
Nabila yang mendengar ucapan putranya tersenyum, karna ia
tau kalau semua yang Aby dengar akan membuat mereka terus berusaha dan berdoa
agar mereka segera memiliki bayi.
Aby mengusap kepala Becca yang kini masih melihat ke
arahnya, lalu berkata, “Aku tidak akan pernah bermasalah” terdiam sejenak “Kalau
kita tidak memiliki anak, namun aku akan bermasalah jika kamu terus bersedih
seperti ini” mengusap wajah Becca yang nampak lembab “Karna untuk memiliki anak
bukan cuman kita yang harus berusaha, melainkan kita juga harus berdoa meminta
kepada yang Kuasa, sebesar apapun kita berusaha kalau bukan kehendaknya semua
tidak akan terjadi seperti yang kita inginkan,” ucap Aby tersenyum melihat ke
arah Becca yang kini tengah mengusap wajahya dengan tangannya.
Aby mengatakan semua kepada Becca agar ia berhenti
memikirkan semua itu, karna itu akan membuat kepalanya terasa pusing dan juga
membuatnya merasa stres dan Aby tidak ingin jika keduanya menghampiri istrinya.
Itulah Aby selama istrinya pernah mengalami yang namanya
hilang ingatan dan kehilangan calon bayinya ia tidak pernah lagi membuat Becca
merasa steres, oleh karna itu ia selalu membuat Becca merasa nyaman dengan
semua yang ia lakukan.
Bahkan Aby juga berpikir kalau Becca tidak hamil hingga saat
ini karna ia masih memiliki trauma tersendiri dalam diri Becca, hingga itu yang
menghambat proses kehamilan istrinya itulah yang terlintas dalam pikiran Aby.
“Apa nanti kamu tidak akan kecewa kepadaku? Jika kita tidak
memiliki anak?” tanya Becca memastikan karna jujur saat ini ia sangat takut
dengan jawaban yang akan Aby katakan kepadanya.
“Tidak akan! Aku tidak akan pernah kecewa sayang.” Tersenyum
hangat “Percayalah semua impian dan keinginan kita akan segera terwujud.” Aby
menguatkan hati istrinya agar selalu yakin dengan dirinya sendiri.
Nabila yang mendengar ucapan putranya tersenyum, karna ia
juga tau sipat putranya seperti apa? Yang
terlalu menyayangi istrinya. Nabila pun berkata.
“Baiklah kalian berdua istirahat ya, mama sudah mengantuk
pengen istirahat,” ucap pelan Nabila kepada putra dan menantunya. Dan berlalu
meinggalkan keduanya berjalan ke arah kamarnya yang ada di lantai dasar.
Setelah kepergian mamanya, Aby melihat ke arah Becca yang
kini kembali mengaduk ceke yang ada di atas meja, ia tersenyum lalu duduk ke
tempat duduk yang tadi Nabila gunakan.
“Sayang kamu kenapa? kenapa wajah kamu masih terlihat
seperti itu? Sangat jelek.” Aby mengatai istrinya karna ia ingin melihat wajah
istrinya yang sedikit kesal dengan ucapannya.
Becca yang mendengar ucapan Aby yang mengatainya jelek,
melihat ke arah Aby lalu berkata, “Biarkan saja aku jelek, asal suamiku selalu
bersamaku,” ucap datar Becca kembali melihat ke arah kue yang dari tadi ia
acak.
Becca mengatakan itu bukan karna merasa kesal, namu ia
merasa sedikit sedih dengan keadaannya saat ini yang tidak kunjung hamil, dan
itu telah menjadi masalah Becca sendiri yang ingin segera memiliki anak dari
Aby.
Aby tersenyum ketika mendengar ucapan datar keluar dari
dalam mulut istrinya, hingga ia berkata, “Wau, aku sangat takut mendengar
ucapanmu nona.” Aby tersenyum.
“Sudah seharusnya kamu takut padaku.” Becca mulai
menampakkan senyumannya ketika ia mengatakan itu karna merasa sedikit lucu
dengan apa yang baru saja Aby katakan padanya.
