
Abdy tersenyum melihat ke arah Aby ketika mendengar
pertanyaan yang lebih mengarah ke kata ejekan untuknya, karna Aby tau kalau
Abdy memiliki sipat kejailan tingkat tinggi menurutnya.
“Ah, Sudalah” menepuk pelan bahu Abdy “Akan lebih baik kalau
kita ke sana.” Aby menunjuk ke arah dimana ada istrinya dan juga adik iparnya
kini tengah menikmati kue.
Tampa berkata apapun Abdy mengikuti arah langkah kaki Aby
berjalan ke arah dimana ada istrinya dan juga kakak iparnya tengah menikmati
kue.
Abdy tidak berhenti
tersenyum melihat ke arah Lisa ketika ia berdiri di sampinnya, berharap Lisa
akan tersenyum melihat ke arahnya, namun ternyata ia salah, Lisa semakin
menampakkan wajah kesalnya melihat ke arahnya.
Dan itu membuat Abdy merasa sangat bersalah dengan apa yang
telah ia lakukan kepada istrinya, Aby dan Becca yang melihat pertenkaran yang
di perlihatkan oleh sepasang penganting baru yang ada di hadapannya berkata.
“Lisa, jangan biarkan Abdy tidur sekamar denganmu, dan jika
kamu mau kamu bisa tidur sekamar denganku, dan biarkan Aby tidur bersama dengan
Abdy.” Becca tersenyum ketika selesei mengatakan itu, tidak melihat ke arah
suaminya yang kini tengah melotot melihat ke arahnya.
Lisa yang mendengar ucapan Becca melihat ke arah wajah Aby
yang kini menatap tajam ke arah istrinya, Aby terlihat nampak sangat kesal
mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh istrinya, dan untuk menghilangkan
rasa kesal itu Lisa berkata.
“Tidak perlu kakak ipar” melingkarkan tangan di lengan Abdy “Aku
akan tidur dalam pelukan suamiku malam ini.” Lisa tersenyum melihat ke arah Aby
ketika selesai mengatakan itu.
Abdy membulatkan matanya seketika ketika mendengar ucapan
istrinya yang mengatakan kalau ia akan tidur dalam pelukannya malam ini,
berarti Lisa tidak marah lagi padaku itulah yang terlintas dalam pikiran Abdy
ketika mendengar semua ucapan Istrinya.
Malam semakin larut semua para tamu kini tengah kembali ke
kediaman masing begitu pun dengan seluruh anggota keluarga Atmaja.
Rendi dan Clarisa pamit untuk pulang ke rumahnya begitupun
dengan Hamish karna menurut mereka tanggun jawabnya kepada putri-putrinya kini
telah selesai dan berlanjut kepada menantunya.
“Doni, Nabila, besan, hehehe” tertawa “Maaf aku tidak tau
harus memanggil kalian berdua apa, kalian berdua adalah sahabatku dan sekarang
menjadi besanku.” Kata Rendi menatap ke arah besannya yang tidak lain adalah
sahabatnya sendiri.
Nabila yang mendengar ucapan Rendi tersenyum, lalu berkata, “Biarkan
selamanya kita saling memanggil nama Ren, kamu adalah sahabat aku mulai dari kuliah
dan sekarang berlanjut ke arah yang namanya besan, akan lebih baik kalau kita
saling memanggil nama bukan kata besan, benarkan mas?” Nabila melihat ke arah
Doni ketika selesai mengatakan itu.
“Benar sekali Ren.” Timpal Doni melengkapi perkataan
istrinya.
“Kami harus kembali ke rumah, dan aku serahkan putriku
kepadamu perlakukan ia sebagai putrimu sendir,” ucap Rendi seperti memohon
kepada Nabila dan Doni yang kini tengah berdiri di hadapannya.
Doni yang mendengar ucapan Rendi berkata, “Sebelum Lisa
menjadi menantuku aku telah mengangapnya sebagai putriku dan sekarang ia telah
menjadi menantuku, kamu jangan menkhawatirkan Lisa dia akan selalu bahagia
hidup bersama dengan suaminya, apa kamu tidak melihat? Apa yang bisa di lakukan
menantumu hanya untuk bersama dengan putrimu.” Doni mengatakan semua perjuangan
putranya hanya untuk bersama dengan Lisa.
