku bukan tidak mau membantu dia, hanya saja anak anak aku banyak aku gak akan mungkin memberikan sebegitu banyak nya uang pada Faiz, takutnya akan menimbulkan rasa kecemburuan pada anak anak yang lain" ucap Rena.
"Ya aku paham" ucap Gladys.
Gladys tersenyum dia mencicipi makanan yang ada di sana.
"Kau tau, banyak yang terjadi selama dua puluh lima tahun ini, aku bahkan lupa pada apa yang pernah aku lakukan" ucap Gladys.
"Ya kau benar kak tapi rasanya dunia berputar itu sangat cepat" ucap Rena.
"Aku senang bisa berkumpul lagi dengan mu tapi Rena aku harus pulang sudah terlalu malam" ucap Gladys.
"Baiklah biar aku antar sampai depan" ucap Rena, bahkan Rena juga membekal kan makanan yang dia buat untuk Faiz yang sekarang ada di rumah Mayang.
Rena sangat sayang pada Faiz walau pun Faiz nyata nya selalu membuat Rena sedih.
Hati ibu yang mana yang akan rela kalau putra nya dalam kesusahan tetapi Rena juga harus adil.
Anak anak mereka juga banyak jadi mereka tidak mungkin memberikan kekayaan nya pada salah satu anak.
Rena sangat tak yakin kalau dia bisa membicarakan tentang Faiz pada Gladys.
Pagi hari nya Yadna baru saja terbangun tapi banyak sekali telpon masuk dari nomor yang tak dia kenal.
"Ada apa orang asing ini menelpon" geram Yadna.
Drtt drtt
Panggilan masuk lagi saat ini Yadna akan mengangkat nya takutnya ada hal yang penting.
ππ
"Ya ada apa" tanya Yadna.
"Adna kamu harus masuk bekerja ceo muda datang sekarang, seperti nya ada yang akan dia bicara kan" ucap temannya.
"Oh ya, tapi aku sedang istirahat waktu aku dua hari lagi kan" ucap Yadna.
"Ya tapi CEO mau kalau karyawan semua hadir" ucap Temannya.
"Ya aku akan datang" ucap Yadna.
"Baiklah jangan lama" ucap temannya.
ππ
"Aku baru saja mau istirahat tapi kenapa ceo itu malah datang sekarang" geram Yadna.
Yadna langsung bersiap dia mengambil tasnya dan menggendong nya.
Hanya celana kulot hitam dan blazer biru outpit Yadna sekarang serta kerudung warna navy blue yang berbentuk segitiga.
Yadna turun dari kamarnya dia melihat Uminya sedang menyiapkan makanan di meja makan.
"Umi aku akan berangkat" ucap Yadna.
"Berangkat ke mana" tanya Rena.
"Kerja Umi katanya CEO akan datang sekarang, oh ya Adiba kamu kerja dua hari lagi saja dan kamu kerja mulai dari pagi sampai siang saja" ucap Yadna.
"Ya kak" sahut Adiba.
Yadna mengalami tangan Uminya, abinya dan Nenek Sofi.
Yadna langsung pergi dari sana naik mobil pribadi karena waktu nya sudah cukup terlambat.
Yadna dulu di tawarkan pekerjaan oleh Abinya tapi dia tidak ambil karena Yadna ingin mandiri namun Abinya mengirim kan rekomendasi pada papahnya Kathir untuk mempekerjakan Yadna.
Dan Alhamdulillah nya Yadna betah dan kerja Yadna cukup cekatan. jadi pemilik perusahaan itu sangat mengandalkan sekali Yadna.
Yadna sampai di perusahaan nya itu sebagai seorang sekretaris Yadna juga sering mempersiapkan makanan atau minuman untuk pak CEO.
Yadna masuk kedalam sana karena akan bekerja.
"Assalamualaikum" ucap Yadna masuk ke ruang khusus karyawan.
"Waalaikum salam" ucap serempak para karyawan di sana.
