Cinta Aby

Cinta Aby
Eps.201


__ADS_3

Nabila yang mendengar ucapan putranya tersenyum, karna ia


tau kalau semua yang Aby dengar akan membuat mereka terus berusaha dan berdoa


agar mereka segera memiliki bayi.


Aby mengusap kepala Becca yang kini masih melihat ke


arahnya, lalu berkata, “Aku tidak akan pernah bermasalah” terdiam sejenak “Kalau


kita tidak memiliki anak, namun aku akan bermasalah jika kamu terus bersedih


seperti ini” mengusap wajah Becca yang nampak lembab “Karna untuk memiliki anak


bukan cuman kita yang harus berusaha, melainkan kita juga harus berdoa meminta


kepada yang Kuasa, sebesar apapun kita berusaha kalau bukan kehendaknya semua


tidak akan terjadi seperti yang kita inginkan,” ucap Aby tersenyum melihat ke


arah Becca yang kini tengah mengusap wajahya dengan tangannya.


Aby mengatakan semua kepada Becca agar ia berhenti


memikirkan semua itu, karna itu akan membuat kepalanya terasa pusing dan juga


membuatnya merasa stres dan Aby tidak ingin jika keduanya menghampiri istrinya.


Itulah Aby selama istrinya pernah mengalami yang namanya


hilang ingatan dan kehilangan calon bayinya ia tidak pernah lagi membuat Becca


merasa steres, oleh karna itu ia selalu membuat Becca merasa nyaman dengan


semua yang ia lakukan.


Bahkan Aby juga berpikir kalau Becca tidak hamil hingga saat


ini karna ia masih memiliki trauma tersendiri dalam diri Becca, hingga itu yang


menghambat proses kehamilan istrinya itulah yang terlintas dalam pikiran Aby.


“Apa nanti kamu tidak akan kecewa kepadaku? Jika kita tidak


memiliki anak?” tanya Becca memastikan karna jujur saat ini ia sangat takut


dengan jawaban yang akan Aby katakan kepadanya.


“Tidak akan! Aku tidak akan pernah kecewa sayang.” Tersenyum


hangat “Percayalah semua impian dan keinginan kita akan segera terwujud.” Aby


menguatkan hati istrinya agar selalu yakin dengan dirinya sendiri.


Nabila yang mendengar ucapan putranya tersenyum, karna ia


juga tau  sipat putranya seperti apa? Yang


terlalu menyayangi istrinya. Nabila pun berkata.


“Baiklah kalian berdua istirahat ya, mama sudah mengantuk


pengen istirahat,” ucap pelan Nabila kepada putra dan menantunya. Dan berlalu


meinggalkan keduanya berjalan ke arah kamarnya yang ada di lantai dasar.


Setelah kepergian mamanya, Aby melihat ke arah Becca yang


kini kembali mengaduk ceke yang ada di atas meja, ia tersenyum lalu duduk ke


tempat duduk yang tadi Nabila gunakan.


“Sayang kamu kenapa? kenapa wajah kamu masih terlihat


seperti itu? Sangat jelek.” Aby mengatai istrinya karna ia ingin melihat wajah


istrinya yang sedikit kesal dengan ucapannya.


Becca yang mendengar ucapan Aby yang mengatainya jelek,


melihat ke arah Aby lalu berkata, “Biarkan saja aku jelek, asal suamiku selalu


bersamaku,” ucap datar Becca kembali melihat ke arah kue yang dari tadi ia


acak.


Becca mengatakan itu bukan karna merasa kesal, namu ia


merasa sedikit sedih dengan keadaannya saat ini yang tidak kunjung hamil, dan


itu telah menjadi masalah Becca sendiri yang ingin segera memiliki anak dari


Aby.


Aby tersenyum ketika mendengar ucapan datar keluar dari


dalam mulut istrinya, hingga ia berkata, “Wau, aku sangat takut mendengar


ucapanmu nona.” Aby tersenyum.


“Sudah seharusnya kamu takut padaku.” Becca mulai


menampakkan senyumannya ketika ia mengatakan itu karna merasa sedikit lucu


dengan apa yang baru saja Aby katakan padanya.