“Ah, sudahlah akan lebih baik kalau kita istrahat.” Aby
berdiri dari duduknya lalu meraih tangan Becca untuk segera mengajaknya naik ke
lantai atas dimana letak arah kamarnya.
Becca yang melihat Aby menarik tangannya kembali menarik
tangan Aby lalu berkat, “Gendong” merentangkan tangan “Aku mau di gendong
kangen.” Becca berkata manja kepada Aby dan itu membat Aby tertawa sambil
menarik hidung istrinya.
“Baiklah sayangku, ratuku, penyejuk hatiku, hamba siap
malakukan apapun yang kamu perintahkan.”
Ucap Aby tersenyum.
Aby mulai mengankat tubuh istrinya berjalan menaiki anak
tangga , sementara Becca menyandarkan kepalanya senyaman mungkin di dada bidang
Aby sambil memainkan jari terlunjuknya di dada bidang suaminya.
Aby yang melihat itu hanya tersenyum, sambil berkata, “Sayang
apa kamu menggodaku? Dengan tingkahmu yang seperti ini.” Bisik pelan Aby sambil
mengigit pelan telinga Becca yang masih berada di atas gendongannya.
Becca yang mendengar ucapan Aby bukannya menhentikan justru
ia melakukan sesuatu yang benar-benar membuat Aby merasa sangat tergoda dengan
apa yang tengah ia lakukan.
Becca melingkarkan tangannya di leher Aby lalu mengankat
sedikit tubunya dan beralih mengigit pelan dagu lalu kebibir Aby, dan itu
membuat Aby benar-benar tergoda dengan apa yang tengah di lakukan istrinya.
__ADS_1
Setelah sampai di depan pintu kamar Aby lansung masuk karna
pintu kamarnya tidak ia tutup, dan membawa Becca ke arah sopa memanjang yang
ada di dalam kamarnya, dan membalas apa yang tengah di lakukan istrinya
kepadanya.
Aby mulai mengecup lembut bibir Becca, lalu menurungi
lehernya, dan mulai membuat tanda kepemilikan di leher jenjang Becca, sementara
tangan Becca tidak tinggal diam begitu saja ia mulai membuka baju tidur yang
Aby gunakan lalu menyentuhnya dengan sangat lembut, dan itu membuat Aby merasa
sebuah sngatan kini tengah menyentuh tiap tubuhnya.
Aby melepas pautan bibirnya yang kini tengah bermain di
bangian di bagian favorinya, lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk
menutup dan menguncinya, karna ketika ia masuk pintu kamarnya ia biarkan
terbuka.
Setelah mengunci pintu Aby melepas celana yang ia kenakan
dan meninggalkan pakaian dalamnya saja, dan Becca bisa melihat kalau saat ini
bagian bawah suaminya kini tengah menegan.
Aby berjalan ke arah istrinya yang kini tengah merebahkan
tubuhnya di atas sopa, lalu menindih tubuh Becca yang kini masih mengenakan
pakaian.
Satu persatu Aby melepas kanci baju tidur yang Becca
kenakan, hingga akhirnya semuanya terlepas dan hanya menyisahkan pakaian dalam istrinya
saja. Aby kembali mengecup dan mencumbui seluruh bagian tubuh istrinya, bahkan
di setiap sudut Aby meninggalakan tanda kepemilikannya.
Becca yang merasa nyaman dengan setiap sentuhan bibir Aby
kini tengah mengeluarkan desahannya, di sela cumbuan Aby berkata pelan kepada
Becca, “Lepaskan semua rasa yang selama ini kamu pendam di dalam hatimu sayang,”
bisik pelan Aby di telinga Becca dan kembali melakukan apa yang ingin ia
lakukan.
Becca yang mendengar ucapan Aby terdiam sejenak, seperti
tengah melepaskan sesuatu yang membuat hatinya selalu merasa takut dengan apa
yang akan terjadi dengannya kedepan.
“Aku mencintaimu By.” Ucap pelan Becca bangun dan membuka
semua pakaian dalam yang ia kenakan lalu kembali memeluk tubuh Aby yang kini
tengah menempel di tubuhnya.
“Aku juga mencintaimu sayang.” Ucap pelan Aby kembali
mencumbui bibir istrinya dengan sangat lembut.
