
Becca terlihat nampak sangat cantik setelah mengenakan gaun
pengantin yang akan ia kenakan malam ini, ia seperti seorang ratu Aby yang
melihat istrinya berpenampilan seperti itu berdecak kagun mlihat kecantikan
yang istrinya miliki.
“Sungguh Tuhan menciptakan Bidadari turun ke bumi untukku,
hanya untukku.”
Aby berjalan mendekat ke arah Becca yang kini tengah
merapikan rambutnya yang sedikt berantakan karna ulah Aby barusan yang tidak
berhenti mengecupinya rambutnya dan itu membuat rambutnya sedikit berantakan.
Aby yang telah selesai mengenakan setelan jasnya, tersenyum
ketika ia sampai di sampin istrinya yang berada di depan cermin, ia terus
menatap wajah istrinya seakan ia tidak ingin melepas penglihatannya dari wajah
istrinya.
“Sayang bisa kamu membantuku mengenakan ini?” Aby
memperlihatkan dasi yang ada di tangannya kepada istrinya.
Aby sengaja tidak mengenakan dasinya sendiri karna ia ingin
terus memandang wajah istrinya karna ia selalu merasa ingin memandang wajah
istrinya, entah kenapa Aby selalu ingin melakukan itu.
Becca yang mendengar ucapan Aby yang ingin di pakaikan
dasinya dengan segera meraih dasi dari yang ada di tangan Aby lalu
memakaikannya, dengan senyuman manis yang menambah kecantikannya.
Becca melingkarkan
dasi di kerah baju Aby dan mulai mengikatnya, Aby yang melihat istrinya mulai
memakaikan dan mengikat dasi di lehernya memegan kedua sisi pinggul istrinya.
Nabila mengetuk pintu kamar yang di tempati Aby dan Becca,
masuk bersama dua pelayan yang akan membantu Becca untuk turun ke lantai dasar,
karna Nabila tau pasti Aby akan kewalahan membawa dan membantu Becca untuk
menurungi tangga karna gaun yang menantunya kenakan belakannya sangat panjang
jadi ia sengaja membawa dua pelayan.
Nabila tersenyum melihat putra dan menantunya saling
membantu untuk mengenakan pakaian masing-masing, Nabila tau jika Aby tengah
membantu istrinya menganakan gaunnya karna Margaretha mengatakan kepadanya
ketika ia bertanya apa menantunya telah selesai bersiap? Dan kini ia melihat
Becca membantu Aby mengenakan dasinya.
Aby dan Becca yang melihat mamanya masuk ke dalam kamarnya
bersama dengan dua pelayan, tersenyum senang namun tidak mengatakan apapun
mereka berdua hanya tersenyum bahagi.
“Apa kalian berdua sudah siap?” tanya Nabila pelan mengusap
wajah ke dua anak dan menantunya “Semoga kalian berdua selalu bersama dan
dilimpahkan kebahagian yang tidak terkirakan.”
Itulah doa yang selalu Nabila ucapkan ketika ia melihat
putra-putra dan menantunya, karna harapan seorang ibu hanya ingin melihat
anak-anak dan menantunya bahagia untuk selamanya.
“Amin” ucap Becca dan Aby bersamaan “Kami berdua sudah siap
ma,” ucap Becca dengan senyuman lembut di bibirnya.
“Ayo bantu nyonya kalian untuk membawa kelebihan gaunnya,”
ucapa Nabila kepada kedua pelayang wanita yang ada di sampinnya.
Kedua pelayang yang di suruh oleh majikannya dengan segera
melakukan apa yang di suruhnyakan, Nabila keluar lebih dahulu dari dalam kamar
putranya, dan setelah itu Aby dan Becca berjalan di belakang.
Aby memegan erat pinggul dan tangan istrinya ketika
menurungi anak tangga, karna gaun dan sepatu hak tinggi yang Becca gunakan
membuatnya benar-benar merasa sangat kesusahan untuk menurungi tengga.
Aby sebagai suami yang siaga, selalu berjalan di sampin
istrinya bahkan Aby menawarkan diri untuk mengendong istrinya menurungi anak
tangga, namun Becca tidak mengijinkan Aby melakukan hal itu karna merasa malu banyak
orang yang akan melihat mereka berdua alasan Beecca kepada Aby, hingga ia hanya
berjalan di bantu Aby dan dua pelayan yang berjalan di belakannya membawa
kelebihan gaun yang Becca kenakan.
Di lantai dasar Abdy dan Lisa sudah siap karna sudah saatnya
mereka semua berangkat ke gedung yang akan mereka tempati untuk melakukan
resepsi pernikahan.
