Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.189


__ADS_3

Di dalam ruangan kamar perawatan yang di tempati Lisa,


seluruh anggota keluarga terlihat begitu sangat bahagia, canda dan tawa mereka


mulai terdengar, memenuhi seluruh sudut ruangan.


Sementara Abdy dan Lisa kini tengah sibuk saling bercerita,


mengunkapkan rasa yang ada di dalam hati mereka berdua, Abdy mulai mnegeluarkan


gombalan-gombalan yang selalu sukses membuat wajah Lisa merona seketika.


“Lis, setelah menikah nanti kita akan bulan madu ke mana?”


tanya Abdy pelan sambil melihat ke arah Lisa.


Abdy meraih rambut Lisa lalu menyelipkannya di telinganya,


karna rambut Lisa menghalangi penglihatan Abdy ke wajah Lisa, dan bagi Abdy itu


sangat menggangu.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy tersenyum, karna pertanyaan


Abdy menurutnya terlalu cepat, menikah saja belum dan saat ini Abdy telah


memikirkan untuk pergi berbulan madu.


“Kita ngak perlu bulan madu Dy, di kamar kamu pun itu juga


sudah cukup begiku.” Lisa tersenyum hangat melihat ke arah Abdy yang kini


tengah menatapnya dengan penuh cinta.


“Ngak bisa begitu donk, aku kan juga ingin membawa istri aku


jalan-jalan, sekaligus liburan.”


“Ngak aku tidak mau pergi, cape, aku hanya mau di rumah saja


istirahat.” Lisa kembali menolak ajakan untuk pergi bulan madu, namun


sebenarnya ia juga sangat ingin ia hanya ingin melihat reaksi Abdy jika ia


tidak ingin pergi untuk berbulan madu.


Abdy menarik napasnya, lalu membuangnya secara perlahan


ketika mendengar ucapan terakhir Lisa lalu ia berkata.


“Baiklah jika kamu tidak ingin pergi berbulan madu, kita


bulan madu di rumah mama saja, aku akan menghukummu selama seminggu kerna telah


menolak ajakanku untuk pergi berbulan madu, kamu hanya akan tinggal di kamar


selama seminggu dan menerima semua yang akan aku lakukan padamu.” Abdy mengedipkan


matanya tersenyum ketika mengatakan itu.


Lisa sebagai wanita dewasa mengerti dengan apa yang semua Abdy


katakan padanya, karna setelah resmi menjadi istri sah Abdy otomatis ia akan


menerima semua yang akan Abdy lakukan padanya.


Wajah yang tadinya biasa-biasa saja kini telah merona


seketika, dan Lisa tidak tau apa yang membuat wajahnya terlihat seperti itu,


apa karna ia membayankan sesuatu yang lain atau bagaiman yang jelasnya yang ia


pikirkan saat ini telah membuat wajahnya merona seketika.


Abdy yang melihat wajah Lisa merona seperti itu tersenyum


sambil berkata, “Lis, wajah kamu kenapa?” tanya Abdy dengan tatapan mat


jailnya.


Lisa yang mendengar itu bukannya menjawab ia hanya mengambil


bental untuk menutupi wajahnya yang saat ini tengah merona seperti tomat mask.


Seluruh keluarga yang sedang membahas soal perencanaan


pernikahan melihat ke arah Lisa yang kini tengah menutup wajahnya dengan


bantal, dan itu membuat Nabila dan Clarisa tersenyum karna ia juga mengerti


karna sering mengalami hal itu ketika mereka berdua masih muda. Hingga akhirnya


Nabila memilih mengajak semua kecuali Abdy untuk keluar dari ruangan perawatan


Lisa.


“Akan lebih baik kalau kita membahas soal pernikahan


anak-anak kita di luar, sekaligus kita akan makan siang.” Ucapa Nabila melihat


ke arah Rendi dan juga Clarisa.


Rendi yang mendengar ucapan Nabila berpikir sejenak, lalu


berkata “Baiklah akan lebih baik jika kita membahas soal pernikahan ini di


luar, dan biarkan anak-anak kita berbicara dari hati ke hati.” Rendi melihat


sejenak ke arah Abdy dan Lisa yang kini tengah saling menggoda, lalu melihat ke


arah Nabila dan juga Doni.