"Adna kamu di tunggu pak CEO baru di ruangan nya" ucap karyawan yang menjadi rekan kerja Yadna.
Yadna langsung menuju ke arah ruangan itu.
"Assalamualaikum" ucap Yadna yang langsung membuka pintu ruangan itu.
"Pak bisa saya masuk" tanya Yadna.
"Masuk" titahnya ketus, tapi sayang dia membelakangi Yadna yang baru saja datang.
Ada seorang wanita yang berpakaian minim yang ada di sana juga.
"Selamat datang Adna" ucap Pak Ceo itu.
"Terima kasih pak, tapi maaf anda datang tanpa persiapan karena tadinya sesuai jadwal anda datang dua hari lagi" ucap Yadna.
"Ini perusahaan saya jadi terserah saya mau datang atau tidak" ucapnya ketus.
"Maaf pak tapi saya bukan mau membantah hanya saja maafkan saya" ucap Yadna.
"Aku tidak suka karyawan yang terlambat, kalau kamu di pecat bagaimana" tanyanya.
"Di pecat pak? tapi salah saya apa" tanya Yadna.
"Kamu terlambat" ucapnya.
"Ini orang pengen aku getok palanya kali ya" batin Yadna marah pada laki laki itu.
"Maaf saya menyesal" ucap Yadna.
Laki laki itu menatap pada Yadna dan betapa terkejutnya Yadna saat melihat kalau dia mengenal laki laki itu.
"Kabir" ucap Yadna.
Raut wajah Kathir langsung muram saat Yadna salah menyebut kan namanya.
"Kabir" tanya Kathir.
"Ya kamu Kabir kan" ucap Yadna.
"Nama aku Kathir, Kat hir Alfaro Marseille" ucap Kathir.
"Eh ya" ucap Yadna.
"Panggil dia pak" bisik seorang wanita yang ada di sana.
"Pak" tanya Yadna.
__ADS_1
"Adna pak Kathir ini adalah CEO yang baru di sini dan aku adalah sekertaris nya" ucap Seorang wanita yang ada di sana.
"Kamu membawa sekertaris yang baru" tanya Yadna.
"Ya dia bekerja dengan ku sudah lama" ucap Kathir.
"Lalu apa aku akan di pecat" tanya Yadna.
"Tergantung" ucap Kathir.
"Pak maafkan aku" ucap Yadna padahal dalam hati nya dia sangat kesal sekali pada laki laki itu.
"Kalian berdua bekerja bersama, tugas kamu Rini menerima tamu dan yang lain lain dan tugas Yadna mempersiapkan apa pun yang aku butuhkan" ucap Kathir.
"Baik pak" ucap sekertaris yang bernama Rini itu.
"Kembali bekerja" titah Kathir.
Rini menundukkan kepalanya dan langsung pergi dari sana, namun saat Yadna akan pergi Kathir menyuruh nya untuk tetap duduk di sana.
"Duduk" titah Kathir.
"Ya pak" ucap Yadna.
"Aku sangat menyayangkan keterlambatan kamu andai saja kamu datang lebih pagi mungkin sudah ada Teh hangat di sini" ucap Kathir menunjuk meja yang ada di hadapannya.
"Maafkan saya pak" ucap Yadna.
"Saya mau tanya siapa nama saya" tanya Kathir.
Yadna tersenyum tipis dia tidak tau harus bicara apa padahal pertanyaan itu tidak seharusnya di pertanyakan.
"Apa" tanya Kathir.
"Kab.." ucap Yadna yang benar benar lupa pada nama bosnya itu.
"Apa" tanya Kathir.
"Kathes" ucap Yadna perlahan tapi masih bisa di dengar oleh Kathir.
"Kathes padahal baru saja kemarin kita bertemu tapi kenapa kamu sudah lupa pada ku" ucap Kathir.
"Maaf pak" ucap Yadna.
"Nama ku adalah" ucap Kathir yang bertanya lagi pada Yadna padahal sudah jelas jelas Yadna lupa pada nama bosnya itu.
