Cinta Aby

Cinta Aby
Eps. 96


__ADS_3

Aby merasa sangat takut terjadi sesuatu yang buruk pada istrinya.


Tangan Aby tak berenti memegan tangan Becca dan juga tangan Mamanya yang ada di bahunya.


Setelah itu dokter mulai bertanya pada Becca. Mulai dari tanggal terakhir Becca datan bulan sampai Becca mulai merasakan sesuatu yang aneh pada dirinya. Semua yang dikatakan Becca Selesai Dr.Lira mencatat semuanya. Hingga akhirnya Dr.Lira melihat ke arah Aby lalu mengulurkan tangannya sambil berkata.


"Selamat, Tuan. Atmaja. Saat ini istri anda tengah positif hamil, dan usia kandungannya tengah memasuki minggu ke sepuluh. Dan aku sarankan agar anda menjaga istri anda dengan baik, karna di saat Hamil muda seperti ini tesiko keguguran sangat rengtang. Anda juga tak boleh membuat istri anda stres." Dr.Lira menjelaskan.


Wajah Aby berubah sekejap ketika mendengar apa yang tengah dokter padanya. Aby tak percaya apa yang tengah Ia dengar. Aby sangat, sangat bahagia mendengar semua itu. Karna rasa bahagia. Aby langsun berdiri dan kursi yang Ia tempati duduk terlempar jauh kebelakan.


Aby memeluk tubuh istrinya dan menghujaninya dengan ciuman lembut di wajahnya. Aby merasa sangat bahagia, kebahagian yang tengah ia rasakan saat ini tak bisa Ia ungkapkan dengan sebuah kata -kata.

__ADS_1


Aby melihak ke arah Nabila lalu berkata. "Ma, Aku akan segera menjadi ayah." Hanya itu yang Ia katakan pada Nabila, lalu kembali memeluk tubuh Becca dengan sangat hangat.


Setelah pemeriksaan selesai. Mereka bertiga keluar dari ruangan dokter kandungan. Melihat Mama dan kakaknya keluar dari ruangan dokter Abdy berjalan menghampirinya.


Ia pun mulai bertanya. "Ma, bos, bagaimana keadaan kakak ipar? apa semuannya baik?"


Tampa menjawab pertanyaan adiknya. Aby langsung memeluk Abdy dan memukul pelan belakannya. Setelah itu Aby berkata dengan rasa bahagia yang tengah ia rasakan.


Aby membulatkan matanya tak percaya dengan apa yang tengah Ia dengar, Ia pun berkata. "Akhirnya, Impian Mama terwujudkan." melihat ke arah Nabila. "Aku sangat bahagia bos, mendengar kabar bahagia ini. Aku tak menyangka ternyata kamu jago juga bikin anak. baru beberapa bulan bersama kakak ipar, sudah membuahkan hasil. Sukses untukmu bos." Setelah mengatakan itu Aby tersenyum melihat ke arah Becca yang kini tengah merangkul lengan Mertuanya.


"Selamat kakak ipar, atas kehamilannya. Semoga semuanya lancar. Dan si kecil cepat hadir di antara kita semua. Aku sangat bahagia, sangat bahagia. Apa aku boleh memeluk kakak iparku?" melihat ke arah Aby.

__ADS_1


Setelah mengatakan itu Abdy berjalan ingin memeluk Becca. Namun dengan segera Aby berdiri di hadapan Becca dan otomatis Abdy memeluk Aby bukannya Becca.


Nabila dan Becca melihat kelakuan keduanya tersenyum senang. Becca menarik hidung Abdy ketika berada di dalam pelukan kakaknya. Setelah itu mereka semua berjalan keluar dari rumah sakit.


Dan orang yang dari tadi duduk di bangku ruangan tunggu, mendengar semua apa yang tengah mereka katakan soal Becca. Kembali orang itu meremas surat kabar yang dari tadi Ia baca, lalu berkata.


"Apa, Becca hamil" Meremas kasar surat kabar yang tengah ia pegan. "Kakak ipar? apa Beccaku sudah menikah? mungkinkah pemuda yang berada di sampinnya adalah suaminya? Ini tidak mungkin, aku tak akan membiarkan dirimu menjadi milik orang lain. Aku akan segera mencari cara untuk segera membawamu pulang ke negara kita, aku tak perduli kalau kamu hamil atau punya suami, yang jelasnya kamu hanya milikku, milikku, jika ada orang yang ingin menghalangiku, maka aku sendiri yang akan melenyapkannya dengan tanganku."


Dengan perasaan marah dan kesal. Orang itu keluar dari rumah sakit, kemudian berjalan ke arah mobilnya. Ia pun masuk lalu duduk di dalam mobilnya dengan wajah yang sangat merah karna marah.


Anak buahnya yang melihat semua itu tau kalau saat ini bos mereka. tengah marah terlihat jelas dari wajahnya.

__ADS_1


__ADS_2