“Ah, sudahlah akan lebih baik kalau kita istrahat.” Aby


berdiri dari duduknya lalu meraih tangan Becca untuk segera mengajaknya naik ke


lantai atas dimana letak arah kamarnya.


Becca yang melihat Aby menarik tangannya kembali menarik


tangan Aby lalu berkat, “Gendong” merentangkan tangan “Aku mau di gendong


kangen.” Becca berkata manja kepada Aby dan itu membat Aby tertawa sambil


menarik hidung istrinya.


“Baiklah sayangku, ratuku, penyejuk hatiku, hamba siap


malakukan apapun yang  kamu perintahkan.”


Ucap Aby tersenyum.


Aby mulai mengankat tubuh istrinya berjalan menaiki anak


tangga , sementara Becca menyandarkan kepalanya senyaman mungkin di dada bidang


Aby sambil memainkan jari terlunjuknya di dada bidang suaminya.


Aby yang melihat itu hanya tersenyum, sambil berkata, “Sayang


apa kamu menggodaku? Dengan tingkahmu yang seperti ini.” Bisik pelan Aby sambil


mengigit pelan telinga Becca yang masih berada di atas gendongannya.


Becca yang mendengar ucapan Aby bukannya menhentikan justru


ia melakukan sesuatu yang benar-benar membuat Aby merasa sangat tergoda dengan


apa yang tengah ia lakukan.


Becca melingkarkan tangannya di leher Aby lalu mengankat


sedikit tubunya dan beralih mengigit pelan dagu lalu kebibir Aby, dan itu


membuat Aby benar-benar tergoda dengan apa yang tengah di lakukan istrinya.

__ADS_1


Setelah sampai di depan pintu kamar Aby lansung masuk karna


pintu kamarnya tidak ia tutup, dan membawa Becca ke arah sopa memanjang yang


ada di dalam kamarnya, dan membalas apa yang tengah di lakukan istrinya


kepadanya.


Aby mulai mengecup lembut bibir Becca, lalu menurungi


lehernya, dan mulai membuat tanda kepemilikan di leher jenjang Becca, sementara


tangan Becca tidak tinggal diam begitu saja ia mulai membuka baju tidur yang


Aby gunakan lalu menyentuhnya dengan sangat lembut, dan itu membuat Aby merasa


sebuah sngatan kini tengah menyentuh tiap tubuhnya.


Aby melepas pautan bibirnya yang kini tengah bermain di


bangian di bagian favorinya, lalu berdiri dan berjalan ke arah pintu untuk


menutup dan menguncinya, karna ketika ia masuk pintu kamarnya ia biarkan


terbuka.


Setelah mengunci pintu Aby melepas celana yang ia kenakan


dan meninggalkan pakaian dalamnya saja, dan Becca bisa melihat kalau saat ini


bagian bawah suaminya kini tengah menegan.


Aby berjalan ke arah istrinya yang kini tengah merebahkan


tubuhnya di atas sopa, lalu menindih tubuh Becca yang kini masih mengenakan


pakaian.


Satu persatu Aby melepas kanci baju tidur yang Becca


kenakan, hingga akhirnya semuanya terlepas dan hanya menyisahkan pakaian dalam istrinya


saja. Aby kembali mengecup dan mencumbui seluruh bagian tubuh istrinya, bahkan


di setiap sudut Aby meninggalakan tanda kepemilikannya.


Becca yang merasa nyaman dengan setiap sentuhan bibir Aby


kini tengah mengeluarkan desahannya, di sela cumbuan Aby berkata pelan kepada


Becca, “Lepaskan semua rasa yang selama ini kamu pendam di dalam hatimu sayang,”


bisik pelan Aby di telinga Becca dan kembali melakukan apa yang ingin ia


lakukan.


Becca yang mendengar ucapan Aby terdiam sejenak, seperti


tengah melepaskan sesuatu yang membuat hatinya selalu merasa takut dengan apa


yang akan terjadi dengannya kedepan.


“Aku mencintaimu By.” Ucap pelan Becca bangun dan membuka


semua pakaian dalam yang ia kenakan lalu kembali memeluk tubuh Aby yang kini


tengah menempel di tubuhnya.


“Aku juga mencintaimu sayang.” Ucap pelan Aby kembali


mencumbui bibir istrinya dengan sangat lembut.