Suasana di lantai dasar sangat ramai, banyak para tamu dan
para keluarga yang menyanjung kecantikan kedua menantu Atmaja, yang tidak lain
adalah Becca dan Lisa.
Wajah kedua menantu Atmaja memiliki kecantikan yang berdeda,
namun keduanya sama terlihat, cantik di mata Nabila ibu mertua mereka, karna
menurut Nabila secantik dan sejelek apapun menantunya saat ini, ia akan tetap
menyukai keduanya karna mereka adalah pilihan putra-putranya, kabahagian putra-putranya
adalah kebahagian terbesar untuk dirinya.
Hamish berjalan masuk ke dalam ruangan dimana putri dan
menantunya tengah duduk, ia berjalan menghapiri Becca dan Aby lalu berkata.
“Aku sudah menyiapkan mobil untuk kalian gunakan ke gedung
resepsi dan aku yang akan menjadi supir pribadi untuk putri dan menantuka.”
Hamish merentangkan tangan dengan lebar-lebar ketika selesai mengatakan itu.
Membuat Becca dan Aby lansung berdiri dan memeluk Hamish dengan
sangat eratnya Becca merasa sangat terharu mendengar apa yang di katakan
ayahnya saat ini. Karna merasa terharu Becca meneteskan air mata.
“Kenapa Dad, melakukan ini? Dad masih memiliki pelayan dan
para bodyguard yang bisa melakukan semua ini. Daddy tidak perlu menjadi sopir
untuk membawaku dan suamiku ke gedung.”
Becca merasa sangat terharu karna ia baru menyadari kalau
kasih sayang Daddynya ternyata sangat besar untuknya.
Hamish yang mendengar ucapan putrinya tersenyum mengusap air
mata yang ada di wajah Becca lalu berkata.
“Putri kecilku menangis.” Mengusap pelan air mata di wajah
Becca “Daddy melakukan semua ini karna sangat menyanyangimu sayang, Daddy tidak
pernah merasa kalau Daddy telah memperlakukanmu dengan baik ketika Mommymu
meninggal dan Daddy ingin menebus semua itu, hal yang telah membuat jarak di antara
kita, sudahlah sayang kamu tidak perlu menangis kamu tau kalau aku sangat
menyayangimu meskipun cara yang Daddy tunjukkan berbeda.” Hamish mengatakan
semua yang selama ini ia lakukan kepada putrinya dan itu membuat Becca marasa
terabaikan dengan caranya itu.
“Aku juga sangat menyayangimu Dad” Becca kembali memeluk
erat Daddynya sambil meneteskan air mata karna merasa sangat terharu, namun
beruntung mec-ap yang Becca kenakan bukanlah mec-ap muarahan yang tidak cepat
luntur, karna mec-apa yang ia gunakan adalah mec-ap termahal.
Abdy yang melihat kakak iparnya terus meneteskan air mata,
mencari ide, apa yang harus ia katakan agar haru biru yang tengah kakak iparnya
__ADS_1
lakukan saat ini menampakkan senyum cerianya hingga ia berkata.
“Om, Om Hamish jahat banget ya, masa cuman mau menjadi supir
putri dan menantunya saja, aku dan putri ke dua Om juga mau.” Abdy tersenyum ke
arah Lisa ketika mengatakan itu Hamish.
Aby dan Becca saling menatap lalu menatap ke arah wajah
Hamish, ketika mendengar ucapan Abdy yang terdengar aneh di telinga Becca dan
Aby, karna baru saat ini ada orang yang berani berkata seperti itu kepada
Hamish, bahkan Becca sendiri pun sebagai putrinya sangat takut mengatakan hal
itu kepada Daddynya dan itu membuat Becca sedikit khawatir.
Ketegangan mulai terlihat di wajah Aby, Becca dan juga Abdy,
ia juga merasa sedikit takut ketika selesai mengatakan itu kepada Hamish,
mengingat mertua kakaknya bukanlah orang sembarangan.
Hamish terdiam sejenak menatap wajah Abdy yang kini tengah
tersenyum di hadapannya, lalu tertawa melebar ketika melihat Rendi masuk ke
dalam ruangan yang di tempatinya saat ini berkumpul, karna Rendi dan Hamish
telah merencanakan ini semua dengan alasan ia ingin menebus kesalahan yang
telah mereka berdua lakukan kepada putri dan juga menantunya terutama Rendi
yang pernah berlaku tidak baik kepada Abdy yang kini telah menjadi menantunya.
