Aku Seorang Janda Ustadz

Aku Seorang Janda Ustadz
bab 139 Faiz di tangkap polisi


__ADS_3

Keesokan harinya.


Benar saja Pak Amta dan Kathir datang ke kediaman Luthfi, mereka berniat akan melamar Yadna untuk Kathir.


Walau pun tadinya pak Amta bertanya tanya kenapa Kathir melakukan hal itu apa lagi keluarga mereka masih berkabung.


Namun Kathir memberikan alasan kalau dia takut Yadna di ambil oleh orang lain, apa lagi Yadna sangat cantik, hanya itu alasan yang Kathir berikan pada keluarga nya.


"Assalamualaikum pak Luthfi" ucap Pak Amta masuk ke dalam rumah Luthfi.


"Waalaikum salam" ucap Luthfi menyambut kedatangan Pak Amta dan putra nya itu.


"Silahkan duduk pak" ucap Luthfi.


"Terima kasih pak Luthfi maaf kami datang dengan mendadak begini" ucap Pak Amta.


"Ya tak apa pak, ngomong ngomong ada apa pak" tanya Luthfi.


"Rencana nya kami ingin melamar Yadna untuk Kathir" ucap Pak Amta.


"Hah benarkah" tanya Luthfi.


"Ya, maaf kalau kami datang tanpa persiapan apa lagi kami juga sedang dalam kondisi berkabung, tapi tak mungkin saja membiarkan anak saja melamar putri anda sendirian" ucap Pak Amta.


"Sebenarnya saya tidak bisa memutuskan apa lagi ini kehidupan Yadna jadi aku akan serahkan semua ini pada Yadna yang akan menjalani kehidupan nya" ucap Luthfi.


"Ya pak" ucap pak Amta.


Luthfi menatap pada Kathir yang sekarang hanya tenang saja, sebenarnya ada hal yang membuat Luthfi heran apa lagi mereka melamar dalam keadaan keluarga pak amta sedang berkabung.


Namun Luthfi tidak mau berburuk sangka dia senang pada pak Amta yang punya maksud baik itu, Apa lagi Yadna sudah terlalu besar untuk menikah.


Suatu kebahagiaan bagi seorang ayah jika ada laki laki yang sungguh sungguh ingin melamar putri nya, suatu kebahagiaan tersendiri yang tak bisa semua Ayah rasakan.


Namun Luthfi sangat senang karena di pikiran Luthfi setelah putri nya menikah maka tugas nya sebagai ayah berkurang, nantinya kehidupan Yadna akan sepenuhnya tanggung jawab Kathir sebagai suami nya.


Rena memanggil Yadna yang sekarang ada di kamarnya, Yadna tau kalau Kathir datang tetapi dia sangat malu untuk keluar dari kamar nya.


Apa lagi saat ini Yadna ingat pada kejadian itu jika bertemu dengan Kathir.


"Apa aku tolak saja dia" gumam Yadna.


"Ayo yadna" ucap Rena.


Yadna ingat pada percakapan nya dahulu bersama dengan Arsala.


**


"Kak aku tau kamu sedang tidak baik baik saja tapi malam ini tolong lupakan sejenak masalah ini dan tidur lah" ucap Arsala.


"Ya, tapi bagaimana kalau laki laki itu meninggal, Arsa aku akan merasa sangat takut kalau laki laki itu sampai meninggal apa lagi setelah dia bersama dengan ku" ucap Yadna.


"Aku tidak akan biarkan mereka menyalahkan kamu, aku berharap kalau laki laki lemot itu bisa bertanggung jawab pada mu, tapi kak jika bos mu itu mau menikahi mu aku harap kamu terima saja ya" ucap Arsala.


"Tapi aku gak suka padanya, mana mungkin aku menikah dengan dia apa lagi aku dan dia tak punya perasaan apa apa" ucap Yadna.


"Tapi kak sekarang lebih baik begini, kalau kakak menikah dengan dia lalu kalian pisah maka calon suami mu nanti tak akan curiga pada mu karena kamu janda, tapi kalau seperti ini bagaimana aku gak mau Abi sama Umi tau, kak plis jangan buat mereka terluka lagi sudah cukup mereka terbebani oleh kak Faiz dan istri nya, kita jangan ya" ucap Arsala.


"Aku juga rencana nya tak akan bilang pada Umi dan Abi, tapi Arsa masalah nya bagaimana kalau aku hamil" tanya Yadna.


"Gak mungkin" ucap Arsala.


**


Yadna keluar dari kamar nya dia tidak tau harus apa sekarang apa lagi dia sangat takut jika melihat Kathir.


Yadna tau bagaimana kathir dan yang paling Yadna takutkan adalah Kathir membahas masalah ini nantinya saat mereka sudah menikah.


