Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.203


__ADS_3

Mungkin saat ini Lisa sudah menganngap suaminya sudah gila,


karna melakukan sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya.


“Lis, aku pengen kamu menyentuh si tumang deh, kasian dia


pengen di sentuh oleh lembut olehmu.” Ucap Abdy pelan beranjak dari atas tubuh


Lisa.


Abdy berdiri lalu membuka handuk yang ia kenakan, dan


memperlihatkan kalau saat ini bagian bawahnya benar-benar tengah menegan dan


itu membuat Lisa sangat terkejut ketika melihat bagian bawah Abdy di kini


mengarah kepadanya.


“Aaaa.” Teriak Lisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya


karna merasa sangat terkejut dengan apa yang tengah ia lihat saat ini, karna


ini baru pertama beginya melihat hal semacam itu.


Abdy yang melihat dan mendengar suara teriakan istrinya


terkekeh, karna meras lucu melihat tingkah istrinya yang berteriak ketika


melihat bagian bawahnya.


“Kamu apa-apaan sih Dy, tutup!” Lisa berteriak sambil


menutup matanya karna merasa sangat malu melihat bagian bawah suaminya kini


tengah menegan seperti itu.


“Kenapa mesti di tutup? Aku kan sengaja pengen


memperlihatkannya kepadamu, kepada istriku kalau yang suaminya miliki ya begini.”


Tersenyum jail “Aku pengen kamu menyentuhnya Lis, mau ya aku mohon.” Abdy


mengatakan itu meski saat ini Lisa masih menutup matanya dengan tangannya.


“Enggak!” ucap Lisa yang kini tengah mengambil bantal untuk


menutupi wajahnya.


Lisa berpikir kalau saat ini suaminya benar-benar telah


gila, mungkin ini efek terlalu lama menunggu hingga akhirnya Abdy melakukan hal


konyol seperti itu menurutnya.


“Ayolah Lisa, ini sudah seminggu kita menikah, tapi aku


belum pernah merasakan elusan tanganmu.” Abdy terus mencoba merayu Lisa agar ia


mau melakukan apa yang ia inginkan.


“Enggak Abdy aku malu.” Teriak Lisa dari balik bantal sambil


tersenyum.


Ia tidak bisa membayangkan g jika ia benar-benar menyentuh


bagian bawah suaminya hingga sampai mengelusnya.


“Oh, ataga aku benar-benar bisa gila kalau sampai melakukan


hal itu.” Ucap pelan Lisa dari balik bantal dan suaranya itu masih terdengar


jelas di telinga Abdy suaminya.


“kenapa mesti malu sayang, ini kan milikmu dan yang kamu


punya juga milikku.” Abdy terus mencoba merayu istrinya agar melakukan apa yang


ia inginkan.


Mungkin karan merasa sedikit kasihan mendengar semua


keinginan suaminya hingga akhirnya ia menerima apa yang suaminya minta.


Pelan-pelan Lisa menyinkirkan bantal dari atas wajahnya lalu


melihat ke arah wajah Abdy yang kini tengah tersenyum duduk di sampinnya.


“Baiklah sini aku sentuh dia, apa dia mau aku sentuh?”


Sebuah pertanyaan konyol keluar dari dalam mulut Lisa dan


itu membuat Abdy merasa sangat senang dan langsung meraih tangan Lisa dan


mendekatkan ke bagian bawahnya.


“Pegan saja saja kan?” tanya Lisa melihat ke arah suaminya.


“Sekalian di elus sayang, hehehe,” ucap pelan Abdy terkekeh


kembali mencumbui bibir Lisa dan melakukan kembali kegiatannya yang tertunda.


Lisa mulai melakukan apa yang di katakan Abdy kepadanya,


hingga ia juga merasa sedikit aneh dengan apa yang tengah ia lakukan saat ini.


Semakin lama ia mengelus bagian bawah suaminya, Abdy semakin


agresip bermain di atas tubuhnya bahkan Lisa merasa kalau saat ini pembalut


telah penuh ia tidak tau apa itu akibat datang bulannya apa hal yang lain yang


membuatnya terasa sangat basah di bagian bawahnya.