Dan setiap sentuhan Aby di balas hangat oleh Becca, bahkan


Becca mulai berlaku sangat nakal kepada Aby karna ia tidak berhenti memainkan


bagain bawah Aby yang kini tengah sangat menegan yang ingin segera masuk ke


“Sayang aku sudah tidak tahan,” ucap pelan Aby melihat ke


arah Becca yang kini tengah bermain di atas tubuhnya, Aby melihat kalau saat


ini istrinya tengah bermain dengan bagian bawahnya dan itu membuatnya merasa


tidak tahan dengan semua yang Becca lakukan padanya.


Becca yang mendengar ucapan suaminya berhenti bermain dan


melakukan apa yang sangat Aby nantikan, Becca mulai melakukannya dan itu


membuat Aby megeluarkan desahannya bersamaan dengan desahan yang Becca


keluarkan.


Aby dan Becca melakukan saling bergantian, dan itu membuat


keduanya merasa sangat nikmat dengan apa yang tengah mereka lakukan saat ini,


desahan demi desahan kini tengah memenuhi ruangan dalam kamar Aby, namun


keduanya tidak ada yang nampak kelelahan justru keduanya semakin semangat


melakukan malam pertama mereka untuk kesekian kalinya.


Cukup lama mereka berdua melakukan malam pertama mereka


untuk yang kesekian kalinya, hingga akhirnya puncak yang mereka nantikan kini


tengah berakhir dengan senyuman yang keduanya perlihatkan. Setelah menyemburkan


benihnya di rahim istrinya Aby mengecup lembut perut Becca lalu berkata.


“Cepatlah hadir di antara kami nak.” Ucap pelan Aby mengelus


dan mengecup lembut perut mulus Becca.


“Amiin, semoga secepatnya mereka segera hadir di antara kita


Aby.”


Aby yang beru saja merebahkan tubuhnya di sampin Becca


lnsung beralih melihat ke arah Becca, karna sedikit bingun mendengar apa yang


baru saja Becca katakan.


“Mereka?” melihat wajah Becca yang kini tengah tersenyum “Mereka


siapa sayang?” tanya Aby menarik tubuh Becca masuk ke dalam pelukannya.


“Anak-anak kita By, aku pengan kita memiliki anak kembar


tiga, satu cowo dua wanita.” Becca merasa sangat senang ketika mengatakan itu


kepada Aby, karna merasa sangat senang Becca sampai menggigit dada bidan Aby


dan itu membuat Aby meringgis kesakiatan.


“Ao, ao, ao” meringgis “Sayang sakit.”


Mendengar ringgisan Aby Becca melepas gigitannya, lalu


bangun dan melihat apa yang baru saja ia lakukan kepada suaminya.


“Oh, ya ampun By.” Panik “Maafkan aku sungguh aku tidak


sadar melakukan semua ini, By tolong maafkan aku ya sayang sungguh aku tidak


sengaja.” Becca nampak sangat panik dan menyesal dengan apa yang baru saja ia

__ADS_1


lakukan kepada suaminya.


Aby yang melihat kepanikan istrinya bukannya marah, ia malah


terkekeh karna merasa sangat lucu dengan apa yang tengah ialihat saat ini,


tubuh polos istrinya di tambah bagian kenyal istrinya kini tengah terpampan


jelas di depan matanya.


Dengan tingkah jailnya Aby menarik benda yang berwarna


coklat yang ad di bagian kenyal istrinya dan itu membuat Becca berteriak pelan


karna merasa sedikit sakit dengan apa yang telah Aby lakukan pada bagian kenyalnya.


“Aucc, sakit By.” Ringgis Becca memegan kedua bagian


kenyalnya.


“Tapi aku suka.” Aby mengedipkan mata melihat ke arah Becca


ketika selesai mengatakan itu.


*****


Abdy membuka matanya karna merasakan sesuatu yang aneh


dengan dirinya, ia melihat ke arah Lisa yang kini tengah terlelap di sampinnya.


“Lis.” Bisik pelan Abdy di telinga Lisa, namun Lisa tidak


menjawab meskipun ia mendengar karna jujur saat ini seluruh tubuhnya terasa


remuk, kalau saja saat ini ia tidak mengingat kalau saat ini ia sudah menjadi


istri dari orang yang mengaggu tidurnya pasti saat ini Abdy sudah dapat


tampolan bantal darinya.


