Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.198


__ADS_3

Becca terlihat nampak sangat cantik setelah mengenakan gaun


pengantin yang akan ia kenakan malam ini, ia seperti seorang ratu Aby yang


melihat istrinya berpenampilan seperti itu berdecak kagun mlihat kecantikan


yang istrinya miliki.


“Sungguh Tuhan menciptakan Bidadari turun ke bumi untukku,


hanya untukku.”


Aby berjalan mendekat ke arah Becca yang kini tengah


merapikan rambutnya yang sedikt berantakan karna ulah Aby barusan yang tidak


berhenti mengecupinya rambutnya dan itu membuat rambutnya sedikit berantakan.


Aby yang telah selesai mengenakan setelan jasnya, tersenyum


ketika ia sampai di sampin istrinya yang berada di depan cermin, ia terus


menatap wajah istrinya seakan ia tidak ingin melepas penglihatannya dari wajah


istrinya.


“Sayang bisa kamu membantuku mengenakan ini?” Aby


memperlihatkan dasi yang ada di tangannya kepada istrinya.


Aby sengaja tidak mengenakan dasinya sendiri karna ia ingin


terus memandang wajah istrinya karna ia selalu merasa ingin memandang wajah


istrinya, entah kenapa Aby selalu ingin melakukan itu.


Becca yang mendengar ucapan Aby yang ingin di pakaikan


dasinya dengan segera meraih dasi dari yang ada di tangan Aby lalu


memakaikannya, dengan senyuman manis yang menambah kecantikannya.


 Becca melingkarkan


dasi di kerah baju Aby dan mulai mengikatnya, Aby yang melihat istrinya mulai


memakaikan dan mengikat dasi di lehernya memegan kedua sisi pinggul istrinya.


Nabila mengetuk pintu kamar yang di tempati Aby dan Becca,


masuk bersama dua pelayan yang akan membantu Becca untuk turun ke lantai dasar,


karna Nabila tau pasti Aby akan kewalahan membawa dan membantu Becca untuk


menurungi tangga karna gaun yang menantunya kenakan belakannya sangat panjang


jadi ia sengaja membawa dua pelayan.


Nabila tersenyum melihat putra dan menantunya saling


membantu untuk mengenakan pakaian masing-masing, Nabila tau jika Aby tengah


membantu istrinya menganakan gaunnya karna Margaretha mengatakan kepadanya


ketika ia bertanya apa menantunya telah selesai bersiap? Dan kini ia melihat


Becca membantu Aby mengenakan dasinya.


Aby dan Becca yang melihat mamanya masuk ke dalam kamarnya


bersama dengan dua pelayan, tersenyum senang namun tidak mengatakan apapun


mereka berdua hanya tersenyum bahagi.


“Apa kalian berdua sudah siap?” tanya Nabila pelan mengusap


wajah ke dua anak dan menantunya “Semoga kalian berdua selalu bersama dan


dilimpahkan kebahagian yang tidak terkirakan.”


Itulah doa yang selalu Nabila ucapkan ketika ia melihat


putra-putra dan menantunya, karna harapan seorang ibu hanya ingin melihat


anak-anak dan menantunya bahagia untuk selamanya.


“Amin” ucap Becca dan Aby bersamaan “Kami berdua sudah siap


ma,” ucap Becca dengan senyuman lembut di bibirnya.


“Ayo bantu nyonya kalian untuk membawa kelebihan gaunnya,”


ucapa Nabila kepada kedua pelayang wanita yang ada di sampinnya.


Kedua pelayang yang di suruh oleh majikannya dengan segera


melakukan apa yang di suruhnyakan, Nabila keluar lebih dahulu dari dalam kamar


putranya, dan setelah itu Aby dan Becca berjalan di belakang.


Aby memegan erat pinggul dan tangan istrinya ketika


menurungi anak tangga, karna gaun dan sepatu hak tinggi yang Becca gunakan


membuatnya benar-benar merasa sangat kesusahan untuk menurungi tengga.


Aby sebagai suami yang siaga, selalu berjalan di sampin


istrinya bahkan Aby menawarkan diri untuk mengendong istrinya menurungi anak


tangga, namun Becca tidak mengijinkan Aby melakukan hal itu karna merasa malu banyak


orang yang akan melihat mereka berdua alasan Beecca kepada Aby, hingga ia hanya


berjalan di bantu Aby dan dua pelayan yang berjalan di belakannya membawa


kelebihan gaun yang Becca kenakan.


Di lantai dasar Abdy dan Lisa sudah siap karna sudah saatnya


mereka semua berangkat ke gedung yang akan mereka tempati untuk melakukan


resepsi pernikahan.