“Aku juga akan menjadi supir untuk putri dan menantuku,” ucap
Rendi berjalan ke arah mereka semua yang tengah berkumbul di ruangan tamu.
Lisa yang mendengar suara ayahnya dengan segera melihat ke
arah ayah dan mamanya yang kini tengah berjalan ke arahnya, Lisa tersenyum dan
memeluk mamanya yang kini telah siap untuk pergi ke gedung yang akan mereka
tempati mengadakan resepsi.
Suasa tenang di dalam ruangan kini kembali meriah setelah kedatangan
Rendi yang ingin menjadi supir pribadi untuk anak dan menantunya pergi ke
gedung resepsi.
“Akan lebih baik kalau kita pergi sekarang.” Doni melihat ke
arah jam yang melingkar sempurna di tangannya “Karna ini sudah hampir waktunya
karna sebentar lagi para tamu-tamu akan segera berdatangan.
Semua yang ada di dalam kediaman Atmaja mulai bersiap
setelah mendengar ucapan Doni yang mengingatkan kalau saat ini sudah waktunya
untuk pergi ke gedung resepsi.
Aby dan Becca satu mobil, dan menjadi supir pribadi adalah
Hamish, begitupun dengan Abdy dan Lisa yang satu mobil dengan kedua orang
tuanya, Nabila dan Doni mereka hanya satu mobil berdua. Dan itu membuat Nabila
merasa sedikit sedih hingga ia berkata.
“Mas, anak-anak kita pergi bersama dengan mertuanya, dan
meninggalkan kita berdua.” Nabila menundukkan wajah sedih duduk di sampin Doni
di dalam mobil.
Doni yang mendengar kata sedih keluar dari dalam mulut
istrinya berkata. “Sayang” meraih tangan Nabila “Bukan meningglkan kita, namun
kedua besan kita melakukan kewajiban terakhirnya untuk putri-putrinya karna
sebentar lagi putri-putri mereka akan menjadi putri kita.” Doni menjelaskan
agar istrinya mengerti dengan apa yang telah di lakukan kedua besannya, karna
ia tidak ingin melihat wajah istrinya bersedih seperti itu.
“Apa seperti itu mas?” tanya Nabila melihat ke arah Doni
yang kini kembali pokus melihat ke arah jalanan.
“Tentu saja sayang, setelah hari ini kedua menantu kita akan
menjadi putri kita.”
Hati Nabila merasa sangat lega ketika mendengar ucapan
mendengar penjalasan suaminya.
Hamish melajukan mobilnya masuk di area parkiran gedung di
luar gedung nampak sangat banyak para bodyguard yang kini tengah berjaga-jaga
untuk keselamatan majikannya, para wartawan berlari ke arah mobil yang Hamish
gunakan karna mereka ingin sedikit mendengar kabar bahagia yang keluar dari
mulut seoaran Aby Atmaja, dan mereka juga ingin merekam secara lansung seoarang
Hamish Daud Wiilie bos mafia terkenal dan terbesar di Sydny.
Para wartawan tau kalau yang membawa mobil hitam yang telah
di hias dengan begitu sangat cantik adalah Hamish karna Hamish membuka kaca
pintu ketika masuk untuk memberikan kartu identitasnya kepada para keamanan,
mungkin itu keamanan yang di sewa Doni sehingga ia tidak mengetahui siapa mobil
yang tengah mereka periksa.
Aby yang melihat para keamanan ayahnya memeriksa mobilnya
ingin menegurnya, namun dengan segera Hamish menaikkan tangannya lalu berkata.
“Biarkan mereka melakukan tugas mereka dengan baik, itu
semua demi keamanan kita semua.”
Para Bodyguar sewaan Hamish yang melihat jika mobil yang di
kerumuni oleh para wartawan dengan segera melakukan pengamanan dengan membuka
pintu dan membawa kedua mempelai ke dalam gedung tampa harus di dempet oleh
para wartawan yang dari tadi menunggu kedatangan mereka.
Suasana di dalam gedung resepsi pernikahan sangat indah,
bernuansa kerlap-kerlip yang di penuhi tirai berwarna hijau, konsep pernikahan
yang mereka gelar sungguh sangat mewah.
Pernikahan mewah ini semua Nabila yang menginginkan agar
putra-putra akan menikah dengan sangat mewah karna melakukan pernikahan ini
cuman sekali, mengingat Nabila hanya memiliki dua putra, dan jika ia ingin
melakukan pernikahan mewah lagi ia harus menunggu cucunya kelak menurutnya
pribadi.
