
Aby membukakan pintu mobilnya untuk Becca, setelah itu Ia berjalan mengelilingi mobilnya dengan melihat ke arah mobil hitam yang selalu terparkir di depan Apartmens yang Ia tempati.
Aby pun masuk, lalu melajukan mobilnya menuju arah kantornya. Sesekali Aby melihat ke arah Becca yang kini tengah sibuk dengan Hapenya. Lalu kembali pokus melihat ke arah jalanan. Namun tampa segaja mata Aby melihat kaca sepion mobilnya, dan melihat mobil hitam itu tengah mengikuti mobilnya.
Siapa mereka? kenapa mereka mengikuti kami? apa mereka orang suruhan Daddy Becca?
Guman Aby dalam hati. Aby mulai merasa takut, jika suatu hari nanti mereka membawa Becca pergi jauh darinya.
Aby tak dapat membayankan jika hal itu sampai terjadi. Orang yang sangat Ia cintai pergi jauh darinya di tambah saat ini Becca tengah mengandung benih cinta mereka.
Tampa berkata apapun. Aby meraih tangan Becca, lalu menciuminya dengan sangat lembut.
Becca nampak bingun dengan apa yang tengah Aby lakukan. Hingga akhirnya Ia berkata.
"Kamu kenapa sayang?" tanya Becca pelan.
Aby melihat sekejap ke arah Becca lalu berkata. "Aku tidak kenapa -kenapa. Aku cuman ingin mencium tanganmu." tersenyum ke arah Becca "Entah kenapa aku ingin malakukannya."
Mobil Aby mulai memasuki parkiran kantornya. Becca yang pertama kalinya datang ke kantor suaminya berdecak kagum. Ia tak menyangka suaminya memiliki perusahaan yang sangat besar di kotanya. Aby Atmaja pengusaha yang terbilang muda di kalangannya.
Becca melihat ke arah Aby, ketika mobil Aby masuk di parkiran khusus.
Ia pun berkata. "Sayang ini, perusahaan kamu?" tanya Becca.
Aby melihat ke arah Becca lalu berkata. "Iya, ini perusahaan kita." Setelah mengatakan itu Aby keluar dari mobilnya di ikuti oleh Becca.
Aby mengandeng pinggul Becca masuk ke lobi kantornya. Semua karyawan dan para stap yang ada bekerja di kantor Aby, heran melihat bos mereka mengandeng seorang wanita masuk ke dalam kantor. Karna ini pertama kali bos mereka membawa seorang gadis ke kantornya.
"Pagi, pak. Nona" sapa reseosioni Aby.
"Hem." Aby hanya menjawab sapaan para stapnya dengan deheman saja.
Sementara Becca tersenyum ramah melihat ke arah resepsionis Aby. lalu berkata. "Pagi."
Aby berjalan menuju ke arah pintu lif bersama dengan Becca. Namun sebelum Aby masuk Ia mendengar bisikan stap dan resepsionisnya.
"Hei, itu siapanya, si bos, sih? cantik banget. Aku jadi iri. Kalau itu kekasihnya si bos atau istrinya, ya, aku tak ada kesempatan lagi untuk mendekatinya." ucap salah satu stap yang bernama Intan.
__ADS_1
Recepsinis yang bernama Tina, hanya mengangukkan kepalanya tak tau, dengan siapa yang tengah bersama bosnya saat ini.
Mendengar itu. Aby berbalik badan, lalu kembali berjalan menuju arah resepsionis. Setelah sampai di depan Tina. Aby membuat pengumuman.
"Perhatian semuanya." Dengan nada datar yang biasa Aby gunakan kalau berada di kantor.
Semua para stap yang mendengar suara pengumuman bosnya berjalan mendekat, lalu berkumpul di hadapan Aby.
"Iya, Pak, ada apa?." tanya Intan sopan.
Aby kembali merangkul pinggul Becca, lalu berkata. "Ada yang mengenal wanita yang ada di sampinku ini?" tersenyum hangat melihat ke arah Becca.
"Maaf, kami tak pernah bertemu dengannya. Kalau boleh kami tau, gadis ini siapanya bapak?" tanya intan pelan dan sopan. Stap yang lain hanya ikut menyimak.