“Ide yang sangat baik.” Doni berdiri sampil memperbaiki jas


yang ia kenakan, lalu berjalan ke arah pintu bersama dengan Rendi.


Sementara Nabila dan Clarisa berjalan ke arah Abdy dan juga


Lisa untuk pemit keluar.


“DY, Lisa, Mama keluar dulu ya. Mama ingin keluar untuk


membahas soalpernikahan kalian, sekaligus makan siang, oya apa kalian ingin


makan sesuatu? Biar nanti mama akan bawakan.” Tanya Nabila pelan dan lembut


kepada anak dan calon menantunya.


“Aku masih merasa kenyang ma, aku merasa sangat kenyang


ketika melihat wajah Lisa di tambah melihat senyuman hangatnya kepadaku, ah,


aku merasa mungkin selama satu minggu aku tidak akan makan.” Canda Abdy


menegdipkan sebelah matanya kepada Lisa.


Nabila dan Clarisa yang mendengar ucapan Abdy tersenyum,


karna ucapan yang Abdy katakan sangat konyol menurutnya hingga membuat Nabila


berkata.


“Gombal kamu sudah tidak mempang.” Tersenyum “Sudah basi”


Nabila terkekeh setelah mengatakan itu begitupun dengan Clarisa.


Sementara Lisa, saat ini ia tidak bisa berkata apa-apa lagi,


wajah pucatnya tidak berhenti merona semua karna kata-kata yang keluar dari


dalam mulut Abdy.


Setelah Nabila dan Clarisa pamit kepada anak menantunya,


mereka berdua keluar mengikuti arah lagkah suami mereka masing-masing. Dan meninggalakan


Lisa dan Abdy berdua di dalam rungan perawatan.


Lisa menundukkan wajahnya di hadapan Abdy, karna rasa malu


mendengar ucapan Abdy masih ada di tambah saat ini ia hanya tinggal berdua


dengannya.


Abdy yang melihat wajah Lisa tertunduk tersenyum, sambil


meraih tangan Lisa dan mengecup punggun tangan Lisa dengan sangat lembutnya.


“Aku sangat mencintaimu Lis” ucapa Abdy lembut melihat ke


arah Lisa yang kini tengah menundukkan wajahnya.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy mengankat wajahnya melihat


ke arah Abdy yang kini tengah melihat ke arahnya, Lisa bisa melihat di sorot mata


Abdy kalau memang benar Abdy sangat mencitainya.


“Aku juga mencintaimu Dy, sangat mencintaimu dan tidak ingin


berpisah lagi denganmu.” Lisa menatap ke arah Abdy dengan pandangan yang sangat


lembut.


Setelah cukup lama berbicara, membahas soal cinta mereka,


Abdy menyuruh Lisa untuk isrtirahat karna Lisa sudah cukup lama duduk dan menemaninya


bercerita.


“Akan lebih baik kalau kamu istirahat.” Ucap pelan Abdy


sambil mengeusap lembut wajah Lisa.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy tersenyum, namun tidak


merebahkan tubuhnya justru saat ini Lisa ingin turun dari berangka yang ia


tempati, Abdy yang melihat itu dengan segera berdiri lalu berjalan ke arah


dimana Lisa ingin turun.


“Kamu ingin kemana?” tanya Abdy sambil memegan tangan Lisa


yang kini mulai menginjakkan kakinya di lantai rumah sakit.


“Aku mau ke kamar mandi Dy.” Lisa menginjakkan kedua kakinya


di lantai lalu mulai berjalan, mungkin kakinya terasa kram atau bagaiamana


hingga akhirnya ia hampir terjatuh, namun beruntung Abdy masih setia memegan


tangannya.


“Biar aku membantumu masuk ke dalam kamar mandi.” Abdy mulai


mengambil botol cairan impus Lisa lalu membantunya untuk berjalan, namun Abdy


bisa melihat kalau saat ini Lisa begitu sangat kesusahan untuk berjalan hingga


akhirnya ia memberikan botol cairan infusnya kepada Lisa.