"Astaghfirullah, Ya Alloh aku harus apa sekarang, apa harus aku melakukan apa yang Arsala bicarakan tapi apa aku tidak terkesan Ja hat jika melakukan hal itu, jika aku menikah lalu suatu saat ada perceraian aku akan menjadi janda tapi apa mungkin aku meminta status Janda itu pada pak Kathir" gumam Yadna.


Mereka duduk di sofa yang ada di ruang tamu itu.


"Adna, pak Amta mempunyai niat dia ingin melamar kamu untuk Nak Kathir, bagaimana apa kamu menerima lamaran itu" tanya Luthfi.


"Abi aku menolaknya" ucap Yadna.


Kathir menatap pada Yadna yang sekarang hanya menunduk saja karena takut Kathir akan marah padanya.


"Kenapa" tanya Kathir yang mulai panik saat Yadna menolak lamaran nya.


"Kita baru saja kenal pak" ucap Yadna.


"Tapi Adna kita bisa Ta'aruf" ucap Kathir.


"Seperti nya aku tidak bisa pak, bukan karena anda kurang hanya saja saya tidak mungkin menikah sekarang, cita cita saya masih belum tercapai" ucap Yadna menolak secara halus.


Namun dalam hati nya Yadna memaki maki diri nya sendiri apa lagi tadinya bukan ini yang Yadna inginkan.


Yadna juga takut pada ucapan Arsala yang menurut nya calon suami Yadna nantinya akan menyesal karena menikahi Yadna.


Namun di sisi lain Yadna tidak mungkin mengorbankan Kathir sebagai laki laki yang akan dia jadikan sebagai suami yang hanya Yadna minta status janda saja.


Apa lagi Yadna ingin pernikahan nya berjalan atas dasar saling cinta dan saling mau berhubungan, dia tidak mau punya hubungan yang seperti ini.


Hubungan yang di dasari dari pemaksaan bahkan di pernikahan itu juga akan ada orang yang di untung kan dan orang yang akan di rugikan.


Dan Yadna tidak mau hal itu terjadi pada pernikahan nya yang akan datang itu.


"Coba pikirkan lagi Adna" ucap Kathir.


"Keputusan saya bulat pak" ucap Yadna.


"Jika kamu mau kabari saja saya, saya akan menunggu kamu sampai kamu siap" ucap Kathir.


"Tidak usah pak, banyak perempuan di luaran sana" ucap Yadna yang hanya menatap wajah Kathir sekilas dan tersenyum tipis.


"Ya siapa tau saja kan" ucap Kathir berusaha untuk tenang padahal dalam hatinya dia bertanya tanya kenapa Yadna melakukan hal itu padanya.

__ADS_1


"Adna apa yang kamu lakukan pada ku, andai saja kamu tau aku sangat cinta pada mu, Ayolah Adna bukan ini yang kita inginkan tadinya kan, kamu pasti terpaksa melakukan hal ini kan, Adna bilang saja ya aku janji aku akan menerima kamu apa adanya" batin Kathir.


"Maafkan saya pak Amta, nak Kathir, bukan maksud saya menolak lamaran anda hanya saja seperti nya Adna tidak mau cepat cepat menikah" ucap Luthfi berusaha bicara halus karena tidak mau pak Amta tersinggung.


"Ya tak apa pak Luthfi kami paham" ucap Pak Amta yang sebenarnya merasa kecewa karena Yadna menolak Kathir, padahal pak Amta ingin kalau Yadna yang menjadi menantunya.


Pak Amta tau betul kalau Yadna sangat baik dan hal itu tidak perlu di ragukan lagi, Namun pak Amta tidak bisa memaksa juga karena hal itu adalah keputusan Yadna.


"Baiklah pak saya permisi dahulu" ucap pak Amta memutus kan untuk pulang.


Kathir yang tadinya akan menanyakan alasan nya pada Yadna, dia tidak jadi bertanya karena kondisi nya sedang tidak baik baik saja.


"Saya permisi pak" ucap Kathir mengalami tangan Luthfi dan Rena secara bergantian.


Setelah Yadna melihat Kathir pulang dia langsung masuk ke dalam kamarnya.


Luthfi dan Rena tidak bicara apa apa dia tidak berhak bicara apa pun pada Yadna.


Apa lagi mengalahkan Yadna karena menolak Kathir, hal itu sangat di pantang oleh Luthfi dan Rena.


Karena mereka berpikir kalau keputusan anak anak nya juga sangat penting.


Jadi senang atau tidak mereka harus menerima nya dengan lapang dada.


"Ada apa dengan Yadna" tanya Luthfi.


"Entah" ucap Rena.