"Kabir" ucap Yadna.
"Bukan Kabir aku Kathir, kathir Alfaro Marseille" ucap Kathir.
"Marsele" ucap Yadna.
"Sudahlah aku benci nama itu" ucap Kathir kesal pada Yadna yang sangat menyebalkan di mata Kathir.
"Kembali bekerja" sahut Kathir.
"Baik pak" ucap Yadna.
Yadna sangat kesal pada bosnya itu,
"Astaghfirullah aku yakin Abi tau tentang ini tapi kenapa dia tidak bilang kalau orang yang akan menjadi penggangti nya itu orang yang waktu datang ke rumah" gumam Yadna.
Yadna duduk di meja nya, dia harus berbagi meja dengan Rini yang menjadi sekertaris sama seperti dengan nya.
"Aku Adna" ucap Yadna.
"Aku tau" ucap Rini.
"Bagaimana ya, maaf aku sangat tak bisa mengobrol aku tidak bisa mencari topik" ucap Yadna.
"Jangan mencari topik nanti orang tuanya marah" ucap Rini.
Namun saat dia akan membuka laptop nya ada panggilan yang masuk ke Telpon yang ada di sebelah Yadna.
"Itu punya mu dan ini punya ku" ucap Rini.
"Baiklah" ucap Yadna.
Yadna mengangkat panggilan itu.
"Hallo selamat pagi dengan perusahaan AM Group ada yang bisa saya bantu" tanya Yadna.
"Aku butuh kopi" sahut Kathir yang sekarang sedang menelpon nya.
"Baik pak" ucap Yadna.
"Dan makanan ringan" ucap Kathir.
"Baik pak" ucap Yadna di telpon.
Kathir mematikan telepon nya dia langsung tersenyum saat dia bisa mengerjai Yadna yang kemarin sangat galak padanya.
Yadna kesal karena Kathir seenaknya saja padanya.
Yadna langsung menyeduh teh hangat dan membawa beberapa cemilan.
Seperti nya Yadna lupa apa yang di pesan oleh Kathir karena rasa tak suka nya Yadna sampai lupa.
Yadna membawa segelas teh itu berserta beberapa makanan ringan yang ada di sana.
Yadna masuk ke dalam sana karena akan mengantar kan minuman itu.
"Silahkan pak" ucap Yadna.
"Aku seperti nya menyuruh kamu membuat kan aku kopi bukan teh" ucap Kathir.
"Apa kopi? astagfirullah aku lupa pak maaf" ucap Yadna.
"Tak apa aku akan meminum yang ada saja" ucap Kathir.
Namun Rena ingat pada kejadian kemarin yang katanya bosnya itu punya penyakit tangan yang sering kram.
Yadna langsung mengambil gelas itu.
"Biar aku yang bantu kamu meminum ini" ucap Yadna.
"Ada apa" tanya Kathir.
"Aku gak mau tangan bapak kram lagi" ucap Yadna.
"Baru kali ini ada orang yang perhatian" ucap Kathir.
"Bukan perhatian Pak tapi aku tidak mau bertanggung jawab pada pakaian kamu yang basah jika terkena teh karena aku tidak punya lagi" ucap Yadna.
"Tangan aku itu kram bisa kapan saja tidak pas minum saja bahkan saat makan saja aku pernah merasakan nya" ucap kathir.
"Apa itu penyakit turun temurun" tanya Yadna.
"Entah katanya penyakit bawaan" ucap Kathir.
"Oh baiklah pak saya permisi untuk kembali lagi, saya ada banyak pekerjaan" ucap Yadna yang langsung pergi dari sana.
"Unik sangat lucu, perhatian, dan seperti nya agresif aku suka wanita itu" ucap Kathir.
Sedangkan sekarang di kediaman Mayang tengah gempar karena perhiasan Mayang hilang padahal kemarin perhiasan itu masih ada dan Mayang memakainya.
"Mamah kemana kan" tanya Gladys.
