Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.199


__ADS_3

Abdy tersenyum melihat ke arah Aby ketika mendengar


pertanyaan yang lebih mengarah ke kata ejekan untuknya, karna Aby tau kalau


Abdy memiliki sipat kejailan tingkat tinggi menurutnya.


“Ah, Sudalah” menepuk pelan bahu Abdy “Akan lebih baik kalau


kita ke sana.” Aby menunjuk ke arah dimana ada istrinya dan juga adik iparnya


kini tengah menikmati kue.


Tampa berkata apapun Abdy mengikuti arah langkah kaki Aby


berjalan ke arah dimana ada istrinya dan juga kakak iparnya tengah menikmati


kue.


 Abdy tidak berhenti


tersenyum melihat ke arah Lisa ketika ia berdiri di sampinnya, berharap Lisa


akan tersenyum melihat ke arahnya, namun ternyata ia salah, Lisa semakin


menampakkan wajah kesalnya melihat ke arahnya.


Dan itu membuat Abdy merasa sangat bersalah dengan apa yang


telah ia lakukan kepada istrinya, Aby dan Becca yang melihat pertenkaran yang


di perlihatkan oleh sepasang penganting baru yang ada di hadapannya berkata.


“Lisa, jangan biarkan Abdy tidur sekamar denganmu, dan jika


kamu mau kamu bisa tidur sekamar denganku, dan biarkan Aby tidur bersama dengan


Abdy.” Becca tersenyum ketika selesei mengatakan itu, tidak melihat ke arah


suaminya yang kini tengah melotot melihat ke arahnya.


Lisa yang mendengar ucapan Becca melihat ke arah wajah Aby


yang kini menatap tajam ke arah istrinya, Aby terlihat nampak sangat kesal


mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh istrinya, dan untuk menghilangkan


rasa kesal itu Lisa berkata.


“Tidak perlu kakak ipar” melingkarkan tangan di lengan Abdy “Aku


akan tidur dalam pelukan suamiku malam ini.” Lisa tersenyum melihat ke arah Aby


ketika selesai mengatakan itu.


Abdy membulatkan matanya seketika ketika mendengar ucapan


istrinya yang mengatakan kalau ia akan tidur dalam pelukannya malam ini,


berarti Lisa tidak marah lagi padaku itulah yang terlintas dalam pikiran Abdy


ketika mendengar semua ucapan Istrinya.


Malam semakin larut semua para tamu kini tengah kembali ke


kediaman masing begitu pun dengan seluruh anggota keluarga Atmaja.


Rendi dan Clarisa pamit untuk pulang ke rumahnya begitupun


dengan Hamish karna menurut mereka tanggun jawabnya kepada putri-putrinya kini


telah selesai dan berlanjut kepada menantunya.


“Doni, Nabila, besan, hehehe” tertawa “Maaf aku tidak tau


harus memanggil kalian berdua apa, kalian berdua adalah sahabatku dan sekarang


menjadi besanku.” Kata Rendi menatap ke arah besannya yang tidak lain adalah


sahabatnya sendiri.


Nabila yang mendengar ucapan Rendi tersenyum, lalu berkata, “Biarkan


selamanya kita saling memanggil nama Ren, kamu adalah sahabat aku mulai dari kuliah


dan sekarang berlanjut ke arah yang namanya besan, akan lebih baik kalau kita


saling memanggil nama bukan kata besan, benarkan mas?” Nabila melihat ke arah


Doni ketika selesai mengatakan itu.


“Benar sekali Ren.” Timpal Doni melengkapi perkataan


istrinya.


“Kami harus kembali ke rumah, dan aku serahkan putriku


kepadamu perlakukan ia sebagai putrimu sendir,” ucap Rendi seperti memohon


kepada Nabila dan Doni yang kini tengah berdiri di hadapannya.


Doni yang mendengar ucapan Rendi berkata, “Sebelum Lisa


menjadi menantuku aku telah mengangapnya sebagai putriku dan sekarang ia telah


menjadi menantuku, kamu jangan menkhawatirkan Lisa dia akan selalu bahagia


hidup bersama dengan suaminya, apa kamu tidak melihat? Apa yang bisa di lakukan


menantumu hanya untuk bersama dengan putrimu.” Doni mengatakan semua perjuangan


putranya hanya untuk bersama dengan Lisa.