Sedangkan Yadna saat ini tengah menangis di kamarnya sambil menutupi wajahnya dengan bantal, Yadna tidak bisa membayangkan bagaimana masa depan nya namun Yadna juga tidak boleh egois.


"Sadar Yadna, pak Kathir punya kehidupan nya masing masing, dia berhak memilih wanita yang baik dan cantik, tidak seperti diri mu yang gagal menjaga kehormatan kamu Yadna" gumam Yadna.


Drtt


Drtt


Yadna melihat siapa yang baru saja menelpon nya itu.


"Pak Kathir" gumam Yadna yang langsung menghapus air mata nya.


📞📞


"Adna" sahut Kathir saat sambungan nya baru saja Yadna angkat.


"Kenapa kamu menolak aku" tanya Kathir.


"Pak aku bukan menolak, tapi kamu berhak bahagia pak" ucap Yadna.


"Berhak bahagia bagaimana" tanya Kathir.


"Ya kamu bisa mendapatkan wanita yang baik di luaran sana pak, tolong jangan buat aku merasa bersalah" ucap yadna.


"Aku bahagia bersama dengan kamu dan aku janji akan menerima kamu" ucap Kathir.


"Tidak usah pak aku yakin akan ada wanita yang bisa membuat kamu bahagia" ucap yadna.


"Jangan berbohong pak aku tidak mau kamu berbohong karena rasa bersalah pada ku" ucap Yadna.


"Aku tidak berbohong aku sayang pada mu" ucap Kathir.


"Tidak pak" ucap Yadna.


Tutt


📞📞


"Adna.... Adna..." sahut Kathir memanggil manggil Yadna tapi sayang panggilan nya sudah terputus karena Yadna menutup panggilan nya secara sepihak.


"Astaga Adna sangat keras kepala" gumam Kathir.


Sedang kan di sisi lain saat ini Faiz baru saja selesai melakukan transaksi barang haram itu, bahkan dia juga mendapat kan uang tips yang cukup banyak sekali.


Faiz membayarkan uang itu untuk melunasi hutang nya pada teman teman nya, bahkan hutang Nanda pada teman Nanda juga sudah Faiz lunasi.


Mungkin hanya pada bank dan rentenir itu saja yang belum Faiz bayar, karena uangnya tidak cukup.


Namun sekarang Faiz akan meminta maaf terlebih dahulu pada orang tuanya karena ulah Nanda lukisan kesayangan Abinya entah di mana sekarang.


Faiz akan pulang dengan naik taksi namun sayang saat Faiz akan naik beberapa orang datang ke sana dan langsung menodongkan senjata pada Faiz.


Faiz langsung mengangkat kedua tangan nya karena takut pada mereka itu.


namun ternyata orang orang itu adalah polisi yang baru saja melihat Faiz bertransaksi dengan pelanggan nya.


Polisi itu memborgol tangan Faiz yang sekarang hanya bisa diam saja.


"Tolong lepaskan saya" ucap Faiz.


"Kamu tersangka karena sudah terbukti mengedarkan narkoba" ucap Polisi itu.


Faiz berontak tapi sayang dia juga takut pada pistol yang mengarah padanya itu.


Faiz hanya bisa pasrah di tangan polisi itu, bahkan seperti nya hukum Faiz akan sangat berat sekarang.


Polisi langsung menghubungi pihak keluarga, siapa lagi kalau bukan Luthfi yang mereka hubungi.


Faiz juga memberikan nomor Nanda pada polisi itu tapi sayangnya tak ada jawaban dari Nanda.


Luthfi yang mendapat panggilan itu langsung syok saat mendengar kalau Faiz di tangkap polisi karena kasus pengedar narkoba, padahal setau Luthfi yaitu Faiz adalah anak yang baik dan tidak mungkin kalau Faiz melakukan hal itu.


📞📞


"Di mohon bapak untuk datang ke kantor" ucap polisi itu.


"Baik pak" ucap Luthfi.


📞📞

__ADS_1


Luthfi menatap pada istri nya yang sejak tadi ada di samping nya, dan Rena juga seperti nya mendengar hal itu.


"Ada apa" tanya Rena.


"Ada masalah pengusaha" ucap Luthfi berbohong namun sepertinya Luthfi sangat tidak pandai dalam berbohong karena hal itu bisa dengan sangat mudah Rena ketahui.


"Jangan berbohong aku tau kamu sedang berbohong" ucap Rena.


"Astagfirullah Umi" ucap Luthfi.


"Jawab aku dengan jujur Abi" ucap Rena.


"Ya baik lah, aku mendapat kan telpon dari kantor polisi katanya Faiz mengedarkan narkoba dan dia di tangkap oleh polisi" ucap Luthfi menjelaskan.