Rendi yang mendengar ucapan Doni mengangukkan kepala karna
memang benar yang Doni katakan, perjuangan Abdy untuk bersatu dengan Lisa
sungguh luar biasa menurutnya.
Setelah kepargian Rendi dan Clarisa, Hamish ikut pamit untuk
pulang ke rumahnya karna ia juga telah menyelesaikan semua tugasnya sebagai
seorang ayah untuk putrinya, dan kata lain tanggun jawab seoarang telah lepas
ketika ia menikahkan putrinya dan kini tanggun jawab itu akan menjadi tanggun
jawab suaminya.
Nabila, Doni beserta putra-putranya dengan kedua menantunya
kini tengah berada di dalam satu mobil, Nabila tidak berhenti tersenyum
mengingat kata-kata suaminya ketika ia pergi ke acara resepsi hanya dengan
berdua saja, namun saat ini ia kembali sambil membawa anak dan menantunya
kembali kerumahnya.
Doni yang melihat istrinya tidak berhenti tersenyum sendiri
mengerti dengan kebahagian yang tengah di rasakan oleh istrinya.
Nabila berbalik melihat ke arah anak dan menantunya kini
tengah duduk berdampingan dengan pasangannya masing-masing, karna saat ini ia
__ADS_1
duduk bagian depan tepat di sampin suaminya karna saat ini Doni yang tengah
menjadi supir untuk anak dan menantunya.
“Rencana kalian mau bulan madu kemana?” tanya Nabila melihat
ke arah wajah anak dan menantunya.
Wajah Nabila nampak sangat senang ketika menanyakan hal itu
kepada anak menantunya karna menurutnya setelah anak dan menantunya pergi
berbulan madu mereka akan kembali dengan kabar yang sangat bahagia.
“Aku tidak tau ma, aku serahkan kepada Becca saja, kemana ia
ingin pergi?” Aby menyerahkan rencana bulan madunya untuk istrinya, karna
menurutnya pendapat Becca sangat penting dalam urusan seperti ini.
Becca yang mendengar ucapan suaminya, tersenyum beralih
melihat ke arah wajah Aby yang kini tengah duduk di sampinnya berkata.
“Aku tidak ingin kemana-mana ma, aku hanya ingin di rumah
saja.” Becca tersenyum ketika mengatakan itu.
Dari awal Becca memang tidak ingin pergi untuk berbulan
madu, karna ia merasa akan sangat kelelahan jika ia melakukan perjalanan jauh
seperti itu menurutnya pribadi.
“Kamu Abdy, Lisa ingin kemana?” tanya Nabila pada anak dan
menantu ke duanya.
“Aku dan Lisa hanya akan bulan madu di rumah ma, membersikan
rumah, masak bersama, mandi bersama dan melakukan hal indah bersama dengan Lisa
di dalam kamar.” Kata spontan yang keluar dari dalam mulut Abdy.
Abdy mengatakan semua yang pernah ia bahas bersama dengan
Lisa yang tidak ingin pergi berbulan madu, karna mereka hanya ingin
menghabiskanwaktu di rumah baru mereka seperti yang tengah Abdy katakan
barusan.
Yang membuat Lisa membulatkan mata terkejut, sekaligus
merasa malu dengan apa yang baru saja Abdy katakan hingga ia mencubit paha Abdy
karna mengatakan hal pribadi seperti itu kepada seluruh anggota keluarganya.
“Aaaaaa, sakit”
Abdy meringgis kesakitan ketika Lisa mencubit pahanya dengan
begitu sangat kencangnya, dan itu membuat seluruh yang ada di dalam mobil
melihat ke arahnya, bahkan Doni yang tengah pokus menyetir mobil ikut melihat
ke arah putranya yang kini tengah meringgis kesakitan.
Nabila yang mendengar kata somplak keluar dari dalam mulut
putranya hanya bisa tersenyum mendengarka kata konyol keluar dari dalam mulut
Abdy.
arah suaminya yang kini tengah sibuk melajukan mobilnya.