“Pegan ini.” Setelah mengatakan Abdy lansung mengankat tubuh

__ADS_1


Lisa berjalan ke arah kamar mandi lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membawa


Lisa masuk.


Setelah sampai di dalam kamar mandi, Abdy menurunkan tubuh


Lisa lalu berkata. “Kamu mau ngapain di sini?” sebuah pertanyaan konyol keluar


dari dalam mulut Abdy, yang menanyakan apa yang akan di lakukan seseorang jika


di dalam kamar mandi.


Lisa yang mendengar itu bukannya menjawab justru ia hanya


menyuruh Abdy untuk keluar karna ia ingin melakukan sesuat di dalam kamar


mandi.


“Sekarang kamu keluar sana.” ucap pelan Lisa.


Abdy yang mendengar ucapan Lisa yang mengusirnya keluar dari


dalam kamar mandi mengerutkan dahi karna ia sedikit tidak paham dengan apa yang


akan Lisa lakukan di dalam kamar mandi.


“Kenapa kamu menyuruhku keluar? Aku kan mau menemani kamu di


sini.”


“Kamu tidak perlu menemaniku di sini, aku bisa sendiri.”


“Tidak! aku tidak akan meninggalkanmu, sekarang kamu lakukan


apa yang ingin kamu lakukan.”


Abdy terus melihat ke arah Lisa ketika mengatakan itu karna


ia tidak ingin meninggalkan Lisa, sementara Lisa yang mendengar ucapan Abdy


yang tidak ingin meninggalakannya keluar dari dalam kamar mandi menepuk dahi


karna jika Abdy terus berada di dalam kamar mandi ia akan melihat apa yang akan


Lisa lakukan saat ini.


“Abdy aku bisa sendiri, sekarang kamu keluar ya.”Lisa sudah


merasa tidak tahan karna ia ingin sekali buang air kecil.


“Tidak!! Aku ingin menemanimu di sini.” Abdy memaksa “Dan


lakukan apa yang ingin kamu lakukan sekarang.”


Lisa yang mendengar ucapan Abdy membulatkan matanya terkejut


dengan apa yang baru saja Abdy katkan padanya, karna menurutnya ucapan Abdy


sangat;ah konyol.


“Tapi Dy, aku ingin buag air kecil” Jujur “Aku kan malu


untuk melakukannya jika kamu ada di situ berdiri.


“Kamu tidak perlu malu, anggap saja aku suamimu dan lakukan


yang ingin kamu lakukan” setelah mengatakan itu Abdy membalikkan tubuhya dan


membiarkan Lisa melakukan apa yang ingin di lakukan.


“Abdy aku tidak bisa melakukannya jika kamu ada di sini.” Suara


Lisa agak sedikit memohon meminta agar Abdy keluar dari dalam kamar mandi.


Abdy yang mendengar ucapan Lisa berbalik kembali melihat ke


arah Lisa yang kini tengah berusaha berdiri di atas kakinya, karna ia masih


sangat kesusahan untuk berdiri di atas kakinya, Abdy yang mendengar dan melihat


Lisa yang kini tengah kesusasah berdiri, berjalan sedikit mendekat, lalu


membuka celana pasien yang Lisa kenakan.


Lisa yang melihat Abdy membuka celana yang ia kenakan merasa


syok dan terkejut melihat Abdy kini tengah berusaha membuka celana pasien yang


ia kenakan.


“Apa yang ingin kamu lakukan?” Lisa terkejut dengan apa yang


tengah Abdy lakukan saat ini.


“Membantumu membuka celanamu.” Jawab Abdy santai.


“Apa!” Lisa sangat terkejut mendengar ucapan abdy yang ingin


membuka celananya.


“Kamu tidak perlu melakukan itu Dy, aku bisa sendiri, lagian


aku juga merasa sangat malu jika kamu melakukan hal itu karna kamu bisa


melihatnya.” Lisa masih berusaha menarik celana yang ia kenakan agar Abdy tidak


membuka celananya.