Prak


Rena tanpa sengaja menjatuhkan gelas yang ada di tangan nya, Rena juga sama syoknya dengan Luthfi.


Bagaimana tidak, seorang ibu atau ayah tidak terkejut saat mendengar kebenaran anaknya yang ternyata adalah seorang yang jauh dari jati diri nya.


Apa lagi bagi mereka tidak mungkin Faiz melakukan hal itu, apa lagi Faiz dulunya adalah seorang dokter yang jujur dan bertanggung jawab.


"Astaghfirullah" gumam Rena.


Mereka langsung pergi dari sana menuju ke kantor polisi yang sekarang lumayan jauh dari rumah mereka.


Namun hanya demi Faiz mereka rela berkendara jauh hanya untuk bertanya alasan Faiz melakukan hal itu.


Sedangkan Faiz sekarang tengah di interogasi, sebenarnya apa pun yang terjadi Faiz tidak boleh mengaku apa lagi Faiz sudah di berikan uang untuk tutup mulut oleh bosnya yang bergerak di bidang jual beli narkotika itu.


Faiz juga sempat di tes urine untuk membuktikan kalau Faiz juga pengonsumsi atau tidak.


Dan ternyata hasil nya Negatif, Faiz tidak mengonsumsi narkoba.


Namun Faiz mungkin terlibat dalam kasus pengedar barang haram itu saja.


Namun tetap Faiz akan di hukum sangat berat apa lagi Faiz tidak mau bicara siapa datang di balik itu semua.


"Jujur saja pak Faiz" ucap polisi.


"Saya tidak tau karena saya juga memesan barang ini dari orang lain, saya hanya menjualnya dengan harga yang cukup mahal" ucap Faiz.


"Alasan klasik pak ada alasan yang lain lagi" tanya Polisi.


"Terserah kalau anda tidak percaya" ucap Faiz.


"Oke" ucap polisi itu.


Rena dan Luthfi datang ke sana karena akan bertanya ada apa sebenarnya dengan Faiz yang Sekarang ada di kantor polisi.


"Permisi pak saya orang tua Faiz" ucap Luthfi.


"Silahkan pak" ucap polisi itu membawa Rena dan Luthfi ke salah satu ruangan interogasi.


Mereka masuk ke dalam dan benar saja ada Faiz di sana yang tengah di interogasi oleh polisi di sana.


"Permisi pak saya orang tuanya" ucap Luthfi.


"Pak silahkan duduk" ucap Polisi itu.


"Ada apa ini Pak" tanya Rena.


"Anak bapak ini pengedar narkoba, dan ada bukti nya" ucap polisi itu.


"Tapi pak saya tidak yakin" ucap Luthfi.


"Bapak silahkan tanya pada pak Faiz" ucap Polisi itu.


Luthfi dan Rena mendekat pada Faiz yang sekarang tengah di borgol di kursi tempat duduknya.


"Faiz apa apaan ini" tanya Luthfi.


"Maaf Abi aku sangat butuh uang" ucap Faiz.


"Butuh uang, tapi Faiz apa perlu melakukan hal ini" tanya Luthfi.


"Maafkan aku" gumam Faiz.


"Sekarang bagaimana Abi" tanya Rena bingung karena Faiz ternyata mengaku melakukan hal itu.


"Hukuman Faiz akan sangat berat" ucap Rena.


"Mau bagaimana lagi karena ini salah Faiz dan dia harus menerima akibat nya" ucap Luthfi.


"Abi" kesal Rena pada suaminya yang seolah tidak perduli pada Faiz.


"Umi ini kesalahan dia jadi kenapa harus kita yang merasa capek untuk mengeluarkan dia" ucap Luthfi yang sudah sangat marah sekarang.


"Tenang nak, Umi akan coba mengeluarkan kamu" ucap Rena.


"Tidak perlu umi" ucap Faiz.


"Jangan begitu" ucap Rena.


"Aku akan menerima ini dengan lapang dada" ucap Faiz.


"Tapi nak" ucap Rena.


"Namun Abi Umi aku hanya ingin meminta maaf pada kalian tentang lukisan punya Abi yang hilang, pelakunya Nanda dan tolong maafkan Nanda" ucap Faiz.


"Apa" tanya Luthfi tidak percaya kalau orang yang mengambil lukisan itu benar benar adalah Nanda.


Padahal kemarin Luthfi sudah berusaha untuk tidak percaya pada ucapan mamah mertua dan istrinya itu.


Namun hal itu ternyata benar kalau Nanda yang mengambil nya.


"Padahal aku sudah berusaha untuk percaya" gumam Luthfi masih tak percaya.

__ADS_1


__ADS_2