“Sudah cukup Dy, aku tidak sanggup lagi melakukannya.”Lisa


melepas tangannya dari bagian bawah suaminya, sementara Abdy masih melakukan


apa yang ingin ia lakukan dan itu membuat Lisa merasakan sensasi yang berbeda,


mungkin karna saat ini ia merasa lepas karna yang melakukannya saat ini adalah


suaminya sendiri bukan kekasihnya lagi.


“Lis, aku benar-benar tidak bisa menahannya,” bisik pelan


Abdy di telinga Lisa, dan itu membuat semua bulu-bulu yang ada di dalam dirinya


merasa berdiri ketika mendengar bisikan suaminya.


“Bagaimana caranya kamu bisa melakukannya? Saat ini aku


masih datang bulan, dan wanita yang tengah datang bulang tidaklah di per


bolehkan melakukan hubungan di saat ia datang bulan karna itu akan berdampak


buruk kepadaku nantinya,”


Lisa menjelaskan apa yang tidak boleh di lakukan oleh


sepasang suami istri ketika datang bulan, Lisa mengetahui hal itu karna ia


adalah calon dokter jadi ia mengerti semua itu.


“Baiklah aku mengerti, tapi diam! jangan protes dengan apa

__ADS_1


yang ingin aku lakukan saat ini.”


Abdy bangun dan menaiki tubuh Lisa lalu meletakkan bagian


bawahnya di pertengahan bagian montok Lisa lalu menekan kedua bagian itu dan


memulai apa yang ingin ia lakukan.


Lisa yang melihat hal itu terkejut pastinya, karna ia tidak


mengerti dengan apa yang tengah Abdy lakukan saat ini kepadanya.


Diam cara yang tepat untuk Lisa saat in,i menyaksikan apa


yang tengah suaminya lakukan, dan mseskipun ia juga merasakan epek apa yang


tengah Abdy lakukan saat ini kepadanya.


Abdy memaju mundurkan bagian bawahnya, di pertengahan


belahan bagian montok Lisa dan itu membuatnya mengeluarkan desahannya, desahan


yang membuat wajah Lisa memerah karna ikut merasakan sensasi apa yang tengah


Abdy lakukan saat ini pada bangian kenyalnya.


Abdy yang melihat wajah istrinya memerah dengan apa yang


tengah ia lakukan mengerti kalau saat ini Lisa mulai terangsang dengan semua


yang ia lakukan, hingga ia berkata.


“Kecup ia Lisa, agar segera keluar dari dalam,” ucap Abdy


yang kini mulai merasa panas dengan apa yang tengah ia lakukan di atas tubuh


Lisa saat ini.


Semakin kencang Abdy memaju mundurkan bagian bawahnya di


pertengahan bagian montok Lisa, semakin besar ia mengeluarkan desahannya hingga


akhirnya sebuah cairan putih keluar dari bagian bawahnya dan memenuhi bagian


kenyal Lisa.


Abdy yang melihat hastratnya kini telah tertuntaskan


berkata, “Maafkan ayahmu nak, karna telah membuangmu di sembarangan tempat,


meski ayah tidak ingin membuangmu seperti itu, namun apa dayah ibumu masih


datang bulan.” Abdy terkekeh melihat ke arah Lisa yang kini tengah mengumpat


kesal dengan apa yang tengah ia lakukan.


“Abdy!” berteriak “Kamu benar-benar keterlaluan, kenapa


harus seperti ini? kamu kan bisa mengeluarkan ini di dalam kamar mandi.” Membersikan


dadanya dengan tisu “Kamu memang benar-benar suami mesuk tidak bisa sabar apa,


untuk menunggu sebentar lagih.”


Lisa tidak berhenti mengoceh dengan apa yang baru saja


suaminya lakukan padanya, karna merasa sedikit kesal dengan apa yang tengah


Abdy lakukan barusan kepadanya.


“Maafkan aku sayang, aku sungguh benar-benar tidak bisa


menahanya lagi ingin segera menuntaskan apa yang telah terbendung di dalam


diriku selama beberapa hari ini.”


dengan apa yang telah ia rasakan selama beberapa hari, menahan terlalu lama


ternyata membuat kita merasa sangat tersiksa dan parahnya itu juga membuatnya


sakit kepala.