"Mamah pakai di sini" ucap Mayang memegang leher nya.
"Lalu kemana sekarang" tanya Gladys.
__ADS_1
"Aku gak tau" ucap Mayang.
Mayang justru curiga pada Nanda yang seperti nya Nanda dia benar benar penjahat.
"Aku tidak akan bilang kalau Nanda yang melakukan nya pada Gladys aku takut anak itu akan marah pada Nanda" batin Mayang.
"Gak ada mah" ucap Gladys.
"Ya tak apa kalau gak ketemu, mungkin aku lupa menyimpan nya" ucap Mayang.
"Hati hati Mah" ucap Gladys.
Perbuatan mencuri termasuk di antara dosa besar, oleh karenanya dalam syariβat Islam apabila pencurian itu mencapai satu nisab dan memnuhi kriteria seperti tersebut di atas maka si pencuri dikenakan hukuman potongan tangan dan diwajib- kan mengembalikan barang curian sebanyak yang dicuri. Apabila seorang pencuri itu dimaafkan oleh pemilik barang yang dicuri, maka gugurlah hukuman atasnya.
Tentang hukuman potong tangan bagi pencuri, disebutkan dalam Al-Qurβan :
yang artinya:"38. laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Maka Barangsiapa bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, Maka Sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengam- pun lagi Maha Penyayang. (Quran Surat. Al Maidah ayat 38-39)
Β Dari aspek ilmu akhlak kategori pencurian tidak terbatas pada mengambil harta orang lain tanpa hak. Tapi termasuk pencurian adalah mengambil apapun yang seki- ranya tidak diridloi oleh pemiliknya dan membuat kecewa orang lain. Contohnya seperti mencuri dengar, mencuri berita, mencuri pandang dan lain-lain. Pencurian seperti ini sekalipun tidak ada hukuman had potong tangan namun hukumnya ha- ram.
Ada pula dampak negatif mencuri.
Bahaya bagi pelaku pencurian
Ketidak tenangan dalam hidup, kekhawatiran serta ketakutan karena selalu dibayang-bayangi oleh dosanya, atau minimal khawatir tertangkap oleh penegak hukuim
Akan semakin jauh dari petunjuk Allah SWT, karena setiap dosa yang dilakukan akan membekas di hatinya dan bila ia tidak menghentikan maka akan semakin terjerumus pada pelanggaran
Ditolak semua amal ibadahnya, karena Allah SWT tidak menerima amal seseorang yang isi perutnya serta pakaiannya berasal dari barang yang haram
Bahaya terhadap masyarakat
Menimbulkan keresahan dan kekhawatiran di kalangan masyarakat
Ketenangan dan kebahagiaan hidup masyarakat sangat terganggu karena adanya ancaman pencurian dan perampokan bahkan pembunuhan
Mayang tidak habis pikir kalau cucu nya akan melakukan hal itu apa lagi didikan Rena tak akan pernah salah, tetapi Cucu menantunya itu sangat berbeda dengan Faiz yang keturunan orang beragama.
Setidaknya Faiz tidak berani menyakiti orang lain, mereka berdua adalah pasangan yang sangat berbeda jauh apa lagi Faiz dan Nanda sangat jauh hanya saja cinta membuat Faiz tunduk pada Nanda.
Gladys menatap pada Mamahnya yang seperti nya ada yang sedang dia sembunyikan, Gladys tau betul kalau mamahnya itu pasti sedang menutupi sesuatu.
"Jujur pada ku mah" ucap Gladys.
"Tidak ada lah" ucap Mayang.
"Beneran mah" tanya Gladys.
"Beneran" ucap Mayang.
Gladys mendekat pada Faiz yang sekarang ada di ruang tamu,
"Ada apa dengan mamah" gumam Gladys.
Gladys langsung duduk di sana.
"Kalian tau gak kalau Nenek kehilangan perhiasan lumayan banyak" ucap Gladys.
"Apa" tanya Faiz.
