
Mungkin saat ini Lisa sudah menganngap suaminya sudah gila,
karna melakukan sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya.
“Lis, aku pengen kamu menyentuh si tumang deh, kasian dia
pengen di sentuh oleh lembut olehmu.” Ucap Abdy pelan beranjak dari atas tubuh
Lisa.
Abdy berdiri lalu membuka handuk yang ia kenakan, dan
memperlihatkan kalau saat ini bagian bawahnya benar-benar tengah menegan dan
itu membuat Lisa sangat terkejut ketika melihat bagian bawah Abdy di kini
mengarah kepadanya.
“Aaaa.” Teriak Lisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya
karna merasa sangat terkejut dengan apa yang tengah ia lihat saat ini, karna
ini baru pertama beginya melihat hal semacam itu.
Abdy yang melihat dan mendengar suara teriakan istrinya
terkekeh, karna meras lucu melihat tingkah istrinya yang berteriak ketika
melihat bagian bawahnya.
“Kamu apa-apaan sih Dy, tutup!” Lisa berteriak sambil
menutup matanya karna merasa sangat malu melihat bagian bawah suaminya kini
tengah menegan seperti itu.
“Kenapa mesti di tutup? Aku kan sengaja pengen
memperlihatkannya kepadamu, kepada istriku kalau yang suaminya miliki ya begini.”
Tersenyum jail “Aku pengen kamu menyentuhnya Lis, mau ya aku mohon.” Abdy
mengatakan itu meski saat ini Lisa masih menutup matanya dengan tangannya.
“Enggak!” ucap Lisa yang kini tengah mengambil bantal untuk
menutupi wajahnya.
Lisa berpikir kalau saat ini suaminya benar-benar telah
gila, mungkin ini efek terlalu lama menunggu hingga akhirnya Abdy melakukan hal
konyol seperti itu menurutnya.
“Ayolah Lisa, ini sudah seminggu kita menikah, tapi aku
belum pernah merasakan elusan tanganmu.” Abdy terus mencoba merayu Lisa agar ia
mau melakukan apa yang ia inginkan.
“Enggak Abdy aku malu.” Teriak Lisa dari balik bantal sambil
tersenyum.
Ia tidak bisa membayangkan g jika ia benar-benar menyentuh
bagian bawah suaminya hingga sampai mengelusnya.
“Oh, ataga aku benar-benar bisa gila kalau sampai melakukan
hal itu.” Ucap pelan Lisa dari balik bantal dan suaranya itu masih terdengar
jelas di telinga Abdy suaminya.
“kenapa mesti malu sayang, ini kan milikmu dan yang kamu
punya juga milikku.” Abdy terus mencoba merayu istrinya agar melakukan apa yang
ia inginkan.
Mungkin karan merasa sedikit kasihan mendengar semua
keinginan suaminya hingga akhirnya ia menerima apa yang suaminya minta.
Pelan-pelan Lisa menyinkirkan bantal dari atas wajahnya lalu
melihat ke arah wajah Abdy yang kini tengah tersenyum duduk di sampinnya.
“Baiklah sini aku sentuh dia, apa dia mau aku sentuh?”
Sebuah pertanyaan konyol keluar dari dalam mulut Lisa dan
itu membuat Abdy merasa sangat senang dan langsung meraih tangan Lisa dan
mendekatkan ke bagian bawahnya.
“Pegan saja saja kan?” tanya Lisa melihat ke arah suaminya.
“Sekalian di elus sayang, hehehe,” ucap pelan Abdy terkekeh
kembali mencumbui bibir Lisa dan melakukan kembali kegiatannya yang tertunda.
Lisa mulai melakukan apa yang di katakan Abdy kepadanya,
hingga ia juga merasa sedikit aneh dengan apa yang tengah ia lakukan saat ini.
Semakin lama ia mengelus bagian bawah suaminya, Abdy semakin
agresip bermain di atas tubuhnya bahkan Lisa merasa kalau saat ini pembalut
telah penuh ia tidak tau apa itu akibat datang bulannya apa hal yang lain yang
membuatnya terasa sangat basah di bagian bawahnya.