“Baiklah Aby, Abdy, jika kalian berdua tidak ingin pergi
berbulan madu” terdiam sejenak melihat ke arah wajah istrinya yang kini tengah
melihat ke arahnya “Akan lebih baik jika kalian berdua mengurus perusahaan papa.”Doni
kembali tersenyum ketika selesai mengatakan itu, namun penglihatannya tetap
pokus ke arah jalanan.
Abdy dan Aby yang mendengar ucapan papanya saling menatap
tidak mengerti maksud dari ucapan Doni hingga akhirnya mereka berdua bertanya.
“Memangnya papa mau ke mana?” tanya Aby dan Abdy bersamaan
melihat ke arah Doni yang kini tengah pokus melihat ke arah jalanan yang nampak
lengan.
“Papa dan Mama yang akan pergi berbulan madu mengantikan
kalian berdua.” Doni nampak sangat santai mengatakan itu kepada semua anggota
keluarganya.
Semua yang ada di dalam mobil mengagapkan mulutnya terkejut
dengan apa yang baru saja di katakan Ayah mereka yang ingin pergi berbulan madu
di usianya yang saat ini, oh astaga Aby dan Abdy tidak bisa membayankan jika
Ayah dan ibunya berada di Paris tempat yang sangat dingin mereka berdua
melakukan bulan madu di sana, dan melihat tingkah lucu apa yang akan di lakukan
sepasang orang tua yang seperti mereka ketika melakukan bulan madu, itulah yang
terlintas dalam pikiran Aby dan Abdy saat ini.
Lamunan Aby dan Abdy buyar ketika Doni kembali berkata, “Aku
dan istriku akan melakukan bulan madu romantis, meskipun kami sudah tua, namuan
jiwa dalam diri kami masih muda.” Kalian mungkin tidak akan pernah tau, namun
mama kalian tau semuanya.
Nabila yang mendengarkan semua ucapan suaminya tidak
berhenti mengangapkan mulutnya, karna merasa sangat terkejut ketika suaminya mengatakan hal itu kepada anak dan menantunya.
“Mas, apa-apaan sih, kita ini sudah tua, tidak perlu
memberitahukan keromatisan kita kepada anak dan menantu kita.” Wajah Nabila nampak
merona seketika ketika selesai mengatakan hal itu kepada suaminya.
Meskipun wajah Nabilaa tidaklah sekencang ketika ia masih
muda, namun kecantikan yang nabila miliki seolah tidak dimakan oleh usia, karna
ia masih memiliki wajah cantik dan itu membuat suaminya Doni selalu melakukan
hal romantis kepadanya.
Becca dan Lisa yang mendengar ucapan ibu mertunya ikut
mengangapkan mulutnya, tidak percaya mendengar apa yang baru saja di katakan
__ADS_1
oleh ibu mertunya.
Ibu mertua yang selalu bersikap lembut, ternyata di balik
kelembutan itu tersimpan jiwa kesomplakan sama seperti Abdy, namun tidak dengan
Aby yang terlihat datar jika bertemu orang yang tidak ia kenal, namun memiliki
sikap hangat dengan seluruh anggota keluarganya.
Lisa dan Becca tidak mengatakan apapun ia hanya melihat ke arah
wajah suaminya masing-masing karna sedikit tidak percaya dengan apa yang baru
saja di katakan oleh ibu mertunya.
“Jadi bagaimana Aby, Abdy, kalian berdua tidak ingin pergi
berbulan madu? Kalau kalian berdua tidak ingin, maka aku akan segera memesan
tiket untuk pergi berbulan madu bersama mama kalian, dan kalian doakan semoga
kami pulan dengan membawa calon adik untuk kalian berdua.” Doni terkekeh ketika
selesai mengatakan itu kepada anak, menantu dan juga istrinya.
“Haaaa.” Ucap mereka semua bersamaan “Calon adik?” Aby dan
Abdy nampak sangat terkejut mendengar ucapan ayahnya yang mengatakan akan
membawa calon adik untuk mereka berdua.
“Iya, calon adik, memang kenapa?” tanya Doni santai kepada
anak-anaknya dan itu membuat Nabila tidak berhenti memukul paha suaminya yang
kini tenga pokus menyetir mobil.