“Biarkan saja aku melihatnya, karna cepat atau lambat aku pasti


akan melihat semuanya.” Abdy tersenyum jail melihat ke arah Lisa ketika


mengatakan itu karna menurut Abdy melihat sekarang atau sesudah menikah sama


saja, asal jangan menyentuhnya dulu karna ia tidak ingin cinta sucinya ternodai


Lisa yang mendengarkan ucapan Abdy masih berusaha


mempertahankan celana yang ia kenakan meskipun saat ini Abdy terus menariknya


karna ia ingin agar Lisa segera buang air. Lisa akan merasa sangat malu jika


Abdy melihat milik berharganya, meskipun nantinya Abdy juga yang akan


memilikinya namun menurut Lisa ia akan merasa sangat malu jika Abdy melihat


saat ini.


“Dy, kumohon biar aku saja yang melakukannya.” Lisa memasang


wajah memelas di hadapan Abdy “Aku akan merasa sangat malu jika kamu melihatku


buang air di sini, kamu keluar ya sayang ku mohon.” Lisa mengatupkan tanganya


ketika mengatakan itu.


Karna jujur saat ini saja malunya sudah setengah mati, di


tambah Abdy akan membantunya membuka celana yang akan di kenakan yang ada


setelah keluar dari dalam mandi ia hanya akan membungkus wajahnya dengan


selimut karna merasa malu melihat wajah Abdy lagi.


Abdy yang mendengar ucapan Lisa yang memohon, tersenyum


karna ia tidak menyukai jika Lisa harus melakukan hal itu yang menurutnya


sangat menyakiti hati Lisa.


“Baiklah sayang aku akan keluar, dan tidak akan melakukan


hal yang tidak kamu sukai, tapi ingat setelah selesai kamu harus segera


memanggilku.” Abdy memegan wajah Lisa dengan kedua tangannya ketika mengatakan


itu.


Setelah itu Abdy berjalan keluar dari dalam kamar mandi,


namun sebelum ia menutup pintu kamar mandi Abdy kembali berbalik dan berkata.


“Ingat! Setelah kamu selesai dengan urusanmu panggil aku. Oke.”


“Siap, pak bos.” Lisa terkekeh ketika selesai mengatakan


itu.


Abdy menutup pintu, lalu berdiri di depan pintu kamar mandi,


Abdy takut meninggalkan depan pintu kamar mandi karna ia takut jika terjadi


sesuatu dengan Lisa dan ia tidak mendengarnya hingga akhirnya ia memilih untuk


berdiri tepat di depan pintu kamar mandi.


Setelah selesai membantu Lisa, keluar dari dalam kamar


mandi, kini Abdy tengah mengusap wajah dan lengan Lisa dengan tissu basah yang


telah di siapkan sebelumnya, Abdy mulai mengusap wajah, leher bahkan hampir


sampai di bagian kenyal Lisa, namun di saat Lisa menegurnya Abdy berhenti


mengusap bangian itu bagian yang paling Abdy sukai.


“Hentikan jangan menyentuh yang itu.” Lisa menepuk pelan


tangan Abdy ketika tisu yang ada di tangan Abdy mulai mengusap bagian


kenyalnya.


Abdy yang mendengar dan melihat apa yang telah di lakukan


Lisa kepadanya tersenyum jail, Abdy pun berkata.


“Memangnya kenapa jika aku menyentuhnya, sebelumnya aku juga


pernah menyentuhnya bahkan aku juga pernah bermain di sini.” Abdy menaruh jari


telunjuknya di bangian kenyal Lisa yang terlapisi oleh bra dan juga baju pasien


rumah sakit yang ia kenakan saat ini.


Lisa yang mendengar ucapan Abdy, kembali merasa sangat malu,


dan itu membuat wajahnya kembali merona seketika.


“Apaan sih Dy.” Lisa mengambil bantal untuk menutupi


wajahnya karna merasa sangat malu dengan apa yang baru saja Abdy katakan


padanya.


Lisa yang melihat perhatian yang di berikan Abdy untuknya


tersenyum senang karna ia tidak pernah mengduga Abdy akan sangat mencintainya


dan sangat memperhatikannya seperti ini.


Sementara Abdy kini tengah sibuk mengusap semua bagian tubuh


Lisa dengan tisu basah, cuman bagian terlarang saja yang tidak Abdy usap dengan

__ADS_1


tisu basah, karna Lisa melarangnya.