Kedua putra-putra Atmaja kini tengah duduk di sampin
pasangannya masing-masing, mereka semua nampak sangat bahagi mendapat ucapan
selamat dari semua para tamu-tamu yang mereka undang, dan tampa terkeculi Romi
juga ayahnya turut hadir untuk memberi ucapan selamat kepada Lisa dan juga
suaminya.
Sebenarnya Romi tidak ingin ikut menghadiri acara pernikah
mantan kekasihnya, namun atas paksaan ayahnya yang mengatakan kalau ia harus
menghadiri undangan Atmaja, karna kalau mereka berdua tidak menghadiri pesta
pernikahan putra-putarnya sama halnya jika ia telah membuat tersinggun keluarga
Atmaja dan itu akan membuat bisnis mereka akan terhambat.
Dengan senyuman Abdy dan Lisa menerima ucapan selamat dari
para tamu-tamu yang telah memberi mereka semua ucapan selamat, namun seketika
senyuman itu menhilang dari bibir Abdy ketika melihat Lisa tersenyum ke arah
Romi ketika memberinya ucapan selamat.
Wajah Abdy nampak sangat kesal ketika melihat Romi ingin
memeluk Lisa, namun dengan segera ia menepis tangan Romi yang kini hampir
menyentuh bahu Lisa.
“Apa yang ingin kamu lakukan?” tanya Abdy dengan nada suara
tinggi, dan itu membuat seluruh keluarga yang duduk di atas panggun bersamanya
melihat ke arahnya, namun tidak terdengar di bagian lantai bawah dimana para
__ADS_1
tamu-tamunya telah menikmati jamuan yang telah di siapakan.
Nabila dan Doni yang mendengar ucapan putranya hanya terdiam
di tempat ketika melihat Aby berdiri dari duduknya, karna Doni dan Nabila tau
jika putranya pasti bisa mengatasi semua yang tengah di lakukan oleh adiknya.
Aby yang melihat dan
mendengar suara Abdy yang sedikit meninggi dengan segera menghampiri dan
melerai apa yang ingin Abdy lakukan kepada Romi.
“Abdy tenang.” romi berusaha agar Abdy tidak memukulnya,
begitupun dengan Abdy yang ikut menenangkan adiknya yang kini nampak sangat
emosi.
“Tenang, tenang Abdy kamu jangan emosi, dia hanya memberi
ucapan selamat kepada Lisa, bukan ingin membawanya kabur.” Aby mencoba
menenangkan adiknya yang nampak sangat emosi.
“Maaf, Abdy, maaf, bukan maksud aku ingin melakukan ini.”
Romi mengatupkan kedua tangan melihat ke arah Abdy yang kini nampak sangat
emosi melihat ke arahnya.
“Awas kamu, aku akan membuat perhitungan denganmu jika kamu
masih selalu menggangu istriku.” Abdy mengancam sekaligus menekankan kata
istriku kepada Romi yang kini tengah melihat ke arahnya.
Lisa yang melihat wajah emosi yang suaminya perlihat hanya
bisa menarik jas yang Abdy kenakan agar ia tidak membuat malu seluruh keluarga
dengan apa yang tengah ia perlihatkan saat ini, beruntung tidak ada salah satu
wartawan yang melihat dengan apa yang tengah ia lakukan saat ini.
Jika sampai itu terjadi, besok di koran, televisi, majalah
akan gempar dengan apa yang telah di lakukan oleh putra ke dua Atmaja yang
ingin memukul wajah mantan kekasih istrinya ketika ia ingin memeluknuya di
hadapan suaminya pasti para wartawan itu akan menulis berita seperti itu.
“Sudah cukup hentikan Dy. Semua ini tidak seperti yang kamu
pikirkan, Romi hanya ingin memberi selamat untuk kita.”Lisa masih mencoba
menenangkan suaminya.
Karna saat ini Abdy benar-benar sangat marah dan juga kesal
terlihat jelas di wajah yang ia tunjukkan saat ini, bahkan ia menepis tangan
Lisa yang memegan tangannya karna terlalu marah dan juga cemburu sepertinya.
Lisa yang mendapat tepisan di tangannya mengerti dengan apa
yang tengah suaminya rasakan saat ini, marah dan cemburu itilah yang telintas
dalam pikiran Lisa saat ini.
Namun Lisa masih tetap berusaha untuk membuat suasana hati
suaminya menjadi baik, meskipun sikap Abdy yang sedikit kurang peka menurut
Lisa pribadi.