Dan setiap sentuhan Aby di balas hangat oleh Becca, bahkan
Becca mulai berlaku sangat nakal kepada Aby karna ia tidak berhenti memainkan
bagain bawah Aby yang kini tengah sangat menegan yang ingin segera masuk ke
“Sayang aku sudah tidak tahan,” ucap pelan Aby melihat ke
arah Becca yang kini tengah bermain di atas tubuhnya, Aby melihat kalau saat
ini istrinya tengah bermain dengan bagian bawahnya dan itu membuatnya merasa
tidak tahan dengan semua yang Becca lakukan padanya.
Becca yang mendengar ucapan suaminya berhenti bermain dan
melakukan apa yang sangat Aby nantikan, Becca mulai melakukannya dan itu
membuat Aby megeluarkan desahannya bersamaan dengan desahan yang Becca
keluarkan.
Aby dan Becca melakukan saling bergantian, dan itu membuat
keduanya merasa sangat nikmat dengan apa yang tengah mereka lakukan saat ini,
desahan demi desahan kini tengah memenuhi ruangan dalam kamar Aby, namun
keduanya tidak ada yang nampak kelelahan justru keduanya semakin semangat
melakukan malam pertama mereka untuk kesekian kalinya.
Cukup lama mereka berdua melakukan malam pertama mereka
untuk yang kesekian kalinya, hingga akhirnya puncak yang mereka nantikan kini
tengah berakhir dengan senyuman yang keduanya perlihatkan. Setelah menyemburkan
benihnya di rahim istrinya Aby mengecup lembut perut Becca lalu berkata.
“Cepatlah hadir di antara kami nak.” Ucap pelan Aby mengelus
dan mengecup lembut perut mulus Becca.
“Amiin, semoga secepatnya mereka segera hadir di antara kita
Aby.”
Aby yang beru saja merebahkan tubuhnya di sampin Becca
lnsung beralih melihat ke arah Becca, karna sedikit bingun mendengar apa yang
baru saja Becca katakan.
“Mereka?” melihat wajah Becca yang kini tengah tersenyum “Mereka
siapa sayang?” tanya Aby menarik tubuh Becca masuk ke dalam pelukannya.
“Anak-anak kita By, aku pengan kita memiliki anak kembar
tiga, satu cowo dua wanita.” Becca merasa sangat senang ketika mengatakan itu
kepada Aby, karna merasa sangat senang Becca sampai menggigit dada bidan Aby
dan itu membuat Aby meringgis kesakiatan.
“Ao, ao, ao” meringgis “Sayang sakit.”
Mendengar ringgisan Aby Becca melepas gigitannya, lalu
bangun dan melihat apa yang baru saja ia lakukan kepada suaminya.
“Oh, ya ampun By.” Panik “Maafkan aku sungguh aku tidak
sadar melakukan semua ini, By tolong maafkan aku ya sayang sungguh aku tidak
sengaja.” Becca nampak sangat panik dan menyesal dengan apa yang baru saja ia
__ADS_1
lakukan kepada suaminya.
Aby yang melihat kepanikan istrinya bukannya marah, ia malah
terkekeh karna merasa sangat lucu dengan apa yang tengah ialihat saat ini,
tubuh polos istrinya di tambah bagian kenyal istrinya kini tengah terpampan
jelas di depan matanya.
Dengan tingkah jailnya Aby menarik benda yang berwarna
coklat yang ad di bagian kenyal istrinya dan itu membuat Becca berteriak pelan
karna merasa sedikit sakit dengan apa yang telah Aby lakukan pada bagian kenyalnya.
“Aucc, sakit By.” Ringgis Becca memegan kedua bagian
kenyalnya.
“Tapi aku suka.” Aby mengedipkan mata melihat ke arah Becca
ketika selesai mengatakan itu.
*****
Abdy membuka matanya karna merasakan sesuatu yang aneh
dengan dirinya, ia melihat ke arah Lisa yang kini tengah terlelap di sampinnya.
“Lis.” Bisik pelan Abdy di telinga Lisa, namun Lisa tidak
menjawab meskipun ia mendengar karna jujur saat ini seluruh tubuhnya terasa
remuk, kalau saja saat ini ia tidak mengingat kalau saat ini ia sudah menjadi
istri dari orang yang mengaggu tidurnya pasti saat ini Abdy sudah dapat
tampolan bantal darinya.