Suasana di lantai dasar sangat ramai, banyak para tamu dan


para keluarga yang menyanjung kecantikan kedua menantu Atmaja, yang tidak lain


adalah Becca dan Lisa.


Wajah kedua menantu Atmaja memiliki kecantikan yang berdeda,


namun keduanya sama terlihat, cantik di mata Nabila ibu mertua mereka, karna


menurut Nabila secantik dan sejelek apapun menantunya saat ini, ia akan tetap


menyukai keduanya karna mereka adalah pilihan putra-putranya, kabahagian putra-putranya


adalah kebahagian terbesar untuk dirinya.


Hamish berjalan masuk ke dalam ruangan dimana putri dan


menantunya tengah duduk, ia berjalan menghapiri Becca dan Aby lalu berkata.


“Aku sudah menyiapkan mobil untuk kalian gunakan ke gedung


resepsi dan aku yang akan menjadi supir pribadi untuk putri dan menantuka.”


Hamish merentangkan tangan dengan lebar-lebar ketika selesai mengatakan itu.


Membuat Becca dan Aby lansung berdiri dan memeluk Hamish dengan


sangat eratnya Becca merasa sangat terharu mendengar apa yang di katakan


ayahnya saat ini. Karna merasa terharu Becca meneteskan air mata.


“Kenapa Dad, melakukan ini? Dad masih memiliki pelayan dan


para bodyguard yang bisa melakukan semua ini. Daddy tidak perlu menjadi sopir


untuk membawaku dan suamiku ke gedung.”


Becca merasa sangat terharu karna ia baru menyadari kalau


kasih sayang Daddynya ternyata sangat besar untuknya.


Hamish yang mendengar ucapan putrinya tersenyum mengusap air


mata yang ada di wajah Becca lalu berkata.


“Putri kecilku menangis.” Mengusap pelan air mata di wajah


Becca “Daddy melakukan semua ini karna sangat menyanyangimu sayang, Daddy tidak


pernah merasa kalau Daddy telah memperlakukanmu dengan baik ketika Mommymu


meninggal dan Daddy ingin menebus semua itu, hal yang telah membuat jarak di antara


kita, sudahlah sayang kamu tidak perlu menangis kamu tau kalau aku sangat


menyayangimu meskipun cara yang Daddy tunjukkan berbeda.” Hamish mengatakan


semua yang selama ini ia lakukan kepada putrinya dan itu membuat Becca marasa


terabaikan dengan caranya itu.


“Aku juga sangat menyayangimu Dad” Becca kembali memeluk


erat Daddynya sambil meneteskan air mata karna merasa sangat terharu, namun


beruntung mec-ap yang Becca kenakan bukanlah mec-ap muarahan yang tidak cepat


luntur, karna mec-apa yang ia gunakan adalah mec-ap termahal.


Abdy yang melihat kakak iparnya terus meneteskan air mata,


mencari ide, apa yang harus ia katakan agar haru biru yang tengah kakak iparnya

__ADS_1


lakukan saat ini menampakkan senyum cerianya hingga ia berkata.


“Om, Om Hamish jahat banget ya, masa cuman mau menjadi supir


putri dan menantunya saja, aku dan putri ke dua Om juga mau.” Abdy tersenyum ke


arah Lisa ketika mengatakan itu Hamish.


Aby dan Becca saling menatap lalu menatap ke arah wajah


Hamish, ketika mendengar ucapan Abdy yang terdengar aneh di telinga Becca dan


Aby, karna baru saat ini ada orang yang berani berkata seperti itu kepada


Hamish, bahkan Becca sendiri pun sebagai putrinya sangat takut mengatakan hal


itu kepada Daddynya dan itu membuat Becca sedikit khawatir.


Ketegangan mulai terlihat di wajah Aby, Becca dan juga Abdy,


ia juga merasa sedikit takut ketika selesai mengatakan itu kepada Hamish,


mengingat mertua kakaknya bukanlah orang sembarangan.


Hamish terdiam sejenak menatap wajah Abdy yang kini tengah


tersenyum di hadapannya, lalu tertawa melebar ketika melihat Rendi masuk ke


dalam ruangan yang di tempatinya saat ini berkumpul, karna Rendi dan Hamish


telah merencanakan ini semua dengan alasan ia ingin menebus kesalahan yang


telah mereka berdua lakukan kepada putri dan juga menantunya terutama Rendi


yang pernah berlaku tidak baik kepada Abdy yang kini telah menjadi menantunya.