*****


Becca berjalan masuk ke dalam kantor perusahaan Aby, dengan


senyuman yang selalu Becca sunggingkang ketika ia di sapa oleh para stap dan


para karyawan suaminya, di lobi kantor Aby nampak sangat ramai karna para


karyawan dan juga para stap berjalan ke luar dari dalam perusahaan Abdy karna


mereka semua ingin keluar untuk mencari makanan untuk mengisi perut mereka


masing-masing karna saat ini jam makan siang telah tiba.


Becca berjalan ke arah Lif sambil membawa paper beg makanan


untuknya dan juga untuk Aby. Karna jam makan sian telah tiba hingga akhirnya ia


membeli sekaligus makan bersama dengan suaminya.


Becca masuk ke dalam lif, ketika pintu lif telah terbuka,


dan mulai memencat angka 4 di mana arah letak ruangan kerja Aby Atmaja


suaminya.


Setelah sampai di lantai empat pintu lif terbuka, dengan


senyuman ceria Becca berjalan ke arah ruangan suaminya dan di sambut hangat


oleh Lara secertaris Aby.


“Selamat siang Bu.” Sapa hangat Lara kepada Becca.


“Sianga Lara. Bapak ada di dalam ruangannya?” tanya Becca


dengan senyuman.


“Ada Bu, silahkan masuk?”


“Terimakasih lara.”


Setelah itu Becca berjalan ke arah pintu ruangan Aby, dengan


senyuman ceria Becca pelan-pelan membuka pintu ruangan suaminya, karna ia


datang ke kantor suaminya tampa mengabari ataupun tampa pengawalan, dan jika


Aby sampai mengetahui hal ini Aby akan sangat marah kepada Abdy karna telah


membiarkan Becca ke luar tampa adanya pengawalan.


Becca mendorong pintu ruangan Aby lalu melihat ke arah meja


kerja yang selalu Aby gunakan untuk bekerja di sana Becca melihat Aby yang kini


tengah serius mengerjakan pekerjaannya, karna sangat serius Aby tidak menyadari


kalau saat ini Becca telah berdiri di sampinnya.


Aby tidak terlalu memperhatikan, ia hanya sibuk mengerjakan


pekerjaannya karna tidak mengeira istrinya akan datang ke kantornya secera


tiba-tiba tampa adanya pengawalan.


Becca terus memperhatikan Aby yang kini belum menyadari


keberadaannya, hingga akhirnya ide jail terlintas di dalam pikirannya.


Becca mengambil sehelai rambutnya, lalu membungkukkan badannya


di sampin tempat duduk kebesaran Aby. Kursi kebesaran Aby yang cukup lumayan besar


dan itu tidak akan membuat Becca terlihat oleh Aby.


Becca berdiri lalu memasukkan sehelai rambutnya ke dalam


telinga Aby dan itu membuat Aby merasa gatal dan juga geli di telinganya, namun


itu tidak ia perdulikan Aby hanya mengusap telinganya ketika ia merasa gatal


dan juga geli.


Becca tidak berhenti memasukkan sehelai rambutnya ke dalam


telinga Aby, yang membuat Aby tidak berhenti mengusap telinganya, mungkin karna


merasa sangat kesal dengan rasa gatal dan rasa geli di telinganya Aby mengumpat


sendiri.


“Ini telinga kenapa gatal terus, apa ia tidak tau kalau saat


ini aku sangat sibuk.” Umpat kesal Aby yang masih memegan telinganya.


Hingga akhirnya Aby melihat pantulan wajah istrinya di


binggkai poto yang kini tengah tertawa pelan sambil menutup mulutnya dengan


tangannya.


Hem jadi istriku yang melakukan ini?.  Guman Aby yang melihat


pantulan wajah istrinya di bingkai poto yang ada di atas mejanya.


Aby kembali melanjutkan pekerjaannya yang sedikit lagi akan


selesai, dan Becca masih kembali melakukan apa yang telah membuat Aby merasa


gatal dan geli di telinganya.


“Huff, akhirnya pekerjaanku selesai juga.” Aby menyandarkan


tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya dengan melihat ke arah bingkai poto


yang ada di hadapannya, dan di sana Aby melihat Becca tengah menutup mulutnya


dengan ke dua tangannya.


