Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.9


__ADS_3

Setelah selesai membantu Abdy menyiapkan segala kebutuhannya, Nabila, Doni dan kedua putra mereka berangkat menuju Apartmen Aby untuk membantunya menyiapkan segala keperluan Aby, selama melakukan perjalanan bisnis.


Seperti yang di rencana kan Aby malam ini mereka akan berangkat ke Australia.


Setelah semuanya selesai Nabila dan Doni, mengantar kedua putra mereka ke bandara.


"Hati -hati di sana, jangan lupa telpon Mama, papa kalau kalian sudah sampai," Ucap Nabila sambil memeluk ke dua putranya.


"Siap,Ma," Ucap Abdy bersamaan.


Setelah selesai memeluk Mamanya, Aby memeluk Papanya, sambil berkata.


"Jagain Mama ya Pa,"


Doni tersenyum sambil berkata.


"Tentu saja, dan kamu jagain adik nakal kamu ini, siapa tau di sana dia di bawa kabur sama gadis bule," Sambil melihat ke arah putranya Abdy.


Mendengar ucapan Papanya Abdy tersenyum lalu berkata.


"Biarkan saja, asal Bulenya cantik."


Hehehehe, Tawa Abdy.


Setelah berpamitan dengan ke dua orang tuanya, Aby dan Abdy masuk ke dalam. Nabila dan Doni pulang, di perjalanan pulang Nabila berkata pada Doni.

__ADS_1


"Mas, aku sangat bangga memiliki Aby dan Abdy, Sifat Aby tak jauh berbeda denganmu, tegas, dingin dan datar,sementara Abdy, aku tak tau sifat pleboy siapa yang menurung padanya."


Mendengar ucapan istrinya,Doni tersenyum sambil melihat ke arah Nabila lalu berkata.


"Kamu salah, sifat ke dua putra kita turung dari aku." Sambil melihat ke arah Nabila.


"Masa si mas, aku baru tau kalau ternyata kamu itu seorang pleboy," Ucap Nabila sambil memasang wajah cemberut.


Melihat wajah cemberut istrinya,Doni tersenyum lalu berkata.


"kamu terlihat sangat lucu, kalau cemberut seperti itu, aku semakin gemes melihatnya."


"Ingat umur Mas,kita ini sudah tua," Ucap Nabila sambil melihat ke arah Doni suaminya.


Sementara Aby dan Abdy di dalam pesawat, mereka berdua memiliki tempat duduk yang berbeda.


"Maaf, maaf aku ngak sengaja," Ucap gadis itu.


"Tidak masalah," Ucap Abdy santai.


"Bisa kah aku duduk di bagian sini, aku takut duduk di sana," Ucap gadis itu menunjuk ke arah jendela pesawat.


"Tidak masalah, silahkan," Ucap Abdy bergeser tempat duduk.


Sementara dari tempat duduk di bagian depan, Aby berbalik melihat ke arah Abdy, sambil tersenyum lalu berkata.

__ADS_1


"Abdy, Abdy, kalau melihat gadis cantik selalu saja mengambil kesempatan dalam kesempitan.


Gadis itu duduk di sampin Abdy,namun sebelum pesawat lepas landas, gadis itu memegan lengan Abdy sangat erat lalu berkata.


"Ya, Allah,selamatkan aku."


Mendengar ucapan gadis itu Abdy tersenyum sendiri melihat wajah takut gadis yang kini tengah memegan erat lengannya, setelah pesawat terban dengan normal gadis itu perlahan melepaskan pegamannya dari lengan Abdy.


"Maaf!," kata gadis itu singkat.


"Tidak masalah," Ucap Abdy tersenyum melihat ke arah gadis itu.


"Oya, kenalkan Namaku Lisa." Mengulurkan tangannya.


"Abdy," ucapnya membalas uluran tangan Lisa.


"Sebenarnya ini pertama kali aku naik pesawat." Lisa jujur.


Mendengar ucapan Lisa Abdy hanya menanggapinya dengan santai. Lisa kemudian melanjutkan ucapannya.


"Sebenarnya aku ingin menemui tunanganku, di Australia, aku ingin melihat langsun apa benar yang di katakan temanku tentang dia, walaupun ini pertama kalinya aku naik pesawat, aku melawan rasa takutku hanya karna aku ingin tau yang sebenarnya."


-


-

__ADS_1


-


__ADS_2