Aby tersenyum bangga lalu berkata.
"Kenalkan, wanita yang ada di sampinku ini adalah istriku."
Mendengar ucapan Aby yang mulai memperkenalkannya dirinya pada semua orang yang bekerja di kantornya, menjadi kebahagian tersendiri untuk Becca.
Intan yang mendengar itu, sedikit terkejut. Wajahnya sedikit berubah.Namun dengan cepat ia kembali mengubah wajah keterkejutnya menjadi wajah yang ceria.
Setelah sampai di lantai atas. Aby kembali mendapat sambutan hangat dari secretarisnya yang bernama Lara.
"Pagi, pak." lalu melihat ke arah Becca "Pagi, Nona." sapa Lara sedikit bingun melihat wanita yang tengah di rangkul oleh bosnya.
"Pagi," ucap Aby dengan nada datarnya.
Sementara Becca tersenyum lembut, lalu berkata. "Pagi. Hei, nama kamu siapa?" Becca mengulurkan tangan.
"Lara, Nona," ucapnya sedikit canggung karna bosnya tak berenti menatap tajam ke arahnya.
"Oh, Lara, kenalkan namaku Becca. kamu tak perlu memanggilku Nona. Ok."
Lara sedikit menundukkan kepalanya lalu berkata. "Baik, Nona, Becca."
Setelah itu, Aby langsung memotong pembicaraan mereka. "Lara, kamu pesankan makanan untuk istriku. Dan jangan lupa pesankan juga salad buah." perintah Aby.
__ADS_1
Mendengar itu Lara berkata. "Istriku" berkata pelan. "Baik, pak, saya akan segera memesan makanan untuk Nona."
Aby kembali melanjutkan langkahnya masuk ke dalam ruangannya, di ikuti oleh Becca di sampinnya.
Becca masuk ke dalam ruangan kerja suaminya. Dan tak menyangka desain ruangan kantor Aby sangatlah mewah dan elegant.
Dan didalam ruangan Aby terpajang sebuah pigura berukuran besar, di dalam pigura itu ada poto seluruh anggota keluar Aby. Mulai dari Ayah, Ibu dan juga Abdy adiknya.
Becca yang melihat itu berkata. "Sebuah keluarga yang sangat bahagia." masih melihat ke arah pigura yang terpajang di hadapanny.
Aby berjalan mendekat ke arah
Becca, lalu memelukny dari belakan.
dan meletakkan wajahnya di pundak Becca, lalu berkata.
"Lihatlah poto suamimu yang terlihat sangat tampan itu." melihat ke arah pigura yang ada di depannya.
Becca tersenyum lalu berkata. "Iya, suamiku memang tampan." Setelah mengatakan itu Becca berbalik melihat ke arah Aby, lalu kembali berkata. "Tapi, lebih tampan kalau sedang tak pake baju." setelah mengatakan itu Becca tertawa lepas.
Aby menatap dengan pandangan menggoda kepada Becca, lalu berkata. "Ngak pake baju? maksud kamu apa sayang?" sedikit menggoda.
"Iya, kamu terlihat sangat tampan kalau tak pake baju. Karna apa?" Becca kembali tertawa lepas ketika selesai mengatakan itu.
Aby mendekatkan wajahnya di wajah Becca, lalu kembali berkata.
"Karna apa sayang? jangan buat aku penasaran denga ucapanmu." Aby mengesek -gesekkan hidungnya di hidung Becca.
Becca kembali tertawa ketika mendengar pertanyaan Aby. Setelah tawanya mereda, Becca berkata.
"Karna aku bisa leluasa mencium wangi ketiakmu. Ha, ha, ha." Becca kembali tertawa. Namun kali ini suaranya sangatlah keras. Berungtung ruangan kerja Aby kedap suara jadi tak ada yang mendengar suara tawa lepas Becca selain Aby sendiri.
Aby ikut tertawa melihat istrinya tertawa lepas seperti itu. Setelah itu Aby mengajak Becca duduk. Karna terlalu lama berdiri itu tidaklah baik bagi kesehatan janin yang ada di dalam kandungan Istrinya.
"Sayang, sekarang kamu duduk ya." Aby mengatakan itu sangatlah pelan.
*
__ADS_1
*
*