
Setelah sampai di kantin, Arka memesan makanan untuk Arlin dan juga dirinya.
"Mau pesan apa?." tanya Arka melihat ke arah Arlin.
Arlin pun tersenyum ke arah Arka lalu berkata. "Seperti biasa."
Setelah mendengar itu, Arka pun mulai memesan makanan yang di inginkan Arlin. Arka tau makanan ke sukaan Arlin, karna setiap kali makan bersama, Arlin selalu memesan makanan dan minuman yang sama. Setelah makanan mereka tersedia Arka dan Arlin mulai makan. Namun tiba -tiba seorang mahasiswi menguyur kepala Arlin denga sebotol air mineral.
Arlin terkejut begitupun dengan Arka. "Jenni." teriak Arka.
Arlin pun melihat ke arah mahasiswi yang tengah menguyurnya dengan sebotol air.
"Apa, apa karna gadis ini kamu selalu menghindariku, hem?, jawab aku Arka?." Jenni berteriak ke arah Arka dengan bertolak pinggan.
__ADS_1
Mendengar teriakan Jenni. Arka berbalik melihat sekelilin kantin kampus. Semua mata mahasiswa dan mahasiswi yang ada di dalam kantin tersebut melihat ke arah mereka bertiga.
"Jenni pelankan suaramu, semua yang ada di sini tengah melihat ke arah kita." Arka berkata pelan pada Jenni.
Jenni menatap tajam ke arah Arka lalu berkata. "Aku tak peduli dengan mereka, yang aku pedulikan hanya dirimu saja." Jenni menekankan kata dirimu saja.
Arka yang mendengarkan kata Jenni, mendengus kesal, Arka mengacak rambutnya ketika melihat ke arah Arlin yang kini tengah basah, duduk sambil menundukkan kepalanya. Melihat tatapan Arka ke Arlin. Jenni tambah kesal lalu megebrak meja.
Brak.
Melihat itu Jenni mendengus kesal melihat Arka tengah berlalu di hadapannya dengan memegan tangan Arlin.
"Apa!, Arka memutuskanku hanya karna wanita itu?, aku tak percaya Arka bisa melakukan ini padaku." Jenni pun berbalik melihat Arka yang kini telah menjauh dari kantin kampus.
__ADS_1
Setelah sampai di dalam kelas, Arlin hanya terdiam tak mengatakan apa -apa. Melihat itu Arka semakin merasa bersalah karna itu semua terjadi karna dirinya. Arka pun duduk di sampin Arlin.
"Arlin, maafkan aku, semua ini karna diriku." Arka memegan tangan Arlin ketika mengatakan itu.
Arlin pun tersenyum melihat ke arah Arka lalu berkata. "Aku tak apa Ka, aku hanya merasa terkejut ketika Jenni menyiram kepalaku dengan sebotol air dingin.
Arka pun kembali melihat ke arah Arlin yang tiba -tiba bersin.
Aciuuu.
Melihat itu, Arka pun mengeluarkan jaketnya dari dalam tasnya. Lalu memakaikan kepada Arlin.
"Makasih ya Ka, kamu meman sahabat aku yang baik." Arlin tersenyum melihat ke arah Arka yang kini sedang perhatian padanya.
__ADS_1
Hingga pulang kampus tubuh Arlin merasa agak sedikit berbeda dari pada tadi pagi. Badannya terasa panas dan juga Arlin tak berenti bersin -bersin. Arlin berjalan ke arah mobilnya lalu masuk kemudian melajukannya dengan cepat, agar segera sampai di rumahnya.
Setelah sampai di rumahnya dengan segera Arlin berlari masuk ke dalam kamarnya, karna merasa sangat kedinginan. tampa membuka pakain yang di kenakannya dari kampus Arlin berlari masuk ke dalam selimutnya.