“Aku juga akan menjadi supir untuk putri dan menantuku,” ucap


Rendi berjalan ke arah mereka semua yang tengah berkumbul di ruangan tamu.


Lisa yang mendengar suara ayahnya dengan segera melihat ke


arah ayah dan mamanya yang kini tengah berjalan ke arahnya, Lisa tersenyum dan


memeluk mamanya yang kini telah siap untuk pergi ke gedung yang akan mereka


tempati mengadakan resepsi.


Suasa tenang di dalam ruangan kini kembali meriah setelah kedatangan


Rendi yang ingin menjadi supir pribadi untuk anak dan menantunya pergi ke


gedung resepsi.


“Akan lebih baik kalau kita pergi sekarang.” Doni melihat ke


arah jam yang melingkar sempurna di tangannya “Karna ini sudah hampir waktunya


karna sebentar lagi para tamu-tamu akan segera berdatangan.


Semua yang ada di dalam kediaman Atmaja mulai bersiap


setelah mendengar ucapan Doni yang mengingatkan kalau saat ini sudah waktunya


untuk pergi ke gedung resepsi.


Aby dan Becca satu mobil, dan menjadi supir pribadi adalah


Hamish, begitupun dengan Abdy dan Lisa yang satu mobil dengan kedua orang


tuanya, Nabila dan Doni mereka hanya satu mobil berdua. Dan itu membuat Nabila


merasa sedikit sedih hingga ia berkata.


“Mas, anak-anak kita pergi bersama dengan mertuanya, dan


meninggalkan kita berdua.” Nabila menundukkan wajah sedih duduk di sampin Doni


di dalam mobil.


Doni yang mendengar kata sedih keluar dari dalam mulut


istrinya berkata. “Sayang” meraih tangan Nabila “Bukan meningglkan kita, namun


kedua besan kita melakukan kewajiban terakhirnya untuk putri-putrinya karna


sebentar lagi putri-putri mereka akan menjadi putri kita.” Doni menjelaskan


agar istrinya mengerti dengan apa yang telah di lakukan kedua besannya, karna


ia tidak ingin melihat wajah istrinya bersedih seperti itu.


“Apa seperti itu mas?” tanya Nabila melihat ke arah Doni


yang kini kembali pokus melihat ke arah jalanan.


“Tentu saja sayang, setelah hari ini kedua menantu kita akan


menjadi putri kita.”


Hati Nabila merasa sangat lega ketika mendengar ucapan


mendengar penjalasan suaminya.


Hamish melajukan mobilnya masuk di area parkiran gedung di


luar gedung nampak sangat banyak para bodyguard yang kini tengah berjaga-jaga


untuk keselamatan majikannya, para wartawan berlari ke arah mobil yang Hamish


gunakan karna mereka ingin sedikit mendengar kabar bahagia yang keluar dari


mulut seoaran Aby Atmaja, dan mereka juga ingin merekam secara lansung seoarang


Hamish Daud Wiilie bos mafia terkenal dan terbesar di Sydny.


Para wartawan tau kalau yang membawa mobil hitam yang telah


di hias dengan begitu sangat cantik adalah Hamish karna Hamish membuka kaca


pintu ketika masuk untuk memberikan kartu identitasnya kepada para keamanan,


mungkin itu keamanan yang di sewa Doni sehingga ia tidak mengetahui siapa mobil


yang tengah mereka periksa.


Aby yang melihat para keamanan ayahnya memeriksa mobilnya


ingin menegurnya, namun dengan segera Hamish menaikkan tangannya lalu berkata.


“Biarkan mereka melakukan tugas mereka dengan baik, itu


semua demi keamanan kita semua.”


Para Bodyguar sewaan Hamish yang melihat jika mobil yang di


kerumuni oleh para wartawan dengan segera melakukan pengamanan dengan membuka


pintu dan membawa kedua mempelai ke dalam gedung tampa harus di dempet oleh


para wartawan yang dari tadi menunggu kedatangan mereka.


Suasana di dalam gedung resepsi pernikahan sangat indah,


bernuansa kerlap-kerlip yang di penuhi tirai berwarna hijau, konsep pernikahan


yang mereka gelar sungguh sangat mewah.


Pernikahan mewah ini semua Nabila yang menginginkan agar


putra-putra akan menikah dengan sangat mewah karna melakukan pernikahan ini


cuman sekali, mengingat Nabila hanya memiliki dua putra, dan jika ia ingin


melakukan pernikahan mewah lagi ia harus menunggu cucunya kelak menurutnya


pribadi.