Lisa yang tedinya baru selesai mandi kini kemabli


membersikan dirinya karna merasa kurang nyaman dengan apa yang baru saja Abdy


lakukana padanya, dan itu membuat Lisa tidak berhenti mengoceh dengan apa yang


baru saja suaminya lakukan.


*****


Setelah selesai memeriksa layar hapenya, dan tidak menemukan


panggila atau pun pesan dari suaminya Lisa berjalan ke arah dapur untuk membuat


minuman dingin yang ingin ia minum, karna dari tadi ia merasa tenggorokannya


sangat kering.


Lisa berangjak dari duduknya berjalan masuk ke dalam dapur


yang kini nampak sangat sepih karna ia belum memiliki asisten rumah tangga.


Lisa membuka lemari es lalu mengeluarkan sebotol air es dan


juga sebotol jus melon kesukaannya, ia menuangkannya ke dalam gelas lalu


mencampurnya dengan air es dan mengaduknya kemudian meminumnya.


Setelah menghabiskan segelas jus melon, Lisa melihat ke arah


jam dindin yang ada di dapurnya yang telah menungjukkan pukul 4 sore.


“Sejam lagi Abdy pulang, akan lebih baik jika aku memasak


untuk makan malam sekaligus membuat kue brownis kesukaan suamiku, pasti ia akan


sangat senang kalau menemukan kue kesukaannya di buat oleh istri tercintanya.” Ucap


Lisa sendiri di dapur dan mulai mengeluarkan semua bahan-bahan yang ingin ia


masak dari dalam kulkas.


Namun sebelum ia memasak untuk makan malam, Lisa terlebih


dahulu membuat kue brownis karna menurut Lisa akan butuh waktu sejam untuk


membuat kue hingga menunggunya sampai siap untuk dinikmati.


Lisa mulai mencampur semua bahan adonan, kedalam baskom lalu


membelend agar semuanya tercampur rata, hingga jadi adonan yang lembut, Lisa


memasukkan coklat batang yang telah ia lelehkan dan tidak lupa ia memasukkan


susu bubuk coklat agar rasa coklatnya pas selain itu Lisa juga memasukkan


segelas minyak kelapa sawit agar rasa kue brownis menjadi lembut.


Setelah semuanya selesai Lisa memasukkan loyan yang berisi


dengan adaonan kue brownis ke dalam microweff dan menunggunya selama empat


puluh lima nenit untuk segera matang.

__ADS_1


Sambil menunggu kue brownisnya matang Lisa mulai memasak apa


yang menjadi makanan favorit suaminya, yang tidak lain adalah sayur kankung,


ayam goreng lalapan lengkap dengan sambal terasinya.


Itulah Abdy meskipun ia berasal dari keluarga kaya, namun


makanan yang ia suka, adalah menu makanan ala pedeshan karna menurutnya semua


makanan itu sangat enak dan juga sehat, mama Abdy juga sering menyiapkan


makanan seperti itu untuknya dan juga untuk ayahnya karna mereka berdua lebih


menyukai makanan seperti itu dari pada menikmati makanan yang selalu di sajikan


di dalam restorand-restorand mewah.


Setelah semuanya siap, Lisa menatanya di atas meja makan


lalu menutupnya, karna ia masak untuk makan malam sebentar. Kue brownisnya juga


telah matang dan kini siap dihidangkan bersama dengan teh hangat.


Setelah semua pekerjaan di dapur selesai, Lisa  berjalan menaiki anak tangga untuk ia gunakan segera


sampai di lantai atas dimana letak kamarnya.


Lisa mendorong pintu lalu masuk, dan lansung berjalan ke


arah kamar mandi untuk segera membersikan diri karna ia merasa kalau saat ini


tubuhnya berbau asap karna baru selesai memasak.


Lisa berjalan masuk ke dalam kamar mandi, untuk segera


membersikan dirinya, karna sebentar lagi suaminya akan pulang kerja, dan ia


ingin menyambut suaminya pulang nanti.