“Huf, nyenyak sekali tidurnya, di sini aku tidak bisa tidur
karna si tumang bangun terus, karna menyentuh bagian bokong Lisa.” Ucap pelan
Abdy memasukkan tangannya di bagian kenyal Lisa, karna hanya itu yang bisa ia
lakukan saat ini mengingat Lisa tengah datang bulan di tambah si tumang tidak
mau mengerti dengan keadaan itu.
“Apaan sih kamu! Tidur sana” Abdy memukul pelan si tumang
yang kini tengah menegan di dalam celananya.
Lisa yang mendengar ocehan Abdy yang menyebut nama si tumag,
tersenyum tidak bereaksi karna ia juga mengerti dengan apa yang tengah Abdy
rasakan saat ini.
Malam pertama yang harusnya ia lakukan malam ini bersama
dengan Abdy, kini tengah tertunda dengan ia kedatangan tamu bulanan.
“Maafkan aku Dy, kamu harus menunggu selama beberapa hari
lagi, setelah itu kita akan melakukan malam pertama kita yang tertunda ini.”
Lisa membathin.
Dan membiarkan apa yang tengah Abdy lakukan di bagian
kenyalnya, biar itu juga bisa membuat keinginan dalam Abdy berkurang itulah
yang terlintas dalam pikiran Lisa saat ini.
Abdy terus menempelkan tubuhnya di bagian tubuh Lisa, bahkan
saat ini Abdy mulai menempelkan bibirnya di leher jenjang Lisa dan mulai
membuat tanda kemerahan di leher Lisa.
Lisa yang merasakan apa yang tengah Abdy lakukan di bagian
lehernya membuka mata, dan menyentuh kepala Abdy yang kini tengah asyik membuat
tanda di leharnya.
“Dy” ucap pelan Lisa, menyadarkan dengan apa yang tengah
Abdy lakukan saat ini.
Abdy menarik bibirnya dari leher Lisa, lalu menatap wajah
Lisa dengan senyuman sambil berkata.
“Lis, aku tidak bisa menahannya lagi.” Mengecup pelan bibir
Lisa lalu melepaskannya kembali “Adakah obat yang bisa membuatmu berhenti
datang bulan seperti ini?” tanya Abdy yang mulai tidak tahan dengan apa yang
tengah ia rasakan saat ini.
Lisa yang mendengar ucapan suaminya terkekeh pelan, karna merasa
sangat lucu dengan apa yang baru saja Abdy katakan padanya.
“Mana ada Dy, kamu bersabar kenapa,” ucap santai Lisa melihat
ke arah wajah Abdy yang kini sangat berharap malam pertamanya segera terjadi
malam ini juga.
“Aku tidak bisa menahan Lis, si tumang tidak mau mengerti.”
Abdy merebahkan kepalanya di pinggir dada Lisa lalu melingkarkan tangannya di
bagian tubuh Lisa, sementara Lisa hanya bisa mengusap pelan kepala Abdy karna
merasa sangat bingun dengan apa yang tengah Abdy rasakan saat ini.
Munggkin karna tidak menemukan ide lain hingga akhirnya Lisa
berkata kepada Abdy.
“Baiklah besok aku akan pulang ke rumah mama, biar kamu
merasa nyaman tidur, tidak merasa tergoda dengan keberadaanku seperti ini,
nanti setelah aku selesai kamu boleh datang menjemputku.” Lisa mengatakan itu
karna sangat mengerti dengan apa yang tengah suaminya rasakan saat ini, menahan
rasa sakit seperti yang tengah Abdy rasakan saat ini.
Abdy mengankat wajah melihat ke arah Lisa ketika mendengar
kata yang keluar dari dalam mulut Lisa yang ingin ke rumah orang tuanya, hanya
karna ingin menghindari ketergodaan Abdy padanya.
“Apa! Tidak”
*
__ADS_1
Halo, para Readers kesayangan Author, setelah baca Cinta Aby mampir baca juga ya Novel Author yang berjudul
@ Aku Mencintaimu