Kedua putra-putra Atmaja kini tengah duduk di sampin


pasangannya masing-masing, mereka semua nampak sangat bahagi mendapat ucapan


selamat dari semua para tamu-tamu yang mereka undang, dan tampa terkeculi Romi


juga ayahnya turut hadir untuk memberi ucapan selamat kepada Lisa dan juga


suaminya.


Sebenarnya Romi tidak ingin ikut menghadiri acara pernikah


mantan kekasihnya, namun atas paksaan ayahnya yang mengatakan kalau ia harus


menghadiri undangan Atmaja, karna kalau mereka berdua tidak menghadiri pesta


pernikahan putra-putarnya sama halnya jika ia telah membuat tersinggun keluarga


Atmaja dan itu akan membuat bisnis mereka akan terhambat.


Dengan senyuman Abdy dan Lisa menerima ucapan selamat dari


para tamu-tamu yang telah memberi mereka semua ucapan selamat, namun seketika


senyuman itu menhilang dari bibir Abdy ketika melihat Lisa tersenyum ke arah


Romi ketika memberinya ucapan selamat.


Wajah Abdy nampak sangat kesal ketika melihat Romi ingin


memeluk Lisa, namun dengan segera ia menepis tangan Romi yang kini hampir


menyentuh bahu Lisa.


“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Abdy dengan nada suara


tinggi, dan itu membuat seluruh keluarga yang duduk di atas panggun bersamanya


melihat ke arahnya, namun tidak terdengar di bagian lantai bawah dimana para

__ADS_1


tamu-tamunya telah menikmati jamuan yang telah di siapakan.


Nabila dan Doni yang mendengar ucapan putranya hanya terdiam


di tempat ketika melihat Aby berdiri dari duduknya, karna Doni dan Nabila tau


jika putranya pasti bisa mengatasi semua yang tengah di lakukan oleh adiknya.


Aby yang melihat  dan


mendengar suara Abdy yang sedikit meninggi dengan segera menghampiri dan


melerai apa yang ingin Abdy lakukan kepada Romi.


“Abdy tenang.” romi berusaha agar Abdy tidak memukulnya,


begitupun dengan Abdy yang ikut menenangkan adiknya yang kini nampak sangat


emosi.


“Tenang, tenang Abdy kamu jangan emosi, dia hanya memberi


ucapan selamat kepada Lisa, bukan ingin membawanya kabur.” Aby mencoba


menenangkan adiknya yang nampak sangat emosi.


“Maaf, Abdy, maaf, bukan maksud aku ingin melakukan ini.”


Romi mengatupkan kedua tangan melihat ke arah Abdy yang kini nampak sangat


emosi melihat ke arahnya.


“Awas kamu, aku akan membuat perhitungan denganmu jika kamu


masih selalu menggangu istriku.” Abdy mengancam sekaligus menekankan kata


istriku kepada Romi yang kini tengah melihat ke arahnya.


Lisa yang melihat wajah emosi yang suaminya perlihat hanya


bisa menarik jas yang Abdy kenakan agar ia tidak membuat malu seluruh keluarga


dengan apa yang tengah ia perlihatkan saat ini, beruntung tidak ada salah satu


wartawan yang melihat dengan apa yang tengah ia lakukan saat ini.


Jika sampai itu terjadi, besok di koran, televisi, majalah


akan gempar dengan apa yang telah di lakukan oleh putra ke dua Atmaja yang


ingin memukul wajah mantan kekasih istrinya ketika ia ingin memeluknuya di


hadapan suaminya pasti para wartawan itu akan menulis berita seperti itu.


“Sudah cukup hentikan Dy. Semua ini tidak seperti yang kamu


pikirkan, Romi hanya ingin memberi selamat untuk kita.”Lisa masih mencoba


menenangkan suaminya.


Karna saat ini Abdy benar-benar sangat marah dan juga kesal


terlihat jelas di wajah yang ia tunjukkan saat ini, bahkan ia menepis tangan


Lisa yang memegan tangannya karna terlalu marah dan juga cemburu sepertinya.


Lisa yang mendapat tepisan di tangannya mengerti dengan apa


yang tengah suaminya rasakan saat ini, marah dan cemburu itilah yang telintas


dalam pikiran Lisa saat ini.


Namun Lisa masih tetap berusaha untuk membuat suasana hati


suaminya menjadi baik, meskipun sikap Abdy yang sedikit kurang peka menurut


Lisa pribadi.