Satu persatu Lisa mulai menanggalkan pakaiannya dan melihat


pembalutnya kini terlihat bersih tampa ada noda darah sedikit pun, Lisa


tersenyum sambil berkata.


“Mungkin aku sudah bersi, karna tidak ada yang keluar lagi,


dan tiga hari kedepan berarti itu adalah masa suburku semoga keinginanku untuk


segera memiliki anak dari Abdy akan segera terwujudkan.” Lisa tersenyum senang


melepas pembalut dari celana dalamnya lalu membuangnya ke dalam tom sampah.


Memang Lisa selalu berpikir akan lebih cepat memiliki anak


dari Abdy, karna mengingat ketika ia baru bersama dengan Abdy ia datang bulan,


dan otomatis Abdy akan berpuasa selama beberapa hari, dan setelah datang


bulannya selesai dan beberapa hari kedaepan ia akan mengalami masa subur dan


sebagai pengantin baru hal cemacam itu pasti akan sering lakukan, itulah yang


ada di dalam pikiran Lisa ketika mengingat semuanya dari awal ia menikah hingga


saat ini.


Lisa memang tidak ada niat untuk menunda kehamilan, karna


akan lebih baik memiliki bayi sebelumnya dari pada harus menundanya, itulah


yang terlintas dalam pikiran Lisa saat ini.


Lisa mengguyur tubuhnya dengan air mengalir dari dalam


shower, lalu memakai sampo karna ia sudah merasa bersih dari datang bulannya


dan mengosok seluruh tubuhnya hingga bersih.


Setelah selesai membersikan diri, kini ia tengah menggunakan


pakaian santai berjalan menurungi anak tangga berjalan ke ruangan tamu karna


disana ia akan menanti kepulangan suaminya dari kantor.


Lisa duduk di ruangan tamunya sambil melihat album poto


pernikahannya dengan Abdy, Lisa tidak berhenti tersenyum ketika melihat semua


poto-poto Abdy yang terlihat sangat lucu menurutnya hingga ia mengingat


kata-kata Abdy ketika menjalankan ijob qobul, Lisa tertawa sendiri di ruangan


tamunya ketika mengingat semua itu.


Jika ada orang lain yang melihat Lisa tertawa sendiri


seperti itu pasti ia akan mengira kalau saat ini Lisa sudah mulai gila, namun


kenyaataan ia mengingat semua moment lucu yang pernah suaminya lakukan.


Lisa melihat ke arah jam dan kini jam telah menunjukkan


5.40, namun hingga saat ini suaminya belum pulang dari kantor, biasanya Abdy


pulang jam 5 sore. hingga akhirnya ia berniat untuk menanyakan kenapa suaminya


kenapa belum pulang dengan cara menghubunginya dari balik telpon.


Setelah sambungan telponnya dengan suaminya tersambung


dengan segera Lisa berkata. “Dy kenapa belum pulang?” tanya Lisa pelan.


“Bentar lagi Li, aku akan pulang setelah semua pekerjaanku


selesai,” jawab Abdy dari balik telpon.


“Baiklah aku menunggumu, daaa, aku mencintaimu.” Ucap pelan


Lisa dari balik telpon.


Setelah sambungan telponnya dengan istrinya terputus Abdy


tersenyum sambil menatap layar hapenya karna di sana ada poto Lisa tengah


memanyumkan bibirnya karna merasa kesal dengan Abdy waktu itu.


Abdy menyandarkan tubuhnya di kursi kebesarannya lalu


berkat, “Mha, kapan malam pertama kita akan dimulai Lis” tersenyum “Aku sudah


tidak sabar menanti malam indah itu, malam dimana aku dan kamu menyatuhkan


cinta kita,”


Setelah mengatakan itu Abdy kembali melanjutkan pekerjaannya


agar segera selesai, dan itu akan membuatnya lebih cepat kembali ke rumahnya


dan segera bertemu dengan istrinya.


Lisa merebahkan tubuhnya di ruangan tamu, setelah merapihkan


album poto yang telah ia lihat, mungkin karna merasa kelelahan seharian di

__ADS_1


kampus hingga akhirnya ia terlelap di atas kursi ruangan tamunya.


__ADS_2