Rendi yang mendengar ucapan Doni mengangukkan kepala karna


memang benar yang Doni katakan, perjuangan Abdy untuk bersatu dengan Lisa


sungguh luar biasa menurutnya.


Setelah kepargian Rendi dan Clarisa, Hamish ikut pamit untuk


pulang ke rumahnya karna ia juga telah menyelesaikan semua tugasnya sebagai


seorang ayah untuk putrinya, dan kata lain tanggun jawab seoarang telah lepas


ketika ia menikahkan putrinya dan kini tanggun jawab itu akan menjadi tanggun


jawab suaminya.


Nabila, Doni beserta putra-putranya dengan kedua menantunya


kini tengah berada di dalam satu mobil, Nabila tidak berhenti tersenyum


mengingat kata-kata suaminya ketika ia pergi ke acara resepsi hanya dengan


berdua saja, namun saat ini ia kembali sambil membawa anak dan menantunya


kembali kerumahnya.


Doni yang melihat istrinya tidak berhenti tersenyum sendiri


mengerti dengan kebahagian yang tengah di rasakan oleh istrinya.


Nabila berbalik melihat ke arah anak dan menantunya kini


tengah duduk berdampingan dengan pasangannya masing-masing, karna saat ini ia

__ADS_1


duduk bagian depan tepat di sampin suaminya karna saat ini Doni yang tengah


menjadi supir untuk anak dan menantunya.


“Rencana kalian mau bulan madu kemana?” tanya Nabila melihat


ke arah wajah anak dan menantunya.


Wajah Nabila nampak sangat senang ketika menanyakan hal itu


kepada anak menantunya karna menurutnya setelah anak dan menantunya pergi


berbulan madu mereka akan kembali dengan kabar yang sangat bahagia.


“Aku tidak tau ma, aku serahkan kepada Becca saja, kemana ia


ingin pergi?” Aby menyerahkan rencana bulan madunya untuk istrinya, karna


menurutnya pendapat Becca sangat penting dalam urusan seperti ini.


Becca yang mendengar ucapan suaminya, tersenyum beralih


melihat ke arah wajah Aby yang kini tengah duduk di sampinnya berkata.


“Aku tidak ingin kemana-mana ma, aku hanya ingin di rumah


saja.” Becca tersenyum ketika mengatakan itu.


Dari awal Becca memang tidak ingin pergi untuk berbulan


madu, karna ia merasa akan sangat kelelahan jika ia melakukan perjalanan jauh


seperti itu menurutnya pribadi.


“Kamu Abdy, Lisa ingin kemana?” tanya Nabila pada anak dan


menantu ke duanya.


“Aku dan Lisa hanya akan bulan madu di rumah ma, membersikan


rumah, masak bersama, mandi bersama dan melakukan hal indah bersama dengan Lisa


di dalam kamar.” Kata spontan yang keluar dari dalam mulut Abdy.


Abdy mengatakan semua yang pernah ia bahas bersama dengan


Lisa yang tidak ingin pergi berbulan madu, karna mereka hanya ingin


menghabiskanwaktu di rumah baru mereka seperti yang tengah Abdy katakan


barusan.


Yang membuat Lisa membulatkan mata terkejut, sekaligus


merasa malu dengan apa yang baru saja Abdy katakan hingga ia mencubit paha Abdy


karna mengatakan hal pribadi seperti itu kepada seluruh anggota keluarganya.


“Aaaaaa, sakit”


Abdy meringgis kesakitan ketika Lisa mencubit pahanya dengan


begitu sangat kencangnya, dan itu membuat seluruh yang ada di dalam mobil


melihat ke arahnya, bahkan Doni yang tengah pokus menyetir mobil ikut melihat


ke arah putranya yang kini tengah meringgis kesakitan.


Nabila yang mendengar kata somplak keluar dari dalam mulut


putranya hanya bisa tersenyum mendengarka kata konyol keluar dari dalam mulut


Abdy.


arah suaminya yang kini tengah sibuk melajukan mobilnya.