“Sudah cukup Dy, aku tidak sanggup lagi melakukannya.”Lisa
melepas tangannya dari bagian bawah suaminya, sementara Abdy masih melakukan
apa yang ingin ia lakukan dan itu membuat Lisa merasakan sensasi yang berbeda,
mungkin karna saat ini ia merasa lepas karna yang melakukannya saat ini adalah
suaminya sendiri bukan kekasihnya lagi.
“Lis, aku benar-benar tidak bisa menahannya,” bisik pelan
Abdy di telinga Lisa, dan itu membuat semua bulu-bulu yang ada di dalam dirinya
merasa berdiri ketika mendengar bisikan suaminya.
“Bagaimana caranya kamu bisa melakukannya? Saat ini aku
masih datang bulan, dan wanita yang tengah datang bulang tidaklah di per
bolehkan melakukan hubungan di saat ia datang bulan karna itu akan berdampak
buruk kepadaku nantinya,”
Lisa menjelaskan apa yang tidak boleh di lakukan oleh
sepasang suami istri ketika datang bulan, Lisa mengetahui hal itu karna ia
adalah calon dokter jadi ia mengerti semua itu.
“Baiklah aku mengerti, tapi diam! jangan protes dengan apa
__ADS_1
yang ingin aku lakukan saat ini.”
Abdy bangun dan menaiki tubuh Lisa lalu meletakkan bagian
bawahnya di pertengahan bagian montok Lisa lalu menekan kedua bagian itu dan
memulai apa yang ingin ia lakukan.
Lisa yang melihat hal itu terkejut pastinya, karna ia tidak
mengerti dengan apa yang tengah Abdy lakukan saat ini kepadanya.
Diam cara yang tepat untuk Lisa saat in,i menyaksikan apa
yang tengah suaminya lakukan, dan mseskipun ia juga merasakan epek apa yang
tengah Abdy lakukan saat ini kepadanya.
Abdy memaju mundurkan bagian bawahnya, di pertengahan
belahan bagian montok Lisa dan itu membuatnya mengeluarkan desahannya, desahan
yang membuat wajah Lisa memerah karna ikut merasakan sensasi apa yang tengah
Abdy lakukan saat ini pada bangian kenyalnya.
Abdy yang melihat wajah istrinya memerah dengan apa yang
tengah ia lakukan mengerti kalau saat ini Lisa mulai terangsang dengan semua
yang ia lakukan, hingga ia berkata.
“Kecup ia Lisa, agar segera keluar dari dalam,” ucap Abdy
yang kini mulai merasa panas dengan apa yang tengah ia lakukan di atas tubuh
Lisa saat ini.
Semakin kencang Abdy memaju mundurkan bagian bawahnya di
pertengahan bagian montok Lisa, semakin besar ia mengeluarkan desahannya hingga
akhirnya sebuah cairan putih keluar dari bagian bawahnya dan memenuhi bagian
kenyal Lisa.
Abdy yang melihat hastratnya kini telah tertuntaskan
berkata, “Maafkan ayahmu nak, karna telah membuangmu di sembarangan tempat,
meski ayah tidak ingin membuangmu seperti itu, namun apa dayah ibumu masih
datang bulan.” Abdy terkekeh melihat ke arah Lisa yang kini tengah mengumpat
kesal dengan apa yang tengah ia lakukan.
“Abdy!” berteriak “Kamu benar-benar keterlaluan, kenapa
harus seperti ini? kamu kan bisa mengeluarkan ini di dalam kamar mandi.” Membersikan
dadanya dengan tisu “Kamu memang benar-benar suami mesuk tidak bisa sabar apa,
untuk menunggu sebentar lagih.”
Lisa tidak berhenti mengoceh dengan apa yang baru saja
suaminya lakukan padanya, karna merasa sedikit kesal dengan apa yang tengah
Abdy lakukan barusan kepadanya.
“Maafkan aku sayang, aku sungguh benar-benar tidak bisa
menahanya lagi ingin segera menuntaskan apa yang telah terbendung di dalam
diriku selama beberapa hari ini.”
dengan apa yang telah ia rasakan selama beberapa hari, menahan terlalu lama
ternyata membuat kita merasa sangat tersiksa dan parahnya itu juga membuatnya
sakit kepala.
