Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 78


__ADS_3

Arlin yang melihat itu nampak kesal, dengan apa yang dilakukan Arka padanya Arlin berguman dalam hati.


"Teman baru datang, teman lama terlupakan." itulah kata terucap di dalam gumanan Arlin.


Waktu terus berlalu, tak teras sudah tengah malam, Arlin mencari keberadaan Arka, namu tak menemukannya. Arlin mengumpat kesal dalam hati. "Benar -benar si Arka, dia datang bersamaku, lalu pulang bersama orang lain, bagaiman ini?, aku tak membawa mobil gara -gara si Arka sialan itu**." Umpat kesal Arlin dalam hatinya.


Arlin pun berjalan keluar, menuju arah jalan poros, untuk menunggu kendaraan, sempat masih ada taxi yang kebetulan lewat. Namun kenyataan hingga selarut ini Arlin masih berdiri menunggu sebuah kendaraan lewat.


Setelah beberapa saat hape Arlin berdering. Arlin pun melihat nama di layar hapenya.

__ADS_1


Arkacallingg...


Arling pun mengankatnya. "Iya, Ka, kamu dimana?" tanya Arlin pelan. walaupun Arlin merasa sangat kesal. pada Arka, namun dia menahannya.


"Aku, baru saja pulang mengantar Nadin, kamu dimana sekarang?," tanya Arka dari balik telpon.


Dengan cepat Arlin menjawab. "Aku sedang berada di depan tempat kita Reunian, disini tak ada kendaraan yang lewat satupun, aku uda cukup lama berdiri di sini, di sini juga sangat sepi, aku merasa ketakutan Ka," ucap Arlin sedikit kesal.


Setelah sambungan telponnya dengan Arka terputus Arlin mencari tempat duduk, kakinya terasa pegal karna sedari tadi dia berdiri mengenakan sepatu hilg helgs. Namun ada dua pemuda yang menhampiri Arlin, bahkan salah satu berkata. "Hai, manis mau abang temenin ngak." Dan salah satunya lagi mencolek lengan Arlin. Arlin merasa ketakutan melihat kedua pemuda yang kini tengah mencolek -colek tubuh Arlin.

__ADS_1


"Maaf, jangan gangu saya." Arlin berkata pelan pada kedua pemuda tersebut. Namun, kedua pemuda itu tak berenti mengangu Arlin.


Arlin pun berlari menjauh. Namun apa daya sepatu yang Arlin kenakan tak dapat membuatnya berlari yamg cukup kengcang hingga akhirnya Arlin terjatuh, lutut dan sikunya berdarah dan itu membuat Arlin meringgis kesakitan


"Auhh, sakit." Ringgis Arlin.


Kedua pemuda itu pun, berjalan menhampiri Arlin, dengan suara tawa yang menakutkan bagi Arlin. Arlin pun merasa takut, dan berjalan merangkak karna merasa sakit pada lututnya. Air matanya tak berenti keluar, dan juga berdoa dalam hati agar Arka segera tiba untuk menolongnya.


Kedua tangan pemuda itu ingin menyentuh tubuh Arlin. Namun sebuah cahaya lampu mobil menyilaukan pandangan kedua pemuda tersebut. Arka sengaja menyalahkan lampu sorot mobilnya,agar kedua pemuda itu meninggalkan Arlin. Kedua pemuda itu terkejut, lalu berlari meninggalkan. Arlin sendirian tergeletak di lantai.

__ADS_1


Arka pun terkejut melihat Arlin yang tengah duduk di jalanan. Arka pun keluar dari mobilnya, berlari menghampiri Arlin. "Ya, ampun Lin, maafkan aku, ini semua terjadi karna aku telah meninggalkanmu disini." Arka terlihat panik di tambah melihat kedua lutut dan siku Arlin yang tengah berdara.


__ADS_2