Setelah keadaan kembali membaik, mereka berempat kembali
tersenyum kepada semua tamu yang datang memberi ucapan selamat kepada mereka
berempat, pelan-pelan Abdy mulai menampakkan senyumannya dan mengingat apa yang
baru saja ia lakukan kepada Lisa yang menepis tangan istrinya, dan itu mungkin
akan membuat Lisa akan marah kepadanya.
Abdy melihat ke arah
Lisa dengan menampakkan senyuman manisnya untuk Lisa, namun Lisa tidak membalas
senyuman suaminya karna masih sibuk menerima ucapan selamat dan itu membuat
Abdy merasa kalau saat in i Lisa benar-benar marah kepadanya, namun sebenarnya
tidak.
Abdy mulai berpikir kalau saat ini istrinya benar-benar
marah kepadanya, hingga ia memikirkan ide untuk menjaili istrinya yang kini
sangat sibuk menerima tamu, sebenarnya ia juga sangat sibuk, namun di tengah
kesibukannya itu ia memikirkan ide untuk berbuat jail kepada Lisa.
Abdy memukul pelan bokong istrinya dan itu membuat Lisa
sedikt terkejut karna mendapat pukulan di bagian bokongnya, Lisa membalikkan
tubuh ingin melihat siapa yang telah melakukan tingkah jail itu kepadanya,
namun ia tidak menemukan siapa yang telah melakukan hal itu kepadanya karna di
saat ia beralih melihat ke arah suaminya Abdy yang nampak sangat sibuk menerima
ucapan selamat dari para tamu-tamu.
Lisa kembali di sibukkan oleh para tamu-tamu dan lagi-lagi
ia mendapat pukulan di bagian bokongnya dan Lisa bisa melihat siapa yang telah
melakukan hal konyol ini kepadanya.
“Abdy.” Kesal “Apa yang kamu lakukan? Sakit tau.” Lisa
menampakkan wajah kesalnya melihat ke arah Abdy yang kini tengah melihat ke arahnya.
Hingga sampai di penghujung pesta, Lisa tidak berhenti
menampakkan wajah kesalnya untuk Abdy seorang, karna ia tersenyum hangat kepada
semua tamu dan juga Becca yang duduk di sampinnya.
Kini seluruh keluarga mulai mengabadikan moment pernikahan
mewah yang telah di lakukan dengan mengambil poto bersama, Nabila,Doni, Rendi
dan Clarisa melakukan potoh bersama dan tidak lupa ia memanggil Hamish untuk
berdiri di bagian tengah mereka sambil mengulurkan tangan masing-masing untuk
saling berpegangan yang menandakan persahabatan mereka kini telah menjadi satu
keluarga dengan ikatan besan.
Lisa dan Becca yang melihat itu saling berpelukan merasa
terharu melihat persahabatan orang tua mereka kini telah terikat dengan ikatan
kata besan. Aby dan Abdy yang melihat istri-istri mereka saling berpelukan ikut
memeluk istri mereka dari belakang dan tampa mereka ketahui moment mereka juga
ikut di abadikan oleh poto graper.
Setelah melakukan sesi pemotretan untuk pasangan pengantin,
dan juga untuk seluruh anggota keluarga, acara resepsi berakhir dengan canda
dan tawa dai nampakkan oleh seluruh anggota keluarga.
Namun tidak dengan Lisa, ia masih menampakkan wajah kesal
untuk suaminya, namun tidak untuk semua keluarganya, jadi tidak ada yang
mengetahui kalau saat ini Lisa merasa sangat kesal kepada suaminya.
Abdy yang melihat wajah kesal istrinya berusaha mendekati
dan mengajaknya untuk berbicara namun Lisa selalu menghindar dari apa yang
tengah suaminya katakan.
“Rasain kamu, memang enak di cuekin sama istri.” Ucap Lisa
pelan berjalan ke arah Becca yang kini tengah menikamti kue yang telah di
potongnya tadi ketika acara resepsi di mulai, karna mereka berempat juga
melakukan acara pemotongan kue yang sangat besar, karna menurut Nabila mengawali
semuanya dengan yang manis-manis semuanya akan berakhir pula dengan rasa manis,
itulah kepercayaan yang selalu Nabila jaga kepercayaan yang selalu ibu
mertuanya katakan kepadanya ketika masih hidup.
Abdy yang melihat istrinya berlalu meninggalkannya mengecak
rambut, Aby yang melihat Abdy mengacak rambut berjalan menghampiri lalu
berkata.
“Kejailan apa lagi yang kamu lekukan kepada istrimu? Sehingga
ia terlihat sangat kesal kepadamu?” tanya Aby ketika berada di hadapan adiknya
__ADS_1
yang kini tengah mengacak rambut.