Lisa yang tedinya baru selesai mandi kini kemabli
membersikan dirinya karna merasa kurang nyaman dengan apa yang baru saja Abdy
lakukana padanya, dan itu membuat Lisa tidak berhenti mengoceh dengan apa yang
baru saja suaminya lakukan.
*****
Setelah selesai memeriksa layar hapenya, dan tidak menemukan
panggila atau pun pesan dari suaminya Lisa berjalan ke arah dapur untuk membuat
minuman dingin yang ingin ia minum, karna dari tadi ia merasa tenggorokannya
sangat kering.
Lisa berangjak dari duduknya berjalan masuk ke dalam dapur
yang kini nampak sangat sepih karna ia belum memiliki asisten rumah tangga.
Lisa membuka lemari es lalu mengeluarkan sebotol air es dan
juga sebotol jus melon kesukaannya, ia menuangkannya ke dalam gelas lalu
mencampurnya dengan air es dan mengaduknya kemudian meminumnya.
Setelah menghabiskan segelas jus melon, Lisa melihat ke arah
jam dindin yang ada di dapurnya yang telah menungjukkan pukul 4 sore.
“Sejam lagi Abdy pulang, akan lebih baik jika aku memasak
untuk makan malam sekaligus membuat kue brownis kesukaan suamiku, pasti ia akan
sangat senang kalau menemukan kue kesukaannya di buat oleh istri tercintanya.” Ucap
Lisa sendiri di dapur dan mulai mengeluarkan semua bahan-bahan yang ingin ia
masak dari dalam kulkas.
Namun sebelum ia memasak untuk makan malam, Lisa terlebih
dahulu membuat kue brownis karna menurut Lisa akan butuh waktu sejam untuk
membuat kue hingga menunggunya sampai siap untuk dinikmati.
Lisa mulai mencampur semua bahan adonan, kedalam baskom lalu
membelend agar semuanya tercampur rata, hingga jadi adonan yang lembut, Lisa
memasukkan coklat batang yang telah ia lelehkan dan tidak lupa ia memasukkan
susu bubuk coklat agar rasa coklatnya pas selain itu Lisa juga memasukkan
segelas minyak kelapa sawit agar rasa kue brownis menjadi lembut.
Setelah semuanya selesai Lisa memasukkan loyan yang berisi
dengan adaonan kue brownis ke dalam microweff dan menunggunya selama empat
puluh lima nenit untuk segera matang.
__ADS_1
Sambil menunggu kue brownisnya matang Lisa mulai memasak apa
yang menjadi makanan favorit suaminya, yang tidak lain adalah sayur kankung,
ayam goreng lalapan lengkap dengan sambal terasinya.
Itulah Abdy meskipun ia berasal dari keluarga kaya, namun
makanan yang ia suka, adalah menu makanan ala pedeshan karna menurutnya semua
makanan itu sangat enak dan juga sehat, mama Abdy juga sering menyiapkan
makanan seperti itu untuknya dan juga untuk ayahnya karna mereka berdua lebih
menyukai makanan seperti itu dari pada menikmati makanan yang selalu di sajikan
di dalam restorand-restorand mewah.
Setelah semuanya siap, Lisa menatanya di atas meja makan
lalu menutupnya, karna ia masak untuk makan malam sebentar. Kue brownisnya juga
telah matang dan kini siap dihidangkan bersama dengan teh hangat.
Setelah semua pekerjaan di dapur selesai, Lisa berjalan menaiki anak tangga untuk ia gunakan segera
sampai di lantai atas dimana letak kamarnya.
Lisa mendorong pintu lalu masuk, dan lansung berjalan ke
arah kamar mandi untuk segera membersikan diri karna ia merasa kalau saat ini
tubuhnya berbau asap karna baru selesai memasak.
Lisa berjalan masuk ke dalam kamar mandi, untuk segera
membersikan dirinya, karna sebentar lagi suaminya akan pulang kerja, dan ia
ingin menyambut suaminya pulang nanti.