“Baiklah Aby, Abdy, jika kalian berdua tidak ingin pergi


berbulan madu” terdiam sejenak melihat ke arah wajah istrinya yang kini tengah


melihat ke arahnya “Akan lebih baik jika kalian berdua mengurus perusahaan papa.”Doni


kembali tersenyum ketika selesai mengatakan itu, namun penglihatannya tetap


pokus ke arah jalanan.


Abdy dan Aby yang mendengar ucapan papanya saling menatap


tidak mengerti maksud dari ucapan Doni hingga akhirnya mereka berdua bertanya.


“Memangnya papa mau ke mana?” tanya Aby dan Abdy bersamaan


melihat ke arah Doni yang kini tengah pokus melihat ke arah jalanan yang nampak


lengan.


“Papa dan Mama yang akan pergi berbulan madu mengantikan


kalian berdua.” Doni nampak sangat santai mengatakan itu kepada semua anggota


keluarganya.


Semua yang ada di dalam mobil mengagapkan mulutnya terkejut


dengan apa yang baru saja di katakan Ayah mereka yang ingin pergi berbulan madu


di usianya yang saat ini, oh astaga Aby dan Abdy tidak bisa membayankan jika


Ayah dan ibunya berada di Paris tempat yang sangat dingin mereka berdua


melakukan bulan madu di sana, dan melihat tingkah lucu apa yang akan di lakukan


sepasang orang tua yang seperti mereka ketika melakukan bulan madu, itulah yang


terlintas dalam pikiran Aby dan Abdy saat ini.


Lamunan Aby dan Abdy buyar ketika Doni kembali berkata, “Aku


dan istriku akan melakukan bulan madu romantis, meskipun kami sudah tua, namuan


jiwa dalam diri kami masih muda.” Kalian mungkin tidak akan pernah tau, namun


mama kalian tau semuanya.


Nabila yang mendengarkan semua ucapan suaminya tidak


berhenti mengangapkan mulutnya, karna merasa sangat terkejut ketika suaminya  mengatakan hal itu kepada anak dan menantunya.


“Mas, apa-apaan sih, kita ini sudah tua, tidak perlu


memberitahukan keromatisan kita kepada anak dan menantu kita.” Wajah Nabila nampak


merona seketika ketika selesai mengatakan hal itu kepada suaminya.


Meskipun wajah Nabilaa tidaklah sekencang ketika ia masih


muda, namun kecantikan yang nabila miliki seolah tidak dimakan oleh usia, karna


ia masih memiliki wajah cantik dan itu membuat suaminya Doni selalu melakukan


hal romantis kepadanya.


Becca dan Lisa yang mendengar ucapan ibu mertunya ikut


mengangapkan mulutnya, tidak percaya mendengar apa yang baru saja di katakan

__ADS_1


oleh ibu mertunya.


Ibu mertua yang selalu bersikap lembut, ternyata di balik


kelembutan itu tersimpan jiwa kesomplakan sama seperti Abdy, namun tidak dengan


Aby yang terlihat datar jika bertemu orang yang tidak ia kenal, namun memiliki


sikap hangat dengan seluruh anggota keluarganya.


Lisa dan Becca tidak mengatakan apapun ia hanya melihat ke arah


wajah suaminya masing-masing karna sedikit tidak percaya dengan apa yang baru


saja di katakan oleh ibu mertunya.


“Jadi bagaimana Aby, Abdy, kalian berdua tidak ingin pergi


berbulan madu? Kalau kalian berdua tidak ingin, maka aku akan segera memesan


tiket untuk pergi berbulan madu bersama mama kalian, dan kalian doakan semoga


kami pulan dengan membawa calon adik untuk kalian berdua.” Doni terkekeh ketika


selesai mengatakan itu kepada anak, menantu dan juga istrinya.


“Haaaa.” Ucap mereka semua bersamaan “Calon adik?” Aby dan


Abdy nampak sangat terkejut mendengar ucapan ayahnya yang mengatakan akan


membawa calon adik untuk mereka berdua.


“Iya, calon adik, memang kenapa?” tanya Doni santai kepada


anak-anaknya dan itu membuat Nabila tidak berhenti memukul paha suaminya yang


kini tenga pokus menyetir mobil.