"Ya aku gak tau siapa yang mengambil nya tapi Nenek berpikir kalau dia lupa menyimpan tapi aku tau betul Mamah Mayang itu seperti apa, dia sedang menyembunyikan sesuatu dari ku" ucap Gladys.
Faiz langsung curiga pada istri nya karena pasti istri nya lah yang melakukan nya.
"Astaghfirullah baru saja kemarin aku mengingat kan tapi dia sudah melakukan nya lagi" gumam Faiz.
"Eh kalian jangan tegang begitu kami tidak menuduh kalian" ucap Gladys.
"Simpan yang rapih Bi" ucap Faiz.
"Ya tapi siapa yang akan mencuri" tanya Gladys.
"Entah" ucap Nanda ketus tanpa merasa bersalah sama sekali.
"Aku heran selama ini tak ada yang berani mencuri tapi sekarang berani beraninya orang itu mencuri di sini" ucap Gladys.
"Apa mungkin bibi tau kalau yang mencurinya Nanda ya" batin Faiz.
"Baiklah aku akan cari di kamar aku" ucap Gladys yang langsung pergi dari sana meninggalkan Faiz dan Nanda.
Faiz menatap pada Istri nya itu.
"Apa ini Nanda katanya kamu ga aka mencuri lagi tapi apa kamu mengambil perhiasan Nenek" ucap Faiz.
"Mas aku gak melakukan apa apa" ucap Nanda.
"Kembalikan perhiasan itu" ucap Faiz.
"Gak mau aku susah susah mencarinya" bantah Nanda.
Flash back onn
Malam tadi, semua orang sudah tertidur Nanda berjalan ke arah kamar Mayang yang ada di lantai bawah sebelah kamarnya.
Nanda akan mencari harta Karun yang akan membuat dia Kaya raya, entah dari kapan Nanda berani mencuri ini karena dahulu dia tidak pernah mencuri.
"Aku akan menemukan perhiasan yang banyak" gumam Nanda.
Nanda masuk ke dalam kamar Mayang, sayang sekali Mayang sudah tertidur dan itu sangat menguntungkan sekali bagi Nanda.
Nanda membuka lemari Nenek Mayang ternyata tak ada yang bisa Gladys ambil karena Mayang menyimpan nya di brangkas yang tidak akan orang lain tau.
Nanda melihat pada Perhiasan yang sering Mayang pakai, Nanda berpikir untuk mengambil kalung yang Mayang pakai tapi sayang tak ada yang bisa Nanda lakukan.
Nanda dengan perlahan melihat lihat perhiasan itu dan ternyata kalung itu lumayan gampang untuk di buka karena Mayang juga sering membuka nya.
"Astaga gampang sekali" batin Nanda.
Nanda juga mengambil gelang yang mayang pakai, dia langsung pergi dari sana saat sudah mendapatkan kalung dan gelang itu.
Harganya tentu saja sangat pantastis apa lagi yang memakai nya pun bukan orang biasa yang akan memakai barang imitasi.
Nanda senang sekali karena bisa mengambil perhiasan setidaknya Nanda bisa bersenang senang dengan uang itu.
"Aku Kaya kalau begini caranya" gumam Nanda.
Nanda memakai kalung itu sesaat tapi sayang dia melepaskan lagi karena takut Faiz sadar, senang sudah sangat malam jadi Nanda akan langsung tertidur pulas.
Flash back off
"Mau mencari kemanapun tak akan dapat" ucap Mayang pada Gladys.
"Kenapa mah" tanya Gladys.
"Ya semua orang patut untuk di curigai tapi jangan bilang apa pun pada orang lain, ini akan menjadi rahasia kita saja" ucap Mayang
"Ya mah aku tau tapi ada apa" tanya Gladys.
"Yang mencuri adalah Nanda" ucap Mayang.
"Nanda tapi mana mungkin" tanya Gladys.
"Tapi ini kenyataan nya" ucap Mayang.
"Oh" ucap Gladys.
__ADS_1