Setelah keadaan kembali membaik, mereka berempat kembali


tersenyum kepada semua tamu yang datang memberi ucapan selamat kepada mereka


berempat, pelan-pelan Abdy mulai menampakkan senyumannya dan mengingat apa yang


baru saja ia lakukan kepada Lisa yang menepis tangan istrinya, dan itu mungkin


akan membuat Lisa akan marah kepadanya.


 Abdy melihat ke arah


Lisa dengan menampakkan senyuman manisnya untuk Lisa, namun Lisa tidak membalas


senyuman suaminya karna masih sibuk menerima ucapan selamat dan itu membuat


Abdy merasa kalau saat in i Lisa benar-benar marah kepadanya, namun sebenarnya


tidak.


Abdy mulai berpikir kalau saat ini istrinya benar-benar


marah kepadanya, hingga ia memikirkan ide untuk menjaili istrinya yang kini


sangat sibuk menerima tamu, sebenarnya ia juga sangat sibuk, namun di tengah


kesibukannya itu ia memikirkan ide untuk berbuat jail kepada Lisa.


Abdy memukul pelan bokong istrinya dan itu membuat Lisa


sedikt terkejut karna mendapat pukulan di bagian bokongnya, Lisa membalikkan


tubuh ingin melihat siapa yang telah melakukan tingkah jail itu kepadanya,


namun ia tidak menemukan siapa yang telah melakukan hal itu kepadanya karna di


saat ia beralih melihat ke arah suaminya Abdy yang nampak sangat sibuk menerima


ucapan selamat dari para tamu-tamu.


Lisa kembali di sibukkan oleh para tamu-tamu dan lagi-lagi


ia mendapat pukulan di bagian bokongnya dan Lisa bisa melihat siapa yang telah


melakukan hal konyol ini kepadanya.


“Abdy.” Kesal “Apa yang kamu lakukan? Sakit tau.” Lisa


menampakkan wajah kesalnya melihat ke arah Abdy yang kini tengah melihat ke arahnya.


Hingga sampai di penghujung pesta, Lisa tidak berhenti


menampakkan wajah kesalnya untuk Abdy seorang, karna ia tersenyum hangat kepada


semua tamu dan juga Becca yang duduk di sampinnya.


Kini seluruh keluarga mulai mengabadikan moment pernikahan


mewah yang telah di lakukan dengan mengambil poto bersama, Nabila,Doni, Rendi


dan Clarisa melakukan potoh bersama dan tidak lupa ia memanggil Hamish untuk


berdiri di bagian tengah mereka sambil mengulurkan tangan masing-masing untuk


saling berpegangan yang menandakan persahabatan mereka kini telah menjadi satu


keluarga dengan ikatan besan.


Lisa dan Becca yang melihat itu saling berpelukan merasa


terharu melihat persahabatan orang tua mereka kini telah terikat dengan ikatan


kata besan. Aby dan Abdy yang melihat istri-istri mereka saling berpelukan ikut


memeluk istri mereka dari belakang dan tampa mereka ketahui moment mereka juga


ikut di abadikan oleh poto graper.


Setelah melakukan sesi pemotretan untuk pasangan pengantin,


dan juga untuk seluruh anggota keluarga, acara resepsi berakhir dengan canda


dan tawa dai nampakkan oleh seluruh anggota keluarga.


Namun tidak dengan Lisa, ia masih menampakkan wajah kesal


untuk suaminya, namun tidak untuk semua keluarganya, jadi tidak ada yang


mengetahui kalau saat ini Lisa merasa sangat kesal kepada suaminya.


Abdy yang melihat wajah kesal istrinya berusaha mendekati


dan mengajaknya untuk berbicara namun Lisa selalu menghindar dari apa yang


tengah suaminya katakan.


“Rasain kamu, memang enak di cuekin sama istri.” Ucap Lisa


pelan berjalan ke arah Becca yang kini tengah menikamti kue yang telah di


potongnya tadi ketika acara resepsi di mulai, karna mereka berempat juga


melakukan acara pemotongan kue yang sangat besar, karna menurut Nabila mengawali


semuanya dengan yang manis-manis semuanya akan berakhir pula dengan rasa manis,


itulah kepercayaan yang selalu Nabila jaga kepercayaan yang selalu ibu


mertuanya katakan kepadanya ketika masih hidup.


Abdy yang melihat istrinya berlalu meninggalkannya mengecak


rambut, Aby yang melihat Abdy mengacak rambut berjalan menghampiri lalu


berkata.


“Kejailan apa lagi yang kamu lekukan kepada istrimu? Sehingga


ia terlihat sangat kesal kepadamu?” tanya Aby ketika berada di hadapan adiknya

__ADS_1


yang kini tengah mengacak rambut.


__ADS_2