Nabila merasa ucapan suaminya sudah mulai ngawur yang ingin


kembali memiliki bayi, meskipun sebenarnya jika Nabila masih menginginkan untuk


punya anak ia masih bisa, cuman mengingat kalau saat ini putra-putranya telah


menikah jadi yang ia tunggu saat ini cuman cucu bukan bayi miliknya sendiri,


berkata.


“Hentikan mas! Mas ini berbicara apa? Tidak malu apa sama


menantu-menantu kita, kita ini sudah tua, dan kita tidak perlu memiliki bayi


lagi yang kita tunggu hanya cucu dari menantu-menantu kita.” Nabila tersenyum


melirik ke arah kedua menantunya yang kini tengah duduk di job bagian belakang.


Becca dan Lisa yang mendengar ucapan ibu mertuanya ikut


tersenyum, karna meman benar yang di katakan Nabila yang tidak perlu memiliki


byi lagi, karna mereka hanya akan menanti cucu dari menantu-menantunya.


Waktu terus berlalu, tidak terasa mobil yang Doni kendarai kini


tengah melewati pintu gerban rumahnya masuk menuju arah pintu utama rumahnya.


Semua yang ada di dalam mobil terlihat nampak sangat


kelelahan setelah melakukan kesibukan hingga saat ini, Aby membantu Becca untuk


keluar dari dalam mobil, begitupun dengan Aby yang membantu Lisa keluar dari


dalam mobil.


Aby membantu membawa kelebihan gaun yang Becca miliki


berjalan masuk ke dalam rumah dan lansung berjalan menaiki anak tangga untuk


segera sampai di lantai atas dimana letak kamarnya.


Becca melepas sepatu hak tinggi yang ia kenakan karna hempir


membuatnya terjatuh, dan itu membuat Aby merasa sangat terkejut ketika melihat


istrinya hampir terjatuh.


Becca melanjutkan langkahnya setelah melepas sepatu yang ia


kenakan dan membawanya untuk naik di kamarnya.


Setelah sampai di dalam kamar Aby mulai membantu istrinya


untuk membuka gaun yang ia kenakan, karna ia melihat Becca nampak tidak nyaman,


mungkin karna merasa sangat kelelahan hingga ia merasa tidak nyaman seperti


itu.


“Huff, akhirnya gaunnya terlepas juga.” Becca menarik


napasnya ketika seluruh gaun yang menempel di tubuhnya kini ia tanggalkan


semua, lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk segera membersikan tubuhnya yang


terasa sangat lelah sekligus lengket menurutnya, namu sebelum ia masuk Becca


kembali berkata.


“By, aku ingin berendam air hangat tubuhku terasa sangat


lelah.” Becca memegan tengkuk lehernya yang terasa sangat pegal ketika


mengatakan itu kepada suaminya.


“Baiklah sayang, masuklah.” Aby tersenyum hangat melihat ke


arah istrinya yang kini tengah berjalan masuk ke dalam kamar mandi.


Abdy membantu melepas gaun yang Lisa kenakan, setelah gaun yang


Lisa kenakan terlepas dari tubuhnya dan kini hanya meninggalkan pakaian dalam LIsa


saja, Abdy mulai memperlihatkan tingkah jailnya, sesekali ia terus menjaili


Lisa dengan menusuk-nusuk bagian kenyal Lisa yang kini hanya terbungkus dengan


bra.


Lisa yang melihat Abdy tidak berhenti melakukan hal itu


kepadanya berkata, “Kamu itu apa-apaan Dy, untuk saat ini aku tidak ingin di


sentuh seluruh tubuhku terasa sangat sakit, ini semua epek datang bulanku di


tambah aku harus melakukan aktipitas selama 12 jam penuh dan itu sungguh


membuatkum merasa sangat kelelahan.” Lisa menjelaskan semua yang tengah ia raskan


saat ini.


Lisa juga menjelaskan semua tentan semua yang ia alami


ketika kedatangan tamu bulanan, mulai dari bet mut yang tidak normal dan itu


bisa membuatnya marah-marah tampa ada sebab yang pasti.

__ADS_1


__ADS_2