“Huf, nyenyak sekali tidurnya, di sini aku tidak bisa tidur


karna si tumang bangun terus, karna menyentuh bagian bokong Lisa.” Ucap pelan


Abdy memasukkan tangannya di bagian kenyal Lisa, karna hanya itu yang bisa ia


lakukan saat ini mengingat Lisa tengah datang bulan di tambah si tumang tidak


mau mengerti dengan keadaan itu.


“Apaan sih kamu! Tidur sana” Abdy memukul pelan si tumang


yang kini tengah menegan di dalam celananya.


Lisa yang mendengar ocehan Abdy yang menyebut nama si tumag,


tersenyum tidak bereaksi karna ia juga mengerti dengan apa yang tengah Abdy


rasakan saat ini.


Malam pertama yang harusnya ia lakukan malam ini bersama


dengan Abdy, kini tengah tertunda dengan ia kedatangan tamu bulanan.


“Maafkan aku Dy, kamu harus menunggu selama beberapa hari


lagi, setelah itu kita akan melakukan malam pertama kita yang tertunda ini.”


Lisa membathin.


Dan membiarkan apa yang tengah Abdy lakukan di bagian


kenyalnya, biar itu juga bisa membuat keinginan dalam Abdy berkurang itulah


yang terlintas dalam pikiran Lisa saat ini.


Abdy terus menempelkan tubuhnya di bagian tubuh Lisa, bahkan


saat ini Abdy mulai menempelkan bibirnya di leher jenjang Lisa dan mulai


membuat tanda kemerahan di leher Lisa.


Lisa yang merasakan apa yang tengah Abdy lakukan di bagian


lehernya membuka mata, dan menyentuh kepala Abdy yang kini tengah asyik membuat


tanda di leharnya.


“Dy” ucap pelan Lisa, menyadarkan dengan apa yang tengah


Abdy lakukan saat ini.


Abdy menarik bibirnya dari leher Lisa, lalu menatap wajah


Lisa dengan senyuman sambil berkata.


“Lis, aku tidak bisa menahannya lagi.” Mengecup pelan bibir


Lisa lalu melepaskannya kembali “Adakah obat yang bisa membuatmu berhenti


datang bulan seperti ini?” tanya Abdy yang mulai tidak tahan dengan apa yang


tengah ia rasakan saat ini.


Lisa yang mendengar ucapan suaminya terkekeh pelan, karna merasa


sangat lucu dengan apa yang baru saja Abdy katakan padanya.


“Mana ada Dy, kamu bersabar kenapa,” ucap santai Lisa melihat


ke arah wajah Abdy yang kini sangat berharap malam pertamanya segera terjadi


malam ini juga.


“Aku tidak bisa menahan Lis, si tumang tidak mau mengerti.”


Abdy merebahkan kepalanya di pinggir dada Lisa lalu melingkarkan tangannya di


bagian tubuh Lisa, sementara Lisa hanya bisa mengusap pelan kepala Abdy karna


merasa sangat bingun dengan apa yang tengah Abdy rasakan saat ini.


Munggkin karna tidak menemukan ide lain hingga akhirnya Lisa


berkata kepada Abdy.


“Baiklah besok aku akan pulang ke rumah mama, biar kamu


merasa nyaman tidur, tidak merasa tergoda dengan keberadaanku seperti ini,


nanti setelah aku selesai kamu boleh datang menjemputku.” Lisa mengatakan itu


karna sangat mengerti dengan apa yang tengah suaminya rasakan saat ini, menahan


rasa sakit seperti yang tengah Abdy rasakan saat ini.


Abdy mengankat wajah melihat ke arah Lisa ketika mendengar


kata yang keluar dari dalam mulut Lisa yang ingin ke rumah orang tuanya, hanya


karna ingin menghindari ketergodaan Abdy padanya.


“Apa! Tidak”




*

__ADS_1


Halo, para Readers kesayangan Author, setelah baca Cinta Aby mampir baca juga ya Novel Author yang berjudul


@ Aku Mencintaimu


__ADS_2