
Arka menatap layar Hapenya, lalu melihat nama Arlin yang tertera. Arka enggan untuk mengankatnya. Arka merasa takut mendengar kata apa yang akan Arlin padanya. Hape Arka berhenti berderin, namum setelah beberapa saat Hapenya kembali berdering dan itu dari pemanggil yang sama. Arka mengacak rambutnya bingun, antara ingin mengankat panggilan Arlin dan juga tidak.
"Ah, apa yang harus aku lakukan?" Arka mendengus kesal, mengacak rambutnya.
Sementara di rumah Arlin. Arlin berangjak dari tempat tidurnya, dengan menahan rasa sakit yang telah Arka lakukan padanya, Arlin berjalan masuk ke dalam kamar mandi, untuk membersikan diri, setelah itu ia berencana akan ke rumah Arka untuk meminta penjelasan, kenapa ia pergi begitu saja tampa memberitahu alasannya.
Selesai dengan ritual mandinya, Arlin mulai bersiap diri, untuk segera ke rumah Arka. Arlin keluar dari rumahnya lalu melajukan mobilnya menuju rumah Arka. Setelah sampai di depan rumah Arka. Arlin melihat mobil arka terparkir pas di depan pintu utama. yang menandakan kalau Arka berada di dalam rumahnya.
Arlin turun dari mobilnya lalu masuk ke dalam rumah Arka tampa memencet bel rumah, dan kebetulan pintu rumah Arka tak terkunci. Arlin masuk dan langsun naik ke lantai atas di mana letak kamar Arka berada. Arlin masuk dan itu membuat Arka terkejut melihat kedatangan Arlin.
"Dasar berengsek." Arlin menampar wajah Arka dengan sangat keras.
__ADS_1
Arka terkejut setelah mendapat tamparan dari Arlin. Namun Arka hanya bisa diam karna itu memang kesalahannya.
"Maaf kan aku Arlin, aku sangat menyesal karna telah melakukan itu padamu, aku khilaf Arlin." Arka menundukkan kepalanya ketika mengatakan itu.
Arlin menangis, memukul dada Arka,lalu berkata. "Kamu keterlaluan Ka, kamu melakukannya, lalu pergi begitu saja, dimana tanggun jawabmu sebagai seorang laki -laki?, apa kamu sadar? yang telah kamu lakukan itu, kamu telah merampas semuanya dariku, aku tak suci lagi Ka, semuanya telah kamu rampas begitu saja." Arlin terus memukul dada Arka.
Dengan pelan Arka memegan tangan Arlin yang sedari tadi memukulnya.
Arlin menatap tajam ke arah wajah Arka setelah mendengar apa yang Arka katakan barusan. "Apa!, apa yang kamu katakan?, setelah kamu melakukannya, dengan gampan kamu mengatakan itu, Wow," Arlin bertepuk tangan. "Arka, kamu meman play boy yang berbakat, sudah berapa gadis yang telah kamu tiduri?, lalu mengatakan ini padanya?, dan bagaimana reaksi mereka ketika kamu mengatakan itu? apa mereka tertawa atau menangis sepertiku?" Arlin tersenyum sinis ketika ia mengatakan itu pada Arka.
"Arlin, bukan itu maksudku, kamu salah faham dengan apa yang aku katakan padamu." Arka mencoba menjelaskan.
__ADS_1
"Salah faham apa. Ha?" Menatap tajam ke arah Arkan. "Salah faham karna telah merenggut apa yang selama ini aku jaga." Arlin meninggilan suaranya.
"Arlin, aku mohon, cobalah untuk mengerti, dengan apa yang aku katakan barusan." Mencoba menenangkan Arlin yang kini semakin marah menatap ke arahnya.
"Kamu memang laki -laki berengsek" Arlin kembali menampar wajah Arka, lalu berlalu meninggalkan Arka sendiri di dalam kamarnya.
*
*
*
__ADS_1