Nabila merasa ucapan suaminya sudah mulai ngawur yang ingin
kembali memiliki bayi, meskipun sebenarnya jika Nabila masih menginginkan untuk
punya anak ia masih bisa, cuman mengingat kalau saat ini putra-putranya telah
menikah jadi yang ia tunggu saat ini cuman cucu bukan bayi miliknya sendiri,
berkata.
“Hentikan mas! Mas ini berbicara apa? Tidak malu apa sama
menantu-menantu kita, kita ini sudah tua, dan kita tidak perlu memiliki bayi
lagi yang kita tunggu hanya cucu dari menantu-menantu kita.” Nabila tersenyum
melirik ke arah kedua menantunya yang kini tengah duduk di job bagian belakang.
Becca dan Lisa yang mendengar ucapan ibu mertuanya ikut
tersenyum, karna meman benar yang di katakan Nabila yang tidak perlu memiliki
byi lagi, karna mereka hanya akan menanti cucu dari menantu-menantunya.
Waktu terus berlalu, tidak terasa mobil yang Doni kendarai kini
tengah melewati pintu gerban rumahnya masuk menuju arah pintu utama rumahnya.
Semua yang ada di dalam mobil terlihat nampak sangat
kelelahan setelah melakukan kesibukan hingga saat ini, Aby membantu Becca untuk
keluar dari dalam mobil, begitupun dengan Aby yang membantu Lisa keluar dari
dalam mobil.
Aby membantu membawa kelebihan gaun yang Becca miliki
berjalan masuk ke dalam rumah dan lansung berjalan menaiki anak tangga untuk
segera sampai di lantai atas dimana letak kamarnya.
Becca melepas sepatu hak tinggi yang ia kenakan karna hempir
membuatnya terjatuh, dan itu membuat Aby merasa sangat terkejut ketika melihat
istrinya hampir terjatuh.
Becca melanjutkan langkahnya setelah melepas sepatu yang ia
kenakan dan membawanya untuk naik di kamarnya.
Setelah sampai di dalam kamar Aby mulai membantu istrinya
untuk membuka gaun yang ia kenakan, karna ia melihat Becca nampak tidak nyaman,
mungkin karna merasa sangat kelelahan hingga ia merasa tidak nyaman seperti
itu.
“Huff, akhirnya gaunnya terlepas juga.” Becca menarik
napasnya ketika seluruh gaun yang menempel di tubuhnya kini ia tanggalkan
semua, lalu berjalan ke arah kamar mandi untuk segera membersikan tubuhnya yang
terasa sangat lelah sekligus lengket menurutnya, namu sebelum ia masuk Becca
kembali berkata.
“By, aku ingin berendam air hangat tubuhku terasa sangat
lelah.” Becca memegan tengkuk lehernya yang terasa sangat pegal ketika
mengatakan itu kepada suaminya.
“Baiklah sayang, masuklah.” Aby tersenyum hangat melihat ke
arah istrinya yang kini tengah berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Abdy membantu melepas gaun yang Lisa kenakan, setelah gaun yang
Lisa kenakan terlepas dari tubuhnya dan kini hanya meninggalkan pakaian dalam LIsa
saja, Abdy mulai memperlihatkan tingkah jailnya, sesekali ia terus menjaili
Lisa dengan menusuk-nusuk bagian kenyal Lisa yang kini hanya terbungkus dengan
bra.
Lisa yang melihat Abdy tidak berhenti melakukan hal itu
kepadanya berkata, “Kamu itu apa-apaan Dy, untuk saat ini aku tidak ingin di
sentuh seluruh tubuhku terasa sangat sakit, ini semua epek datang bulanku di
tambah aku harus melakukan aktipitas selama 12 jam penuh dan itu sungguh
membuatkum merasa sangat kelelahan.” Lisa menjelaskan semua yang tengah ia raskan
saat ini.
Lisa juga menjelaskan semua tentan semua yang ia alami
ketika kedatangan tamu bulanan, mulai dari bet mut yang tidak normal dan itu
bisa membuatnya marah-marah tampa ada sebab yang pasti.
__ADS_1