Satu persatu Lisa mulai menanggalkan pakaiannya dan melihat
pembalutnya kini terlihat bersih tampa ada noda darah sedikit pun, Lisa
tersenyum sambil berkata.
“Mungkin aku sudah bersi, karna tidak ada yang keluar lagi,
dan tiga hari kedepan berarti itu adalah masa suburku semoga keinginanku untuk
segera memiliki anak dari Abdy akan segera terwujudkan.” Lisa tersenyum senang
melepas pembalut dari celana dalamnya lalu membuangnya ke dalam tom sampah.
Memang Lisa selalu berpikir akan lebih cepat memiliki anak
dari Abdy, karna mengingat ketika ia baru bersama dengan Abdy ia datang bulan,
dan otomatis Abdy akan berpuasa selama beberapa hari, dan setelah datang
bulannya selesai dan beberapa hari kedaepan ia akan mengalami masa subur dan
sebagai pengantin baru hal cemacam itu pasti akan sering lakukan, itulah yang
ada di dalam pikiran Lisa ketika mengingat semuanya dari awal ia menikah hingga
saat ini.
Lisa memang tidak ada niat untuk menunda kehamilan, karna
akan lebih baik memiliki bayi sebelumnya dari pada harus menundanya, itulah
yang terlintas dalam pikiran Lisa saat ini.
Lisa mengguyur tubuhnya dengan air mengalir dari dalam
shower, lalu memakai sampo karna ia sudah merasa bersih dari datang bulannya
dan mengosok seluruh tubuhnya hingga bersih.
Setelah selesai membersikan diri, kini ia tengah menggunakan
pakaian santai berjalan menurungi anak tangga berjalan ke ruangan tamu karna
disana ia akan menanti kepulangan suaminya dari kantor.
Lisa duduk di ruangan tamunya sambil melihat album poto
pernikahannya dengan Abdy, Lisa tidak berhenti tersenyum ketika melihat semua
poto-poto Abdy yang terlihat sangat lucu menurutnya hingga ia mengingat
kata-kata Abdy ketika menjalankan ijob qobul, Lisa tertawa sendiri di ruangan
tamunya ketika mengingat semua itu.
Jika ada orang lain yang melihat Lisa tertawa sendiri
seperti itu pasti ia akan mengira kalau saat ini Lisa sudah mulai gila, namun
kenyaataan ia mengingat semua moment lucu yang pernah suaminya lakukan.
Lisa melihat ke arah jam dan kini jam telah menunjukkan
5.40, namun hingga saat ini suaminya belum pulang dari kantor, biasanya Abdy
pulang jam 5 sore. hingga akhirnya ia berniat untuk menanyakan kenapa suaminya
kenapa belum pulang dengan cara menghubunginya dari balik telpon.
Setelah sambungan telponnya dengan suaminya tersambung
dengan segera Lisa berkata. “Dy kenapa belum pulang?” tanya Lisa pelan.
“Bentar lagi Li, aku akan pulang setelah semua pekerjaanku
selesai,” jawab Abdy dari balik telpon.
“Baiklah aku menunggumu, daaa, aku mencintaimu.” Ucap pelan
Lisa dari balik telpon.
Setelah sambungan telponnya dengan istrinya terputus Abdy
tersenyum sambil menatap layar hapenya karna di sana ada poto Lisa tengah
memanyumkan bibirnya karna merasa kesal dengan Abdy waktu itu.
Abdy menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya lalu
berkat, “Mha, kapan malam pertama kita akan dimulai Lis” tersenyum “Aku sudah
tidak sabar menanti malam indah itu, malam dimana aku dan kamu menyatuhkan
cinta kita,”
Setelah mengatakan itu Abdy kembali melanjutkan pekerjaannya
agar segera selesai, dan itu akan membuatnya lebih cepat kembali ke rumahnya
dan segera bertemu dengan istrinya.
Lisa merebahkan tubuhnya di ruangan tamu, setelah merapihkan
album poto yang telah ia lihat, mungkin karna merasa kelelahan seharian di
__ADS_1
kampus hingga akhirnya ia terlelap di atas kursi ruangan tamunya.