
Setelah memberitahukan Becca. Aby pun berjalan ke luar dari kamar Becca menuju arah dapur untuk membuatkan Nabila segelas jus. Lalu kembali lagi ke ruangan tamu di mana Nabila menunggunya.
"Maaf, ma," ucap Aby sambil meletakkan jus di atas meja.
Nabila pun tersenyum melihat ke arah Aby dan mulai bertanya soal rencana Aby yang ingin menikah.
"Aby, kapan kamu akan menikahi Becca nak?,"
Mendengar pertanyaan Nabila. Aby pun tersenyum sambil mengengam tangan Nabila.
"Ma, sebenarnya?." ucapan Aby terhenti ketika Becca datang menghampirinya lalu duduk di hadapan mereka berdua.
"Maksud kalian apa?, kalian dah tinggal se atap seperti ini?," ucap Nabila sambil melihat ke arah Becca dan juga Aby.Nabila terlihat begitu sangat marah melihat ke duanya. Melihat itu Aby mulai berkata.
"Ma, maafkan kami, sebenarnya kami telah menikah, waktu kami pulang dari rumah Mama. Aku harap Mama tak marah dengan kami berdua."
"Apa!, kalian telah menikah tampa memberitahukan pada kami. Aby apa kamu sadar dengan tindakan kamu ini?, Mama kecewa sama kamu Aby, Mama kecewa," ucap Nabila berdiri dari tempat duduknya. Namun dengan segera Becca meraih tangan Nabila lalu berkata.
__ADS_1
"Ma, ini semua salah aku. Aby tak bersalah dalam hal ini, aku yang memintanya untuk segera menikahiku. Aku harap Mama tak marah pada Aby," ucap Becca sambil meneteskan airmata.
"Apapun itu, kalian berdua telah membuat kami kecewa," ucap Nabila berlalu meninggalkan apartmens Aby. Namun dengan segera Becca dan Aby mengejar Nabila ke luar dari Apartmensnya. Hingga sampai di depan Apartmens Nabila hampir tertabrak motor.
"Mama," teriak Aby dan Becca bersamaan. Namun dengan segera Becca berlari mendorong tubuh Nabila dan Alhasil Becca lah yang tertabrak motor.
Brak.
"Becca," teriak Aby.
Becca jatuh terpental, sementara Nabila menangis melihat Becca yang telah terbaring di jalanan berlumuran dengan darah di wajahnya. Aby pun berlari menhampiri Becca. banyak orang yang berdatangan mengerumuni Becca yang kini tak sadarkan diri.
Becca pun membuka matanya sambil tersenyum lalu berkata.
"Aby," ucap Becca lalu kembali pinsang. Nabila pun berlari ke arah Aby sambil menangis kemudian berkata.
"Aby, segera bawa Becca ke rumah sakit."
__ADS_1
Mendengar itu, Aby pun mengankat tubuh Becca menuju ke arah mobilnya. Lalu memasukkannya ke dalam mobil. Nabila pun ikut masuk, lalu memangku kepala Becca.
"Cepat, Aby." teriak Nabila panik melihat wajah Becca yang telah berlumuran darah.
Aby pun melajukan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Sementara Nabila menghubungi Doni suaminya. Setelah sambungan telponya terseambung Nabila pun berkata.
"Mas, cepat ke rumah sakit. Hisk, hiks, hiks," ucap Nabila sambil menangis.
Mendengar suara tangisan Nabila, Doni pun merasa khawatir dengan istrinya.
"Kamu kenapa sayang?, apa sesuatu terjadi padamu." Tanya Doni dari balik telpon.
"Bukan aku mas, tapi menantu kita tertabrak motor karna telah menolongku. Hiks, hiks, hiks."
"Menantu, menantu yang mana?." tanya Doni sambil memegan dahinya.
"Sudah, mas, sekarang mas datang ke rumah sakit kota, nanti aku akan menjelaskan semuanya pada Mas," ucap Nabila sambil menutup sambungan telponnya.
__ADS_1
Setelah sambungan telpon dari Nabila terputus, dengan segera Doni meraih kunci mobilnya lalu berjalan ke luar menuju arah parkiran mobil. Lalu dengan segera melajukan mobilnya menuju arah rumah sakit kota.