Aby tersenyum melihat kekonyolan yang tengah di lakukan


istrinya hingga akhirnya ide untuk mengerjai Becca mungcul di kepalanya.


“Huaa. Semua pekerjaanku telah selesai, setelah makan siang


nanti aku akan menemuinya, karna aku sangat merindukanya sudah beberapa saat


aku tidak menemuinya, dan aku merasa sangat merindukannya, hua, akan lebih baik


aku menemuinya sekarang daripada nanti rasa rinduku tidak bisa tertahankan


lagi.” Aby tersenyum sambil melihat ke arah bingkai poto yang ada di atas


mejanya dan melihat reaksi wajah Becca ketika mendengar apa yang baru saja ia


katakan.


Sementara Becca yang mendengar ucapan Aby yang ingin menemui


seseorang bertanya-tanya siapa yang ingin Aby temui? Apa ia kekasinya sehingga


ia sangat merindukannya? Dan bahkan Becca mulai berpikir kalau saat ini Aby


telah selingkuh dengan wanita lain dan itu membuat dada Becca terasa sangat


panas ingin segera memarahi suaminya.


Rasa sedih, kesal, cemburu ketika mendengar suami kita


merindukan seseorang dan bukanlah diri kita membuat kita ingin melakukan


sesuatu yang jahat, itulah yang tengah Becca rasakan saat ini hingga akhirnya


Becca berdiri dan lansung menarik telinga Aby dengan begitu sangat kuatnya.


“Apa kamu bilang!!” dengan tatapan berapi-api “Kamu sangat


merindukan kekasihmu? Siapa dia? Apa dia lebih cantik daripada aku, sehingga


kamu sangat merindukannya?” itulah pertanyaan-pertanyaan yang Becca lontarkan


kepada Aby.


Pertanyaan yang membuat Aby tersenyum sekaligus merasa sakit


karna Becca tengah menarik telinganya dengan sangat kuat.


“Ao, ao, ao” ringgis Aby berdiri dari kursi kebesarannya


karna Becca memang benar-benar menarik telinganya dengan begitu sangat kuatnya.


Becca terbakar cemburu ketika mendengar suaminya mengatakan


semua itu, karna merasa sangat cemburu Becca tidak menyadri kalau saat ini ia


tengah menarik telinga suaminya dengan begitu sangat kuatnya yang membuat Aby


meringgis kesakitan.


“Sayang lepaskan telingaku sakit.” Telinga Aby mulai memerah


dan Becca bisa melihat itu.


“Tidak akan! Aku tidak akan melepaskan telinga kamu sebelum


mengatakan siapa nama wanita yang sangat kamu rindukan itu?” Becca semakin kuat


menarik telinga Aby, dan itu membuat Aby tidak berhenti meringgis kesakitan


karna tarikan tangan Becca sangat kuat.


Mungkin saat ini Aby sudah jera mengerjai istrinya, karna


ulahnya sendiri ia harus menahan rasa sakit yang istrinya buat untuk, dan saat


ini Aby bersumpah tidak akan lagi mengerjai istrinya untuk ke dua kalinya.


“Lepas sayang ini sangat sakit, aku akan memberitahukanmu


siapa wanita itu” Aby sedikit meninggikan suaranya mungkin karna efek


telinganya yang di tarik keras oleh Becca.


Becca melepaskan telinga Aby, lalu menatap tajam lalu ia


berkata.


“Siapa dia? Dimana Dia? Kamu berselingkuh dariku sudah


berapa lama?” Becca meneteskan air matanya ketika mengatakan semua itu, karna


jujur saat ini Becca merasa sangat sedih dan sakit hati  mendengar apa yang telah Aby katakan.


Aby yang melihat air mata istrinya menetes di wajahnya


dengan segera ingin mengusap dengan tangannya namun Becca menepis tangan Aby


ketika ia ingin mengusap air mata Becca.


“Jangan menyentuhku!” berteriak pelan “Aku tidak ingin lagi

__ADS_1


di sentuh oleh suami penghianat sepertimu.” Becca kembali meneteskan air


matanya ketika selesai mengatakan itu.


__ADS_2